
Mobil mewah pun berhenti di depan rumah namun bukan itu saja tetapi ibu-ibu yang tadi bergosip pun sudah berada di sana menantikan siapa pemilik ataupun yang menaiki mobil mewah itu.
Sungguh semua orang di buat penasaran karena mobil itu bukan mobil biasa yang bisa di beli orang di kampung ini,mobil itu sering wara-wiri di dalam telivisi jadi banyak ibu-ibu yang berdecak kagum melihat mobil itu dari jarak yang begitu dekat.
Di dalam mobil....
"Hei kenapa mereka semua berkerumun di sekitar mobil ini?" Tanya Alex yang penasaran melihat reaksi mereka semua.
"Bagaimana mereka tidak berkerumun di sini, lha bapak seenaknya sendiri bawa mobil mewah itu," grutu Tiara.
"Ck padahal ini mobil sudah biasa menurutku," guman Alex tanpa merasa bersalah sedikitpun saat ini.
"Ayo turun," ajak Tiara.
__ADS_1
"Bagaimana bisa turun, nih ibu-ibu tuh bar-bar banget sih tingkahnya," Alex bergidik ngeri melihat ada seorang ibu-ibu yang merangsek mencoba mengintip di balik kaca mobil.
"He he he he he he he he, rasain tuh pak siapa suruh buat keributan di kampung ini," kata Tiara sambil menertawakan wajah atasannya yang terlihat lucu karena ketakutan saat ini.
Biasanya atasannya itu terkenal garang justru takut dengan ibu-ibu tadi yang kesehariannya bergosip tak jelas.
"Ck apa yang kamu tertawakan, ini gak lucu," Alex mencebikkan bibirnya kesal.
Tiara pun teringat sesuatu.
"Apa bedanya? ini kan sama-sama kampung kenapa kamu menyebutkan kota, biasanya kita itu besar dan tadi di sudut sana aku juga melihat ada apa itu namanya.... Oh ya sawah," tanya Alex sedikit binggung.
"Ini perumahan baru, asal kami memang dari kampung dan terbiasa berbicara jawa terus aku di terima kerja di perusahaan kemarin dan meminta ke dua orang tua ku untuk pindah ke perumahan di sini meskipun baru tetapi keluarga ku nyaman, di sini banyak sawah karena dulu ini adalah.... Ah sudah aku capek menjelaskan, intinya kalau kedua orang tua ku keceplosan berbicara yang tak kamu mengerti diam saja. Ayo turun, tuh bapak sama ibu sudah keluar," kata Tiara panjang lebar ingin menjelaskan tetapi dia lelah dan memilih tak melanjutkan penjelasan nya tadi dan menunjukkan kalau kedua orang tua nya sudah menunggu sedari tadi.
__ADS_1
Tiara pun turun di susul dengan Alex, beberapa ibu-ibu tadi di buat menganga tak percaya melihat Tiara turun mengandeng lelaki tampan berbaju mahal itu.
"Hei itu Tiara ya,"
"Iya benar itu Tiara, wah itu pasti kekasihnya,"
"Betul ibu-ibu, lihat saja tuh tangannya sedari tadi gandengan terus,"
Tiara maupun Alex tak menanggapi ucapan dari ibu-ibu tadi, dia hanya fokus ke arah keduanya orang yang menunggu nya di depan dengan raut wajah tak percaya.
"Ti-ara anak ku, benar ndok iki Kowe," panggil sang ibu langsung menghampiri anaknya.
"Engge Bu Iki Tiara," jawab Tiara membendung air mata nya. Tiara begitu kaget dengan ibu nya mengingat sudah hampir setahun dirinya tak berjumpa ibunya karena bekerja di luar kota.
__ADS_1
Bersambung....