
"Kenapa aku deg-degan begini, apa aku jatuh cinta sama bos dingin itu?" Guman Tiara bertanya di dalam hati nya.
Wajah Tiara tiba-tiba berubah merona karena malu, entahlah apa yang sedang Tiara rasakan saat ini.
Tiara pun akhirnya sadar dari lamunannya.
"Ahhh mending aku cepat mandi takutnya kalau kelamaan, tuh orang nyusul masuk ke sini," kata Tiara bergidik ngeri membayangkan nya.
15 menit kemudian....
"Aduh bagaimana ini, aku lupa bawa baju ganti,"
Tiara berjalan mondar-mandir di depan pintu kamar mandi, sesekali dia membuka pintu menyembulkan kepalanya sekedar untuk melihat keberadaan Alex.
"Sepertinya aman," kata Tiara saat tak mendapati keberadaan Alex.
Ceklek....
Dengan langkah pelan, Tiara mengendap-endap mendekati tas miliknya.
"Ehemmm....."
Tiara menoleh, tiba-tiba mulutnya menganga tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
"Aahhhhh....." Tiara berteriak kencang karena kaget melihat keberadaan Alex, dia langsung berlari dengan cepat mendekat ke ranjang dan masuk ke dalam selimut dengan cepat untuk menutupi tubuhnya yang hanya di balut handuk itu.
Benar-benar Tiara di buat malu, takut dan kaget secara bersamaan. Sungguh ingin rasanya Tiara mengumpat atau memukul bos nya itu.
"Hei kenapa kamu teriak," kata Alex dengan kesal karena teriakan Tiara membuat telinganya sakit mendengar Tiara yang melengking tak jelas.
"Ya saya harus bagaimana bos, kan saya kaget lihat pak bos sudah berada di sana. Kirain tadi gak ada orang jadi saya berani keluar dengan pakai handuk doang karena lupa bawa baju," Tiara mengomel kesal karena dia kaget. Sampai Tiara lupa apa yang dia bicarakan tadi, Tiara melupakan sesuatu yang penting, andai Tiara ingat mungkin dia tidak akan menyebut kata itu.
Alex bukannya fokus dengan apa yang di jelaskan oleh Tiara, dia malah fokus mengingat Tiara menyebutnya dengan kata pak dan bos beberapa kali. Seketika wajah Alex berubah tersenyum, bukan senyum yang menawan melainkan senyum miring yang membuat siapa pun merinding di buatnya.
"Oh rupanya kamu sudah tak sabar ya ingin mendapatkan hukuman dari ku," kata Alex menyeringai.
"Ha...." Tiara terbengong-bengong mendengar ucapan pria di depannya, Tiara belum ngeh dengan apa maksud pria yang dengan paksa memintanya menjadi kekasih itu.
"Ha hukuman apa?" Tiara mengulang ucapannya karena dia masih bengong sekaligus binggung dengan kata yang di ucapkan oleh bos nya itu.
Alex berjalan mendekati Tiara dengan gaya cool nya, kedua tangannya di masukkan ke dalam saku celana. Namun bagi Tiara bukannya terlihat cool namun justru itu terlihat begitu menakutkan di mata Tiara saat ini.
__ADS_1
"Ha.... Hukuman apa? Perasaan aku tidak melakukan kesalahan apapun?" Kata Tiara meminta penjelasan karena Tiara berfikir dia tak melakukan kesalahan apa pun.
"Kamu coba hitung berapa banyak kamu memanggilku dengan sebutan pak bos?" Tanya Alex.
"Ha...." Tiara mengingat apa yang di ucapkan tadi, dia menutup mulutnya tak percaya kalau dia keceplosan memanggil nya dengan pak bos beberapa kali.
G L E E K
"Em itu, emm.... Saya lupa," cicit Tiara pelan, dia mencoba mengelak.
"Ya sudah sesuai kesepakatan, hari ini kamu akan ku hukum," jawab Alex dengan santai.
"Tidak, mana bisa begitu. Harusnya ciuman pertama ku ini untuk suami ku nanti bukan bos Alex," ketus Tiara tak terima kalau ciuman pertama nya di ambil Alex.
"Upps..." Tiara dengan cepat menutup mulutnya.
"Ho ho ho. Kamu menolak hukuman mu," Alex melotot mendengar ucapan gadis di depannya itu.
Alex semakin mendekati Tiara.
"Jangan mendekat atau aku akan teriak," beo Tiara di landa ketakutan.
"Ahhhh jangan mendekat," teriak Tiara takut bos nya itu terlihat menyeramkan.
Sedangkan di luar pintu kamar...
Seseorang dengan raut wajah yang sulit di artikan tengah binggung mondar-mandir tak jelas.
"Aduuuh bagaimana ini, aku harus dobrak atau mengadu ke nyonya besar,"
Siapa lagi kalau bukan Beni yang sedang mencemaskan kondisi orang yang ada di dalam nya saat ini.
Tok tok tok tok tok tok....
Dengan perasaan takut Beni mengetuk pintu kamar hotel yang di tempati atasannya itu.
"Ck siapa sih yang menganggu," kata Alex mengeram kesal, dia pun berjalan menuju ke arah pintu.
Sedangkan Tiara dengan cepat turun dari ranjang dan mengambil tas berisi baju dan menariknya ke kamar mandi.
Tiara sadar dia tak punya cukup waktu untuk memilih dan membongkar tas berisi baju itu untuk mencari baju yang cocok untuk dirinya.
__ADS_1
"Fyuuuuuhhhh selamat," guman Tiara dengan nada begitu lega karena bisa selamat dari bos galak nya itu.
Tiara dengan cepat membuka tas itu, segera tangan nya dengan lincah memilih baju yang akan dia gunakan hari ini.
Sedangkan di depan pintu kamar.
Ceklek.....
"Kamu tidak ada kerjaan ya, pagi-pagi sudah buat mata ku sakit," kesal Alex menatap Beni dengan pandangan malas.
Sedangkan Beni tak menjawab pertanyaan dari bos nya itu, dia sibuk clingak-clinguk tak jelas mencari keberadaan Tiara.
"Kamu nyari Tiara, dia lagi mandi. Kenapa?? Kamu mau laporan ke mami pagi-pagi buta," cibir Alex dengan sinis ke arah Beni.
"Tidak bos, saya cuma mau tanya kita mau berangkat jam berapa biar saya yang mengaturnya," kata Beni mengelak namun dia beruntung lidahnya bisa mengucapkan alasan yang tepat.
"Hmmm.... Ku kira kamu di suruh mami memata-matai ku pagi ini," kata Alex membuat Beni tersenyum kikuk mendengar ucapan bos nya yang tak sepenuhnya salah.
Ceklek....
Keduanya menoleh ke arah Tiara, ya Tiara baru saja membuka pintu kamar mandi dan berjalan menuju ke arah sofa.
"Ya sudah kamu siapkan semuanya, kita berangkat jam 8 saja. Oh ya jangan lupa pesankan meja di restoran nanti jam 7 kita makan di sana," perintah Alex.
Beni mengangguk patuh mendengar ucapan dari bos nya itu, dia tak ingin membantah.
Brakkk....
Pintu di tutup dengan kencang.
"Kamu siap-siap, jam 7 kita makan di restoran saja. Oh ya persiapkan barang bawaan mu juga karena kita juga langsung cek out dari hotel ini secepatnya.
Tiara mengangguk patuh, dia mengambil bedak dan memoles di wajahnya.
Tepat jam 7.
Alex dan Tiara sudah bersiap berjalan menuju ke arah resepsionis. Di ikuti oleh Beni di belakangnya.
Ketiganya masuk ke dalam mobil yang sudah Beni siapkan, mereka menuju ke restoran yang sudah Beni pesan untuk mengisi perutnya setelah selesai mereka berangkat menuju ke bandara.
Bersambung.....✍️
__ADS_1