Istri Manja Kesayangan CEO

Istri Manja Kesayangan CEO
Pembicaraan bos dan asisten


__ADS_3

Sesaat setelah Tiara keluar dari ruangan Alex.


Tok tok tok tok tok tok....


"Masuk..."


Ceklek.....


"Bisanya juga langsung nyelonong saja, tumben kamu pakai sopan santun ingat ketuk pintu juga rupanya," kata Alex menyindir Beni yang tak lain asistennya.


Biasanya Beni suka nyelonong masuk, karena memang Beni mengetahui ada tamu atau tidak.


Mendengar ucapan dari sang bos, Beni pun tersenyum kikuk.


"He he he he he he he, takutnya bos masih ada tamu," kata Beni menaik turunkan alisnya menggoda atasannya itu.


"Ck... Tutup mulutmu atau kamu mau ku sumpal pakai kaus kaki ku," geram Alex karena jadi bahan ledekan dari Beni.


"Jangan dong bos," Beni langsung membekap mulutnya dengan cepat.


"Bagaimana? Apa tempat tinggal untuk Tiara sudah kamu siapkan, ingat tempat itu meskipun sama dengan unit lainnya tetapi aku ingin di dalam nya begitu nyaman, isi dengan barang-barang yang di butuhkan nya nanti," jelas Alex mengingatkan.


"Semua sudah beres bos, oh ya bagaimana tadi apa nona Tiara langsung tanda tangan," tanya Beni penasaran.


"Tentu saja, kamu kira begitu saja aku tidak bisa," jawab Alex sinis.


"He he he he he he.... Aku kirain bos gagal," kata Beni dengan polosnya.


Beni pun dengan cepat duduk di sofa tanpa menunggu perintah dari atasan nya itu.


"Kirain bos gagal, secara nona Tiara sepertinya tidak begitu tertarik dengan bos," kata Beni tenang namun mampu membuat Alex kesal.


"Sekali lagi kamu bicara, akan ku kirim kamu ke kutub buat mandiin pinguin," kata Alex menatap tajam ke arah Beni dan membuat nyali beni menciut di buatnya.


"Kalau gagal, kenapa aku capek-capek nyuruh kamu untuk mengatur tempat tinggal nya," kata Alex.


"Akhirnya bos ku yang dingin seperti kulkas laku juga, ha ha ha ha ha ha ha...." Kata Beni tertawa tanpa rasa takut setelah meledek atasannya.


Plukkk....


Sekotak tisu basah yang berada di tempatnya mendarat cantik mengenai tubuh Beni.


"Wah bos sudah main kdrt nanti ku aduin loh sama nona Tiara," goda Beni membuat Alex melotot melihat nya.


Namun sungguh Beni begitu senang karena atasannya yang terkenal datar, dingin dan cuek terhadap perempuan itu akhirnya telah tertarik kepada wanita yang baru di lihatnya, wanita yang tak sengaja bertemu dengan nya.


Berbeda dengan Alex yang sudah tertarik dengan wanita itu, sedangkan Tiara sepertinya engan untuk dekat dengan bos nya, melihatnya saja Tiara sepertinya ingin kabur jadi Beni pun menyarankan pemindahan Tiara agar bos nya lebih dekat dengan Tiara dan bisa mengambil hatinya.


"Mau apa kamu kemari? Kalau kamu mau menggoda ku sebaiknya kamu pergi karena pekerjaan ku masih banyak," kata Alex melirik ke arah Beni.


"Ini bos laporan keuangan yang sudah ku periksa, coba bos cek ulang ada beberapa angka yang ganjal," kata Beni menyerahkan berkas keuangan yang sudah dia periksa terlebih dahulu.

__ADS_1


"Hmmm.... Taruh di situ," kata Alex yang masih sibuk dengan dokumen di depan nya.


"Saya permisi bos, karena masih banyak yang harus di selesaikan hari ini," kata Beni pamit undur diri.


Saat langkah kaki Beni sudah dekat di depan pintu.


"Thank ya..." Kata Alex dengan pelan tanpa melihat ke arah Beni.


Beni menoleh dan mengangguk. "He he he he he he..... Santai bos, asal jangan lupa uang bonus," kata Beni menaik turunkan alisnya.


"Ck dasar mata duitan, cepat keluar sana selesaikan semuanya hari ini," kesal Alex namun senyum tipis tersungging di sudut bibirnya saat ini.


"Tetapi jangan lupa bonus ku ya bos," kata beni cepat kabur dari sana saat mendapat plototan dari Alex.


Ceklek...


Brukkk....


Pintu langsung di tutup dengan keras.


"Astaghfirullah, punya asisten gak ada sopan-soa nya dengan atasan," kata Alex mengelus dada karena kaget.


...----------------...


Sore hari saat jam pulang kantor.


Tiara dan kawan-kawan sedang berjalan beriringan menuju kedai bakso dan mie yang tak jauh dari sana.


"Ck... Iya benar, kalau kamu tidak mau ya sudah biar kita-kita saja," balas Tiara.


"Eh mau dong," kata Vera mencebikkan bibirnya.


"He he he he he he, ya kali kamu nolak gak apa-apa, biar aku yang makan jatah kamu," kata Bima menimpali.


"Yeee enak di kamu dong," kata Reyhan.


"Iya benar kalau Vera gak mau, aku juga masih mau," kata Mutia.


"Yee...." Vina mendelik ke arah Mutia membuat Mutia terkekeh.


"Lagian nih si Vera pakai tanya segala, sudah tahu si Tiara mau traktir kita sebagai tanda perpisahan," sahut Mita.


"Yups betul, kalau ada rezeki jangan nolak," kata Bima dengan cepat.


"Yee itu sih kamu,"


Akhirnya sampailah mereka semua di depan kedai bakso yang cukup rame dan tempat nya tak jauh dari kantor.


Mereka pun clingak-clinguk mencari tempat kosong.


"Eh itu ada kosong," tunjuk Reyhan ke arah meja yang masih kosong.

__ADS_1


"Itu juga ada," tunjuk Mita ke arah lesehan yang tak jauh dari sana.


"Eh lesehan aja ya, biar kita muat semua jadi satu meja," kata Tiara.


"Ok lah sipp..."


Mereka pun menuju ke arah tempat lesehan, dengan suasana yang nyaman.


"Eh kamu mau pesan apa?" Tanya Tiara kepada semuanya.


"Aku bakso,"


"Aku mie ayam saja,"


"Bakso,"


"Bakso,"


Mereka saling menyahuti kata Tiara.


"Fyuuuhhhh.... Binggung aku," keluh Tiara.


"Eh aku catat aja ya," usul Vera mengambil catatannya dan bolpoin di dalam tas miliknya.


"Wes pintar banget sih calon istri ku," kata Reyhan memuji Vera.


Namun mendapat plototan dari Vera. Hai itu bukan membuat Reyhan takut, justru Reyhan terkekeh, "He he he he he he he he."


Vera pun menanyakan satu persatu pesanan mereka, setelah selesai dia pun menyerahkan kepada Tiara.


Tiara pun berjalan menuju ke arah penjual, untuk memesan makanan dan minuman.


"Fyuuhhh.... Rame banget ya tempat ini," keluh Tiara setelah mengantri untuk memesan makanan.


"Iya! Meskipun tempatnya kecil tetapi kedai ini terkenal banget," sahut Mutia.


"Hmmm.... Nanti aku pasti kangen makan di sini," kata Tiara dengan sendu.


"Nanti kalau liburan kamu bisa main ke sini," kata Mita menghibur Tiara.


"Iya pasti aku kangen banget sama kalian," kata Tiara.


"Uhhh...." Para perempuan itu pun berhambur memeluk Tiara dengan wajah sedihnya.


"Eh kalian nih wanita bisa nya mewek terus, harusnya kita tuh bercanda tertawa biar ayang Beb ku tidak sedih meninggalkan kita semua," tegur Bima membuat semua menoleh ke arah Bima.


"Iya betul kata Bima," Reyhan kali ini setuju dengan ucapan dari Bima.


Tak lama pesanan mereka pun datang, mereka makan dengan bercanda sesekali Bima menjahili yang lainnya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2