
Sampailah mereka di bandara.
Tiara dan Alex langsung turun mengikuti langkah Beni menuju ke dalam bandara. Untuk barang-barang Tiara maupun Alex jangan tanyakan lagi, semua sudah ada yang mengurusnya maka dari itu Tiara tak perlu pusing memikirkan nya. Dia hanya melenggang pergi membawa tubuhnya saja.
Tiara menghela nafas untuk mengurangi rasa grogi. Tiara hanya diam saja melihat semua yang dilakukan Alex maupun Beni saat ini, dia cuma harus mengekori kedua orang itu kemana pun. Jujur Tiara di buat binggung harus melakukan apa karena dia baru pertama kali naik pesawat. Entahlah perasaan gugup bercampur takut menjadi satu.
Namun di tengah jalan Tiara di buat binggung karena melihat jalur yang mereka lalui berbeda dengan beberapa orang yang ada di sana. Tiara mengerutkan keningnya saat melihat ada sekitar 6 orang berbadan tegap mengawal mereka sampai di depan landasan pesawat.
"Sayang, siapa mereka?" Tanya Tiara berbisik di telinga Alex.
Mendengar suara merdu di belakang nya Alex menoleh ke arah Tiara, dia tersenyum manis menatap ke arah Tiara.
"Tenang, mereka semua adalah bodyguard yang mengawal kita di sini," kata Alex dengan lembut mengengam tangan kekasih nya itu.
Benar saja perlakuan manis itu membuat Tiara tersipu manis di buatnya.
Melihat wajah kekasih nya tersipu manis membuat Alex justru terkekeh dan mengacak rambut Tiara dengan gemas.
Sedangkan Beni yang tanpa sengaja menoleh melihat pemandangan itu pun mendengus kesal.
' Hadeeeeh begini amat ya nasib jadi jomblo, sedari kemarin melihat keromantisan bos yang tak kenal waktu, apa ini karena bos kelamaan menjomblo ya, ck buat orang iri saja. Hiks hiks hiks hiks hiks.... Kapan ya aku punya pasangan biar bisa pamer seperti bos sedari tadi gandengan ngalahin ABG baru jatuh cinta saja,' guman Beni di dalam hatinya menangisi ke jombloan dirinya saat ini.
Beni pun memalingkan wajahnya, dia berjalan terus menuju ke tempat yang sudah di sediakan.
Tiara menganga di buatnya. Saat melihat pemandangan di depannya.
Dengan ragu Tiara berjalan beriringan dengan Alex, setelah menghela nafas panjang untuk mengurangi rasa gugup, Tiara pun memberanikan berbicaralah dengan atasannya merangkap sebagai kekasih nya itu.
"Emmm .... Em... Sayang, apa aku salah lihat atau?? Em kenapa pesawat ini berbeda dengan lainnya," Tiara begitu binggung untuk mengungkapkan nya.
"Oh ini pesawat pribadi milik keluarga ku," kata Alex tanpa beban.
"Hah...." Tiara tak tahu harus berbicara apa lagi.
'Wah benar-benar nih bos gak kaleng-kaleng, hi hi hi hi hi hi hi hi, bagaimana kalau bapak sama ibu tahu ya kalau aku punya kekasih bos yang kaya raya bahkan pesawat saja punya sendiri,' batin Tiara terkekeh geli membayangkan bagaimana reaksi kedua orang nanti kalau tahu dirinya mempunyai kekasih bos perusahaan.
Tiara di gandeng Alex masuk ke dalam, dia semakin di buat takjub dengan isi di dalam nya.
__ADS_1
'Ha benar-benar keren banget, mimpi apa semalem bisa naik pesawat beginian. Ah tadi malam aku mimpi di cium sama bos Alex,' batin Tiara.
Ya lagi-lagi wajahnya bersemu merah tak jelas mengingat kejadian kemarin sampai terbawa mimpi. Tiara pun memukul kepalanya pelan karena bisa-bisanya dia teringat hal begituan.
'Tahan Tiara jangan ketularan mesum,' batinnya merutuki kebodohan saat ini.
Tiara pun duduk di samping Alex, tangan Tiara begitu dingin membuat Alex yang masih mengengam tangan Tiara dapat merasakan itu semua.
"Kenapa sayang?" Tanya Alex saat melihat tingkah aneh Tiara.
"Tidak apa-apa, cuma gugup," elaknya cepat.
Alex hanya bisa mengelengkan kepalanya.
"Jangan gugup, pegang tangan ku kalau masih takut kamu bisa pejamkan mata dan bersandar di bahu ku," kata Alex dengan lembut.
Cezzzz.....
Mendengar ucapan pria tampan di depan nya saat ini membuat tubuhnya meleleh seketika.
Tiara menuruti perintah Alex, dia merebahkan kepalanya dan memejamkan matanya untuk mengurangi rasa gugup. Benar saja cara itu ampuh mengusir rasa gugup.
Alex tersenyum melihat tingkah lucu kekasihnya itu, dia pun mengelus rambut milik Tiara dengan gemas bercampur sayang.
Sedangkan di belakang kursi keduanya.
Sedari tadi Beni mengigit jarinya melihat keromantisan bos nya itu.
'Duh bos sedari tadi buat baper terus, hiks hiks hiks hiks hiks hiks tolong cepat turunkan bidadari buat jodohku biar aku tidak terlihat ngenes melihat kemesraan mereka yang tidak tahu tempat,' batin Beni menangis melihat ke uwuhan di depan mata nya itu.
2 jam berlalu....
"Sayang...." Alex mengusap-usap pipi Tiara dengan lembut.
'Merinding banget sih setiap kali mendengar bos Alex bilang sayang ke non Tiara,' guman Beni tentunya di dalam hati.
"Ehhhh...." Tiara membuka mata nya saat merasakan seseorang mengusap pipinya.
__ADS_1
Saat kesadaran Tiara kembali, dia ingat kalau dia tengah berada di dalam pesawat namun Tiara begitu kaget kala mendapati dirinya tertidur pulas di bahu bos merangkap kekasihnya itu.
"Maaf," cicit Tiara dengan dengan suara begitu pelan.
"Ayo," Alex sudah berdiri, tangannya terulur ingin mengandeng Tiara untuk turun.
"Hah ....." Tiara masih bengong dia masih linglung tak jelas.
"Kita sudah sampai, ayo turun atau kamu mau di sini saja," jelas Alex sambil menggoda kekasihnya itu.
Tiara yang sadar pun langsung meraih tangan sang kekasih meskipun sedikit canggung tetapi Tiara harus membiasakan semuanya ini.
Alex merapikan rambut Tiara yang sedikit berantakan, membuat Tiara tertegun sejenak di buatnya.
'Selalu saja tebar keromantisan di mana-mana,' batin Beni kesal.
Beni pun segera pergi tak ingin iri melihat pasangan yang suka mengumbar kemesraan tanpa sadar. Para bodyguard yang melihat nya pun melotot tak percaya kalau bos yang biasanya dingin, datar dan suka berbicara kejam itu berlaku manis terhadap perempuan.
Mereka semua saling berpandangan, mengelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang di lihatnya. Namun mereka hanya juga ikut senang kalau bos nya itu menemukan pawang nya, mungkin dengan ini bos nya tidak sering marah-marah.
Mereka berharap bisa berharap bos nya itu bahagia dan wanita pilihan bos nya itu tulus benar-benar mencintainya dari hati bukan demi harta bis nya semata.
Tiara dan Alex pun turun. Keduanya jalan beriringan saling mengengam tangan di kawal beberapa bodyguard membuat keduanya jadi pusat perhatian.
Tiara merasa risih, dia hanya bisa menundukkan kepalanya.
"Apa kamu nyari uang jatuh ya," sindir Alex membuat Tiara melotot.
"Ish enak saja kalau bicara," elak Tiara.
"Terus kenapa? Nunduk terus," tanya Alex.
"Aku malu, tuh lihat semua nya memperhatikan kita berdua," jawab Tiara dengan pelan.
"Sudah cuek saja, jangan nunduk. Angkat wajah mu terus tersenyum lah," pinta Alex.
Tiara pun mengikuti saran dari Alex, tangannya lebih erat mengandeng tangan Alex.
__ADS_1
Bersambung....