
setelah kepergian dini,putri masih sibuk dengan buku-buku yang menumpuk..lembaran demi lembaran dia pelajari,tak heran jika dia mendapatkan kan beasiswa.
pintu kamar sengaja terbuka oleh dini.agar ketika sang kakak Terbangun dia akan langsung ke kamar dini.
dan benar saja ketika di terbangun dari tidur panjangnya dia melihat pintu kamar sang adik terbuka
Adrian langsung menuju ke kamar dini,dengan tanpa curiga Adrian terus melangkah.hanya menggunakan celana pendek dan kaos biasa Adrian mendekat ke kamar dini.
sayang...ko kakak tidak di bangunkan..
baik Adrian ataupun putri sangat terkejuta dengan apa yang mereka lihat.putri terkejuta ketika seseorang datang dan menyebutnya sayang.
dan Adrian terkejut ketika yang dia lihat bukan adiknya melaikan.orang lain
kamu..jawab Adrian dan putri..
kamu ngapain di kamar dini hah?mana dini nya kenapa cuma kamu saja di sini ?
ehmm saya ada jadwal belajar bersama dini tuan,dan dininya sedang keluar bersama bi Sumi.
dini mencoba menahan emosinya ketika menghadapi tuan sombong ini.demi dini..batin putri
keluar kemana?
membeli keperluan dapur,
ehmm ya sudah lanjutkan belajar kamu saya mau kebawah,
ahhh selamat..selamat..bagus lah kalau cepat pergi..
Adrian tidak tahu kalau di dalam rumah hanya ada dia dan putri ini semua ulah adiknya..semua pelayan di perintahkan untuk tidak keluar kamar kalau Adrian memanggilnya.
Adrian turun ke bawah,dan ada yang berbeda di rumahnya.ya sepi..itu yang saat ini Adrian rasakan tidak seperti biasanya rumahnya sepi biasanya para pelayan selalu berkeliaran di rumah besarnya tapi hari ini tidak ada satupun yang lewat dan berdiri di depan pintu.
kenapa sepi sekali,pelayan..pelayan..
teriak Adrian..ehmm kemana semua pelayan di rumah ini apa sudah bosan hidup mereka..
Adrian duduk di meja makan berharap ada sesuatu yang bisa dia makan,
__ADS_1
ya ampun..apakah aku ini sudah jatuh miskin hingga tidak ada makanan sama sekali..
pelayan.. pelayan..Adrian terus berteriak hingga terdengar oleh putri yang sedang asik membaca..
astaghfirullah..aku lupa..pesan dini membuatkan sarapan buat kakaknya..
dini bergegas turun kebawah dan menuju ke ruang makan.ya benar saja Adrian duduk dengan penuh emosi...
ma..ma..maaf tuan tadi saya lupa dini berpesan kalau semua pelayan sedang berlibur.jadi kalau anda butuh sesuatu bilang saja ke saya.
hah??liburan? pelayan di sini liburan siapa yang mengijinkan mereka untuk berlibut?
putri hanya tertunduk,tanpa berani menatapnya..
"saya tidak tahu.saya hanya menyampaikan apa yang dini sampaikan'"
ehmm baik,aku lapar apa kamu bisa masak?
putri mengangkat kepalanya mendengar apa yang di minta Adrian.
ya bisa lah.saya itu sudah terbiasa masak sendiri.dan tidak manja seperti anda.ejek putri
saya bukan manja,tapi saya itu orang kaya,buat apa mereka say bayar kalau tidak bekerja.
baik lah om...
jangan panggil saya seperti itu ,saya tidak setua itu,ngerti kamu?
terus saya panggil anda apa?
terserahlah...
baiklah pakde..kamu...bercanda.hehehe
sudah sana buatkan saya sarapan
,saya sudah lapar karena semalam tidak makan.
baiklah..kamu mau makan apa pak?
__ADS_1
Adrian tidak menjawab karena putri menyebutnya dengan bapak..
putri melihat ke arah Adrian..wajahnya sudah sangat menyeramkan tampan tapi jika marah sangat menyeramkan. membuat putri menahan tawanya ketika melihat sang singa marah.
baik lah kakak mau makan apa?Adrian masih diam dan masih menatap putri dengan tajam.
kamu mau makan apa adrian?dengan kesal putri mengulang pertanyaan nya.
nasi goreng seafood,tanpa cabe.
baiklah kita lihat bahan-bahan nya dulu ya..
putri bergegas ke penyimpanan makanan dan mengambil apa yang dia perlukan..dengan cekatan putri mengambil semua bahan yang di perlukan.
bukan kah dini bilang tadi stok makanan habis.tapi ini masih lengkap dan cukup untuk satu bulan..aneh..
hei kenapa lama sekali,saya sudah lapar ni..
iya sebentar sabar sedikit bisa ga sich?mentang-mentang yang punya rumah.awas aja aku racun baru tahu rasa batin putri.
tidak usah punya pikiran jahat,saya tahu apa yang kamu pikirkan. kamu tidak tahu kalau rumah saya ini banyak cctv nya jadi kalau kamu macam-macam saya laporkan kamu ke polisi.paham kamu.
iya..iya..saya faham.bagus cepat masak saya lapar..
putri segera bergegas memotong sayuran dan bahan-bahan lainnya..
aww...Adrian langsung menghampiri putri dan melihat luka putri,entah mengapa Adrian langsung menghisap jari putri yang terluka karena goresan pisau.
deg..jantung ku..ya tuhan maaf kan hamba mu ini karena tergoda dengan pria tampan di depan mata.
mata itu membuat jantungku berdetak,mata indah itu meluluhkan ku..
kalau masak tu hati-hati jangan melamun dan jangan punya niatan jahat sama orang,kamu sendiri kan yang kena..
aww sakit, pelan-pelan perih tahu.. jangan-jangan kamu sengaja ya mendoakan saya terluka?..sudah lepaskan jari saya,saya bisa obatin sendiri.
ehmm dasar tidak tahu terima kasih sudah di tolong malah marah-marah. sudah diam nanti bisa infeksi.ayo sekarang ikut saya.
Adrian menarik tangan putri,dan mengajaknya duduk di ruang tamu,
__ADS_1
saya tidak apa-apa,saya lanjutkan masak saja..
Adrian tidak menggubris apa yang putri ucapkan.dia terus membawa putri kedepan dan mendudukannya di atas sofa.