Istri Pilihan Adik

Istri Pilihan Adik
perhatian adrian


__ADS_3

benar kata Adrian semua akan baik-baik saja..aku harus kuat untuk Rifki.


"dek bagaimana keadaan bapak sekarang?"


tanpa ada jawaban sang adik memeluk putri dengan erat menumpahkan segala ketakutan dan kesedihannya.adrian yang melihat putri dan sang adik menangis mengingatkan masa lalunya bersama sang adik.adrian menyeka air mata nya yang jatuh tanpa permisi


" put,kita liat keadaan bapak dulu ya"


putri melepaskan pelukan sang adik dan beralih menatap sumber suara.


"ehmm...iya ka.."


"ayo kita harus secepatnya liat keadaan bapak agar cepat ditangani put"


"kamu tunggu disini.dulu ya dek,kakak sama ka.adrian liat keadaan bapak dulu kita berdoa saja semoga bapak baik-baik saja"


dengan senyuman terpaksa putri meninggalkan sang adik.


terlihat putri sangat takut ketika pintu kamar di buka Adrian melihat tangan putri bergetar dan mata yang memerah menahan tangis yang keluar.adrian menggenggam tangan putri mencoba memberikan kekuatan..tanpa Adrian duga putri berbalik dan memeluk Adrian dengan begitu erat..


"aku takut..kaaaa..."hiks..hiks..hiks.. suara tangisnya begitu menyayat hati sang CEO dingin perlahan Adrian membalas pelukan putri dengan lembut..


"ada saya put,apa yang membuat kamu takut,saya akan selalu di samping kamu"


tanpa ada jawaban putri masih betah dalam pelukan adrian..


"put?"


"sebentar lagi ka"


Adrian hanya diam tak mampu berkata jika pelukan nya membuat putri tenang seberapa lamapun tubuhnya di pakai Adrian rela.


"maaf ya ka bajunya jadi basah"


"ehmm tidak apa-apa put, bagaimana,kamu sudah lega?"


"iya ka,"


putri dan Adrian melanjutkan langkahnya untuk menemui sang ayah yang terbaling lemah.


"pak,,putri datang maafkan putri ya pa "


airmata putri kembali lolos ketika melihat sang ayah tidak merespon ucapan nya.


"sudah ya put,jangan nangis lagi nanti bapak tambah sakit,saat ini bapak butuh dukungan dari anak-anaknya nya."


mendengar ucapan Adrian putri kembali kuat dan semangat.


"kita tunggu di luar ya biarkan bapak istrhat kamu juga butuh istirahat kan"


putri hanya diam dan mengikuti apa kata Adrian.


dret..dret..dret...


"sebentar ya saya terima telpon dulu"


putri hanya diam tanpa menjawab,Adrian melihat siapa yang menghubunginya dan ternyata dini yang yang menelponnya.


"assalamualaikum ka Adrian masih dimana ini udah malam loh ka ,dan jangan bilang Kaka menginap di rumah putri"


"waalaikumsalam,kamu itu din,kalau nanya tu satu-satu bisa kan?"


"iya..bisa ka, lagian kakak lama sih"


"maaf ya seperti nya malam ini kakak tidak pulang kamu tidur duluan ya"


"tuh kan...kakak nginep di rumah putri sekarang mana putrinya ka"

__ADS_1


"kakak sedang di rumah sakit Din,ayahnya putri sedang sakit dan harus di rawat"


"hah...terus putri sekarang dimana ka,bagaimana keadaan ayahnya ka"


"semuanya baik-baik saja,oh iya nanti Rifki tidur di rumah kita dulu ya,kakak dan putri di rumah sakit"


"iya ka,tapi aku ingin mendengar suara putri ka"


"iya sebentar ya"


"put,"


"iya ka,"


"dini"


putri langsung menerima hendpon Adrian


"halla put"


"Din bapak Din.."putri tidak bisa melanjutkan ucapannya karena hatinya saat ini benar-benar sangat takut.


"yang sabar ya put, insyaallah ayah kamu baik-baik saja,jangan bersedih lagi kami selalu ada buat kamu put"


tanpa me jawab putri terus meneteskan air matanya Adrian yang melihatnya begitu prihatin .


"sudah ya nanti di sambung lagi ngobrolnya"


"Din nanti Rifki temenenin ya"


"oh iya ka"


"Adrian duduk dekat putri tanpa di duga putri kembali memeluk Adrian begitu erat.


"saya takut ka..saya belum siap ditinggalkan bapak ka,saya sudah kehilangan ibu dan tidak mau ketinggalan bapak ka Adrian bantu saya agar bapak sehat lagi"hiks..hiks..hiks..


"saya akan berusaha semampu saya put,semuanya kita serahkan kepada Allah,"


Adrian membalas pelukan putri yang membuat putri tenang dan nyaman.


"malam tuan,maaf mengganggu"


"putri melepaskan pelukan Adrian ketika mendengar suara salah satu sopirnya Adrian.


"pak Tono malam ini saya nginap disini,tolong pa Tono bawa pulang adiknya putri,biarkan dia istirahat di rumah pak nanti dini yang akan menemani"


"baik pa"


"Adrian bangkit dari duduknya dan hendak pergi memanggil Rifki yang sedari tadi bersama tetangga putri.


tapi putri menahan tangan Adrian membuat Adrian tak tega meninggalkan nya.


Adrian berjongkok di hadapan putri dan kedua tangannya menyentuh pipi putri dengan lembut sang sopir yang melihat kelemputa sang CEO yang dingin pun mulia tersentuh melihatnya.karna selama ini yang dia ketahui sang tuannya begitu dingin dan cuek terhadap orang lain.


"jangan khawatir adik kamu akan aman di rumah saya ada dini kasihan jika dia disini terus menerus tidak baik buat anak seusia dia,"


"tapi ka...saya sudah banyak merepo..."belum sempat putri menyelesaikan ucapannya jari Adrian sudah membungkamnya


"sttttt tidak ada yang di repotkan ini semua saya lakukan dengan iklas hanya demi kamu Dan keluarga kamu"


"ehmm ma..ka..sih ka.."dengan terbata-bata putri mengatakan nya.


tidak dapat di pungkiri Adrian lelaki dewasa dan normal semenjak masuk ke rumah sakit terus menerus di peluk dan memeluk putri ada rasa tak menentu ketika dia bersentuhan dengan putri Hinga detak jantungnya pun tak menentu.


ada rasa bahagia ketika putri memeluk erat tubuhnya..


begitu pun putri ketika tangan-tangan kekar adrian menyentuh kedua pipinya putri merakasan hal yang tak biasa jantungnya berdetak tak biasa wajahnya terasa panas jarak yang begitu dekat dengan Adrian membuat pikirannya melayang ada rasa nyaman ketika tubuhnya di peluk erat oleh Adrian.

__ADS_1


"kamu tunggi disini ya..saya akan segera kembali"


"ehmm"


tak lama kemudian Adrian datang bersama sang adik.


"Kaka...aku mau disini nemenin Kaka dan bapak"


"sayang dengarkan kaka kalau kamu sayang sama bapak kamu pulang ya istirahat nanti kalau kamu sakit Kaka sama siapa"


"kakak aku di rumah sama siapa ka?"


"Rifki kamu pulang ke rumah ka Adrian dulu ya di sana ada ka dini."


"iya kamu pulang kerumah saya dulu ya rumah sakit tidak baik buat anak seusia kamu,kamu nanti di temenin ka dini "


"ehmm baiklah..tapi kalian harus janji jika ada apa-apa kasih tahu aku ya"


"iya sayang,ya udah sana pulang duku istirahat dan jangan lupa doakan bapak ya"


"ehmm pasti ka.ka Adrian jagain Kaka aku ya"


"pasti jagoan"


"hati-hati ya dek"


setelah kepergian sang adik Adrian dan putri hanya diam tak bicara hanya keheninga yang ada di antara mereka.


"put.."


"hmmm"


"kamu ngantuk ya"


"tidak ka"


"terus kenapa kamu diam"


"put"


"iya ka ad..riannnnnnn"


"put"


dengan kesal putri berbalik menghadap Adrian dan hendak melayangkan tangannya


"iiihhh ka Adrian kenapa sih nyebelin bangat"


pluk..pluk..pluk..


"awww sakit put "


"lagian ka Adrian nyebelin bangat"


"sudah malam tidur yu"


"hah"


"maksud saya kamu tidur sana . bapak kamu saya yang jagain."


"oohh"


"kenapa..kamu kecewa ya dengan jawaban saya,kamu mau kita tidur bersama"dengan senyum jahilnya Adrian kembali membuat putri memukulnya..


"ka adriannnnnnn"kali ini Adrian menangkap kedua tangan putri dan tak lama mata mereka bertemu untuk saling pandang..


deg..deg..deg..

__ADS_1


__ADS_2