
putri berlalu meninggalkan dini yang terus menerus memaksanya..
"put aku mohon, tinggal lah di rumah sampai ka Adrian pulang,setidaknya sampai kita selesai ujian put,aku mohon".dini memohon kepada putri dengan melipatkan kedua tangannya di dada.putri yang melihat ketulusan dini hanya tersenyum melihatnya dan dini tahu arti senyuman putri.dini langsung memeluk putri.
"terimakasih memang kamu calon kakak ipar ku yang paling baik".
"kalau kamu masih bilang aku calon kakak ipar kamu,aku ga jadi nemenin kamu,"
"ehmm iya..iya..maaf, sensitif bangat sih kamu put,harusnya di Aminin"
"ogah aku jadi istri kakakmu yang dingin,bisa-Bisa aku jadi beku"
"hahahaha kamu itu hanya melihat ka Adrian dari luarnya saja put,makanya coba kamu dekat dengan ka Adrian baru nanti kamu bisa menilai"
"terserah kamu Din,aku hanya ingin menjadi teman kamu, sahabat kamu,hanya itu."
"tapi aku ingin lebih put,"dini mengucapkan kan dengan begitu pelan hingga tak terdengar oleh putri.
setelah selesai sekolah dini mengantarkan putri pulang dulu dan meminta ijin kepada ayah putri agar putri di beri ijin untuk tinggal di rumahnya.
"pak, dini mau minta tolong sama bapak boleh tidak"ucap dini
"minta tolong apa nak,kalau bapak bisa bantu insyallah bapak bantu"
"ehmm...boleh tidak aku pinjem putri dulu satu Minggu buat nemenin aku di rumah,ka Adrian sedang keluar kota"
"ya Allah nak dini,kirain bapak minta tolong apa,kalau itu mah bapak terserah putri,bapak mah boleh boleh saja,tapi ingat belajar ya,kalian kan sudah mau ujian akhir sekolah"
"Alhamdulillah,, terimaksih pak,itu mah pasti pak,dini sama putri pasti belajar"dini sangat bahagia mendengar jawaban dari bapak putri,putri pun ikut bahagia,tapi ada yang mengganjal di hati putri.
"kamu kenapa nak?"ayah melihat kesedihan dan keraguan dalam raut wajah sang anak.
"tidak apa-apa pa,putri hanya mengkuatirkan bapak sama Rifki" ayah putri hanya tersenyum melihat sang anak begitu perhatian terhadap nya dan juga adiknya.
"bapak sama Rifki baik-baik saja nak,tidak usah kwatir,bapak juga bisa masak,lagian setiap pagi kalian harus mampir kesini ya jemput Rifki kesekolah"putri hanya tersenyum mendengar penjelasan sang ayah,
"pasti itu pa kami akan antar jemput Rifki tiap pagi,"jawab dini
"terimakasih nak dini"ayah membalasnya dengan senyuman,putri yang melihat sang ayah tersenyum merasa lega ketika dia tinggal.
"ya sudah sana siap-siap put,bawa baju kamu secukupnya dan sebelum kalian berangkat kalian harus makan siang dulu"
"iya pa, putri ganti baju dulu,ayo Din bantu aku rapihin barang-barang aku"
"mari pa saya permisi dulu"dini dan putri menuju kamar dan menyiapkan apa saja yang akan putri bawa,
"put"panggil dini
__ADS_1
"ehmm,"
"put"panggil dini kembali
"ehmm"dini begitu kesal dengan jawaban putri sama seperti sang kakak ketika dia panggil.
"kalian itu memang jodoh sama-sama.irit kalau di panggil"putri yang mendengar ucapan dini langsung menoleh dan menatap tajam ke arah dini.
"sama dengan siapa"jawab putri penuh dengan selidik.
"wow..tatapannya juga sama.. sama-sama menyeramkan ketika sedang kesal,iiihh ngeri"
"jangan sama kan aku dengan kakakmu yang dingin itu,"putri melempar bantal ke arah dini sontak membuat dini merasa lucu dengan apa yang sahabatnya lakukan.
"hahaha kamu itu put,aku kan belum mengatakan kamu mirip dengan siapa," putri yang mendengarnya langsung kaget,karna yang di katakan dini benar,dia kan belum mengatakan semuanya,kenapa dia selalu teringat orang dingin itu.
"diam kamu dini"putri menghampiri dini yang sedang tertawa karna kebodohannya.
"ampun put,ampun.."putri terus menggelitik perut.dini hingga dini meminta ampun dan mereka pun tertawa bersama..
"put,aku ingin kita terus.seperti ini tertawa bersama,dan aku mohon sama kamu sekali lagi jadi lah istri kakakku put,"dini menatap putri penuh dengan permohonan kali ini dini sangat serius mengatakan nya.
putri yang melihatnya merasa iba,kenapa sahabatnya sangat ingin dia menikah dengan sang kakak.
"apa alasan kamu menginginkan aku menikah dengan kakak mu Din"putri bangkit dari tidurnya dan mengajak dini untuk duduk bersama,dini menggenggam tangan putri dan kembali menatapnya.
"dini,aku tidak sederajat dengan kakak mu Din,dan aku tidak mencintainya"jawab putri dengan hati-hati agar dini tidak merasa kecewa.
"aku dan ka Adrian tidak melihat itu put,harta itu bukan lah alasannya,dan satu lagi cintai itu akan tumbuh dengan kalian sering bersama"putri kembali menatap dini meyakinkan perkataanya.
"Din, aku butuh waktu,jika aku mau menikah dengan kakak mu apa kakakmu mau menikah dengan aku Din"dini tersenyum melihat temannya.
"aku yakin ka Adrian sudah mulai ada rasa kepadamu put,dan aku akan kasih waktu kamu satu bulan,ya setidaknya sebelum aku ke luar negeri kalian sudah menikah"
"gila.kamu Din,kamu pikir hutang di kasih tempo satu bulan"tawa dini kembali pecah ketika mendengar ucapan polos sang teman.
ketika Meraka sedang asyik tertawa dengan dunianya tiba-tiba telpon dini bunyi dan itu adalah sang kakak.putri yang tahu Adrian yang menghubungi dini bangkit dan melanjutkan merapihkan barang-barang,
"hallo ka"
"assalamualaikum"
"Ups, maaf ka waaalaikumsalam"
"kamu dimana"
"di rumah putri,ka Adrian sudah sampai?"
__ADS_1
"sudah kakak baru saja sampai, bagaimana putri mau nemenin kamu di rumah Din?"dini.yang jahil mulai drama agar sang kakak bicara langsung kepada putri.
"ehmm,,sebaiknya kakak saja yang bicara,putri seperti nya tidak mau ka"putri yang mendengar namanya di sebut melirik sekilas ke arah dini.
"sebentar ya ka aku kasih ke.putri dulu"
putri sangat kesal dengan dini, karena dini kembali menjahilinya,
"awas kamu Din"bisik.putri
"bodo amat"
"putri hanya diam menerima hendpon di telinganya bingung dan gugup ketika bicara dengan adrian,dan Adrian pun sama merasakan getaran yang tak biasa ketika mendengar suara putri
"hallo,...ehmm om"
"ehmm maaf put saya merepotkan kamu,saya sedang ada kerjaan di luar.dan Minggu depan baru pulang,dan saya minta tolong sama kamu nemenin dini di rumah,"
"ehmm insyallah saya usahakan om,"
"terimakasih ya put,dan satu.lagi jangan panggil saya.om,"
"terus.saya panggil apa?"
"Adrian saja"
"isssht itu tidak sopan om,om kan lebih tua dari saya"
"terserah kamu mau panggil apa,yang pasti jangan panggil saya om lagi,"
"iya..iya..cepat bangat berubahnya tadi baik sekarang galak"
"ya sudah,,saya tutup telpon nya.saya titip dini ya..bye assalamualaikum,"
"waaalaikumsalam"putri masih menggenggam hendpon milik dini tanpa dia sadari ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan dirinya.
"duhh senangnya bicara sama calon suami,Sampai melupakan temannya"dini menghampiri putri menyadarkan nya dari lamunan.
"Sssth kamu Din bisa-bisanya seperti itu,ayo kita berangkat aku sudah siap,"
"semangat bangat yang sudah di telpon calon suami"putri membalikan badan dan menatap tajam ke arah dini.
"sekali lagi kamu bicara dan membahasnya aku tidak jadi berangkat dan nemenin kamu DINI."
"iya..iya...aku tidak akan bicara lagi,ayo kita berangkat"putri dan dini keluar kamar dan berpamitan kepada sang ayah.
entah mengapa ada rasa yang tak biasa di hati putri ketika bicara bersama Adrian,dan putri pun tak mengerti rasa apa itu,
__ADS_1
"