Istri Pilihan Adik

Istri Pilihan Adik
bab 31


__ADS_3

"jantungku...kenapa seperti ini"batin putri


"sudah malam sebaiknya kamu istirahat "


"ka..emhh terima kasih"


Adrian membelai lembut kepala putri dan hal itu membuat putri semakin panas dingin.


putri menepis tangan Adrian karena tidak nyaman dengan posisinya saat ini.


"ka..tolong jangan seperti ini"


"maaf"


hening...tidak ada lagi obrolan setelah putri menghindarinya..tidak lama putri terlelap Adrian yang melihat putri tertidur dengan posisi duduk langsung mendekat dan memberikan sandaran agar putri lebih nyaman..


adrian perlahan membaringkan putri di kursi dengan kaki Adrian sebagian bantalnya.


melihat wajah putri Adrian sangat merasa nyaman hingga sebuah kata terucap dari bibi Adrian


"cantik"


Adrian terus menatap wajah putri dan tanpa terasa Adrian pun ikut terlelap..


sekitar pukul 03.30 Adrian di bangun kan oleh salah satu dokter yang menangani ayah putri.


"maaf pak permisi,dengan kerabat pasien?"


"oh iya dok,saya keluarganya ada apa ya dok?"


"begini pa pasien sedang dalam keadaan kritis dan kami tidak bisa berusaha lebih keras lagi sebaiknya bapak dan keluarga yang lain mengiklaskan"


tiba-tiba seorang suster berlari dan menghampiri mereka


"maaf dok pasien sudah sadar dan mencari yang bernama putri"


"Alhamdulillah..."jawab Adrian


"apa ada yang bernama putri?"


"ada dok,sebentar saya bangunkan"


"saya tinggal dulu ya pak,saya akan melihat kondisi pasien"


"iya dok silahkan"


dengan lembut Adrian membangunkan putri agar putri tidak terlalu kaget dengan kondisi ayah nya.


"put..putri..bangun put."


perlahan putri bangun karena merasakan sentuhan di pipinya..


"sudah pagi ya ka maaf"


"put bapak sudah sadar dan sekarang bapak ingin bertemu dengan kamu"


"Alhamdulillah ayo ka kita masuk"


putri begitu bahagia ketika mendengarkan sang ayah sudah sadar dengan tergesa-gesa putri menghampiri sang ayah.


"bapak..."putri langsung memeluknya dengan erat.


Adrian yang melihat nya sangat terharu..


"put,.."


"iya pak,bapak mau apa?"


"Adrian mendekat setalah di sebut namanya oleh ayah putri


"nak..bapak tidak banyak waktu dan seperti nya bapak akan segera bertemu dengan ibumu"


"bapak jangan berkata seperti itu,jangan pernah tinggalkan putri pak"

__ADS_1


"nak Adrian...ba..pa..nitip putri ya.."


putri tak mampu lagi berkata hanya airmata yang terus mengalir...


"iya pa saya pasti akan menjaga putri"


dengan nafas tersengal-senggal sang bapak menarik tangan putri dan Adrian..


"bapak ingin melihat putri menikah..tolong kabulkan permohonan terakhir bapak"


Adrian yang melihat putri hanya diam..Adrian sebenarnya sangat senang dan sebelum kejadian ini Adrian memang ingin menikahi putri Tapi tidak dengan keadaan saperti ini.


"put..."


"iya pak..putri akan menikah dengan ka adrian"


melihat kondisi pasien sangat tidak memungkinkan dokter menyarankan Adrian bergerak cepat untuk menikah di hadapan ayah putri.


Adrian langsung menghubungi sekretarisnya agar mencarikan penghulu untuk menikah kannya..


tak butuh waktu lama penghulu datang bersama sekertaris nya..


"permisi,,tuan semuanya sudah siap"


"kerja bagus, terimakasih "


"baiklah siapa yang akan menikah"


Adrian dengan sigap menjawab pertanyaan sang penghulu


"saya pa.."


tidak butuh lama Adrian mengucapkan ijab kabul dengan begitu lancar dengan mas kawin cincin yang di pakai Adrian..putri menerima nya walaupun berat karena ini adalah permintaan sang ayah.


hingga terdengar kata sah..sang ayah menghembuskan nafas terakhir nya..


"bapakkkkkk.....jangan tinggalkan putri pak.."


"Adrian mendekat ke arah putri mencoba menenangkannya..


putri sangat terpukul dengan kepergian sang bapak hingga tak kuat melihat nya..Adrian langsung mengurus pemakaman sang ayah sedangkan putri masih belum sadarkan diri..dini mencoba menenangkan adik dini yang terus menerus menangis..semuanya seperti mimpi karena sang ayah pergi begitu cepat.


di kamar adrian,ya sekarang putri sedang berada di kamar adrian setelah selasai pemakaman Adrian membawa putri ke rumahnya putri hanya sadar sebentar kemudian tidak sadarkan diri..Adrian ingin putri di rawat di rumah sakit tapi putri terus menerus menolaknya.. dengan alasan jika di rumah sakit dia akan teringat terus sang ayah.


setelah semuanya selesai Adrian menghampiri putri..disana sudah ada dini dan Rifki


"bagaimana din?"


"masih sama ka belum sadarkan diri"


"ka. ka putri bangun ka.. kalau Kaka tidak bangun Rifki sama siapa"


Adrian menghampiri Rifki dan memberikan pelukan hangat sebagai Kaka.


"Rifki jangan nangis lagi ka putri baik-baik saja dan sekarang Kaka juga Kaka kamu jadi kamu tidak sendiri ada Kaka dan ka dini"


"iya dek kita sekarang keluarga "


"Din bawa Rifki ke bawah ya biarkan dia istirahat dulu"


"iya ka"


"ka dini kenapa ka Adrian satu kamar sama ka putri"


dini tersenyum dan menjelaskan nya kepada Rifki


"sayang ka putri sekarang sudah menjadi suami istri jadi mereka satu kamar dan kita sekarang saudara"


"hahhhh benarkah kah itu ka,kenapa aku tidak tahu kapan mereka menikah"


"ehmm nanti kaka kasih tahu sekarang kamu istirahat dulu ya mandi dan ganti baju ok"


"ok ka"

__ADS_1


"anak pintar"


di kamar Adrian


putri masih belum sadarkan diri Adrian menarik kursi dan duduk menghadap putri di genggaman nya tangan putri


adrian hanya tersenyum membayangkan putri yang menolaknya ,tapi sekarang dia sudah menjadi istrinya walaupun dengan cara tak terduga..


"aku akan menjagamu dan melindungi mu sampai aku mati dan aku akan membahagianmu put"


Adrian mencium tangan putri yang begitu lembut dan mencoba membuka jilbab yang putri pakai.


"Jang..an..di buka..ka"dengan suara serak putri menahan tangan adrian..


"maaf aku takut kamu kepanasan put"


alasan yang sangat konyol karna kenyataannya di dalam kamar Adrian begitu dingin.


"kamu haus put?"


"ehmm"


Adrian memberikan air minum yang tersedia di meja dekat putri,


"kenapa ka Adrian ada di sini?" seperti nya putri lupa jika Adrian sekarang sudah menjadi suaminya..


"ehmm baiklah aku akan menjelaskan semuanya Agar kamu ingat siapa aku"


putri mulai membenarkan posisi duduknya.


"putri mulai saat ini kita akan satu kamar dan berbagi tempat tidur bahkan berbagi tubuh"


"mak...sud...ka Adrian..apa?"tiba-tiba putri teringat ketika sang ayah akan pergi untuk selamanya ayahnya meminta adrian menikahi putri..


"kenapa diam? apa kamu sudah ingat siapa aku "


putri tertunduk lemas dan tak berani mengangkat kepalanya..hanya airmata yang terjatuh.


perlahan Adrian mendekat dan manangkup wajah putri yang pucat.


"jangan menangis lagi,iklaskan kepergian ayahmu.jalanmu masih panjang put.masih ada aku dini dan adikmu,aku yakin bapak akan senang jika melihat kamu tersenyum"


perlahan Adrian membawa putri dalam pelukannya,putri hanya diam tanpa membantah


putri sadar saat ini dia sudah menjadi istri Adrian dan apa yang Adrian lakukan itu semuanya benar karena sekarang dia miliki Adrian..


"mulai sekarang panggil aku mas.. karena kamu sudah menjadi nyonya Adrian."


putri masih menangis mendengar penuturan Adrian seperti nya putri belum rela jika adrian menjadi suaminya..


"hey...kenapa tangisan kamu semakin memilukan,apa kamu tidak senang menikah dengan ku hah?"


tidak ada jawaban putri semakin menenggelamkan wajahnya di dada adrian..Adrian semakin mendekapnya lebih dalam dan merasakan kesedihan putri.


"maaf ka kaos ka Adrian jadi basah"


"tidak apa put,yang penting kamu sudah lega"


Adrian kembali menatap putri lebih dekat dan menggenggam tangan putri yang begitu dingin.


"aku tidak akan meminta hak ku put,aku hanya ingin kamu bahagia,dan ijin kan aku untuk mengisi hatimu dan menjadi suami yang baik untuk dirimu."


"ka... aku tidak sebanding dengan ka Adrian,aku hanya akan membuat ka Adrian malu"


"sttttt" jari Adrian sudah menempel di bibir ranum milik putri dan sontak hal itu membuat putri kaget dan diam.


"jangan bicara seperti itu,Aku mencintai mu apa adanya..aku dan dini butuh sosok seperti mu put,jadilah ibu dari anak-anakku"


putri masih diam dan tak berani menatap Adrian..Adrian tahu hal seperti ini baru yang pertama untuk putri jadi wajar jika putri masih malu-malu dengan sikap Adrian.


Adrian mendekat dan mengecup kening putri hal itu sontak membuat putri melihat ke arah Adrian..tak berapa lama pandangan mereka bertemu..


"istirahat lah,aku mau mandi dulu"dengan senyuman yang begitu manis Adrian meninggalkan putri yang masih kaget dengan sikap Adrian...

__ADS_1


Adrian hanya senyum simpul melihat tingkah putri,ingin rasanya Adrian kembali menikmati bibir putri yang terasa manis setelah kejadian waktu itu Adrian seperti ingin terus merasakan bibi manis putri..tapi sebisa mungkin Adrian menahannya untuk saat ini karna keadaan putri saat ini belum stabil..


"sabar Adrian jika sudah waktunya kamu akan menikmati semuanya" batin Adrian


__ADS_2