
adrian berlalu dan kembali duduk di sofa tak lama sebuah pesan masuk Adrian melihat dan tahu siapa yang mengirim pesan itu
"elisa"
"sayang aku sangat merindukan mu,dan aku ingin kita seperti dulu"
Adrian membacanya dengan rasa kesal,dengan apa yang sudah dia lakukan di belakang Adrian kini dia kembali ingin seperti dulu, Adrian hanya tersenyum getir melihat pesan dari Elias.
Ting
"sayang,kenapa tidak di balas,ehm baiklah kalau begitu aku akan menemuimu dan akan memberikan kabar bahagia buat kamu"
Adrian semakin bingung dengan isi pesan elisa kabar bahagia apa yang akan dia sampaikan..Adrian terus menatap hendpon nya hingga suara pintu membuyarkan lamunannya.
kreeekkk
Andrian melihat ke arah suara melihatnya saja Adrian sangat bahagia.
putri keluar dengan handuk kimono ya dengan rambut basah terurai membuat Adrian semakin tergoda.
"ka Adrian kenapa?"
"apa kamu sedang menggoda saya?"
mendengar ucapan Adrian putri menyilangkan kedua tangannya di dada.
kulit putih dengan rambut yang terurai mengesankan keseksian tubuh putri Adrian mulai mendekat perlahan putri mundur
"ka...ad.rian..mau a...pa?"
Adrian terus mendekat dan mengunci putri dalam pelukannya harum dan menyegarkan membuat jiwa Adrian melayang.
Adrian terus menghujani putri dengan sebuah ciuman dan menuntut lebih.
Adrian melepaskan putri dan menatapnya dengan tajam
"itu hukuman karena sudah berani menggoda suami,"
putri hanya diam tak berani menjawab karena percuma jika menjawab pun Adrian akan terus seperti itu
Adrian membelai lembut wajah putri menyingkirkan helai demi helai rambut yang menghalangin wajah cantik putri dan sentuhan itu berhasil membuat putri tegang dan memacu jantungnya.
Adrian terus menyentuh wajah putri ketika tangan Adrian berhenti di bibir putri Adrian mengusapnya dengan lembut hingga putri memejamkan matanya.
Adrian mulai mendekatkan wajahnya nya tapi tiba-tiba
tok..tok..tok..
"ka ada yang mencari kakak"
suara dini membuat putri terselamatkan dari Adrian
"urusan kita belum selesai dan harus segera di selesaikan"
Adrian berlalu dari hadapan putri dan meninggalkan putri dengan penuh tanda tanya..
"dasar CEO gila"umpat putri
"kamu bilang apa?"
"ehmm ti...dak..ka..saya tidak bilang apa-apa"
Adrian berbalik dan menyembunyikan senyum bahagia nya karna sudah mengerjai istri kecilnya.
"upsss untung dini datang di waktu yang tepat, kalau tidak CEO mesum itu sudah meregut kesucian ku"batin putri
__ADS_1
Adrian membuka pintu dan terlihat senyum manis sang adik..
"ada apa?"dengan nada kesal Adrian bertanya kepada putri
"ada yang mencari kakak,"
"lain kali kalau kakak sedang istirahat sepenting apapun tamu itu suruh pulang din"
"biasanya juga kakak tidak seperti itu,bahkan hari liburpun kakak masih menerima tamu dan pekerjaan,kenapa sekarang tiba-tiba tidak mau di ganggu?"
"bukan urusan kamu,dasar anak kecil"Adrian berlalu dari hadapan dini dan bergegas menemui tamu yang di maksud dini
dini yang melihat putri sendirian langsung masuk dan memeluk tamannya itu
"kakak ipar ku yang paling cantik aku kangen tahu"
"aku engga din" mendengar jawaban dari putri dini langsung melepaskan pelukannya dan menatap tajam ke arah putri
"coba ulangi ,tadi apa ,kamu ga kangen sama aku put?
"engga"dini terlihat sangat sedih dan berbalik ingin meninggalkan putri tapi tiba-tiba putri menarik nya kembali dalam pelukan
"aku engga,ga salah kangen sama kamu dini bawel."
"dini sudah menangis dalam pelukan putri sudah beberapa hari ini putri dan dini tidak bertemu bahkan untuk saling bercerita pun mereka tidak pernah
"maaf kan aku ya put"
"kenapa kamu yang harus minta maaf"
"jika waktu itu kamu tidak di sini mungkin bapak kamu masih hidup"
"stttt jangan bilang begitu Din,semuanya sudah takdir aku sudah iklas melepaskan bapak dan biarkan bapakku bahagia di sana"
"putri"
tiba-tiba dini melepaskan pelukannya menyadari bahwa temannya kali ini cuma menggunakan kimono dan rambutnya terlihat basah.
"ya ampun put,kamu dan ka Adrian sudah melakukan nya?"
putri menutup mulut dini takut terdengar oleh Adrian.
"Aku dan kakak gila mu itu belum melakukan nya"
putri melepaskan tangannya dari mulut dini
"terus kenapa kamu menggunakan ini,dan rambut kamu basah?"
platak
"aww sakit tahu put"
"biar otak kamu tidak berpikir macam-macam"
"orang lain pun akan berpikir seperti itu ketika melihat penampilan kamu ini"
"itu hanya pemikiran kamu dan kakakmu"
"cih,,kakak ku tidak akan memikirkan hal seperti itu yang ada ketika melihat kamu seperti ini dia aka langsung menerkam mu put"
"bluuss wajah putri kembali merona oleh ucapan dini
"kamu kenapa put? ada yang salah dengan ucapanku" putri tidak menjawab hanya menggerakkan kepalanya menyatakan bahwa apa yang dini ucapkan itu benar.
melihat ekspresi putri dini tiba-tiba berteriak tak karuan
__ADS_1
"ya ampun putri,,gadis suci dan lugu sudah tersentuh "
"dini diam kalau kakak mu tahu aku akan malu"
"ehmm bagaian mana yang sudah di sentuh put?"dini menunjuk ke semua bagian di wajahnya membuat putri semakin malu di buatnya..
"kakak sama adik sama gilanya"
putri berlalu meninggalkan dini yang masih dengan pikirannya
sedangkan dini masih saja mengoceh tak jelas hingga suara dini tak terdengar lagi..
"tumben tu anak ngocehnya sebentar"
tiba-tiba sebuah tangan kekar melingkar sempurna di pinggang ramping putri,ya putri tahu tangan siapa itu
"mau kemana?kita lanjutkan yang tadi ya"
"ya ampun kenapa aku hidup dengan orang-orang gila seperti ini,tadi adiknya sekarang kakak nya" batin putri
"maaf ka saya belum siap"
"untuk?"
"semuanya"
Adrian melepaskan pelukan nya dan membalikan putri menghadapi nya.
"tatap saya put?"
perlahan putri menatap Adrian dengan tatapan cemas dan takut
"apa kamu tidak mencintainya saya?"
"apa kakak mencintai saya?"
pertanyaan itu kembali di pertanyakan oleh putri kepada Adrian,Adrian hanya tersenyum karena putri yang dia kenal sudah kembali
"kalau saya bilang saya mencintai kamu kamu mau bilang apa?"
"ehmm..ehmm...bukan kah kita menikah karena dini!?"
Adrian kembali tersenyum dengan tingkah putri
"saya sayang sama kamu bukan karna dini,iya dulu saya pernah mengatakan hal itu kepada kamu kalau kita menikah karena dini dan itu sebelum saya jatuh cinta sama kamu"
putri terdiam menatap tajam ke arah Adrian mencari kebohongan di mata Adrian
tapi mata itu...tidak ada kebohongan tanpa terasa putri meneteskan air matanya
"Adrian dengan sigap mengusap airmata yang sudah jatuh di pipi mulus milik putri.
"saya tidak sedang berbohong put,semuanya tulus dari dalam hati saya dan saya sudah berjanji kepada bapak kamu untuk selalu menjaga dan mencintai kamu."
Adrian membawa putri kedalam pelukannya dan tangis putri seketika pecah dalam pelukan Adrian
"satu Minggu lagi saya akan memperkenalkan kamu sebagai istri saya"
Putri tak mampu lagi berbicara hanya menangis dalam pelukan suaminya entah apa dia rasakan.
adakah alunan musik yang lebih merdu selain alunan hatimu
dari manakah getaran itu ada dari mana kah rasa itu hadir dalam jiwa
rasa yang tak pernah terduga rasa yang begitu sempurna untuk seseorang yang melengkapi kesempurnaan
__ADS_1
indah,,lebih indah dari segalanya ketika semuanya sudah nyata dan menjadi sebuah ikatan
aku adalah kamu,kamu adalah aku kita sudah menyatu menyatukan sebuah debaran dan getaran menjadi sebuah irama cinta yang indah