
Adrian berlalu dari kamar dini,dan semua ini menjadi beban baru untuk nya,disisi lain dia harus membahagiakan adiknya dan di sisi lain juga dia harus mengorbankan seseorang..
Adrin terus saja mondar mandir memikirkan caranya,ketika dia berhenti di depan cermin..
apa aku harus menikahi gadis yang jauh umurnya dengan ku,apa dia akan menerima keinginan dini.
Adrian menghembuskan nafasnya terdengar begitu berat,dan Adrian menjatuh kan tubuh di tempat tidur,
aku harus mencoba nya,bukan kah dia sangat menyayangi dini,dan dia tidak akan menolak keinginan dini..ya dini yang bisa membujuknya..
drett.. drett..dreet
suara telpon membuat Adrian melupakan yang terlintas dalam pikirannya..dia sangat lelah dengan semua ini,dan ketika melihat siapa yang menghubunginya Adrian sangat enggan untuk mengangkatnya.
sudah tiga kali panggilan itu terus bedering membuat Adrian terpaksa mengangkatnya
ada apa elisa?
sayang aku ingin jalan-jalan hari ini kan kamu libur apa kamu tidak ingin keluar bersama ku?
ehmm maaf Elisa aku sibuk..nanti saja
tapi Adrian..aku sangat merindukan kamu terutama sentuhan mu..
Elisa aku sibuk,tolong lah mengerti jika kamu mau jalan-jalan pergi saja bersama temanmu nanti aku transfer.
baik lah kalau begitu,aku pergi bersama teman-teman ku,tapi jangan lupa transfer ke rekeningku..
iya..iya..
Tut...Tut..tut.. Adrian sangat muak dengan segala tingkah Elisa akhir-akhir ini,mungkin ini semua karena sudah tidak ada rasa cinta untuknya..Elisa hanya butuh uang dan uang..bukan dirinya.
Adrian memejamkan matanya mencoba mencari ketenangan dalam tidur nya berharap semua beban hidupnya akan hilang bersama mimpinya
sudah jam dua siang Adrian masih larut dalam mimpinya..dan di sisi lain putri dan dini pun sudah selesai belajarnya..
Din aku pulang ya..besok kita lanjut belajarnya..iya put aku lelah sekali hari ini pelajar ini membuat ku menguras isi otak ku.
plak..AW sakit tahu put..makanya jangan seperti itu kita harus bersyukur masih bisa belajar..belum tentu anak-anak di luar sana seperti kita Din
ahh kamu seperti ibuku saja..kalau begitu kamu menikah saja dengan kakakku sepertinya cocok put.jadi aku punya keluarga yang lengkap..
otak kamu benar-benar kosong ya put, sudah ah aku mau pulang,
__ADS_1
jangan.. dini menahan tangan putri, seperti anak kecil yang tidak mau di tinggalkan ibunya.
dini kamu apa-apa an sih...usia kamu udah delapan belas tahun Din,jangan kaya anak kecil ah.aku harus pulang kasihan ayah dan adik aku pasti nungguin aku Din.
put..pikirkan tawaran aku ya..
tawaran yang mana?tawaran untuk menikah dengan kakakku..
ogah..Din..hahaha
putri tertawa begitu lepas ketika melihat raut wajah dini yang berubah ketika sedang marah..
sudah Din..jangan begitu ah..kamu ga asik..senyum dong..
mata dini sudah berkaca-kaca dan menampakan wajah yang kecewa dan putri menyadari itu..
Din..dengarkan aku..aku itu tidak sebanding dengan kakak mu.dia juga punya hati yang harus dia jaga untuk orang lain..kamu harus paham itu Din.
aku paham put,tapi aku tidak mau Elisa menikah dengan kakakku.aku hanya ingin kamu menikah dengan ka Adrian.
ehmm dini,aku masih muda dan tanggung jawab aku pun masih banyak.aku harus berjuang untuk adik dan ayahku.
makanya kamu menikah dengan kakak ku put.agar tanggung jawab kamu bisa sedikit berkurang..
putri tahu jika terus berlajut dini akan terus memaksa,dan akhirnya dia harus mengiyakan keinginan nya.
yehhhh akhirnya aku akan punya kakak ipar yang baik hati dan tidak sombong..
sudah lah Din..kamu senang din?bangat put..aku akan bilang ke ka Adrian kalau kamu sudah setuju..
Din jangan bilang apapun ke kakak mu..aku belum siap aku harus mengikuti ujian duluan tunggu sampai kita lulus .dan aku belum memutuskan nya.
baiklah kakak ipar..
dini...iya.iya...aku sangat bahagia..tapi aku enggak Din.
kamu sudah memaksa aku..aku tidak peduli put yang penting kamu mau jadi kakak ipar ku.
ya sudah aku pulang ya..makan dulu put..
tidak usah Din..aku khawatir adik dan ayah ku..ehmm baiklah..aku anter kedepan ya.. tidak udah Din..aku bisa sendiri.
ya sudah kalau begitu hati-hati kakak ipar.
__ADS_1
aww...sakit tahu put,lagian apaan sih kamu Din geli aku dengarnya.
ya sudah aku pulang, assalamualaikum
waaalaikumsalam.
putri segera bergegas keluar kamar dini,ketika ingin menuruni tangga tiba-tiba tangan putri di cegah oleh seseorang,ya Adrian menarik tangan putri hingga putri kembali lagi dalam pelukannya.
lagi..dan lagi..jantung Adrian kembali terpacu ketika melihat dua mata yang begitu indah,
lepasin,putri mendorong Adrian hingga jarak mereka menjauh.
ehmm..mau kemana kamu?
ya pulang lah,tugas saya sudah selesai jadi saya mau pulang.
saya mau bicara sebentar sama kamu?
belum sempat putri menjawab Adrian sudah membawa putri masuk ke dalam kamarnya.
Om,pak tolong lepaskan saya,kalau tidak saya teriak ni..
kamu teriak sampai suara kamu habis saja orang di sini tidak akan mendengar suara kamu..
putri berbalik mencoba menghindar dan membuka pintu berharap bisa keluar,tapi putri kalah cepat dengan gerakan Adrian sudah lebih dulu mengunci pintu kamarnya.
nyebelin banget sih om, udah tua juga kaya anak kecil,kita bukan muhrim,tidak boleh dalam satu kamar awas saya mau keluar.
saya hanya ingin menawarkan sesuatu sama kamu..
ehmm nawarin apa sih om??saya ga butuh tawaran om..
menikah lah dengan saya,maka saya akan bertanggung jawab atas segala keperluan keluarga kamu bagaimana?
gilaaa..adik sama kakak sama gilanya (batin putri)
ehmm om dengar ya..saya masih sanggup menanggung segala kebutuhan keluarga saya,dan saya tidak ingin menikah muda,karna saya masih punya cita-cita. jadi maaf ya om..permisi..
baru saja putri ingin membuka pintu, lagi- lagi Adrian menahannya.
tunggu,kamu bisa memikirkan tawaran saya,jika sudah berubah pikirkan katakan saja, saya akan menerima nya.
tanpa menjawab apa yang Adrian katakan putri berlalu dari hadapannya .
__ADS_1
assalamualaikum...
waaalaikumsalam.