
dini bergegas ke kamar untuk menemui putri dan meminta penjelasan apa yang sudah kakaknya lakukan.
dengan tergesa-gesah dini masuk ke kamarnya tapi di dalam kamar tidak tidak ada,dini terus mencari putri hingga langkahnya berhenti ketika mendengar gemercik air di dalam kamar mandi,
dini ingin segera mengetuk pintu itu Tapi niatnya itu terhenti ketika mendengar suara tangisan dari dalam sana.
"apa yang sudah ka Adrian lakukan kenapa putri menangis"batin dini
dan pada akhirnya dini mengurungkan niatnya untuk bertanya..dini menunggu putri keluar dari kamar mandi,di hatinya ada rasa tak tenang mendengar tangisan putri.
sudah hampir setengah jam putri di dalam kamar mandi,dini masih setia menunggunya di tempat tidur..karna takut terjadi sesuatu kepada sahabatnya putri berdiri dan mencoba mengetuk pintu kamar mandi.
tok..tok..tok.."put, kamu lama banget apa yang terjadi put"dini sangat cemas ketika teriakannya tak ada yang menjawab
tangan dini sudah melayang ke arah pintu untuk mengetuk kedua kalinya tapi terdengar dari dalam putri membuka pintu
crekk suara knopi pintu dan keluarlah sosok yang sedari tadi di tunggunya
"ada apa din?"
dini yang melihat putri merasa aneh dengan sikap putri,bukannya tadi mendengar putri menangis tapi kenapa tidak terlihat dia sedang sedih.
"din??ko bengong?"
"ooh ti...tidak.aku hanya aneh saja tadi aku dengar kamu menangis, sekarang seperti tidak terjadi apa-apa."
putri hanya tersenyum menatap wajah dini,dan duduk di sisi dini..putri yang masih mengenakan handuk kimono dengan rambut yang terurai menatap dini.
"Din, boleh aku pulang malam ini,aku sangat merindukan ayah dan adikku,ka Adrian kan sudah pulang"
dini kembali menatap putri dan menggenggam tangan putri yang begitu dingin ada getaran dari tubuh putri ketika kedua tangannya di genggam,putri menunduk.
"apa yang sudah ka adrian lakukan din?apa dia memarahi kamu,atau ka Adrian mengusir kamu?katakan put jangan diam.anggap aku ini sahabatmu bukan adiknya."
putri tidak menjawab pertanyaan dini dia hanya menggeleng kan kepalanya karena bukan itu yang dilakukan Adrian kepadanya.
tanpa menjawab putri memeluk erat dini untuk menenangkan hati dan pikirannya..
"terimakasih kasih aku tidak apa-apa Din jangan khawatir ka Adrian tidak melakukan apa yang kamu tuduhkan,aku hanya merindukan orang rumah itu saja."
dini paham apa yang sedang putri rasakan saat ini tubuhnya bergetar dan menahan sesuatu,
"jika ingin menangis,menangis lah put,jangan kamu tahan,aku siap menampungnya"
putri kembali menangis kali ini tangisin nya begitu menyayat hati membuat dini merasakan kesedihannya..
__ADS_1
"Din,,aku mau pulang malam ini,aku sangat merindukan ayahku din"
dini yang mengerti sikap putri tidak bisa menahannya lagi dan tidak ada alasan lagi putri tinggal di rumahnya.
"baik lah put,tapi sebelum pulang kita makan malam dulu ya,kita kan habis main hujan-hujanan nanti sakit kalau perut kita tidak di isi"
putri melepaskan pelukannya dan menatap dini
"ehmm"dini tersenyum kepada putri
"aku mandi dulu ya nanti kita turun kebawah bersama"
"baiklah"
sambil menunggu dini selesai mandi putri sudah rapi memakai baju hanya tinggal memakai kerudungnya... tiba-tiba pintu kamar terbuka,dan ketika putri melihat siapa yang datang putri sangat kaget ketika sosok yang ingin dia hindari ada di hadapannya.
"dini nya kemana put?" putri hanya diam dengan tubuh bergetar putri masih takut ketika Adrian mendekat,sedangkan di balik kamar mandi dini tidak jadi keluar ketika mendengar suara sang kakak,dini ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi antara putri dan Adrian.
Adrian mendekat dan terus menatap putri,putri yang di tatap Adrin mundur dengan tubuh bergetar,
"cantik"putri yang mendengar ucapan Adrian mengangkat kepalanya dan memberanikan menatapnya.
"ka..ad-rian mau ngapain?"putri terus mundur hingga tubuhnya terjatuh di atas ranjang dini.melihat wajah putri yang begitu ketakutan dengan sikapnya Adrian semakin gemas dan ingin menggodanya..
dini yang mendengar suara sang kakak hanya diam dan ingin tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi antara Adrian dan putri.dini kembali menutup pintu kamar mandi perlahan agar tidak terdengar oleh keduanya.
.adrian yng melihat tingkah putri sangat ingin terus menggodanya..
"sekeras apapun usaha kamu untuk menutupi bibir mu itu aku tidak menyerah untuk menyentuhnya"batin Adrian.
"stop ka sudah cukup jangan seperti itu, sebenarnya apa yang ka Adrian mau dari ku"
Adrian tersenyum melihat tingkah putri dengan pipi yang sudah merah merona.
" aku hanya ingin menikmati kembali bibir mu"
deg.. mendengar itu putri kembali merasakan panas di pipinya...hatinya mulai tak karuan.. putri diam dengan pikiran yang entah kemana.dan kesempatan ini tidak di sia-sia kan oleh Adrian.adrian melepaskan tangan putri yang menetupi mulutnya...putri hanya memejamkan .matanya..Adrian yang melihat nya hanya bisa tersenyum dalam hati.
cup...Adrin hanya mengecup sekilas kening putri,putri kaget dengan apa yang Adrian lakukan dan sontak membuka matanya
"yang tadi keselahan dan aku tidak akan melakukan nya jika kamu tidak mengijinkan."
" ka..ad..Rian..kalau yang tadi keselahan terus yang tadi apa bukannya ka adrian"
belum sempat putri melanjutkan pembicaraan Adrian sudah kembali bicara
__ADS_1
"itu namanya bentuk ucapan terimakasih,"
putri masih diam tidak paham dengan apa yang sudah di lakukan oleh laki-laki dingin ini.
Adrian duduk di samping putri dan kembali menetap wajah cantik putri..
putri merasa takut akan tatapan Adrian yang selalu penuh ***** terhadapnya putri bangkit dan menjauh darinya..baru saja satu langkah putri di tarik oleh Adrian,putri yang tiba-tiba di tarik secara tiba-tiba hilang keseimbangan dan terjatuh tepat di tubuh adrian dan kejadian itu terlihat oleh dini yang baru keluar dari kamar mandi.
"ka..Adrian.. putri kalian,aku tidak menyangka kalian akan secepat ini"
putri yang mendengar ocehan temannya mencoba bangkit dari tubuh Adrian tapi Adrian malah memeluknya dengan erat.
"lepasin ga?"Adrian hanya tersenyum melihat putri marah padanya.
"ka Adrian lepasin..nanti dini berpikiran yang tidak-tidak tentang kita"
"ehmmm iya "Adrian melepaskan pelukannya dan putri langsung bangkit dan mendekat ke arah dini..
"Din aku akan jelaskan semuanya apa yang kamu lihat itu tidak seperti yang kamu kira,aku dan ka Adrian tidak melakukan apa-apa aku hanya terjatuh dan menimpa...ka..ad-rian"
"aku sangat bahagia melihat kalian begitu mesra,tapi aku kecewa karena kalian melakukan nya di kamar ku."
"ya ampun adik sama kakak sama saja"batin Putri
"kami tidak melakukan apa-apa diniiii"
"ehmm wajar sih kalau kalian berpelukan kan sebentar lagi akan hidup bersama"
dengan kesal putri meninggalkan dini yang terus saja mengoceh seenaknya.
" makin ga waras kamu Din."
putri keluar dari kamar itu,kamar yang di penuhi mahluk-mahluk aneh.
"aku akan mengwujudkan keinginan kamu Din,sebentat lagi dia akan menjadi bagian dari kita"
"ka..apa itu benar?apa kakak mencintai putri?"pertanyaan itu membuat Adrian tersenyum.
"kakak hanya ingin kamu bahagia itu tujuan kakak"
"aku sudah mendengar semuanya ka,kakak sudah menyentuhnya dan mencuri ciuman pertama dia dan aku melihat aku sudah mau mencintai putri benarkan kan?"
"ehmm..entah lah"
"ka..aku mohon jangan permainkan perasaan putri aku ingin kakak mencintainya bukan karena aku" Adrian menatap wajah sang adik dengan rasa bersalah..
__ADS_1
"kakak sedang mencobanya,mencoba mencintai temanmu itu"dini tersenyum dengan apa yang Adrian ucapkan,dan Adrian melihat senyuman itu,
"semangat kakak" dini memeluk Adrian merasakan bahagia yang begitu mendalam untuk sang kakak.