Istri Pilihan Adik

Istri Pilihan Adik
senyumanmu mengalihkan amarahku


__ADS_3

dini masih teringat ucapan sang kakak dan dia yakin kakaknya sudah merasakan rasa cinta di hatinya..dini tahu seperti apa Adrian ketika bersama wanita..tapi kali ini perlakuan nya terhadap putri sang berbeda. seperti sekarang Adrin dengan sigap mengambil kan putri lauk ,dan selalu menatap putri dengan hangat.


"kakak apa kakak akan merasa kenyang jika terus melihat putri?"


"ukh..ukh..ukh.."putri yang mendengar pertanyaan dini kaget dan baru sadar ternyata ada yang sedang memperhatikan dia makan dan tak lain adalah Adrian.


" jangan bicara seperti itu Din,kasihan kan putri jadi tersedak makannya"


"Kakak juga yang salah,bukannya makan malah ngeliatin putri"


blusss... ruang sudah dingin tapi putri merasakan tubuhnya begitu panas dengan kata-kata dini. Adrian yang melihat perubahan wajah putri hanya tersenyum.


"minum dulu put,omongan dini tidak usah di dengar anggap saja dia tidak ada"


"iya dunia ini milik kakak berdua"dengan kesal dini menatap adrian.putri yang melihat tingkah kakak dan adik yang sangat aneh di matanya.


"ehmmm ka, putri setelah makan mau pulang,dan aku sudah tidak punya alasan lagi untuk mengajak dia tinggal di rumah kita,karna kakak sudah pulang"


Adrian yang mendengar ucapan dini langsung berhenti dalam kegiatan makannya.adrian menatap putri seakan meminta jawaban kenapa hari ini juga dia pulang,putri yang merasa dirinya sedang di hakimi hanya mampu menghindar dari pandangan Adrian.


dini yang melihat adegan tatap menatap hanya senyum


"keculian kakak nikahin dia malam ini baru putri akan tinggal di sini selamanya"


"dini...jangan ngaco kamu,"


"tapi kamu benar juga din,sepertinya kakak harus menikahi teman kamu malam ini juga"


putri yang mendengar ucapan kakak dan adik sangat kesal kenapa semuanya menjadi sangat rumit..putri bergegas meninggal kan meja makan.


"kalian berdua sudah gila"dengan kesal putri pergi begitu saja sedangkan dini hanya tersenyum melihat tingkah sang teman yang marah akan ucapan nya dan Adrian.


setalah kepergian putri dini menatap sang kakak


"kenapa melihat kakak seperti itu ada yang salah"


"tidak ada Tapi apakah ucapan kakak itu benar ingin menikahi putri."


"kakak tidak pernah main-main dengan ucapan kakak Din, setuju ataupun tidak setuju kakak akan menikahi temanmu itu,"


"caranya?"dini semakin bingung dengan apa yang Adrian ucapan kan..antara senang dan tidak percaya


"kakak akan langsung ke ayahnya,malam ini kakak akan bicara dengan ayahnya putri"


"kalau ayahnya putri menolak apa yang akan kakak lakukan?"


"kakak akan bilang kalau kakak sudah tidur bersama"


dini yang mendengar ucapan sang kakak sudah tidak bisa bicara lagi,gila kali ini kakaknya sang gila..


"kakak benar-benar sudah tidak waras,segala cara di lakukan untuk mendapatkan apa yg kakak mau."


"sudah jangan terlalu memuji itu hanya rencana bagaimana jika gagal"


"ya itu mah derita kakak"hahahaha dini dengan lepas tertawa melihat sang kakak tidak percaya diri.


pluk" iish sakit tahu ka?"


"makanya janga tertawa lagi,sudah sana liat temanmu apa sudah rapi Kakak akan mengantarkannya pulang"

__ADS_1


"asiapp kakak"Adrian hanya tersenyum melihat tingkah sang adik.tak bisa di pungkiri saat ini hatinya sangat bahagia ketika melihat putri .ya di hati Adrian sudah terlukis nama putri disana.


di kamar dini


tok..tok..tok..


"put aku masuk ya?"


"masuk aja Din,ini kan kamar kamu"


"ya takutnya kamu sedang ganti baju"


"ehmm sejak kapan kamu peduli,biasanya juga langsung masuk dan ga peduli dengan apa yang aku lakukan"


dini yang masuk langsung memeluk putri dengan erat,,


"isssh apa-apa an sih Din,aku masih normal lepasin ga?"


"sebentar saja put,aku pinjam tubuh mu,aku sangat menyayangi kakak ku jadi aku minta sama kamu jangan sakiti ka Adrian,aku yakin ka Adrin akan menyayangi kamu lebih dari dirinya sendiri"


putri hanya diam dengan apa yang di ucapkan oleh dini,putri merasa terharu dengan ketulusan dini kepada kakaknya,


perlahan dini melepaskan pelukannya nya dan kembali seperti semula dini yang bawel dan jail.


"badan kamu bau put,mandi dulu sana sebelum pulang,nanti ka Adrian yang akan mengantarkan kamu pulang"


"ishh bau tapi tadi kamu peluk- peluk,aku sudah mandi Din,mungkin hidung kamu yang sedang tidak baik"


"hehehe...maaf aku bercanda, bagaimana sudah siap semuanya?"


"sudah,Din makasih ya sudah menjadi sahabat aku yang baik dan menyebalkan"


"akhh lebay"hahahaha merek berdua pun tertawa bersama karna tingkah mereka yang terlalu berlebihan.


dini dan putri turun kebawah untuk menemui Adrian,


"put nanti salamkan aku sama bapak kamu ya,dan maaf aku tidak bisa mengantarkan kamu pulang"


"tidak apa-apa Din,aku naik ojek online aja,aku tidak mau di antar ka Adrian."


"kenapa?"tiba-tiba suara Adrian mengagetkan putri dan dini,Adrian yang muncul tiba-tiba mendengar percakapan mereka.


"kakak,sejak kapan kakak ada di situ?"


Adrian tidak menjawab pertanyaan dini.adrian langsung menghampiri putri dengan tatapan tajam.


"kenapa,tidak mau di antar kan pulang sama saya,apa tukang ojek lebih menarik dari pada saya hmm?"


"Bu...bukan begitu ka..aku hanya tidak ingin merepotkan ka adrian"putri menjawab tanpa Merani menatap ke arah Adrian.


Adrian hanya senyum melihat putri sangat takut kepadanya...hingga Suara dini mengalihkan kesunyian yang terjadi.


"ekhm..ekhm.. sepertinya sudah malam ka,sebaiknya kakak cepat antarkan putri pulang,dan kamu put sudah sana ikut ka Adrian kalau naik ojek online tidak aman buat seorang gadis."


putri melihat ke arah dini seolah-olah tidak setuju dengan apa yang dini ucapkan.


"yang tidak aman itu pulang bersama kakakmu dini"batin putri..


karna hanya diam tanpa menjawab Adrian mengambil alih tas yang di bawa putri,

__ADS_1


"ka..ad-rian... kembalikan tasku"


Adrian menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah putri


"jangan ha-rap"Adrian kembali melanjutkan langkahnya dan menunggu putri di dalam mobil.


"menyebalkan adik dan kakak sama saja"


tit..tit..tit..bunyi klakson sudah menggema artinya putri harus segera menyusul Adrian ke dalam mobil.


"ayo sana put jangan buat ka Adrian menunggu lama"


"ehmm iya...aku tahu ini semua rencana kamu dini"


"sudah sana put,marahnya nanti saja ya nanti ka Adrian marah sama kamu"


putri mendekat ke mobil milik Adrian dan sudah membuka pintu belakang baru saja putri duduk Adrian sudah menatap tajam ke arah putri.putri yang sadar akan tatapan itu memberanikan diri untuk bertanya.


"ke-na..pa ka Adrian melihat saya seperti itu,saya kan sudah masuk mobil,kenapa belum berangkat?"


"kamu kira saya sopir kamu,jangan duduk di belakang pindah kedepan"


"hah"


"ayoo cepatan sudah malam"


dengan terpaksa putri turun dan pindah ke kursi depan..dini yang melihat putri hanya tertawa


"apa? awas saja besok kamu ya"Acan putri kepada dini


dini menutup mulutnya dan melembaikan tangannya..


"kita berangkat sekarang ya"tanya Adrian


"iya"


Adrin yang melihat putri kesulitan memakai sabuk pengaman membantu putri memasangkannya..jarak mereka saat ini sangat dekat nafas Adrian begitu terasa oleh putri..


deg..deg.."ya Allah jantungku,ku mohon ka Adrian jangan seperti ini"batin putri


deg... kedua mata manusia saling bertemu dan bertatapan Adrian terkesima melihat dari dekat wajah putri yang begitu cantik alami,sebaliknya putri juga merasakan kagum ketika melihat Adrian dari jarak yang sangat dekat,


Adrian terus mendekat kan wajahnya ke arah putri hingga tak ada jarak diantara mereka tatapan yang tajam dari Adrian membuat putri terhipnotis oleh tatapannya..


hanya satu langkah lagi Adrian kembali menyentuh bibir ranum milik putri tapi tiba-tiba..


tok..tok.tok..suara ketukan dari luar membuat keduanya sadar dengan apa yang sedang terjadi..putri mendorong tubuh Adrian agar menjauh dari nya..dan membuka kaca mobil.ya dini yang melihat ada yang aneh dari dalam mobil mendekat dan menanyakan apa yang terjadi.


"kenapa belum juga jalan,kamu baik-baik saja kan put?"


putri yang mendengar ucapan putri hanya diam seperti maling tertangkap basah putri hanya menunjukan senyuman ke pada dini.


"ka Adrian apa yang terjadi?"


"tidak ada apa-apa, sana kakak mau pergi,putri tutup kacanya"


"dah Din aku pulang"dengan terpaksa putri menutup kembali kaca mobil.ada rasa canggung diantara Adrian dan putri setelah kejadian tadi.


putri hanya melihat keluar jalan menikmati perjalanan dan keindahan kota di malam hari

__ADS_1


Adrin yang melihatnya hanya diam,jujur Adrian masih kesal Dangan dini,karna dini sudah mengganggunya.tapi melihat putri tersenyum rasa kesal itu hilang secara perlahan.


__ADS_2