Istri Pilihan Adik

Istri Pilihan Adik
satu mobil


__ADS_3

setelah selesai sarapan pagi bersama,dini dan putri berpamitan kepada ayah putri,Adrian juga ikut berpamitan..


"saya juga pamit pa,dan terimakasih sudah mengijinkan kami sarapan di rumah bapak."


"sama-sama nak,bapak juga terimaksih banyak sudah mau berkunjung ke rumah bapak"


"Rifki ayo kita berangkat,"ajak dini


"kita anter Rifki dulu kesekolah ya Din? sebentar aku ambil kunci motor dulu"


"tidak perlu,semuanya saya antarkan"tiba-tiba Adrian datang dan mulai mendahului mereka yang masih bingung dengan ucapan Adrian.


dini melirik putri,meminta persetujuannya,putri yang merasa kaget dengan ucapan Adrian hanya diam dan menganggukkan kepalanya..


"bagaimana?"tanya dini..tapi putri belum merespon.pertanyaan dini..dengan gerakan kepala putri dini sudah senang itu berarti putri setuju Meraka di antarkan Adrian.


"ya sudah ayo"ajak dini.


"sebentar Din,kita belum pamit,dan kita harus mengantarkan Rifki dulu."


"oh iya aku lupa kita belum pamitan,dan tenang saja put ka Adrian orang baik dia pasti mengantarkan Rifki dulu,dan setelah itu baru mengatarkan kita."hehehe


"iya aku percaya ko Din"


"yah,kita berangkat dulu ya yah,iya nak hati-hati,"


"assalamualaikum,". ucapan putri dan dini


"waaalaikumsalam"


Adrian sudah menunggu dini dan putri di dalam mobil.dengan wajah kesalnya karena menunggu terlalu lama Adrian hanya diem ketika mereka datang.


"maaf ka kita lama"ucap dini


"emmm"hanya itu yang keluar dari mulut Adrian..


melihat sang kakak duduk di kursi tengah dini mempunyai ide untuk mendekatkan sang kakak dan sang teman

__ADS_1


"ka aku di depan saja ya"


Adrian tidak menjawab pertanyaan dini,dini langsung menyuruh putri untuk masuk kedalam mobil dan duduk bersama sang kakak.


"masuk put,dan tidak ada penolakan,jika kamu menolak kita akan kena dua masalah,yang pertama kita akan kena marah oleh ka Adrian,dan yang kedua kita bertiga akan telat kesekolah"


"tapi Din,?"


"sampai kapan kalian di luar,kakak sudah terlambat dini"dengan terpaksa putri mengikuti keinginan dini.putri duduk di kursi belakang bersama rifki.putri tidak mau terlalu dekat dengan Adrian maka Rifki jadi penghalang di antara dia dan adrian.sedangkan dini yang melihat nya hanya tersenyum melihat putri begitu gelisah


"ya Allah kakak, putri kalian sempurna,gambaran jika kalian sudah menikah dan mempunyai anak"


putri yang mendengar perkataan dini langsung merasa malu dengan apa yang dia ucapkan.dan Adrian hanya melirik kilas ke arah putri untuk memastikan perubahan wajahnya karena ucapan dini.


"pluk"pulpen yang berada di tangan Adrian mendarat sempurna di kepala dini.


"Aw sakit tahu ka"dini yang merasa kesakitan hanya bisa memegangi kepala nya.dan putri yang melihatnya hanya tersenyum.


"makanya jangan sembarang kamu kalau ngomong Din,"


"bukan tidak marah Din,tapi belum"


"kalian berdua ingin menyiksa ku ya"dini pura-pura marah kepada kakak dan putri,Adrian yang melihat itu hanya menggeleng kan kepala.dini baru saja akan berkata tapi tangannya tertahan oleh sentuhan seseorang.


Adrian secara tiba-tiba menahan tangan putri yang ingin menyentuh dini.dan Adrian hanya memberikan kode agar putri membiarkan dini dengan kepura-puraannya.


"biarkan saja dia marah put,jangan tertipu oleh dirinya"putri hanya diam dan tak mampu menatap Adrian,dengan Adrian menyentuh jari jemari nya membuat jantung putri berdetak lebih kencang.


"ya Allah maafkan hamba mu ini"batin putri


tiba-tiba perkataan Rifki membuat semua yang ada di dalam mobil kaget.


"kakak lepaskan tangan ka putri,haram bukan muhrim"dini yang mendengar nya tertawa begitu bahagia ketika sang kakak di tegur oleh anak kecil.


"hahahahaha..makanya kalian berdua itu nikah secepatnya,agar tidak di ceramahin sama anak kecil"


Adrian baru sadar tangannya sudah menyentuh putri.

__ADS_1


"maaf,maafkan saya put"


"emhh tidak apa-apa om"Adrian kembali keposisi semula dan putri begitu canggung dengan apa yang sudah terjadi.


lagi-lagi Rifki mulai berbicara


"om Adrian memangnya pacar ka putri ya?"putri yang mendengar nya secara tiba-tiba menutup mulut sang adik dengan tangannya


"lepaskan put adik mu bisa mati kalau.di tutup mulutnya."


"maaf om dia memang suka ngarang"


lagi-lagi dini tertawa dengan puas dengan apa yang Rifki ucapkan


"tuh ka anak kecil saja tahu, Rifki ganteng ka Adrian itu bukan pacarnya ka putri"ehmm putri begitu lega dengan apa yang dini ucapkan


"tapi ka Adrian itu calon suami nya ka putri"putri membulatkan matanya ketika mendengar ucapan terakhir dini


"sayang jangan dengar ka dini ya,sekarang kamu sudah sampai waktunya belajar biar jadi anak yang sukses"aminn jawab dini.


Adrian hanya diam melihat tingkah dini dan putri,


"om saya turun dulu sebentar ya mengantarkan Rifki sampai gerbang"Adrian sekilas menatap Rifki dan anak itu kembali berkata kepada Adrian.


"om jagain ka putri ya?"Adrian hanya tersenyum dan membelai lembut kepala Rifki,sebelum turun Rifki berpamitan kepada Adrian


"belajar yang pintar ya biar jadi orang sukses"


tidak lama.


putri dan Rifki keluar putri terlihat begitu sayang kepada adiknya Adrian yang melihat kedekatan kakak dan adik itu jadi teringat dia dan dini.tapi selama ini dia tidak pernah mengantarkan adik ya kesekolah.


baru kali ini dia mengantarkan dini.


"kakak kenapa? terkesima ya lihat calon kakak ipar, atau jangan-jangan sedang membayangkan sesuatu?"


"tidak"jawab Adrian,tidak lama putri sudah kembali masuk kedalam mobil,kali ini tidak ada jarak antara mereka,dini sangat menikmati pemandangan di pagi hari ini sepasang manusia yang sama-sama menyebalkan.

__ADS_1


__ADS_2