
Adrian mempererat pelukannya dan menghujani putri dengan ciuman.
"saya tidak akan meminta hak saya kecuali kamu mengijinkan..dan apapun yang kamu dengar tentang saya jangan pernah kamu dengar tolong percaya lah kepada suamimu"
putri membalas pelukan Adrian dan keduanya mencurahkan segala isi hatinya.
pernah aku mencintai tapi tidak seperti ini, memiliki dan tak ingin kehilanganmu walau sesaat saja
untuk sekian kalinya kau menaklukkan hati ku gadis kecilku
terasa takut ketika kau menjauhiku dan melarang ku untuk menyetuh hatimu tapi
rasa ini menyakinkan akan segalanya dan takdir sudah membawa mu dalam kehidupanku yang nyata.
ini lah kisah ku dengan mu istri yang di pilihkan oleh adikku...dan aku telah jatuh cinta kepada mu.
"ka?"
"ehmm"
putri melihat Adrian dengan tatapan memohon
"kenapa?"
"boleh lepaskan dulu pelukannya?"
"tidak boleh"
"kaaaa aku mau menemui dini dan Rifki aku bosan di kamar terus menerus"
"ehmm baiklah sepertinya nya aku harus mengusir mereka dari sini agar kamu terus di sini"
"tidak boleh, mereka adalah penyemangat ku"
"dan aku kamu anggap apa?"
"ehmm ka Adrian penyempurnaan hidupku"
putri berlari dari hadapan adrian.. mendengar apa yang putri ucapkan Adrian hanya tersenyum bahagia.tapi kebahagian itu tiba-tiba sirna setelah mendengar Elisa menghubungi nya.
dret...dret..dret...
"Elisa,mau apa lagi dia" Adrian mengabaikan panggilan Elisa.
tidak lama Elisa kembali memberikan pesan gambar garis dua
"aku hamil"
"Adrian hanya senyum getir melihat pesan yang Elisa kirimkan
"permainan yang sangat bodoh,kali ini kau akan malu dengan permainan kamu sendiri elisa"
Adrian menghungin sekretaris nya untuk menyelidiki kebenaran nya.
__ADS_1
"leo bagaimana sudah dapat hasilnya?"
"sudah tuan , dan Elisa hamil,tapi bukan anak tuan"
"kerja bagus kumpulan kan semua bukti,jika sudah waktunya kita buat malu Elisa karena sudah berani mengusik keluargaku"
"baik tuan"
Adrian menutup telponnya dan memikirkan cara agar putri tidak terlibat dalam masalah ini.
"baiklah permainan kita mulai elisa"
di lantai bawah
dini dan Rifki terlihat sedang asyik menikmati makanan nya ..
"ehmm enak ya? sekarang kalian sudah tidak peduli lagi sama aku ya makan cuma berdua?"
Rifki yang mendengar suara sang kaka langsung berlari dan memeluk sang kakak...
"kakaaa..aku pikir ka Adrian tidak akan melepaskan Kaka dari kamarnnya?"
"ka Adrian melarang kakak keluar karna kemarin Kaka masih sakit dan butuh istirahat, sekarang Kaka sudah sehat dan boleh bermain bersama kalian"
dini yang mendengar penjelasan putri langsung memeluk nya
"aku memang tidak salah memilih Kaka ipar seperti mu sudah cantik,baik dan selalu menjaga nama baik suami"ckckck
mendengar ucapan dini dengan senyuman jahilnya putri melepaskan pelukan nya dan menatap dini dan Rifki..
Rifki berlalu meninggalkan kedua sahabat itu yang kini saling bertatapan.
"apa"ujar dini
"terimakasih dini sayang karena usaha mu aku sekarang sudah menjadi istri seorang CEO yang dingin dan galak,"
mendengar ucapan putri dini tertawa terbahak-bahak seperti apa yang di ucapkan ya adalah lelucon..
"aduh sakit perut ku put tertawa terus,"
"lagian siapa yang nyuruh kamu tertawa apa nya yang lucu coba?"
dini menyeka air matanya yang keluar karena tertawa,dan menatap ke arah putri.
"walaupun dia galak dan dingin kalau dia sudah sayang sama seseorang maka dia akan memperlakukan orang itu seperti ratu"
kali ini dini berbicara serius dan tak ada kebohongan di matanya..
"put ka Adrian itu sayang sama kamu..aku melihatnya nya kemarin ketika kamu sedang sakit,dia begitu khawatir dengan kondisi kamu,dan aku harap kamu juga punya perasaan yang sama terhadap ka adrian"
putri yang mendengar ucapan dini begitu terharu putri tahu selama di rumah sakit sampai ke pemakaman Adrian lah yang mengurus semuanya putri tahu Adrian begitu tulus..dan putri mempunyai rasa yang sama terhadap Adrian semenjak Adrian pertama kali menyentuh bibirnya.
"hello Kaka iparku yang cantik kenapa melamun?,jangan bilang kalau kamu sudah menyukai ka adrian?"
__ADS_1
mendengar ucapan dini seketika wajah putri merah merona.
"apaan sih Din,ayo kita nonton TV lagi.."
"put...putri...jawab dulu..."
"jawab apa lagi sih Din,,?"
"jawab dulu kamu sudah ada rasa kan sama ka adrian?"
"dini...sudah ayo kita nonton lagi aku tidak mau bahas seperti itu lagi"
"kenapa? jangan bilang ka Adrian sudah mencuri hati kamu put?"
pluk..sebuah bantal sofa melayang tepat ke arah fini.dan hal itu membuat mereka saling membalas dan tertawa..
putri dan dini terus-menerus main kejar-kejaran seperti anak kecil tanpa mereka sadari Adrian sudah berada di antara Meraka dini yang melihat Adrian menghampiri mereka langsung bersembunyi di balik punggung Adrian..
"ka tolong aku,istrimu ini sangat menakutkan"
putri terus saja mengejar dini tanpa memperdulikan Adrian yang sudah ada di depannya..
hingga pelukan Adrian membuat putri terdiam dan menatap tajam ke arah Adrian
dini tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dini yang melihat putri dalam pelukan Adrian langsung kabur dan menjauh dari mereka berdua.
"ka Adrian lepasin...dini nya jadi kabur kan?"
Adrian msih menatap putri dengan tatapan tajam hingga sebuah kecupan singkat membuat putri membesarkan bola matanya.
"apa yang ka Adrian lakukan,nanti kalau ada yang melihat bagaimana?"
tanpa menjawab Adrian kembali memberikan kecupan dan bibir ranum putri
"jangan bicara lagi,jika masih bicara saya tidak menjamin bibir kamu lepas begitu saja!"
putri yang mendengar ancaman Adrian hanya diam..
"adik dan kaka sama saja, sama-sama menyebalkan"batin putri
Adrian kembali mendekatkan bibirnya dan terjadi lah ******* kecil yang membuat putri tak mampu lagi bicara..
"nafas put,"
Adrian melihat putri begitu gugup dan dia tahu putri baru merasakan hal seperti itu dan baru dia lah lelaki yang pertama kali menyentuh nya.
putri hanya menggigit bibir bawahnya dan hal itu membuat Adrian semakin ingin menikmati lebih dalam lagi.dan Adrian kembali ******* bibir putri lumayan itu semakin dalam dan semakin menuntut.
dini yang awalnya ingin menegur sang kaka dan temannya mengurungkan niatnya karna mereka wajar melakukan nya karna mereka adalah suami istri.
aku bahagia melihat menemukan orang yang tepat untuk mendampingi mu ka,selama ini kamu cukup menderita atas kepergian orangtua kita,dan telah menjadi orangtua tunggal untuk adikmu dan saat ini lah kamu menemukan kebahagiaan dengan istri pilihan ku.
dini hanya tersenyum melihat nya rasa haru dan bahagia terpancar di wajah cantiknya..
__ADS_1
"kamu berhak bahagia ka"