Istri Pilihan Adik

Istri Pilihan Adik
hujan di sore hari


__ADS_3

tidak terasa sudah tiba hari putri di rumah dini,rumah yang biasanya sepi tiga hari belakangan ini menjadi lebih berwarna tidak hanya menjadikan dini belajar bersama putri juga mengajarkan dini memasak,dini sangat menikmati hari-hari nya,dan dini selalu memberika foto-foto kegiatan nya bersama putri,


Adrian juga sangat senang melihat adiknya bahagia,dan Adrian selalu tersenyum ketika melihat foto putri yang begitu manis ketika tersenyum,tak bisa di pungkiri Adrian sudah menaruh hati kepada putri,


dengan sikap putri Adrian merasakan getaran cinta dalam hatinya,akan tetepi dia belum menyadari semua itu.


selama tiga hari itu pula Meraka berdua melewati ujian akhir sekolahnya dengan lancar dan baik, tidak lupa dini dan putri selalu mengantar jemput Rifki kesekolah dan selalu sarapan bersama ayah putri di rumah nya.


seperti siang ini setelah selesai ujian putri dan dini ingin pergi jalan-jalan dulu untuk melepaskan beban mereka selama tiga hari.


"assalamualaikum, bapak"ucap putri mencari keberadaan sang ayah


"waaalaikumsalam ,eehh dua bidadari bapak sudah pulang,sudah selesai ujiannya ya?"


"Alhamdulillah sudah pa,tinggal menunggu hasilnya,doakan kami ya pak biar lulus dengan nilai yang sempurna"jawab dini


"aminn pasti bapak doakan, Rifki belum pulang nak?"


"belum pak, kedatangan putri kesini mau minta ijin sama bapak,putri hari ini ga bisa jemput Rifki dulu pa,dini minta di temenin jalan-jalan pak"


"boleh ya pak"ucap dini sambil melipatkan kedua tangannya di dada.sang ayah dan putri hanya tersenyum melihat tingkah dini yang berlebihan.


"kamu tuh Din kaya bapak ga pernah ijinin kalian aja,ya sudah sana pergi tapi hati-hati ya dan jangan pulang malam,tidak baik kalau anak gadis pulang malam"dini yang mendapat ijin langsung tersenyum dan memeluk ayah putri,


"makasih bapak"putri yang melihatnya hanya tersenyum dengan tingkah aneh temannya.


"oh iya pa nanti yang jemput Rifki sopir aku saja,jadi bapak tidak usah khawatir,"


"iya "


"makasih ya pa"ucap dini dan masih memeluk ayah putri,


"pak,sebentar ya aku ingin merasakan di peluk seorang ayah,aku sangat merindukan ayah aku pak" kali ini putri merasa kasihan melihat dan mendengar ucapan putri,


"kapanpun kamu bisa peluk bapak nak, karena kamu sekarang anak bapak juga,jangan merasa kesepian di dunia ini karena ada bapak dan juga putri,satu lagi ada Rifki juga"


putri mendekat dan ikut berpelukan,aku juga "sayang sama kamu Din,ada kami di sini,aku rela ko berbagi bapak sama kamu"


"makasih ya put"


suasana haru membuat ayah putri memeluk erat kedua putrinya.membuat dini dan putri tersenyum hangat.


"ya sudah sana kalian pergi nanti keburu siang"


"ya pak,kami pergi dulu ya,bapak mau nitip apa?"

__ADS_1


"bapak tidak ingin apa-apa,bapak hanya nitip kalian hati-hati ya,"


"siap pak,"putri hanya tersenyum kepada ayahnya yang perhatian kepada dini,


"Din kita ganti baju dulu ya,masa iya kita k mall pake seragam sekolah yang ada nanti kita di tangkap satpol pp"


"hahah..iya iya.ayo kita ganti baju dulu"


putri dan dini bergegas ke kamar untuk mengganti baju mereka,setelah selesai berganti pakaian mereka langsung pergi kepusat perbelanjaan,di perjalanan dini menghubungi sang kakak untuk meminta ijin keluar bersama putri, berkali-kali dini menghubungi Adrian akan tetapi tidak dapat jawaban,dan akhirnya dini cukup mengirimkan pesan kepada Adrian.


" sudah minta ijinnya din?"belum di baca pesannya put,,biarkan saja nanti juga ka Adrian baca"


mereka berdua Sampai. dan mulai menjelajahi setiap toko dan mencari apa yang mereka suka,putri hanya mengikuti kemana dini pergi.


"dini ayo lah aku cape Din,dari tadi kita hanya muter-muter terus kamu sebenarnya cari apa sih din" dini berbalik dan tersenyum kepada sahabatnya itu,melihat wajah putri yang sudah lelah akhirnya dini berhenti mencari sesuatu.


"maafkan aku ya put,membuat kamu cape tapi itu memang tujuanku"seketika tawa dini pecah membuat putri membuka mata sebesar mungki terkejut dengan ucapan dini,dan dia baru menyadarinya kalau sahabatnya itu sedang mengerjai dirinya.


"dini...."dini yang melihat perubahan putri berpura-pura takut akan perebuhan itu


"wahhh aku takut put"hahahaha


"iiih nyebelin banget sih kamu Din"ya dini tahu kalau putri tidak akan pernah bisa marah kepadanya..


"aku cape tahu put,dan kenapa kamu tega seperti itu"putri kembali menatap ke arah dini.


"tidak usah Din,bajuku masih layak pakai ko"dini menatap tajam ke arah putri dan putri tahu tatapan itu tidak bisa di tolak.


"ehmmm iya..iya..aku mau tapi kamu pilihkan ya?"dini tersenyum lebar ketik putri menyetujuinya


sudah lama mereka jalan-jalan dan berbelanja,hari pun sudah sore dini yang kelelahan mengajak putri untuk duduk sebentar dan membeli es krim.


"cape put,kakiku rasanya mau patah"


"makanya kalau belanja tahu aturan Din jangan semuanya kamu beli,sudah sore Din kita cari tempat untuk solat dulu aja ya.."


dini tidak menjawab dia hanya mengikuti putri setelah selesai solat mereka bergegas untuk pulang dengan tangan penuh hasil pemburuan mereka sore ini.


sore itu terlihat langit begitu gelap..bertanda akan turun hujan dini segera bergegas masuk ke dalam mobil.di ikuti oleh putri.


"put ayo cepatan sudah gelap,dan seperti akan turun hujan"


"iya...Din,"tak lama mereka masuk ke dalam mobil hujan pun turun begitu deras..putri begitu menikmati suasana hujan seperti ini,di pikirannya hanya main air di rumput yang hijau.


"kamu kenapa put,hujan ko.malah senyum-senyum?"putri menoleh ke arah dini dengan senyuman yang masih mengembang di bibir merahnya.

__ADS_1


"hujan itu indah Din,aku sedang membayangkan main air hujan di rumput yang hijau aaahh pasti seru Din"


"iya iya put pasti seru"dini berpikir sejenak dan dia baru ingat akan taman rumahnya di sana ada sebuah taman dengan rumput yang hijau dan atapnya bisa di buka ketika Adrian menginginkannya.ya taman itu dekat dengan kamar Adrian bahkan di sana ada pintu yang bisa langsung ke taman tersebut.


"put,setibanya kita di rumah kita akan bermain hujan-hujanan di rumput yang hijau,"


"ahh yang benar kamu Din,dimana,dimana ada rumput hijau?"


"di dekat kamar ka Adrian,di sana ada taman rahasia khusus buat ka Adrian,karna penghuninya tidak ada kita pake saja"


"gila kamu Din,aku tidak mau kalau kita ketahuan habis kita Din"


"tenang saja dia tidak akan marah sama calon istrinya,dan kamu harus tahu semuanya put"


"kamu yakin? ka Adrian tidak akan marah?"


"putri kita hanya meminjam tamannya bukan mencuri,jadi nanti kita nikmati saja"


sesampainya di rumah dini dan putri langsung bergegas ke halaman belakang dan memberikan semua belanjanya ke para pelayan.


"Din kamu yakin ka Adrian tidak akan marah tamannya kita pakai?"


"yakin,ayo cepatan put kalau kamu terus menanyakan hal ini hujannya akan menghilang put"


"tanpa pikir panjang putri mengikuti langkah dini ketika pintu taman di buka putri sangat takjub melihat taman yang begitu indah hijau dan penuh bunga..


"subhanallah dini ini seperti di surga"


"surga,emang kamu pernah kesana?"


"belum tapi kan menurut yang aku baca surga itu indah"dini bergegas ke arah kamar utama dan ketika dini menekan tombol yang ada di samping pintu tiba-tiba atap taman terbuka dan air hujan turun membasahi mereka berdua..


byurrr....byur...dengan senang dan penuh tawa mereka bermain air hujan.


"put sini,di sini lebih enak seperti air terjun"


putri berlari menghampiri dini dan suara mereka menggema di rumah itu.


tanpa mereka sadari canda tawa mereka sudah membangunkan sang pemilik taman.


Adrian bangun dari tidurnya dan melihat ke arah jendela yang menghubungkan taman dan kamarnya seulas senyum di bibirnya ketika melihat keceriaan sang adik..dan hatinya tiba-tiba merasakan getaran ketika melihat ke arah putri.


"cantik"Adrian terus memandangi putri,dan tanpa di sengaja dini melihat sang kakak yang sudah berdiri di kamarnya.


"ka Adrian,kenapa sudah pulang?"batin dini

__ADS_1


"put aku ambil minum dulu ya"tanpa melihat ke arah dini putri hanya mengiyakan nya.


__ADS_2