Istri Pilihan Adik

Istri Pilihan Adik
salah paham


__ADS_3

Adrian duduk di samping putri dan menatap dokter Harun begitu tajam ketika tangan putri di sentuhnya dan tatapan itu dokter harus rasakan karna dokter Harun adalah sahabat Adrian dia paham sekali sifat temannya ketika menyayangi seseorang yang menjadi miliknya


Harun sengaja memperlambat pekerjaannya agar Adrian cemburu.


"kenapa lama sekali,kamu kan hanya mencabut infusan dari tangannya,apa kamu sengaja dokter tua"


"hey tuan muda aku ini dokter dan bisa tidak kamu tidak usah berbicara mengganggu saja" ada rasa senang ketika membuat Adrian marah


"sudah terlepas, sekarang kita periksa dulu tekanan darahnya ya ya"


"harunnnnnn...lepaskan tanganmu"dengan nada kesal Adrian memerintah kan Harun melepaskan tangannya dari tangan putri.


"ka Adrian kalau dokter harus melepaskan tangannya bagaimana ka harun tahu tekanan darah putri?"


"putri yang mendengar tingkah konyol Adrian hanya mampu menarik nafas dalam-dalam.


"katanya CEO tapi kenapa saat ini pikirannya dangkal sekali"batin putri


"ehmm baik lah lanjutkan" jawab Adrian


"oke semuanya sudah bagus,hanya butuh istirahat saja"


"Din,tolong jangan biarkan orang membuat putri kelelahan karena dia baru sembuh"


Harun sengaja bicara seperti itu.. karena dia tahu apa yang sudah dia lakukan terhadap putri tanda merah yang Adrian tinggalkan di leher putri begitu nyata dan bibir putri yang begitu bengkak terlihat jelas jika itu adalah perbuatan Adrian tanpa sengaja harun melihat nya.


"baik ka"


"baik lah karena semuanya baik-baik saja saya permisi"


"ehmm ayo aku antar ke depan"


Adrian berjalan di depan sedangkan Harun di belakang sambil sesekali melemparkan senyuman ke arah dini,ya sejak dulu harun menyimpan rasa terhadap dini..tapi dia tidak yakin dini mau menerima nya karena usia mereka yang sangat jauh.


"terimakasih "


"sama-sama,oh iya aku lupa ,"


"apa lagi"


"aku harap kamu tidak melakukan nya malam ini, karena kondisi nya belum stabil"


"issh dia istri ku terserah aku lah"


"iya aku mengerti dia istri mu,tapi untuk saat ini.kondisinya tidak memungkinkan dan aku liat dia seumuran dengan dini apa dia bisa melayani buasnya seorang adrian"


"brengsek...aku tidak seperti yang kau bayangan "


"ehmmm ya aku tidak membayangkan buasnya dirimu tapi aku melihat hasil kebuasan seorang CEO. yang dingin"


Adrian menatap Harun begitu tajam


"apa maksudmu?"


"aku bukan orang bodoh Adrian dan aku sudah lama mengenal dirimu,tanda merah yang kau ciptakan di leher miliknya dan bibir yang terlihat membengkak itu karna kebuasan mu,ehmm dan aku yakin jauh lebih dalam pasti masih banyak tanda-tanda kepemilikan"


"dokter brengsek..."Harun tertawa dengan puas ketika melihat wajah Adrian begitu merona karena ketahuan oleh sahabatnya.


sedangkan kan Harun tertawa puas dengan apa yang dia lihat"


"sudah cukup silahkan tinggalkan rumah ini, kerjaan kamu.sudah selesaikan dokter ha..run?"


"ehmm baik lah baik lah...aku pulang,ingat jangan melakukan hal yang lebih tahan hasratmu"

__ADS_1


"iya.."


"iya? maksud kamu iya tidak akan menyentuhnya?"


"iya ..jika aku tidak khilaf"


pluk sebuah pukulan tepat di lengan Adrian karna mengabaikan pesan Harun.


"ehm sudah lah terserah, aku pamit,jika terjadi sesuatu hubungani aku "


"iya"


setelan kepergian harun ,Adrian kembali menemui putri yang sedang bercanda gurau dengan dini dan Rifki


"asyik banget bercandanya"


mendengar suara Adrian putri langsung terdiam.


"ka putri besok ingin mengunjungi makan bapaknya ka"


"boleh tapi besok Kaka belum bisa mengantar putri din"


"tidak apa-apa ka aku yang akan menemani nya iya kan put?"


"ehmm"


"baiklah tapi harus di antara sopir ,dan sekarang biarkan putri istirhat"


"baik lah aku dan Rifki akan keluar dan tidak akan menggangu kalian"


"ka boleh tidak aku tidur disini"tanya Rifki


"sayang sekarang Kaka sudah bersama ka adrian,kalau kamu disini kasihan ka Adrian nanti


dini menahan tawa ketika seorang CEO yang dingin di perintah anak kecil dan di usir dari dalam kamarnya..


Adrian yang melihat tingkah laku adiknya sangat tidak senang.


"diniiii"


"iya...iya ka"


"dek,,Kamu sama ka dini ya ka Adrian juga butuh istiraha,ka Adrian juga kan harus bekerja"


"ehmm baik lah ka"


"anak pintar sini peluk kakak!"


putri memeluknya penuh dengan rasa sayang karena hanya Rifki lah yang dia punya.adrian yang melihat nya begitu ingin menggantikan posisi Rifki di peluk penuh dengan kasih sayang.


"ayo sana ikut ka dini"


akhirnya dini dan Rifki keluar dari kamar Adrian,setelah kepergian dini hanya tinggal Adrian dan putri


Adrian mendekat dan duduk di samping putri


"apa masih sakit?"


Adrian melihat dan menyentuh tangan putri .


putri hanya menggerakkan kepalanya dan tak mampu untuk menatap Adrian.


Adrian yang gemas melihat tingkah malu istrinya hanya mampu tersenyum..

__ADS_1


"kamu belum makan,makan dulu ya "Adrian mengambil makanan yang sudah tersedia di meja dan berniat menyuapi putri,tapi dengan cepat putri mengambil alih sendok yang di berada di tangan Adrian.


"saya bisa makan sendiri ka,"


Adrian tidak marah dengan apa yang putri lakukan justru Adrian terlihat bahagia ketika putri sudah mau makan.selama putri makan Adrian terus menerus menatapnya hingga putri tak nyaman di buatnya.


"ka Adrian tidak ada kerjaan ya?"


"ada,kenapa"


putri menghentikan gerakan tangannya dan melihat ke Adrian yang sedang tersenyum manis kepadanya


"ehmm kalau ada kerjaan,kenapa masih disini" dengan sinis putri kembali menatap Adrian.


Adrian kembali membelai kepala putri dengan sentuhan lembut.


"kerjaan saya saat ini memperhatikan istri saya makan dan menemaninya"


blusss....kulit putih putri berubah menjadi merah merona ketika Adrian mengatakan kata istri..putri mencoba menghindar dari tatapan Adrian dan bangkit dari tempat tidur tapi karna kondisinya yang begitu lemas putri terjatuh dalam pelukan Adrian.


posisi Meraka begitu intens dan kedua mata mereka bertemu putri tepat berada di atas tubuh kekar adrian.


dan kesempatan ini tidak di sia-sia kan oleh adrian.bukannya melepaskan Adrian semakin erat memeluk tubuh ramping milik putri.


"kaa Adrian lepasinn"teriak putri


putri terus memukul dada bidang milik Adrian tapi Adrian semakin kuat memeluk nya.


Adrian hanya senyum melihat begitu dekat wajah cantik putri


Adrian menangkap kedua tangan putri dan membalikan keadaan sekarang putri dalam kukuhkan adrian..putri terdiam sesaat ketika Adrian memberikan kecupan di kening putri.


cup


"kamu baru sembuh jadi jangan terlalu banyak mengeluarkan tenaga"


Adrian semakin dekat hingga nafas Adrian begitu terasa menyapu wajah putri...putri sudah paham apa yang akan Adrian lakukan selanjutnya sehingga putri menutup mulutnya dengan satu tangannya.


cup


Adrian kembali memberikan kecupan di kening putri


"ka lepasin,,aku mau....??"


"mau apa?"


"ka aku...su-dah tidak tahan"


Adrian yang mendengar ucapan putri hatinya begitu senang mendengar apa yang putri ucapan Adrian segara melepaskan kaos yang di pakainya putri yang melihat dada bidang Adrian tampak di depan mata segara. menutup kedua matanya .


"ka Adrian apa yang ka Adrian lakukan"


tanpa menjawab Adrian mendekat kan tubuh nya,merasa posisinya tidak aman sekuat tenaga putri mendorong tubuh Adrian hingga terjatuh di samping putri, melihat Adrian terjatuh putri segera berlari ke kamar mandi


"adrian mengejar putri yang berlari ke kamar mandi


"buka pintu nya put?"


"maaf ka aku sudah tidak tahan ingin buang air kecil"


"hah apa!?" dengan wajah yang kecewa adrian mulai menjauh dari pintu kamar mandi


"eehmm dasar anak kecil kata-kata nya hanya buat orang salah paham saja"batin Adrian dan berlalu meninggalkan putri.

__ADS_1


__ADS_2