Istri Pilihan Adik

Istri Pilihan Adik
semua baik-baik saja


__ADS_3

sepanjang perjalanan putri selalu tersenyum melihat keindahan lampu-lampu yang menerangi jalan..Adrian terus melirik putri hanya untuk melihat senyuman manisnya.


"kamu senang ya liat lampu-lampu itu?"


"ehmm...indah ka, dulu sewaktu masih ada ibu,ibu selalu mengajak saya ketaman kota untuk melihat lampu-lampu yang menerangi taman..Kata ibu kelak kehidupan saya akan bersinar seperti Lampu-lampu itu terang dan indah.."


"apa kamu mau ketaman kota dulu put?"


"mau ka"dengan cepat putri jawab pertanyaan Adrin tapi dia sadar dengan apa yang dia ucapkan.


"Ups..maaf ka..tidak usah kesana nanti merepotkan Ka Adrian..nanti saja ka"Adrian yang melihat tingkah putri sangat gemes melihatnya..dan Adrian memutar arah menuju taman kota.


"ka tidak usah kita pulang saja."


"tidak apa-apa aku juga belum pernah kesana dan ingin merasakan seperti apa keindahan taman kota di malam hari"


"ehmm baiklah.."selama perjalanan tidak ada lagi obrolan,hingga mobil berhenti di parkiran..Adrian sudah siap turun dari dalam mobil tapi melihat putri yang masih kesulitan membuka sabuk pengaman mulai mendekat dan melihat tingkah putri


"susah ya bukanya?"


"susah ka saya tidak bisa buka ini, sangat merepotkan ada gunting ga ka,saya gunting saja ya biar cepat terlepas"


Adrian yang mendengar ocehan putri tertawa sangat lepas,sedangkan putri sangat kesal dengan tingkah Adrian bukannya membantunya malah menertawainnya.


"ka Adrian jangan tertawa lagi,bantu saya melepaskan tali ini,"


Adrian berhenti tertawa dan mulai membantu putri


"kenapa di dunia ini masih saja ada manusia Se norak kaya kamu put?"


"cih..bukan norak tapi belum terbiasa"


"ehmm..."putri yang melihat Adrian dengan mudahnya melepaskan sabuk pengaman hanya mampu diam dan menatapnya


"kenapa melihat saya seperti itu, ?"


"tidak apa-apa,ehmm terimakasih"


Adrian yang melihat wajah putri Merona semakin gemes saja,dan harus segara turun dari mobil jika tidak bisa-bisa dia akan kembali khilaf.


tidak seperti yang Adrian bayangkan ketika di taman akan melihat senyuman putri..tapi putri terlihat sedih,Adrian mendekat dan mulai menenangkannya..


"setiap manusia pasti mempunyai masa lalu,baik itu bahagia ataupun sedih,jika tempat ini membuat kamu sedih kita pulang saja ya"Adrian mulai menarik tangan putri untuk kembali masuk kedalam mobil tapi putri menghentikan gerakan itu


"tidak usah ka.tempat ini terlalu banyak kenangannya"


"sekarang buat lah kenangan baru bersama saya,ayo kita kesana"


Adrian menarik tangan putri untuk duduk di taman dengan lampu yang begitu indah.keadaan taman di malam hari begitu ramai oleh pemuda pemudi dan banyak aneka makanan ringan yang di jajakan di taman ini..


"indah ya ka?"Adrian yang menatap putri hanya tersenyum...


"ka...?"


"akhh iya sangat indah dan manis"


putri yang mendengar jawaban Adrian sangat aneh..dan kembali menatap tajam ke arah Adrian


"oohh..ehmm maksud saya lampunya indah dan sepertinya makanan itu manis put,apa kamu mau?"


"oohhh,,ehmm mau ka"


"sebentar ya saya kesana dulu kamu jangan kemana-mana tunggu di sini ya?


"iya ka"Adrian bergegas pergi untuk membelikan kembang gula tidak lama Adrian sudah kembali dan membawa kannya untuk putri.


"jangan melamun,nanti ada setan lewat"


putri kaget mendengar suara yang tak asing sudah duduk dekat nya.


"ehmm..makasih ka"


Adrian melepaskan jaket yang di gunakan ya dan memesangkannya ke tubuh putri,seketika putri kaget dengan sikap Adrian yang begitu manis dan perhatian.


"udara malam tidak baik,nanti masuk angin"


"tapi ka,ka Adrian juga nanti masuk angin kalau jaket nya di lepas"

__ADS_1


"jangan banyak tanya"


putri yang tidak mau berdebat dan merusak susana hanya diam atas perlakuan Adrian.


"ehmmm manis nya..enk sekali ini ka"Adrian hanya senyum melihat putri begitu menikmati makanan nya.


"ka Adrian mau?"karna putri melihat Adrian hanya mandangnya berinisiatif menyuapkan makanan manis itu ke dalam mulut Adrian.


"buka mulut nya ka"


Adrian hanya mengikuti arahan putri dan membuka mulutnya,ketika tangan putri mengarahkan ke mulut Adrian..Adrian tidak menolak matanya terus menata putri dengan tajam..


sampai makanan manis itu masuk kedalam mulut Adrian..ketika putri ingin melepaskan tangannya dari mulut Adrian tiba-tiba Adrian menahan tangan putri.


"manis"


"ka...lepasin" Adrian menatap bola mata indah milik putri..tatapan itu seakan-akan ingin menelan putri.putri yang di tatap seperti langsung memalingkan wajahnya..


perlahan Adrian melepaskan tangan putri dari dalam mulutnya,Adrian beralih menggenggam kedua tangan putri,


"put,saya akan menikahi kamu secepatnya,dengan atau tanpa persetujuanmu kamu tetap akan menikah dengan saya"


"tapi ka saya tidak mencintai ka adrian"


Adrian hanya tersenyum simpul mendengar apa yang putri ucapkan


"butuh berapa lama kamu jatuh cinta sama saya put?"


putri hanya diam tak menjawab entah harus mencari alasan apa lagi untuk putri menghindari keinginan Adrian.


"saya akan membuat kamu jatuh cinta kepada saya dalam waktu satu bulan"


dengan percaya diri Adrian memutuskan jika tidak butuh lama putri akan mencintainya.


putri yang mendengar omongan Adrian yang sudah tidak jelas langsung melepaskan tangannya dari genggaman Adrian.


"sudah malam ka aku ingin pulang"


adrian bangkit dari duduknya dan menarik tangan putri


"ayo kita pulang aku akan bicara kepada ayahmu agar secepatnya kita menikah"


"kenapa kamu menatap saya seperti itu,marah,?"


putri hanya diam tak menjawab pertanyaan Adria di jawab pun percuma karna tidak akan dia dengar.


putri hanya berdoa smga ayahnya menolak lamaran Adrian.


dalam perjalanan tidak ada lagi percakapan antara putri dan Adrian,putri sedang takut dengan apa yang Adrian katakan,dan takut jika ayahnya menerima Adrian.


"ya Allah jika dia yang terbaik aku terima dengan iklas walaupun aku tidak mencintainya"batin putri


setelah sampai Adrian turun dari mobil mewahnya di susul oleh putri,putri begitu tergesa-gesa ketika menuju rumahnya..rumah yang sangat sederhana itu tampak gelap dan sunyi.


"rumah kamu jika malam seperti itu suasananya put?"


putri hanya diam dengan pertanyaan Adrian karna dalam hatinya ada kecemasan terhadap ayahnya,karna tidak seperti biasanya rumahnya gelap dan sepi..


"put,kamu yakin ayah kamu ada di dalam,ini seperti tidak ada penghuninya"


putri berbalik menghadapi Adrian dan tertunduk lesu dengan keadaan rumahnya jujur saja hatinya saat ini tidak sedang baik-baik saja.


Adrian menyentuh kedua pundak putri agar putri tersadar dari lamunannya.


"put kamu dengar saya kan?"


tiba-tiba putri menangis dengan tubuh yang bergetar Adrian yng melihat putri menangis langsung membawanya dalam pelukannya.


"aku takut ka,aku takut terjadi sesuatu sama bapak,semalam aku bermimpi bapak pergi bersama ibu,aku takut ka...aku takut"


"jangan takut aku disini,dan aku yakin bapak mu baik-baik saja.. sekarang kita cari tahu bapak kemana ya"


putri tidak menjawab hanya menganggukkan kepalanya di dalam pelukan Adrian..


"ada no yang bisa kamu hubungi?"


perlahan putri melepaskan pelukan Adrian dan menyeka air matanya

__ADS_1


"tidak ada ka,"


"ehm Baik lah kalau begitu kita tanyakan kepada tetangga mu,kamu tunggu di sini ya biar aku yang kerumah tetangga mu"


"hmm"


Adrian bergegas kerumah terdekat rumah putri untu menanyakan keberadaan ayah dan adiknya..


"permisi Bu,saya mau tanya.penghuni rumah itu kemana ya"


"ooh rumah putri?"


"iya Bu,kemana ya?"


"tadi sore ayahnya tidak sadarkan diri mas, adiknya menangis minta tolong,jadi kami membawanya kerumah sakit harapan,"


Adrian yang mendengarnya begitu kaget bagaimana dengan perasaan putri jika tahu ayahnya di rumah sakit


"maaf mas siapa nya ya?kita dari siang mencari putri dan mencoba menghubungi nya tapi nomernya tidak aktif"


"maaf Bu saya harus segara kerumah sakit terimakasih atas informasinya nya"


Adrian bergegas menghampiri putri,dan Adrian tidak mungkin mengatakan jika ayahnya sekarang sedang berada di rumah sakit.


"ka bagaimana kakak sudah tahu ayah dan Rifki dimana?"


dengan senyum yang terpaksa Adrian menjawab pertanyaan putri


"sudah ,sebaiknya kita pergi sekarang ya menemui bapak sama adikmu"


"Alhamdulillah ayo ka"


di dalam mobil


"ka terimakasih banyak ya sudah menemani saya "


Adrian tidak menjawab ada rasa bersalah di hatinya dengan apa yang dia sembunyikan


"ehmm"


"bapak sebenarnya nya kemana sih ka?"


"nanti juga kamu tahu"Adrian menjawab tanpa melihat kearah putri,putri yang mendengar jawaban dari Adrian merasa curiga hatinya semakin tidak tenang dengan keadaan seperti ini.


tidak ada lagi obrolan di sepanjang jalan hanya keheningan,putri kaget ketika mobil Adrian masuk ke halaman rumah sakit..


"ka tolong jelaskan apa yang terjadi sama bapak,kenapa ka Adrian membawa saya kesini?"


Adrian mencoba tenang menghadapi kegelisahan putri,Adrian menggenggam tangan putri dan menatap wajahnya,


"put,maafkan aku,sebenarnya bapak kamu sedang sakit,mereka membawa bapak ke di rumah sakit karna tiba-tiba bapak pingsan, Mereka sudah mencoba menghubungi kamu tapi hendpon kamu tidak aktif, kamu yang sabar ya"


mendengar penjelasan Adrian putri tak mampu berkata hanya air mata yang jatuh membasahi pipinya,Adrian yang melihat nya merasa iba dan memeluk putri,


"ka...hiks..hiks.."tangisan itu sangat menyayat hati Adrian,


"tenangkan dirimu put"


dalam pelukan Adrian putri menuangkan segala kesedihannya


"ka..aku takut,takut mimpiku menjadi kenyataan,aku takut bapak pergi meninggalkan aku dan rifki,hiks..hiks..hiks.."


"stttt,,,jangan bicara seperti itu tidak baik,dan jangan takut aku bersama mu sekarang,tidak akan terjadi apa-apa dengan bapak"


putri mulai tenang dengan perkataan Adrian perlahan melepaskan pelukannya..Adrian mengusap airmata putri seakan-akan tidak rela airmata itu jatuh lagi..


"jangan nangis lagi ya, sekarang kita turun dan melihat keadaan bapak"


"ehmm"


Adrian dan putri bergegas turun dari mobil dan mencari keberadaan bapak,tidak butuh lama Adrian mencarinya.dan menemukan kamar dimana bapak putri di rawat,ketika mereka sampai di kamar rawat putri melihat sang adik sedang menangis bersama tetangganya...putri merasa bersalah dan merasa tak berguna saat ini.


Adrian yang melihat putri hanya diam di tempatnya mencoba menyadarkan pikiran putri,


"hey...kenapa?"


"ka aku ini kakak tidak berguna"

__ADS_1


"jangan bicara seperti itu put,saat ini adik mu sangat membutuhkan pelukan mu,dan semuanya akan baik-baik saja,sekarang kita berdoa smga bapak kamu baik2 saja."


putri terdiam oleh kata-kata Adrian,yang saat ini di butuhkan adalah dirinya untuk sang adik dan yakin semua akan baik-baik saja seperti yang Adrian katakan.------


__ADS_2