
setelah selesai dengan ritualnya Adrian keluar dengan handuk yang melilit di pinggang sontak hal itu membuat putri menjerit dan bersembunyi di balik selimut,Adrian yang melihat tingkah putri semakin gencar untuk menggoda istri kecilnya.
Adrian mendekat dan membuka selimut putri secara paksa..
"ka Adriannnnnnnnn"teriak putri dengan menutup wajahnya..
Adrian terus menggoda putri dengan sengaja mendekatkan wajahnya ke arah putri hembusan nafas Adrian begitu terasa menyapu wajah putri perlahan Adrian membuka tangan putri yang menutupi wajahnya..
"kamu kenapa put? aku ini suamimu, sekarang atau nanti kamu akan melihat ku seperti ini.."
putri tetap tidak mau membuka matanya dia memejamkan matanya membuat Adrian semakin ingin menggodanya..
cup..kecupan singkat di bibir putri membuat putri membuka matanya dengan kesal putri melempar batal ke arah Adrian..
"ka adriannnnn..."
putri kembali menutup tubuhnya dengan selimut tidak bisa di pungkiri putri merasakan panas disekujur tubuh dan pipinya yang mulai memerah.perlakuan Adrian membuat Hati putri seperti sedang lari maraton..
dug...dug..dug..
dan Adrian membiarkan semuanya karna jika Adrian terus menggoda istrinya Adrian takut khilaf dan menyentuh ketika belum waktunya.
Adrian segara mengganti baju dan duduk di samping putri dengan tanpa berdosa Adrian kembali menyentuh selimut yang putri gunakan.
"kalau kamu tidak membuka selimut nya saya akan melakukan nya lagi."
mendengar ancaman Adrian dan tidak bisa ingin bibirnya di sentuh Adrian kembali,putri segera membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.
"ka Adrian kenapa harus melakukan seperti itu?"
Adrian memandang putri kedua mata yang indah kecantikan yang sempurna walaupun tanpa makeup. Adrian tersenyum dan mengarahkan tangannya k jilbab putri.
putri menahan tangan Adrian ketika Adrian ingin menyentuh dan membuka tutup kepala putri.
"saya suami kamu yang sah put, berdosa jika kamu menolak keinginan suami"
mendengar kata suami putri perlahan melepaskan tangannya dari tangan Adrian menandakan Adrian boleh membukanya.
Adrian tersenyum puas ketika putri tidak melarangnya lagi.apa yang di katakan Adrian benar sekarng dia sudah menjadi istri sah Adrian apapun yang Adrian lakukan itu adalah haknya..
Adrian sudah melepaskan jarum pengait jilbab putri dan akan melepaskannya tiba-tiba putri kembali menahan tangan. Adrian.
"ehmm aku pernah melihatnya sekali put, dan sekarang ijinkan saya untuk melihatnya setiap hari."
putri tak sanggup melihat tatapan Adrian yang begitu tajam,putri pernah melakukan kesalahan ketika turun hujan membiarkan Adrian melihat rambut indahnya dan menyentuh bibirnya..Adrian lah orang yang pertama melihat dan menyentuh nya..
"ka..."putri terdiam tidak melanjutkan perkataannya entah mengapa ketika Adrian semakin dekat putri tidak berkata-kata hanya detakkan jantung yang terdengar.
"kenapa?"dengan senyuman yang menggoda Adrian kembali menggoda putri
perlahan Adrian membuka tutup kepala putri keindahan yang begitu sempurna ketika semuanya terbuka membuat mata tak ingin lepas dari perhiasan dunia....
Adrian melepaskan ikatan rambut putri.membiarkan rambutnya terurai dengan indah..
Adrian membenarkan rambut putri dan menyelipkannya ketelinga sentuhan itu membuat putri merasakan hal yang aneh dalam tubuhnya..
"kaaaaa tolongg jangan seperti ini"
__ADS_1
Adrian meraih dagu putri mengangkatnya perlahan agar putri melihatnya..
"kenapa?"
Adrian kembali bertanya,dan putri kembali tak menjawab..Adrian benar-benar di buat jatuh oleh gadis cantik yang berada di depan matanya.perlahan Adrian mendekat melihat tidak ada penolakan Adrian kembali menyentuh bibir ranum putri yang sedari tadi ingin Adrian resapi.
putri hanya memejamkan matanya dan meremas selimut yang ada di sampingnya..merakasan hangatnya sentuhan itu membuat putri tak mampu berkata.
Adrian menyentuhnya dengan lembut karna Adrian tahu dialah orang yang pertama melakukannya..perlahan tapi pasti ya..itulah yang Adrian lakukan.
Adrian kembali ******* bibir putri membuat Adrian melupakan bahwa putri baru sembuh..dan ******* itu berubah menjadi panas ketika putri membuka sedikit mulutnya..Adrian terus masuk kedalam mulut putri dan terus ******* nya...
putri mencoba mendorong Adrian karna keadaan nya yang masih lemah putri hanya mampu meremas pakaian Adrian..
tanpa putri sadari perbuatan nya membuat Adrian mengartikannya berbeda..dan ciuman itu semakin turun ke bawah, Adrian terbawa suasana dan membuat tanda kepemilikan di leher putih milik putri.
putri yang merasakan sentuhan Adrian semakin di buat mabuk oleh sentuhan-sentuhannya dan membiarkan Adrian menyentuh dan mencium nya..
tanpa putri sadari Adrian sudah membuka satu persatu kancing bajunya...
"ka" dengan nafas yang tersengal-sengal putri menahan suaranya
Adrian terus memberikan sentuhan-sentuhan yang membuat jiwa putri melayang..
"Adrian sedikit meremas dua gundukan yang begitu menentangnya..Adrian kembali ******* bibir putri dengan perlahan dan tangan yang sedang bermain-main di bawah sana...
"ka..ad..riann...sudah..." Adrian yang mendengar ******* putri semakin terpacu untuk melakukan hal yang lebih
Adrian tidak melepaskan pungutannya dan Adrian semakin memperdalam ciumannya
Adrian melepaskan pengait dua gundukan itu dan terpangpang jelas itu sangat menggoda.. perlahan Adrian menyesap salah satu gundukan itu membuat putri jadi gila dengan sentuhan itu Adrian terus menerus ******* dan sedikit menggigit dua gundukan itu,
"akhhh ka Adrian sudah ka...awww ka Adrian tangan saya "
Adrian menghentikan aksinya ketika dia sadar bawah tangan putri masih terpasang infusan.dan sekarang infusan itu hampir terlepas dari tangan putri dan mengeluarkan kan darah.
"maaf..maaf kan saya put. sakit ya ?"
putri hanya diam tak terucap sepatah katapun..
"sebentar saya akan panggilkan dokter,kamu tunggu di sini ya"
"ka...tunggu" Adrian berbalik ke arah putri melihat wajah putri yang menahan rasa sakit Adrian kembali menghampiri putri
"apa rasanya sakit sekali ya?"
putri dengan cepat menggelengkan kepalanya
"terus "
"ehmm apa ka Adrian rela orang lain melihat milik ka adrian?"
Adrian hampir lupa kondisi putri saat ini sangat berantakan karena ulahnya. setengah baju putri sudah terbuka dan sekarang dia akan memanggil semua orang..
"astaga...saya lupa maaf ya "
"tolong bantu saya dulu merapihkan ini ka"
__ADS_1
dengan malu-malu putri mengarahkan tangannya k bagian dada..
"Adrian hanya tersenyum melihat tingkah putri yang begitu lucu
"baiklah dengan senang hati" Adrian membantu putri merapihkan penampilan nya dan kembali memakai kan tutup kepalanya...
"terimakasih ka"
"ehmm,,"
Adrian yang sedang sibuk menghubungi dokter
tanpa dia sadari putri sedang memperhatikannya
"tuan muda yang katanya cuek dan dingin ini ternyata sangat mengerikan dari srigala"batin putri
"kamu kenapa melihat saya seperti itu,ehmm atau jangan...jangan kamu mau di cium lagi ya?"
"iiih ka Adrian apa-apa an sih"putri sangat malu dan wajah nya seketika merona mendengar ucapan Adrian
"tenang saja saya akan menyingkirkan infusan penghalang itu dan kita akan melanjutkan pertarungan kita yang tertunda"
"jangan harap" jawab putri
adrian membuat putri tak berani menatap nya dan semakin Adrian menggodanya putri semakin merona.
tok..tok..tok.. sebuah ketukan pintu menyadarkan keduanya Adrian yang mendengar suara dari luar langsung bergegas untuk membukanya sedangkan putri mencoba membenarkan posisi duduknya.
ketika pintu terbuka dini dan Rifki langsung lari ke arah putri tanpa menghiraukan Adrian yang berada di depan pintu
"apa..apaan kalian aku belum mempersilahkan kalian masuk" dengan hati kesal Adrian menatap dini dan Rifki.
"iya...iya..maaf "
Adrian sudah tak peduli lagi dengan permintaan maaf dari dini Adrian kembali duduk di sofa sambil menghubungi sekertaris nya.
"ka putri...kakak jangan sakit lagi aku takut ka"putri kembali menangis ketika melihat adiknya saat ini sang adik sangat membutuhkannya.
"tidak akan dek,kakak akan sehat terus dan selalu ada buat kamu"putri memeluknya dengan begitu erat
"put,"tanpa berkata dini memeluknya dan terjadi tangisan yang begitu menyayat hati mereka bertiga saling berpelukan tanpa sebuah kata satu.mereka berpelukan sama lain saling menumpahkan kan rasa sedihnya..
Adrian yang melihat adegan itu pun merasakan apa yang mereka rasakan..tak lama sebuah ketukan kembali terdengar kembali oleh mereka.
"masuk"
"maaf tuan dokter Harun sudah datang"
"baiklah suruh Harun masuk"
"baik tuan"
"dini bawa Rifki menjauh dulu, putri akan di periksa dulu kesehatan nya"
"ehm..baik ka"
dini dan Rifki menjauh dari putri ketika dokter menghampiri putri dan Adrian.
__ADS_1