Istri Pilihan Adik

Istri Pilihan Adik
ancaman adrian


__ADS_3

setelah kepergian Elisa dini segera ke kamar Adrian,dini adalah orang yang sangat bahagia saat ini..


tok..tok..tok.."ka boleh aku masuk?"tidak ada Jawaban dari dalam kamar adrian..


"jangan-jangan ka Adrian bunuh diri"batin dini


"ka aku masuk ya" tanpa menunggu jawaban dari pemilik kamar dini masuk dan mencari keberadaan sang kakak,


"ka..kaka,Kaka dimana?"dini terus mencarinya hingga terdengar suara gemericik air di dalam kamar mandi,membuat hati dini lega, karena sang pemilik kamar ada di dalamnya, dini menunggu sang kakak keluar,


tak butuh lama Adrian keluar dengan wajah tampan nya.


"ada apa kamu kesini?"


"aku hanya ingin memastikan keadaan kakak,takutnya kakak bunuh diri setelah putus dari Elisa"Adrian tertawa mendengar menuturan dini


"hahahaha...kamu tu Din.. ada-ada saja, kakak yang memutuskan dia kenapa kakak yang bunuh diri,lagian ya benar kata kamu dia itu bukan wanita terbaik buat Kaka,"


dini masih bingung dengan apa yang adrian ucapkan,


"apa kakak sudah tahu semuanya?"


Adrian hanya senyum dengan pertanyaan nya


Adrian menyentuh kepala dini dengan penuh kasih sayang.


"kenapa tidak jujur dengan apa yang kamu lihat ehm?"


"aku takut ka,takut kakak sakit hati"


"dengarkan Kaka,Kaka tidak akan sakit hati dengan apa yang Elisa lakukan,Dangan kakak tahu semuanya kakak bersyukur tidak menikahinya dan kakak yakin jodoh kakak bukan dia"


"iya jodoh kakak ya putri"jawab dini dengan semangat


"Adrian menatap dini Dangan apa yang dini ucapkan


"maksud kamu apa din,kamu setuju putri menjadi istri kakak?"


"setuju banget ka,putri itu anaknya baik ka,tidak sombong dan sangat dewasa,dan satu lagi ka dia sangat mandiri" dini terus berbicara membuat Adrian tersenyum dengan apa yang dini ucapan kan.dan sebenarnya Adrian sudah merasakan simpati kepada putri,melihat kedekatannya dengan dini membuat dia tenang karena dia membuat perubahan pada dini,dan dia sangat perhatian.

__ADS_1


"kakak,ko diam?bagaimana kakak setuju kan?"


"dini putri itu seumur dengan kamu,kasihan dia jika harus menikah dengan kakak dia akan punya suami lebih tua dari dia"


"kakak itu semua tidak masalah,putri pasti akan menjadi istri yang baik buat kakak,mau ya ka?? please ??"


dini melipat kan kedua tangannya di dada memohon agar kakaknya setuju dengan apa yang dia inginkan.


"kakak akan pikirkan, sekarang kakak mau istirahat dulu,kakak butuh waktu untuk semua nya"


"ehmm baik lah,aku keluar ya ka,dan satu lagi?"


"apa lagi?"


"jangan lama-lama mikirnya takut keburu di ambil orang"


"iya bawel,sudah sana keluar "


"iya...iya..kakakku yang ganteg,"


setelah Kepergian dini,Adrian terus memikirkan apa yang dini ucapkan,sesekali senyum manis itu muncul ketika mengingat wajah cantik putri,benar yang dikatakan dini,putri sangat istimewa.. tiba-tiba Adrian teringat Elisa..ya Elisa perempuan yang sudah di putuskan,Adrian tahu bagaimana sifat Elisa dia akan menghalalkan segala cara agar tujuannya tercapai..


"Leo,aku sudah mengakhiri hubunganku dengan Elisa,dan tugas mu sekarang jaga keluarga putri,dari serangan Elisa, dan perketat pengawasan dini,aku takut terjadi sesuatu kepada dini dan putri"


"baik tuan, saya akan melakukan apa yang tuan perintahkan"


"bagus kalau kau paham,dan selidiki sejauhmana hubungan Elisa dengan laki-laki itu,dan cari tahu siapa laki-laki itu?"


"baik tuan besok saya akan memberikan apa yang tuan inginkan"


"ya sudah istirahat lah"


"baik tuan, terimakasih"


setelah percakapan nya dengan Leo,Adrian terlelap dalam tidurnya, melepaskan kan segala permasalahannya.


di tempat Elisa


Elisa marah sejadinya-jadinya apapun yang ada di dekatnya dia hancurkan,Elisa tidak menerima keputusan Adrian,bahkan para pelayan pun jadi sasaran kemarahan nya.

__ADS_1


"Adrian aku akan membalas semuanya,akan aku buat orang lain tidak bisa memilikimu"


Elisa terus mengeluarkan amarahnya hingga pagi menjelang,ketika semuanya sudah berlalu Elisa bangun dan kembali untuk bersenang-senang bersama laki-laki yang dia inginkan.melupakan apa yang sudah terjadi.


dengan berpakaian minim Elisa turun dan menuju ke ruang makan


"bi ibu dan bapak kapan kembali?"


"sekitar dua Minggu lagi non"


"ehmm bagus lah..oh iya bi aku mau liburan dulu, mungkin besok baru kembali"


"ehmm baik non"


dret..dret.. dret... panggilan masuk membuat Elisa kaget siapa yang menghubunginya sepagi ini.


"Adrian,apa dia menyesal sudah memutuskan kan ku?" dengan senyum yang mengembang dan hati yang bahagia Elisa menerima panggilan Adrian


"sayang...aku sudah tahu pasti kamu menyesal kan sudah mengatakan putus semalam?"


"aku tidak akan menyesali dengan apa yang sudah aku putuskan Elisa,aku hanya ingin mengingat kan mu,jangan coba-coba mengganggu kehidupan ku dan adik ku.jika hal itu terjadi aku pastikan kau akan mendekam di penjara seumur hidupmu"


"Adrian...aku.."Adrian langsung mematikan sambungan telponnya,dan Elisa begitu kaget dan kesal dengan apa yang Adrian bicarakan.


"baiklah aku tidak akan mengganggumu,tapi aku akan mengganggu seseorang yang dekat dengan mu,agar kau merasa kan seperti apa kehilangan orang yang kita sayang" batin Elisa


tid..tid..tid..suara klakson membuyarkan semua lamunan Elisa..ya Elisa hari ini akan menghabiskan waktu nya bersama sang kekasih gelapnya.dengan menggunakan pakaian minim,Elisa sangat menggoda di mata laki-laki,


"sayang ayo masuk dulu,aku akan mengambil barang-barang ku dulu."


David adalah laki-laki yang selama ini memuaskan Elisa ketika Elisa kesepian.tidak ada rasa cinta di hati Elisa, karena cinta nya hanya untuk Adrian,David selama ini hanya di jadikan budak seksnya untuk mencapai kepuasan.


melihat Elisa begitu menggoda David langsung menyentuh bibir Elisa dan ********** dengan begitu lembut..Elisa yang menerima serangan mendadak hanya diam dan tanpa melakukan perlawanan.


Elisa mendorong David dan melepaskan ciumannya.


"sayang nanti saja ini di luar tidak enak jika di lihat orang"


"aku sudah tidak tahan,jika melihat penampilanmu seperti ini,dan ini semua salahmu elisa sudah menggodaku di pagi hari".

__ADS_1


Elisa hanya senyum melihat David,dan berlalu meninggalkan kannya.


__ADS_2