
sesampainya di kamar dini langsung menelpon Adrian tapi Adrian belum bisa di hubungi,berkali-kali dini mencoba menghubungi sang kakak tapi nihil tak ada jawaban.
"kenapa saat seperti ini telpon ka Adrian tidak bisa di hubungi,sangat menyebalkan"dini melemparkan tubuhnya di atas kasur dengan hati yang begitu kesal
"kenapa kamu din? bukannya ambil wudhu sholat dulu malah tiduran,ayo cepatan bangun kita sholat dulu mumpung masih ada waktu"
"aku sedang males put,hatiku sedang tidak enak"putri menghampiri dini yang sedang tertidur di atas kasur empuknya dan putri tahu dari suara nya,dini sedang sedih dan kecewa.
"Din, walaupun hati kita sedang tidak enak tapi kewajiban kita untuk melaksanakan sholat tidak boleh kita tinggalkan"dini berbalik menghadap putri dan tidur di paha putri,di saat seperti ini putri benar-benar seperti kakak buat dini,putri mengusap kepala dini untuk menangkan dini.
"aku kesal dengan ka Adrian put,kenapa dia tidak pernah tegas kepada Elisa,padahal dia tahu aku tida pernah suka kepadanya,dan kenapa dia masih menghubungi wanita itu aku sangat kecewa put,"tanpa terasa air mata dini jatuh tanpa permisi.
"kamu sudah mendengar penjelasan dari kakakmu din?"dini hanya diam tanpa membalas pertanyaan putri
"Din mungkin kakakmu mempunyai alasan untuk semua ini,dan kamu harus mendengar penjelasan kakakmu dulu."
"aku sudah menelpon ka Adrian put,tapi dari tadi tidak bisa di hubungi,ka Adrian pasti sedang menghubungi wanita itu"
"usttt tidak baik berpikir seperti itu Din,apa lagi sama kakak sendiri,siapa tahu kakakmu sedang sibuk hingga tidak bisa di hubungi"dini bangun dan menatap putri.
" mudah-mudahan seperti itu,tapi aku kecewa put,"
air mata dini kembali membasahi pipinya,putri yang melihat temannya menangis langsung memeluk erat sang sahabat agar bisa menghilangkan rasa kecewanya.
"aku mengerti apa yang kamu rasakan Din,tapi sebaiknya kita mendengar penjelasan kakakmu dulu,dan sebaiknya kita solat dulu ya agar lebih tenang,"
dini mengusap air matanya dan mencium pipi putri,
"aku sangat menyayangi mu kakak ipar ku yang baik hati"
"chk..dasar cengeng,ayo cepatan aku tunggu ya kita sholat bareng"
"iya..."putri terus memperhatikan dini yang masuk ke kamar mandi sampai tak terlihat lagi
"lama ya put,maaf ya"
"tidak apa-apa ayo kita sholat dulu nanti waktunya keburu habis"dini dan putri melaksanakan sholat bersama, setelah selesai dini kembali menghubungi Adrian,tapi usahanya hanya sia-sia.
putri yang sedang membaca Alquran pun berhenti dan kembali menatap dini.
"sabar Din, mungkin kakakmu belum selesai"
"ini sudah jam lima sore put,seharusnya ka Adrian sudah tidak sibuk lagi dengan kerjaan nya."
dini melempar hendponnya ke arah sofa dekat dimana putri duduk.
"astaghfirullah dini,nanti kalau rusak bagaimana?"
"biarkan saja rusak put,benda itu sudah tak berguna"dini kembali ke tempat tidur dan meninggalkan hendponnya.putri mengambil hendpon milik dini dan mencari kontak Adrian,putri mencoba menelponnya berharap Adrian mengangkat panggilan nya.
"bismilah smga saja di anggat"batin putri
__ADS_1
dring..dring...dring...putri sudah melakukan panggilan dua kali tapi belum juga di angkat,
"ya Allah ini panggil terakhir ku.jika ini di angkat maka aku anggap ini adalah jodohku"batin putri
dring..dring..dring..dan putri sangat kaget ketika terdengar suara berat lelaki yang selama ini membuat dia sakit kepala.belum sempat putri mengeluarkan kata-kata.adrian langsung bicara tanpa titik
"maaf kan aku sayang tadi sedang sibuk,dan hendpon kakak tertinggal di hotel maafkan kakak ya"putri yang mendengar suara yang tak biasa merasa terharu sebegitu sayangnya kah Adrian kepada dini,
"Din..Din..dini..kamu marah ya sama kakak"
Dini yang melihat putri hanya berdiam diri dengan hendpon masih berada di telinganya langsung menghampiri nya.
"put,kamu kenapa?"suara dini membuat putri sadar dengan siapa dia bicara,putri langsung memberikan hendponnya ke arah telinga dini.
tanpa putri dan dini tahu di sebrang sana ada yang tersenyum begitu indah ketika dia tahu dengan siapa dia bicara.
"hallo kakak,kakak kemana saja,aku dari tadi menghubungi kakak,apa kakak sibuk dengan wanita itu"
Adrian menjauhkan sedikit hendpon nya dari telingan karena suara dini begitu mengganggu,Adrian hanya menghela nafas dengan santainya Adrian menerima telpon dari sang adik dan berbicara dari hati ke hati
"sudah marahnya?"
"belum lah kakak kan belum menjelaskan kenapa wanita datang ke sini dan katanya ka Adrian yang menyuruh nya menjaga aku"
"ehmm adikku yang bawel dengarkan kakak,kamu percaya kan sama kakak,"
"ehmm ya aku percaya,tapi wanita itu sangat menyebalkan untung saja ada putri"
"yups betul sekali, bagiamana kakak tahu semuanya?"
"kamu lupa siapa kakak mu"
"iya..iya..aku tahu kakak itu orang hebat sedunia"Adrian hanya tertawa mendengar sang adik yang terus menerus bicara.
"ehmm Din mana calon kakak iparmu itu,kakak ingin bicara sama putri"dini yang mendengar sang kakak menanyakan putri begitu senang membuat putri melihat ke arah dini.
"cie..cie..cie..jadi kakak sudah mau ni menikah dengan putri?"putri yang mendengar pembicaraan dini langsung melempar dini dengan batal sofa.
"ka Adrian calon istrimu ini galak sekali aku saja di pukul"dini pura-pura sakit dengan pukulan putri,merasa telinga sudah panas putri berdiri dan pindah dari dekat dini.puzri duduk di tepi ranjang sambil melanjutkan membaca Alquran.
tapi hal itu membuat Adrian tersenyum.
"Din kakak Vidio call ya."
"siap ka"
putri yang tidak tahu Adrian Vidio call tidak begitu peduli dengan sikap dini yang hanya tersenyum..putri yang masih menggunakan mukena berwarna putih begitu terlihat cantik.,di tangannya masih memegang ayat suci Alquran dan suaranya membuat hati nyaman.
dini mengarah kan kameranya k arah putri agar Adrian melihat bidadari yang nyata.
Adrian hanya tersenyum ketika melihat putri hatinya begitu tak bisa di kondisikan ketika melihat wajah cantiknya
__ADS_1
"kamu ngapain din?"dini menghentikan kegiatan nya ketika dini terus menerus mengarahkan hendpon nya ke arah putri,Adrian semakin tak menentu ketika putri mendekat.
"stop put,aku sedang Vidio call sama ka adrian,dan ka Adrian ingin melihat calon istrinya"seketika tawa bahagia dini pecah di antara kegugupan Adrian dan putri.
"isstt dini nyebelin bangz sih"
"marahnya nanti aja put ini ka Adrian mau bicara sama kamu"
dengan ragu Putri mengambil hendpon dari tangan dini.
deg... tiba-tiba putri tak sanggup melihat wajah laki-laki yang selama ini membuat di kesal,
"Adrian terdiam ketika melihat putri.
"rasa itu kembali hadir dalam hati ini,rasa yang sudah lama hilang"batin Adrian
"ka...emhh ka Adrian mau bicara apa?"
dengan ragu Putri bertanya terlebih dahulu tanpa melihat ke arah adrian.
Adrian yang kaget dengan pertanyaan nya putri kembali menatap nya melalui kamera hendpon.
"terimakasih ya sudah menjaga dini"
"iya" dini yang geram melihat kelakuan kakak dan temannya langsung mengambil alih hendponnya
"kalian kenapa tidak seperti biasa nya sikap kalian seperti ini"
"kakak cape Din,besok kita lanjut ya,kakak istirahat dulu"
"putri hanya diam tak berani menatap ke arah Adrian.
"baiklah kalau begitu,tapi janji besok telpon lagi ya ka.dan usahakan jangan lama-lama."
"iya kakak usahakan"
"dan satu lagi ka,"
"apa lagi"
"sebentar"dini mendekat ke arah putri seolah -olah putri membisikan sesuatu dan kembali ke Adrian..
"kata putri jaga hati ka Adrian,cukup untuk dirinya saja."putri yang mendengar ocehan konyol temannya itu langsung pergi dari dekat dini.sedangkan Adrian hanya tersenyum mendengar ocehan sang adik
"iya kakak jaga hati kakak buat temanmu itu"
dini yang mendengar nya begitu bahagian
"yeyy aku aku akan punya kakak perempuan, terimakasih kakakku sayang"
putri yang mendengar nya hanya diam dan tidak terlalu menanggapi ucapan dini.
__ADS_1