
putri masih sedang merasakan terpaan air hujan yang jatuh ke seluruh tubuhnya sesakali dia memejamkan matanya dan memutarkan tubuh nya sangat menikmati suasana seperti ini.dengan cara ini putri bisa melepaskan kerinduannya kepada sang ibu..
putri membuka jilbab dan memperlihatkan rambut panjang dan indahnya.adrian melihat itu semua.tidak ingin para pelayan melihat keindahan yang putri miliki Adrian menekan tombol dan menutup pintu ,yang menyambungkan ke arah ruang tamu..
putri masih belum menyadari itu semua putri hanya memejamkan matanya dan merasakan air hujan menerpa wajah cantiknya..
Adrian segara bergegas ke taman tanpa untuk menghampiri putri dan menutup kembali rambut indahnya.
crekk..pintu terbuka dan putri masih belum menyadari kehadiran adrian, perlahan Adrian mendekat dengan air hujan yang semakin deras,Adrian takut putri sakit.
"sudah main airnya?" mendengar suaran yang sudah tak asing di telinga nya putri membuka matanya dan betapa terkejutnya putri ketika di hadapannya ada adrian'"
"ka...ka..ad..rian..kenapa ada di sini"dengan gugup putri mencoba bertanya..
adrian yang melihat putri terkejut hanya tersenyum dan memandang wajahnya Adrian kembali menatap putri..bibirnya yang merah begitu menggoda membuat Adrian mendekat
"ka a..Drian mau ngapain"dengan suara bergetar putri mencoba menghindar tapi pergerakan Adrian lebih cepat dari putri
Adrian perlahan menyentuh lembut pipi putri,putri sedikit mundur dengan apa yang Adrian lakukan..
"maaf,"putri berbalik dan ingin segera keluar dari hadapan Adrian, tanpa dia sadari semua pintu sudah tertutup,Adrian meraih tangan putri.
"mau kemana?,"putri hanya tertunduk tanpa bisa menatap tatapan Adrian yang begitu tajam
"saya mau keluar,dan maaf sudah bermain di taman ka adrian"Adrian hanya tersenyum melihat ketakutan putri, benar-benar membuat jantung Adrian semakin berdebar.
"kamu tidak bisa keluar dari sini,jika rambut kamu tidak di tutupi."putri begitu kaget ketika mendengar ucapan Adrian dan dia baru menyadari sebuah kesalahnya,dia melupakan kerudungnya..
tatapan Adrian bertemu dengan putri,putri seakan terhipnotis oleh kedua mata lelaki dingin itu,dan Adrian tidak melewatkan kesempatan itu,Adrian mendekat dan merapatkan tubuhnya ke tubuh putri,tangannya mulai membelai lembut ke arah pipi putri
Adrian mulai membisikan sebuah kata yang membuat putri diam seribu bahasa
"aku tidak ingin orang lain melihat keindahan tubuh mu,karna semua itu hanya milikku"
seakan tak berdaya dengan apa yang Adrian ucapkan putri masih berperang dengan apa yang dia rasakan dinginnya air hujan membuat mereka semakin terlena dengan suasana nya.
"Adrian menarik putri agar lebih dekat,dengan posisi yang dekat putri bisa merasakan nafas Adrian yang begitu hangat,tangan Adrian mulai menyentuh tengkuk putri.dan cup..Adrian mengecup sekilas bibir putri yang dingin
__ADS_1
dengan takut dan kaget dengan apa yang Adrian lakukan putri menatap Adrian penuh dengan pertanyaan,Adrian kembali mendekat dan tanpa se ijin putri Adrian kembali mencium nya.kali ini Adrian tidak sekedar mengecup kilas bibir ranum milik putri,Adrian tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.
Adrian ******* bibir ranum milik putri dengan perlahan,Adrian tahu putri menolak nya dengan cara terus memukul dada bidang adrian,,tapi Adrian sudah terlena dengan manisnya bibir putri
hingga pukulan itu melemah Adrian tidak melepaskan pungutannya,adrian terus ********** menikmati setiap sentuhannya.adrian membuka matanya perlahan melihat putri yang hanya diam tanpa membalas dia tahu jika ini adalah ciuman pertama nya.
putri hanya memejamkan matanya,untuk saat ini hati dan pikirannya sedang tidak seirama.pikiranmya terus menolak sentuhan Adrin,tapi hatinya saat ini menginginkan lebih.
Adrian menghentikan aksinya..melihat putri sangat kesusahan dalam mencari nafas..
"maaf,aku sudah mengambil ciuman pertama mu"
hening..tidak ada lagi obrolan,Adrian melihat putri sangat malu dengan apa yang dia lakukan,Adrian segera mengambil kerudung yang tertinggal dan memakaikannya..
"jangan di buka jika aku tidak mengijinkannya, karena sekarang kamu miliki ku"
deg..putri kembali kaget dengan ucapan Adrian ada apa dengan dirinya yang tiba-tiba seperti ini,putri melihat ke arah Adrian
"saya.. ingin keluar dari sini "dengan suara bergetar putri meminta ijin untuk keluar,tidak baik jika terus menerus bersama Adrian.
Adrian hanya tersenyum melihat tingkah putri jika sudah menjadi istri mungkin saat ini putri sudah habis oleh Adrian
putri berlalu dari hadapan Adrian meninggalkan laki-laki yang sudah mengambil ciuman pertamanya, tanpa menoleh putri pergi dengan rasa yang tak karuan.
Adrian yang melihat kepergian putri hanya tersenyum..Adrian berdiri di depan pintu dan memasukan kedua tangannya ke dalam saku celananya.menatap kepergian sang pujaan hati yang selama beberapa hari ini ia rindukan.
di saat keluar dini melihat putri yang begitu panik dan tergesa-gesa keluar dari taman.
"put,kamu baik-baik saja kan,maafkan aku ya aku tidak tahu kalau ka "
belum sempat dini melanjutkan pembicaraan nya putri sudah memotongnya
"tidak apa-apa Din,aku baik-baik saja,dan aku sudah meminta maaf sama kakakmu,aku ke atas dulu ya dingin Din"
"ehmm baiklah"
dini merasa aneh dengan temannya tidak seperti biasanya dia seserius itu,setelah Kepergian putri dini segera menghampiri kakak ya yang masih berada di taman..kali ini tamannya sudah tidak hujan lagi karena Adrian sudah menutup nya.
__ADS_1
"kakakaaaaaa,"dini sangat senang ketika melihat Adrian dan langsung memeluk nya dengan erat,
"kakak kapan pulang?aku sangat merindukanmu ka"
"kakak pulang lebih cepat karena khawatir dengan adik kakak yang bawel ini"
"bohong..bilang saja kakak kangen sama putri iya kan?"
dini melepaskan pelukannya dan menatap tajam ke arah sang kakak
"kenapa kamu melihat kakak seperti itu"
"ayo bilang kalau kakak kangen kan sama putri?"
"ehmmm iya kakak kangen tapi sama adik kakak"dini sangat kecewa dengan jawaban sang kakak bukan itu yang ingin dia dengar melainkan sebuah pengakuan sang kakak.
"terus apa yang kakak lakukan terhadap putri tadi?kenapa juga kakak main hujan-hujanan?"
Adrian yang mendengar pertanyaan sang adik sangat bingung dan kaget.
"kakak lihat putri sendirian kasihan kan kalau dia sendirian makannya kakak turun dan menegur dia agar tidak main di taman kakak"
"bohong"dini langsung memotong penjelasan sang kakak dini yakin sudah terjadi sesuatu antara sang kakak dan temannya.
"aku keluar tadi itu karena aku melihat kakak di kamar kakak,dan aku bertanya kepada pelayan yang berada di sini.kapan kakak pulang,dan om Leo sudah menceritakan semuanya kanapa kakak pulang lebih cepat dari jadwal sebelumnya dan itu semua karena putri kan?"
Adrian hanya diam dan tersenyum melihat sang adik,mau bagaimana pun dini harus tahu apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya dan putri.
"pintar kamu,kalau begitu tanya sama teman kamu apa yang sudah kakak lakukan terhadapnya"Andrian pergi berlalu meninggalkan dini yang masih bingung dengan ucapan sang kakak
"apa yang ka Adrian lakukan kepada putri? jangan-jangan kakak sudah mengambil ke su..ci.an putri,tidakkkkkkkkk"teriakan dini membuat Adrian kembali menghampirinya.
"berisik bangat,kenapa kamu?"
"kakak harus tanggung jawab dan menikahi putri saat ini juga"
"ehmm cuci otak kamu sana biar bersih,kakak tidak serendah itu din,sana temui calon kakak iparmu tanyakan kebenaran nya"
__ADS_1
sekali lagi Andrian meninggal kan dini dengan penuh tanda tanya.ada rasa bahagia tapi ada rasa takut,bahagia sang kakak sudah menerima putri,dan rasa takut,takut sang kakak melakukan yang tidak-tidak terhadap putri,
dini bergegas ke kamarnya dan mencari keberadaan putri.