
"ya ampun kalian sangat cocok,iya kan om Leo kakak sangat cocok dengan putri?"
Adrian tidak habis pikir dengan apa yang adiknya pikirkan,sempet-sempatnya dia memotret Adrian dan putri,Adrian sekilas melihat ke arah putri,putri hanya tertunduk malu dengan apa yang dini lakukan.
"dini tidak baik seperti,kasihan kan teman kamu,kalau kamu berbuat seperti itu lagi jangan harap kakak akan kasih kamu uang jajan"
"jangan dong ka,nanti aku kurus kalau tidak dapat uang jajan,lagian putri juga tidak marah ko"
"itu menurut kamu,"putri melihat ke arah Adrian baru kali ini putri berbicara tegas kepada dini
"tidak apa-apa om,saya baik-baik saja,biarkan saja dini melakukan apa yang dia suka,yang penting dia bahagia" perkataan putri yang di arahkan kepada dini penuh kata tekanan.membuat dini tersenyum terpaksa.
mereka pun sampai di sekolah,
"sampai...kak aku belajar dulu ya"
"ehm,belajar yang benar jangan cuma jajan doang Din,"
"iya kakakkkkkk"
sebelum turun dini mencium tangan Adrian,dan di ikuti oleh putri
"makasih ya om sudah mengantarkan kami,dan maaf jika merepotkan"
"hmm"
dini sudah berada di luar sedangkan putri baru akan membuka pintu mobil,ketika putri hendak membuka nya Adrian tiba-tiba menahan tangan putri,putri yang di sentuh secara tiba-tiba oleh pria sangat terkejut dan takut,
"om ma...af"dengan suara bergetar putri mencoba melepaskan genggaman Adrian,Adrian yang menyadari kesalahannya langsung melepaskan tangan putri.
"ma..maaf,aku tidak sengaja,aku hanya mau bicara tolong jangan dengarkan kata dini tadi,"
putri hanya diam dan langsung membuka pintu mobil..
"lama banget sih put,di apain kamu sama ka Adrian,?dan ingat ya ka,kakak dan putri belum halal."
__ADS_1
putri yang mendengar perkataan dini langsung menarik dini masuk ke sekolah,saat ini wajah putri benar-benar merah oleh kata-kata dini.seolah-olah putri dan Adrian sudah melakukan sesuatu.
"put..tunggu ka Adrian belum memberikan penjelasan nya"putri hanya diam dan berlalu meninggalkan dini.
"putri kamu marah ya,?putri..."putri terus saja berjalan tanpa menghiraukan panggilan dini.
"putri maafin aku"putri yang melihat dini meminta maaf tidak tega ketika melihat permintaan maaf yang tulus dari dini.putri tersenyum melihat dini yang begitu bersalah,
"aku sudah memaafkan kamu Din,tapi jangan seperti itu lagi ketika di hadapan kakak mu,aku malu dini"dini yang mendengar penjelasan putri langsung memeluk putri begitu erat.
"terima kasih kakak ipar ku yang paling baik sudah mau memaafkan adik iparmu yang cantik ini,aku janji tidak akan seperti itu lagi,itu pun kalau aku tidak lupa,"heheheh
"susah memang bicara sama tembok"dini dan putri pun tertawa bersama..sampai kelas pun dini masih membahas kakaknya..dia menceritakan bagaimana sang kakak sampai mencintai perempuan jahat itu..putri hanya diam tanpa merespon ucapan dini.
"put kamu dengar ga sih apa yang aku ceritakan?"
"dengar dini telingan ku masih normal"
"terus kenapa kamu diam saja,apa jangan-jangan kamu cemburu ya mendengar ka Adrian sangat mencintai elisa?"
"idihh amit-amit,,aku diam karena males membahas kakak mu yang dingin itu,dan semua yang kamu ceritakan bukan urusanku,paham kamu din?"
"paham apanya yang paham kamu din?"
"paham kalau kamu sedang cemburu"hahahahah
lagi-lagi dini membuat putri kesal Dangan apa yang dia ucapkan
percuma bicara dengan dini dia tidak akan menyerah sebelum apa yang dia ingin kan berhasil
jam istirahat pun tiba.dini dan putri pergi ke kantin,tapi sebelum ke kantin dini melihat Leo berjalan ke arah mereka
"om Leo,ngapain dia kesini"batin dini
melihat dini begitu kesal putri mengikuti kemana dini melihat.perlahan putri menyentuh tangan dini dengan lembut untuk memberikan ketenangan.
__ADS_1
"kamu baik-baik saja kan Din?"dini tidak menjawab terlihat jelas dari wajah dini,yang berubah menjadi dingin ketika Leo datang dan menghampiri mereka,
"ada apa om Leo kesini?"
"maaf non,saya hanya ingin menyampaikan pesan tuan adrian,jika tuan hari ini akan keluar kota untuk urusan bisnis."
"bukan kah itu sudah biasa,dan biasanya juga kakak akan menelpon ku jika dia pergi"
"maaf non,saya kesini mau bicara dengan non putri,"putri yang mendengar di sebut namanya begitu.kaget hingga tersedak.minuman yang dia minum.
"ukh.ukh..ukh.."
"pelan-pelan put"
"apa yang mau om Leo bicarakan sama saya,?"
"saya hanya menyampaikan pesan dari tuan Adrian,jika tuan Adrian menitipkan dini kepada non putri selama satu Minggu kedepan,dan tuan Adrian meminta anda untuk tinggal sementara di rumahnya."
"putri yang mendengar pesan dari Adrian tidak bisa lagi bicara,kenapa juga dia harus berlebihan seperti ini,tanpa di suruh pun putri akan menemani dini,toh tiga hari lagi mereka akan menghadapi ujian akhir sekolah.dini.yang melihat putri kesal dengan pesan ka adrian.langsung tertawa
"hahahaha calon suami nya sudah memerintah jadi harus di laksanakan,"
"iih diam kamu Din,kakak sama adiknya menyebalkan"
"baiklah saya permisi,saya harap anda melaksanakan pesan tuan Adrian."
"eehh tunggu,sampaikan pada tuan anda,saya tidak akan menemani adiknya"
"jangan di dengar,dia hanya pura-pura sana pergi"
"dini...tolong jangan seperti itu,kalau aku satu Minggu dengan mu terus bagaimana dengan adik ku ehmm"?
"gampang bawa saja Rifki bersama mu"putri hanya diam mendengar jawaban dari dini,mengapa dia selalu membuatnya mudah,dan putri sangat tidak bisa ketika menolak keinginan dini..
"bagaimana put kamu setuju kan?"
__ADS_1
"ehmm nanti akan aku pikirkan"putri berlalu tanpa melihat ke arah dini.
.