Istri Polos Tuan Zen

Istri Polos Tuan Zen
Lugu dan Gampang di Manfaatkan


__ADS_3

"Bagaimana menurutmu tentangnya?" tanya Zen pada Sam sekertarisnya yang sedang mengemudi.


"Apa yang Tuan maksud, Elena?" Tampaknya sekertaris Sam bingung.


"Elena? Apa gadis polos tadi? Kalau benar, ya dia." Zen berkata terbilang santai.


'Suami macam apa ini? Nama calon istrinya saja tidak tau,' batin sekertaris Sam.


"Aku tau Sam, kau sedang membicarakanku dalam pikiranmu," ujar Zen.


Sekertaris Sam tidak terkejut lagi, karena Zen memang selalu bisa menebak apa yang dipikirkan orang tentangnya. Entah itu hanya tebakannya saja, atau pun karangan. Namun, kebanyakan selalu tepat sasaran.


"Maaf, Tuan. Menurut saya, Elena adalah gadis yang lugu, polos dan gampang dimanfaatkan." Sekertaris Sam memang sangat terang-terangan dalam menilai orang. Ia tidak memandang tinggi rendahnya seseorang itu.


Ungkapan sekertaris Sam, membuat Zen menyunggingkan senyum miring. Sekertarisnya itu memang tidak pernah salah dalam menilai.

__ADS_1


"Ya, dia memang gampang dimanfaatkan. Dan sebentar lagi, dia akan menjadi mainan lugu pertamaku. Ya, seharusnya ia tidak membosankan dan mengecewakan, karena jika ia, dengan berat hati aku harus meratahkan perusahaan yang tua bangka itu bangga-banggakan." Pria itu mengeluarkan seringaian mengerikan. Dan sialnya, malah menambah kadar ketampananya.


Entah apa yang sedang ia rencanakan dalam otaknya untuk sang gadis polos.


Sekertaris Sam hanya bisa diam. Ia tidak tau akan bereaksi seperti apa. Ia hanya bisa mendoakan gadis lugu itu agar tidak selalu menangis akibat permainan tuannya.


***


"Ayah! Ayah kenapa? Wajah ayah pucat! Ayah sakit?!" Gadis yang tadinya sangat antusias ingin mengetahui apa itu menikah, menjadi panik setelah kepergian penyebab ayahnya pucat walau ia tidak menyadari.


"Tidak, Lena. Ayah tidak sakit, hanya kelelahan sedikit. Lena tidak perlu khawatir, hm?" Pria paruh baya bernama Anthony Deandra, berusaha menyembunyikan penyebab yang sebenarnya terjadi, dengan pura-pura kelelahan dan memanggil nama kecil anaknya itu.


Elena akhirnya bisa mentralkan wajah dan pernapasannya. Dan dalam sekejap, matanya berbinar. "Ayah! Menikah itu sebenarnya apa?"


Anthony membeku. Tidak bisa berkata apa-apa. Tidak mungkin ia memberitau yang sebenarnya. Karena jika Elena tau, pasti semuanya tidak akan berjalan lancar, dan ia akan jatuh miskin.

__ADS_1


Tidak, ia tidak mau sampai itu terjadi. Ia memang menyayangi Elena, tapi untuk saat ini, ia juga tidak ingin kehilangan perusahaannya.


"Ayah! Kenapa hanya diam?" Suara cukup keras Elena, cukup menyadarkan Anthony dari lamunannya.


Tidak tau menjawab apa, Anthony segera beralasan. "Akh! Maaf Lena, ayah tidak bisa memberitau sekarang, kepala ayah sangat sakit. Em, Tuan Zen 'kan sudah janji akan memberitau apa itu menikah, Lena tunggu saja, ya?"


"Tapi—"


"Menyenangkan! Ya, menikah itu menyenangkan. Itu salah satunya yang ayah tau. Sudah, hm? Ayah akan ke kamar."


Gadis itu mendesah kecewa karena hanya tau sedikit saja, tetapi tak urung bahwa ia cukup senang, bahwa menikah itu menyenangkan. Ia jadi tidak sabar untuk mengetahui lebih banyak lagi dari tuan Zen, karena kedengarannya memang sangat menyenangkan.


_____


Jika banyak yang suka, akan diupdate satu part setiap hari. Jika tidak, akan random update. Jangan lupa tinggalkan komentar, ya!

__ADS_1


__ADS_2