Istri Polos Tuan Zen

Istri Polos Tuan Zen
Riwayat Penyakit


__ADS_3

"Cari map warna hitam dan bawa ke kantorku sekarang," titah Zen tanpa menjawab pertanyaan Elena.


"Apa ini Tuan Zen?" tanya Elena yang masih bingung.


Pertanyaan Elena membuat Zen memutar bola mata malas. "Apa baru satu jam tidak bertemu kau sudah melupakan suaraku? Ck, yang benar saja."


"Tidak, tapi suara Tuan Zen berbeda. Ada apa Tuan?" Elena memang begitu, ia sangat sopan jika berbicara, tetapi jika jiwa kepolosannya mengambil alih, habislah sudah.


"Masih bertanya lagi? Apa kau tidak dengar apa yang kukatakan tadi?" Zen kembali mendengus kasar.


"Oh, map hitam, ya? Tapi kaki Elena masih sakit, tidak bisa berjalan terlalu lama. Apa tidak bisa diantar ojek online saja?" Elena bernegoisasi. Ia memang sudah bisa berjalan, tetapi itu pun setengah pincang dan tidak bisa terlalu lama.


"Tidak, tidak! Enak saja pakai ojek online, itu berkas penting!" Sebenarnya bisa saja diantarkan ojek online. Namun, Zen ingin bermain-main dengan gadis polosnya.


"Tapi—"


"Kau ingat apa kata orang yang telah menikahkan kita?" tanya Zen memotong perkataan Elena.


"Zen Bagaskara, aku mengambil engkau menjadi seorang suamiku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai—"


"Jangan semuanya, bodoh!" Oke, rasanya Zen ingin membungkam bibir ranum Elena dengan ganas sekarang juga.

__ADS_1


"Tapi, Tuan Zen 'kan tadi bertanya apa Elena ingat atau tidak. Karena Elena masih ingat, makanya Elena kasih tau tadi. Apa Elena salah?"


Fine! Kali ini Zen tidak akan menahan lagi! Jika gadis itu telah sampai di sini, Zen akan benar-benar membungkam bibirnya dengan ganas. Tidak, tidak hanya ganas, tetapi sampai kehabisan napas!


"Kau, kau jangan memancing emosiku." Zen menutup matanya dan menarik napas panjang. "Intinya, kau segera datang ke sini sekarang ini juga, dan jangan membantah," lanjut Zen, yang kembali dapat menahan emosinya.


Ia memang gampang terpancing emosi, tetapi sebelum ia meledak, ia sudah dapat kembali menetralkan pikirannya dan hal buruk tidak akan terjadi. Namun, jika ia sudah benar-benar tidak dapat menahannya, habislah sudah.


Berbeda dengan sekertaris Sam. Walaupun terlihat tenang seperti air, tetapi jika sudah meledak, ia akan menjadi seperti Zen. Bahkan, mungkin melebihi Zen sedikit. Jangan pernah tertipu dengan pembawaannya yang tenang.


Di sisi lain, seorang gadis dengan map hitam di tangan, berjalan pincang dibantu kedua orang pembantu wanita menuju luar tempat supir Zen menunggu.


***


Sekertaris Sam yang sudah mengerti maksud dari tatapan tuannya, segera membuka pintu. Namun, alangkah terkejutnya ia saat seorang gadis langsung menjatuhkan tubuh pada dirinya.


Sigap, ia langsung menahan tubuh sang gadis dan merebahkannya ke atas sofa panjang yang berada dalam ruangan tuannya.


"Sam, siapa itu?" tanya Zen bingung kala melihat sekertarisnya merebahkan seorang gadis ke atas sofa.


"Nona muda, Tuan."

__ADS_1


Mendengar nama yang disebutkan sekertaris Sam, Zen bangkit dari kursi kebesarannya dan menuju ke tempat istrinya berada.


"Kenapa ia bisa begini?" Zen bertanya dengan santai.


'Masih bertanya? Ini ulah kau, Tuan,' batin sekertaris Sam.


"Dalam riwayat Nona muda yang telah saya baca, Nona muda mempunyai riwayat penyakit asma atau bisa dibilang sesak napas. Nona muda akan mengalami hal tersebut jika terlalu kelelahan atau jika sedang sakit tubuhnya dipaksa untuk bekerja. Mungkin itu penyebabnya," jelas sekertaris Sam panjang lebar.


"Shit! Tapi bagaimana bisa dia kelelahan? Dia 'kan hanya berjalan dari kamarnya ke mobil dan dari loby sampai ke sini, tidak mungkin tubuhnya selemah itu." Zen tertawa dalam hati jika Elena selemah itu.


"Tetapi, Nona sedang cidera kaki dan dipaksakan berjalan," ujar sekertaris Sam.


Zen tertegun mendengarnya. Tapi, Elena hanya berjalan sedikit saja, dan ia tau jika Elena tidak selemah itu.


"Oh, ya. Lift umum dan eskalator sedang dalam perbaikan karena pemadaman listrik kemarin. Jadi pekerja hanya bisa melewati tangga darurat saja ataupun eskalator tidak berjalan."


Damn! Ia benar-benar akan mengutuk dirinya ketika mendengar pernyataan sekertaris Sam.


_____


Sesuai janji, akan update satu part lagi setelah tadi siang update meskipun belum banyak adegan Zen dan Elena.

__ADS_1


Ayo dikomen, supaya semangat buat ngetik ceritanya! Dan kalau komen rame, suka crazy update, lho!


__ADS_2