Istri Polos Tuan Zen

Istri Polos Tuan Zen
Lelah


__ADS_3

Tubuh Elena ambruk setelah hampir satu jam, Zen yang sekarang telah berstatus sebagai suaminya mengenalkan ia pada kolega-kolega bisnisnya—Zen yang tidak habis-habis.


Ya, dua jam lalu mereka telah resmi sebagai sepasang suami istri. Pesta dibuat semewah mungkin, beribu-ribu orang hadir. Dan tentunya sebagian dari mereka adalah penjilat.


Salah satunya, Anthony Deandra, ayah dari Elena. Ayah gadis itu dengan bangga memperkenalkan menantunya—Zen pada kolega-kolega bisnisnya yang hadir.


Kesombongan Anthony, membuat Zen geram. Sekertaris Sam yang mengetahui tuannya kesal, langsung menegur Anthony hingga pria paruh baya itu tak berkutik.


Sekarang, di sinilah Elena. Di hotel tempat pesta resepsi dilangsungkan, terkapar tak berdaya dengan masih menggunakan baju pesta dan kaki sedikit memar.


Sebenarnya pesta masih berlangsung, tetapi melihat Elena yang tampaknya sudah letih dan selalu meringis kesakitan, sekertaris Sam menyarankan tuannya untuk membawa Elena beristirahat di kamar hotel.


Perlu waktu sedkit lama, untuk Zen menyetujui saran sekertaris Sam. Hanya mengantarnya saja, setelah itu Zen balik ke pesta untuk membicarakan bisnis dengan koleganya. Perlu diketahui, Zen adalah tipikal orang yang gila kerja.


Bahkan untuk makan siang pun, jika sekertaris Sam tidak mengingatkan, Zen akan melewatkan makan siang dan terus bekerja. Maka dari itu, sekertaris Sam sangat berarti bagi Zen. Zen tidak hanya menganggapnya sebagai sekertaris semata, tapi juga sebagai saudaranya.


Ceklek!

__ADS_1


Suara langkah kaki terdengar saat pintu terbuka. Zen, pria itu masuk dengan wajah yang terlihat letih, tetapi masih dengan raut dan tatapan datar. Ia berjalan mendekati Elena.


"Ck, gadis ini sengaja menggodaku atau apa." Zen berdecak sembari membenarkan gaun Elena yang tersingkap hingga memperlihatkan paha mulusnya. Walaupun Elena masih belia, tetapi badannya berisi dan bisa dikatakan body goals.


Zen mengelus-elus lembut pipi Elena lalu terkekeh geli. "Sepertinya kau benar-benar kelelahan. Bagaimana kau akan menghadapi permainanku, jika cepat lelah seperti ini, yang ada nanti kau menangis." Senyum tipis, bahkan hampir tak terlihat terbit di wajahnya.


Selang beberapa menit Zen menatap Elena, ia berjalan menuju balkon dan menghubungi sekertaris Sam. Tidak membutuhkan waktu lama, Zen langsung terhubung dengan sekertaris Sam.


"Selamat malam. Apa ada yang Tuan butuhkan?" tanya sekertaris Sam yang berada di sebrang sana.


"Tidak, tidak. Malam ini, tidurlah di kamar yang biasa kau gunakan. Aku akan menginap di sini. Sepertinya gadis polos itu benar-benar kelelahan." Sekertaris Sam sedikit terkejut mendengar perkataan Zen yang sepertinya khawatir pada Elena. Namun, ia tidak mau terlalu berharap, tuannya itu tidak terduga.


Nah! Tepat sasaran. Tidak mungkin tuannya perduli pada seseorang. Apalagi wanita. Mungkin yang pernah menjadi pasangannya, Zen selalu memanjakan dengan membelikan barang-barang mahal.


Itu tidak masalah baginya, selama wanita itu dapat menyenangkannya, kenapa tidak? Namun, jangan harap untuk mendapatkan cinta dan kepeduliannya.


"Baik, Tuan. Ada lagi yang Tuan butuhkan?" tanya sekertaris Sam.

__ADS_1


Zen berpikir keras sebelum menjawab. "Ah, besok pagi, tolong bawakan obat memar."


Seketika, sekertaris Sam panik. "Apa kaki Tuan memar? Perlu saya panggilkan dokter seka—"


"Calm down. Bukan aku yang butuh, tapi si polos itu." Zen memutar matanya malas, mendengar ke-overprotektif-an sekertaris Sam.


"Baik, Tuan. Ada lagi?" Suara sekertaris Sam, netral kembali.


"Tidak, kau tidurlah. Aku tutup." Zen langsung menutup sambungan telepon dan kembali masuk.


Zen merasa tubuhnya sangat lengket dan memutuskan untuk mandi. Selang beberapa saat, Zen keluar dengan kaos polos hitam dan celana rumahan yang menggantung indah pada pinggangnya.


Ia meneliti ranjang, mencari tempat untuk dirinya beristirahat. Namun, dilihatnya Elena tidur tidak beraturan dan hampir menggunakan seluruh ranjang, Zen mendekat menatap wajah cantik Elena.


"Kau berhutang padaku," ujarnya datar sebelum berlalu memutuskan untuk bercinta dengan berkas-berkasnya.


_____

__ADS_1


Hai! Sesuai janji, IPTZ update hari ini! Ayo ramaikan komen biar cepat update!


__ADS_2