Istri Rahasia Sang Badboy

Istri Rahasia Sang Badboy
Kamu Hamil?


__ADS_3

Ini sudah hari Senin dan Nadira tidak sekolah sejak hari Jum'at.


"Nadira Putri, apa dia nggak masuk hari ini?" absen Pak Haryono di depan kelas pagi ini.


"Kabarnya sakit, Pak."


"Sakit kenapa ya? Padahal karya tulis Nadira itu yang terpilih buat dipresentasikan! Karya tulisnya adalah yang mendapat nilai tertinggi dari semua karya tulis yang bapak kumpulkan!" kata Haryono agak heran dan juga menyayangkan.


Tapi memang Nadira tak bisa sekolah sebab gejala Morning sickness-nya semakin parah. Nadira tak ingin orang-orang curiga kalau nanti tiba-tiba dia muntah-muntah atau pingsan di sekolah. Alamat ketahuan kalau saat ini dia sedang hamil.


*


*


Nadira dan Galang sudah sepakat untuk menyimpan rahasia kehamilan Nadira sambil memikirkan solusi untuk ke depannya nanti.


Nadira sudah tak masuk sekolah berhari-hari karena memang dia mengalami Morning sickness yang sangat parah. Beruntung Galang menebus dosa-dosanya dengan merawat adiknya dengan full service.


"Ayo dong, kamu harus makan, Nad! Mau makan apa sih? Sumpah akan kakak jabanin, apa pun yang mau kamu makan!" bujuk Galang. Galang sangat cemas dengan kondisi adiknya.


Nadira tak tahu. Tak ada sesuatu pun yang terlintas dalam hasratnya.


"Nad ...."


"Mau seblak," jawab Nadira secara spontan.


"Yah, kok seblak? Jangan seblak dong, makanan yang berat-berat dong! Yang ada karbohidratnya, biar kamu bertenaga! Nggak kayak orang sakit begini," kata Galang.


"Aku kan emang sakit!" protes Nadira.


"Iya iya kamu sakit, tapi makan nasi dulu ya, habis itu boleh deh jajan seblak," kata Galang, dia benar-benar berusaha sabar membujuk adiknya agar mau makan.


"Ya udah, mau nasi goreng seafood, potongan udangnya banyakin."


"Ya udah, tungguin sini, Kakak beliin sekarang!"


"Tapi nggak mau dibungkus, aku mau makan di tempat!"


"Ini udah malem, Nad. Entar malah tambah masuk angin kan makin repot! Udah tungguin aja!"


"Ya udah nggak usah. Aku maunya makan di tempatnya langsung kok!" protes Nadira lagi.

__ADS_1


Galang mengelus dada dan dia mencoba mengerti kalau keinginan adiknya harus dia penuhi dari pada Nadira mogok makan lagi.


"Ya udah, pake celana panjang pake hoodie!"


Nadira memaksakan diri untuk bangun dari pembaringan, mumpung Kakaknya yang brengsek sedang menjadi kakak yang budiman, Nadira pun tak ingin melewatkan kesempatan itu.


"Tapi aku mau ditraktir sama Kak Galang!" Nadira memberi syarat lagi.


"Iya iya, Kakak bela-belain nggak beli rokok hari ini biar bisa jajanin kamu! Cepetan lah!"


Baru kali ini Nadira bisa agak cekikikan lagi. Lucu saja rasanya mengerjai Kakaknya yang menyebalkan. Tapi sekarang Nadira percaya kalau Galang memang sedang menyesali perbuatannya.


"Ya udah, tungguin, mau cuci muka dulu." Nadira berjalan agak gontai menuju kamar mandi.


Galang pun menunggu dengan sabar.


*


*


Arash masih menahan diri.


Sebenarnya Arash tak tahan ingin menemui Nadira dan menanyakan soal keadaannya. Tapi Arash gengsi dan masih sebal dengan sikap sok jual mahal yang Nadira tunjukkan selama ini.


Tadinya Arash ingin menerobos lampu merah di persimpangan seperti biasanya, tapi fokusnya teralihkan saat dia mengenali motor Galang yang sedang membonceng sesosok perempuan. Dari belakang Arash tak tahu kalau itu Nadira.


Gruuuung gruung gruuung! Arash sengaja memprovokasi dengan menggeber mesin motornya sampai dia berhenti tepat di samping motor Galang.


"Aaah, kenapa harus ketemu sih?" sesalkan Nadira lalu Nadira berpaling menghindari Arash.


Tapi Arash sudah terlanjur mengenali itu Nadira, Arash pun merasa senang karena baru saja Arash melamunkannya.


"Whoa, adek kakak ternyata," kata Arash menyapa.


"Eh lo, Rash." Galang juga cukup kaget melihat Arash.


"Akur banget!"


Galang menoleh ke belakang kepada Nadira dan melihat wajah sebal adiknya, Galang mengerti kalau Nadira memang sedang tak ingin berhadapan dengan Arash.


"Lo sendirian aja, Rash? Yang lain mana?" tanya Galang basa-basi. Walau Galang bukan anggota resmi The Thunder, tapi Galang cukup segan dengan Arash.

__ADS_1


"Hey, Nad! Kita ini saling kenal, aku ini mantan suami kamu! Jadi mau gitu aja? Bersikap seolah kita nggak pernah kenal?" tegur Arash pada Nadira.


Galang jadi canggung, 'Sebenarnya urusan kalian belum selesai, malahan lo udah ninggalin benih di rahim adek gue, Rash!' Sayangnya Galang bicara itu hanya sebatas di dalam hati saja.


"Hey, Nadira!" Arash semakin kesal.


Nadira akhirnya melirik ke arah Arash dan wajah Nadira adalah yang paling Arash kangenin belakangan ini walau dia tak pernah mengakui. Semakin Nadira bersikap judes, Arash malah semakin gemas.


Dan beruntung lampu sudah hijau, jadi Nadira merasa tak perlu menjawab Arash.


"Jalan, Kak." pinta Nadira sambil menepuk pundak Galang.


"Rash, duluan yaa!" pamit Galang yang jalan lebih dulu. Tentu saja Arash tak diam saja, Arash pun mengikuti pada akhirnya. Arash tak ngebut lagi dan tak ingin kehilangan jejak Galang dan Nadira.


"Iih, ngapain sih pake ngikutin ...." gerutu Nadira kesal.


"Nad!" Galang menoleh lalu agak berseru.


"Apa? Tukang nasi gorengnya di mana sih? Kok sampai harus nyari di daerah sini?! Kan jadi ketemu sama orang itu!" Nadira masih menggerutu.


"Kalo mau yang enak yang seafood ya emang ada di jalan ini! Noh, di situ!"


Akhirnya mereka sampai dan Nadira sudah tak mood lagi sebab Arash terus mengekor padanya.


"Kalo mau yang enak, murah, isiannya banyak, ya cuma di sini," kata Galang lalu membiarkan adiknya untuk turun dengan hati-hati.


"Dia ngikutin! Jadi males makannya!" bisik Nadira dengan wajah cemberut, apa lagi Arash kembali merapat mendekat ke arahnya.


"Kalo kita menghindar, nggak enak juga, Nad. Dia pasti bakal murka, bakalan ngejar! Udah, santai aja! Kalo perlu, sekalian kita obrolin masalah kalian sekarang di sini!"


"No!" cegah Nadira dengan suara yang keras.


"Lho, Rash. Lo ke sini juga ternyata?" tanya Galang pura-pura baru menyadari.


"Jujur aja, gue masih ada keperluan sama adek lo yang sok jual mahal ini! Ada masalah penting yang perlu gue bicarakan sama dia! So, karena kita ketemu di sini, ya udah, kita bicarakan di sini aja!" dalih Arash.


"Oh, ya udah, tapi biarin adek gue makan dulu ya! Dia susah makan belakangan ini, malam ini tiba-tiba pengen makan di sini," kata Galang malah sengaja memberi spoiler kecil kalau Nadira juga mengalami morning sickness seperti yang Arash alami.


Arash menatap tajam pada Nadira yang tak ingin banyak bicara.


"Kamu hamil?"

__ADS_1


Nadira terbeliak kaget dengan pertanyaan Arash.


__ADS_2