
Sebelum menceritakan semua hal tentang Ivy Lee pada ayahnya. Haikal membayangkan wajah gadis itu, sedetik kemudian dia tersenyum. Semua itu tak luput dari penglihatan pak Agung, ayahnya.
"Haikal memiliki teman baru di sekolah, dia seorang gadis yang penakut, namanya Ivy Lee. Dia keturunan Cindo (Cina Indonesia). Wajahnya cantik, kulitnya putih, dan dia sangat pintar dalam hal pelajaran. Dia memiliki indra keenam sepertiku, yah. Hanya saja dia penakut, beda denganku yang sangat pemberani."
Pak Agung masih mendengarkan cerita Putra bungsunya tentang Ivy Lee. Beliau belum paham karena itu beliau hanya diam dan terus menunggu cerita lanjutan dari putranya.
"Dia sangat penakut, dia merasa terganggu dengan kehadiran makhluk-makhluk halus yang bisa dia lihat. Sampai-sampai dia sering pindah sekolah hingga lebih dari 5 kali. Semua itu hanya untuk menghindari roh-roh halus yang mengganggunya.
"lantas, apa tujuanmu ke sini, nak?" tanya Pak Agung pada putranya.
Haikal mengingat perjanjian Ivy Lee dengan hantu Sekar. Jujur saja dia sangat mengkhawatirkannya, karena sebagai gadis penakut bagaimana dia membantu hantu Sekar yang jelas-jelas alam mereka berbeda. Haikal saja yang memiliki keberanian tak mau membantu hantu Sekar.
"Dia terus mendapat teror dari hantu Sekar, arwah gentayangan di sekolah kami. Lebih anehnya, wajah mereka sangat mirip bagai pinang dibelah dua. Yang membedakannya adalah wajah hantu Sekar sebagian hancur. Menurut ayah, Apakah temanku itu termasuk reinkarnasi dari hantu Sekar?"
Haikal memandang ayahnya berharap ayahnya mau menjawab pertanyaannya. Ayahnya lebih paham darinya soal Dunia Lain.
"Apakah kamu memiliki fotonya? Ayah ingin melihat wajah temanmu itu!!"
"Ada, yah. Sebentar Haikal cari di galeri handphone Haikal!!"
Setelah menemukan foto yang dia cari, Haikal langsung memperlihatkannya pada ayahnya. Pak Agung langsung memperhatikan wajah Ivy Lee, lalu membaca aura dari gadis tersebut.
Pak Agung memejamkan matanya. Nampaknya beliau sedang menembus pada kejadian beberapa tahun silam.
"Gadis itu bukan termasuk reinkarnasi dari hantu Sekar. Hanya saja wajahnya saja yang mirip tapi bukan termasuk dalam reinkarnasi. Kebetulan wajahnya mirip dengan hantu Sekar. Ditambah lagi Gadis itu bisa melihat wujud hantu Sekar. Hantu itu seperti mendapatkan kesempatannya kembali untuk mengulang masa lalunya. Dia masih penasaran bagaimana dia bisa mati dan berharap temanmu itu mau membantunya memecahkan misteri kematiannya.
__ADS_1
"Bagaimana dia bisa membantu sedangkan dia sendiri penakut?"
Pak Agung tersenyum menatap putranya. Beliau mengembalikan handphone milik Haikal setelah selesai melihat wajah Ivy Lee.
"Kau jangan meremehkannya, walaupun dia itu penakut, dia memiliki kekuatan tersembunyi. Dan kau, kau yang akan membantunya, nak!!"
"Kenapa aku, yah? maksud ayah aku harus terlibat untuk membantu hantu itu?"
"Bukan membantu hantu itu, Haikal. Tapi kau harus membantu temanmu itu. Jika kau tidak mau membantu temanmu itu, maka takdir buruk akan menimpa temanmu itu. Bisa saja dia terjebak di alam gaib dan tidak bisa kembali lagi ke alam manusia."
"Dengan cara apa aku harus menolongnya, ayah? Bahkan aku sendiri tidak tahu caranya. Aku sendiri tidak yakin ilmuku mampu untuk menembus Dunia Lain!!"
Pak Agung berdiri, beranjak dari duduknya. Sepertinya beliau ingin mengambil sesuatu.
"Tunggulah sebentar, jangan pulang dulu. Makan siang dengan yang lainnya, Kau pasti belum sempat Makan siang. Ayah akan menyiapkan sesuatu untukmu dan temanmu!!"
Sambil menunggu ayahnya, Haikal berjalan menuju asrama murid-murid ayahnya. Di sana nampak anak-anak seusianya sedang menikmati makan siangnya.
Di padepokan milik ayahnya selain melatih beladiri, di padepokan itu juga menyiapkan sekolah khusus bagi para murid yang menimba ilmu di sana. Tapi anehnya Haikal yang jelek-jelas putra dari pemilik Padepokan itu malah memilih bersekolah di sekolah umum.
Padepokan milik ayahnya sangat besar dan luas.bahkan padepokan itu juga sangat terkenal. Banyak murid dari kota lain menimba ilmu di sana. Kebanyakan dari mereka lulus dengan nilai terbaik dan menjadi orang-orang sukses.
"Selamat siang semuanya!!" sapa Haikal pada murid-murid ayahnya.
"Eh, Mas Haikal. Tumben ke sini, Mas? ayo bergabung makan siang bersama kami. Pasti Mas Haikal belum makan siang!!" tawar Bapak asrama di sana yang bernama Pak Hadi.
__ADS_1
"Terima kasih Pak!! ucap Haikal.
"Ini Mas nasinya. Mas Haikal ambil sendiri lauknya yang mas Haikal suka, ya!!" tiba-tiba Pak Hadi sudah menyodorkan piring berisi nasi. Haikal tidak bisa menolaknya, takut beliau tersinggung. Akhirnya mau tidak mau Haikal makan siang bersama murid-murid yang lain.
Padepokan milik ayahnya sangat bersih. Bersih di sini dalam arti bersih tidak ada makhluk-makhluk halus yang tinggal di padepokan.
Pada dasarnya makhluk-makhluk halus sangat menyukai tempat-tempat yang kotor. Seperti halnya tempat-tempat yang sering digunakan berbuat hal yang maksiat, mabuk-mabukan dan lain sebagainya.
Tempat yang memiliki residual energi negatif juga bisa disebut dengan tempat angker. Yang dimaksud tempat yang memiliki residual energi negatif di sini adalah tempat-tempat yang pernah digunakan untuk misalnya pembunuhan, pemerkosaan, penganiayaan yang penuh dengan kesedihan tangisan dan lain sebagainya.
Padepokan Agung itu sengaja dibangun sangat unik. Selain unik tempatnya bersih di sana juga sangat suci. Di sana wajib menjaga kebersihan. Wajib menjalankan ibadah, sholat lima waktu dan shalat Sunnah lainnya. Tak lupa setiap hari selalu ada bacaan Alquran setiap selesai shalat magrib.
Dilarang memendam kebencian dengan sesama teman. Hati para murid di sana harus benar-benar bersih. Tidak sembarangan murid bisa masuk di padepokan itu. Sebelum menerima mereka, Pak Agung membaca pikiran setiap murid yang mendaftar di sana. Oleh karena itu tempat itu sangat suci. Suci yang menempati dan suci yang ditempati.
Meskipun Haikal tidak sekolah di sana tapi dia bisa menjaga pergaulannya dan menjaga hatinya. Makanya dia sangat disegani oleh teman-temannya dan juga para gurunya.
"Tambah lagi Mas lauknya. Kenapa harus terburu-buru? Padahal yang lainnya belum selesai makan!!" tawar Pak Hadi.
"Tidak Pak, Terima kasih. Ini sudah cukup, saya mau menemui ayah saya kembali. Terima kasih atas makan siangnya, Pak. Yang lainnya Selamat menikmati!!" ucap Haikal mencuci piringnya lalu kembali lagi menemui Ayahnya.
Nampaknya Pak Agung sudah keluar dari ruangannya. Terlihat beliau berdiri di ambang pintu dan tangannya melambai-lambai, meminta putranya untuk menemuinya.
Haikal bergegas menemui ayahnya kembali. Dia penasaran, apa yang ayahnya akan berikan padanya dan juga Ivy Lee. Sepertinya bukan hal yang biasa, sampai-sampai ayahnya harus masuk ke ruang pribadinya dan menguncinya.
Haikal sangat penasaran. Dia mempercepat langkahnya agar cepat sampai ke tempat ayahnya.
__ADS_1