
Dengan langkah tertatih Haikal tetap meneruskan langkahnya mencari tempat yang lebih aman dari tempat sebelumnya. Walaupun di tempat itu tidak ada tempat yang aman untuknya.
Dia duduk di bawah pohon beringin yang sangat besar. Kakinya sangat terasa sakit sehingga dia tidak kuat untuk melanjutkan perjalanannya.
Haikal melihat lokasi di bawah pohon beringin itu berbeda dari yang lain. Tempatnya lebih sejuk dan berwarna. Dibanding tempat-tempat yang lain yang di penuhi kabut hitam dan putih.
Dia mulai menyandarkan tubuhnya. Ketika dia hendak menyandarkan punggungnya di pohon itu, dia lagi-lagi dibuat terkejut. Ternyata pohon beringin yang besar itu bukanlah pohon beringin biasa. Terdapat sebuah pintu yang bisa menembus ke dalamnya.
"Pintu apa ini? Apakah ini suatu petunjuk?"
Karena rasa penasarannya yang sangat tinggi Haikal mulai masuk ke dalam pintu itu. Tidak seluruh tubuhnya masuk hanya sebatas kepala dan punggungnya saja.
Haikal bisa melihat kehidupan yang berbeda di alam itu. Meskipun dia masih bingung, apa yang membedakan di antara dua tempat itu.
Ketika tubuh Haikal hendak masuk seluruhnya. Tiba-tiba ada suara lelaki tua menegurnya.
"Assalamualaikum!! Hey anak muda Siapa kau? Sepertinya kau bukanlah bangsa kami!!"
Haikal mencari sumber suara hingga dia melihat sosok tua berambut putih dan bercabang putih. Bahkan bajunya yang pria tua itu kenakan juga serba putih. Sosok pria tua itu sedang menatapnya dengan posisi tangannya terlipat di depan dada.
Dilihat dari penampilannya sepertinya sosok tua itu adalah jin Islam. Bahkan Haikal masih bisa mendengar dengan jelas sosok tua itu mengucapkan salam kepadanya.
"Waalaikumsalam!!" jawabnya.
Sosok tua itu tetap berdiri di tempatnya dengan posisi tangan yang tetap terlipat di depan dada sambil memperhatikan Haikal.
"Sepertinya kau adalah bangsa manusia. Bagaimana bisa kau masuk ke sini? Apa yang sedang kau lakukan di alam kami?"
__ADS_1
Haikal terdiam dan baru saja menemukan jawaban perbedaan dari dua alam yang dia lihat. Dia beranggapan Mungkin dua alam itu sengaja dibedakan untuk bangsa jin yang baik dan bangsa jin yang jahat. Tapi bagaimanapun Haikal tetap harus waspada karena dia tidak boleh percaya begitu saja. Bisa saja itu hanyalah tipuan muslihat dari mereka.
"Iya aku memang bangsa manusia! Sebelumnya aku minta maaf karena kehadiranku mungkin mengganggumu. Tapi aku kesini hanya untuk mencari temanku!!"
"Teman. Apakah temanmu itu juga sebangsamu?" tanya jin itu.
"Ya, dia adalah temanku dan roh jahat yang membawanya ke alam ini. Sehingga aku mencarinya ke tempat ini. Sampai sekarang aku belum menemukan keberadaannya, di mana roh jahat itu membawanya pergi!!"
Haikal memperhatikan sosok Jin tua itu sepertinya sedang memikirkan sesuatu. Dari raut wajahnya sepertinya dia tahu. Tapi Haikal masih diam menunggu jawaban dari jin tua itu.
Lalu mata Haikal mengikuti arah pandang mata jin tua itu yang diarahkan pada air terjun yang sebelumnya Haikal lihat. Haikal beranggapan Apakah jangan-jangan firasatnya memang benar, Ivy Lee berada di balik pintu yang berada di dalam air terjun itu.
"Kau salah tempat anak muda. Temanmu itu berada di sana. Lihat ada air terjun di sana dan di sana ada sebuah pintu-pintu yang akan menghubungkanmu pada tempat dimana temanmu berada. yang mungkin terbilang sangat menyeramkan bagi manusia sepertimu."
Feeling Haikal pun mengatakan Ivy Lee berada di balik pintu di dalam air terjun itu. Tapi Haikal bingung, dengan cara apa dia bisa ke sana.
Jin tua itu mulai berpikir sambil mengelus jambang panjangnya. Dia berjalan mondar mandir mencari jalan keluar. Hingga dia akhirnya menemukan jawabannya.
"Apa kau tadi melihat puluhan bahkan lebih liang lahat yang berisi mayat?" tanya jin tua itu menatap Haikal. Haikal langsung mengangguk mengiyakan.
"Ya, aku melihatnya! Bahkan aku tadi hampir celaka di tarik mereka masuk ke dalam liang lahat. Lihatlah kaki dan tanganku hampir hancur karena cakaran kuku dan tarikan tangan mereka semua."
Mata jin tua itu memperhatikan luka di tangan dan kaki Haikal yang mengeluarkan banyak darah. Jin tua itu berjongkok hendak memegang kaki Haikal. Namun haikal terpekik dan terkejut, dengan apa yang hendak jin tua itu perbuat kepadanya.
"Apa yang ingin kau lakukan pada kakiku?" pekik Haikal.
"Tenanglah! aku hanya ingin menyembuhkan lukamu anak muda!!"
__ADS_1
Setelah mengetahui apa yang hendak jin tua itu lakukan kepada kakinya, Haikal pun terdiam pasrah. Dia memejamkan matanya, takut-takut jika kaki dan tangannya akan terasa sakit.
Hingga tak lama kemudian, suara jin tua itu memerintahkan Haikal membuka matanya.
"Bukalah matamu anak muda dan lihatlah kaki dan tanganmu kembali utuh!!" ucapnya.
Haikal langsung membuka matanya dan langsung terkejut. Dia meraba serta memperhatikan tangan dan kakinya keseluruhan kembali utuh seperti semula.
Tidak ada luka sedikitpun ataupun sisa darah di tangan dan juga kakinya. Haikal sungguh merasa takjub, dan masih belum bisa percaya. Tapi dia mengakui jin tua di hadapannya benar-benar sakti.
"Terimakasih atas bantuanmu kepadaku. Tapi aku tidak bisa membalas budi baikmu!!" ucap Haikal.
Dia sengaja berkata seperti itu karena dia tidak ingin memiliki hutang budi dengan bangsa jin dan diperbudak mereka.
"Ha...ha...ha...ha! Tenanglah anak muda, aku tidak akan meminta imbalan atau pun memperbudakmu. Aku ikhlas menolongmu, kau terlalu kecil seperti cucuku!!" ucap jin tua itu, membuat Haikal lagi-lagi terkejut.
"Hah, jadi kau bisa membaca pikiranku?" tanya Haikal memundurkan tubuhnya karena terkejut.
Lagi-lagi jin tua itu tertawa terbahak-bahak, merasa anak manusia di depannya sangatlah lucu. Setelah puas tertawa, jin itu pun melanjutkan pembahasannya mengenai mayat-mayat yang menyerang Haikal tadi.
"Kau bisa lolos dari mayat-mayat itu. Kau juga terselamatkan meskipun tangan dan kakimu terluka parah. Tapi kau kurang fokus anak muda."
Haikal merasa heran, apa maksud jin tua itu? Kenapa dia mengatakan bahwa Haikal kurang fokus. Padahal Haikal selalu mencoba memfokuskan pikirannya.
"Kau salah arah anak muda. Syarat utama membuka pintu itu adalah dengan melumpuhkan mayat-mayat itu. Setelah kau berhasil melumpuhkan semuanya, kau tidak melihat pintu di balik air terjun itu telah terbuka. Bahkan jalannya pun telah terbuka lebar. Namun kau malah berbelok di tempatku ini.
"Apa? Apa maksudmu? Apa yang kau katakan itu benar?" tanya Haikal terkejut sekaligus ada sedikit sesal di hatinya.
__ADS_1
Dia bergegas berdiri dan hendak mencari pintu keluar dari tempat itu. Namun dia tidak menemukan pintu keluar dari tempat itu. Dia ingin kembali ke tempat sebelumnya dan masuk ke dalam pintu di balik air terjun itu.