
Haikal tidak langsung keluar dari mobil itu. Dia mencoba berkonsentrasi mengingat nasihat ayahnya tadi siang. Ayahnya telah membantunya membukakan mata ketiganya. Ini merupakan kesempatan Haikal untuk mencoba mata ketiga yang telah Ayahnya bukakan untuknya.
"Aku akan mengendalikan mataku, aku yang akan memutuskan siapa yang ingin kulihat dan siapa yang tak ingin kulihat. Mendekatlah ketika aku menginginkanmu dan menjauhlah ketika aku tak menginginkanmu. Pergilah dari pandanganku karena aku tidak ingin melihatmu!!"
Kata-kata itu bukanlah sebuah mantra tapi sekedar ucapan yang Haikal ucapkan ketika dia mulai memfokuskan pikirannya. Matanya terpejam dan ketika dia menginginkan matanya terbuka dia tidak ingin melihat sosok hantu yang sedang menghadangnya itu.
Lalu dia meraba sebuah kalung pemberian ayahnya yang melingkar di lehernya. Haikal mengeluarkan liontin kalung itu yang terbuat dari kaca dan mengarahkannya pada hantu genderuwo yang masih saja menghadang mobilnya.
Beberapa detik kemudian Haikal mulai membuka kembali matanya. Pelan-pelan dia mulai membuka matanya. Berharap hantu itu telah pergi dari hadapannya.
Dan benar saja, hantu itu makin lama makin mundur menghilang dari hadapannya. Dia benar-benar takjub, merasa memiliki kekuatan baru dalam dirinya.
"Alhamdulillah akhirnya hantu itu pergi!!"
Setelah mengucapkan Alhamdulillah, tiba-tiba ada suara ketukan pintu mobil dari luar membuat Haikal dan yang lain terkejut.
Seseorang yang mengetuk pintu mobil itu tak lain adalah dan Pak Adam juga Pak Adam, yang baru saja selesai menangani hantu yang sebelumnya Menghadang mereka.
Haikal langsung membukakan pintu mobil itu untuk Pak Hadi dan Pak Adam. Mereka berdua langsung masuk dan bergabung duduk bersama lainnya.
"Kalian semua tidak apa-apa, kan?" tanya Pak Hadi merasa khawatir.
"Alhamdulillah kami tidak apa-apa, Walaupun sempat dihadang oleh hantu berwujud genderuwo. Tapi hantu itu sudah pergi!!"
Haikal melirik pergelangan tangan pak Hadi yang terluka dan mengeluarkan darah segar. Tak hanya Pak Hadi, ternyata pak Adam juga terluka di bagian pipinya seperti sebuah bekas cakaran kuku yang sangat tajam.
Bu Siwi sangat mengkhawatirkan suaminya namun Pak Adam berkata Dia tidak apa-apa.Haikal melilit arlojinya, jarum jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Berarti mereka telah melewatkan setengah jam waktu untuk mengusir para hantu yang Menghadang mereka.
__ADS_1
"Sebaiknya kita lanjutkan perjalanan. Kurang sebentar lagi kita akan sampai di sekolah, sebelum waktu semakin malam!!" ujar Haikal.
Sebelum menjalankan mobilnya kembali, Haikal sempat membacakan sesuatu agar perjalanannya selanjutnya tidak ada lagi hantu yang akan menghadang mereka.
Tidak peduli malam itu hujan tidak mau berhenti dan semakin deras. Haikal dan rombongan tetap melanjutkan perjalanan mereka menuju sekolahnya.
Sesampainya di lokasi Haikal terkejut melihat ayahnya bersama banyaknya rombongan yang dibawa ayahnya dari Padepokan. Bahkan semuanya mengenakan baju putih yang sama.
Pak Adam langsung menggendong tubuh Ivy Lee menuju ke tempat Pak Agung berada. Itupun instruksi dari Haikal yang meminta Pak Adam membawa Ivy Lee ke tempat ayahnya berada.
"Assalamualaikum!!"
Haikal, Pak Adam, dan Bu Siwi mengucapkan salam kepada Pak Agung. Pak Agung pun menjawab salam dari mereka bertiga, tapi tatapannya kemudian teralihkan pada Ivy Lee.
"Tolong letakkan gadis ini di atas tikar yang telah kami siapkan!!" perintah Pak Agung. Pak Adam pun langsung meletakkan putrinya di atas tikar yang telah disiapkan Pak Agung dan para muridnya.
Haikal dan yang lain bertugas mengambil baju ganti yang telah disiapkan Pak Agung dan rombongan. Lalu masing-masing mensucikan diri dan menjalankan shalat Isya secara berjamaah.
Baju ganti yang telah disiapkan Pak Agung seperti seragam. Baju ganti itu berwarna putih sepertinya bahan yang digunakan untuk membuat baju itu adalah kain kafan. Kain kafan yang biasanya digunakan untuk membungkus jenazah sebelum dimakamkan.
Selesai menjalankan sholat isya dan semua yang ada di sana dalam keadaan suci, Pak Agung meminta kepada semua orang yang ada di sana untuk berkumpul dan membentuk lingkaran yang melingkari tubuh Ivy Lee yang terbaring di atas tikar.
"Sebelum memulainya, mari kita panjatkan doa untuk keselamatan masing-masing. Saya harap yang ada di sini jangan sampai pikiran kosong selalu panjatkan doa selalu berdzikir. Jangan biarkan jiwa kalian kosong hingga memberi kesempatan untuk makhluk-makhluk halus masuk ke dalam tubuh kalian."
"Haikal, apa kamu membawa barang yang ayah berikan kepadamu tadi siang?" tanya Pak Agung kepada Haikal.
"Haikal membawanya, yah. Tapi kelihatannya destar itu telah basah karena hujan!!" ucap Haikal, tangannya mengeluarkan dua di destar yang berada di dalam tasnya.
__ADS_1
"Tidak masalah! Sekarang pakai salah satu destar itu. Satunya pakaikan di kepala temanmu itu. Kalung yang ayah berikan tadi kalian harus memakainya masing-masing!!"
Haikal langsung melaksanakan perintah ayahnya. Dengan pelan dia mulai memakaikan destar itu di kepala Ivy Lee. Tak lupa dia juga memakaikan kalung di leher Ivy Lee.
"Apakah kau sudah siap nak? Apapun Yang Terjadi, selalu ingat pesan-pesan ayah dan semua hal yang ayah ajarkan kepadaMu. Hanya cara itu yang bisa menyelamatkan temanmu dan tetap fokus jangan sampai kamu terpengaruh dengan siapapun yang tidak pernah kamu lihat sebelumnya!!"
Haikal menganggukkan kepalanya, dia bertekad dan benar-benar siap segera menyelamatkan temannya.
"Berbaringlah di samping temanmu dan Pejamkan matamu. Panggil ayah, Jika kamu sedang menghadapi kesulitan!!" perintah pak Agung kemudian.
Tanpa menjawab perintah ayahnya Haikal langsung membaringkan tubuhnya di samping Ivy Lee, lalu memejamkan matanya.
Tak lama ayahnya pun mendekat kepada dua bocah yang terbaring di atas karpet itu. Haikal pun merasakan sentuhan tangan ayahnya tepat di keningnya.
Seolah sedang di transfer energi positif, Haikal merasakan keningnya seolah terasa sangat hangat. Namun rasa hangat di keningnya itu tidak berlangsung lama. Setelah merasakan ada angin yang menerpa keningnya yang tak lain adalah tiupan dari ayahnya. Haikal seolah dibawa pergi ke alam lain yang entah dia sendiri tidak pernah melihat alam itu sebelumnya.
Dia seperti melihat film jaman dulu yang sedang diputar ulang. Tempat itu sangat sepi dan berkabut. Dan sedikit pencahayaan yang membuat dia bingung harus melakukan apa.
"Tetap fokus Haikal, ingat pesan-pesan dari ayahku!!" terdengar seperti sebuah bisikan di telinganya. Namun ketika Haikal menoleh tidak ada wujud seseorang pun di sisinya.
Haikal mulai berjalan menelusuri setiap langkahnya. Tidak peduli tempat itu sangat sepi terlihat seperti wilayah yang sangat angker.
Tekadnya yang membuatnya terus berjuang demi menyelamatkan Ivy Lee. Sedangkan Gadis itu seperti orang yang tersesat di tempat yang sama seperti Haikal.
Seolah mata keduanya buta sehingga mereka tidak tahu bahwa sebenarnya mereka sangatlah dekat.
"Aaaaaaaaaa!!" teriakan seorang gadis yang dikenali Haikal membuat Haikal terkejut dan mulai mencari sumber suara.
__ADS_1