
Haikal telah sampai di tempat ayahnya berada. Ayahnya menyuruhnya masuk dan duduk tepat di sampingnya. Mata Haikal melirik dua buah benda yang dipegang ayahnya.
"Pejamkan matamu Haikal!!" pinta ayahnya.
Haikal langsung mematuhi perintah ayahnya. Dia pejamkan matanya, beberapa detik kemudian, Haikal merasakan tangan ayahnya menggambarkan sesuatu berbentuk bintang tepat di dahinya.
Kemudian ayahnya seperti melafalkan doa yang Haikal sendiri tidak tahu. Lalu ayahnya meniup keningnya 3 kali.
"Buka matamu Haikal!!" perintah ayahnya kemudian.
Haikal langsung membuka matanya kembali. Ketika dia telah membuka matanya kembali Dia merasakan sesuatu yang berbeda. Seperti ada yang berbeda dari penglihatannya, namun dia masih bingung perbedaan apa yang terjadi.
"Ayah telah membukakan mata ketika mu, hal itu bisa sedikit membantumu saat menghadapi hantu yang mengganggu temanmu itu. Dan ini ada dua Destar, satu untukmu dan satunya untuk temanmu itu. Ada lagi, ini adalah kalung cermin, kalian harus memakainya dimanapun kalian berada. Apalagi di saat kalian menghadapi sesuatu yang berbahaya. Keluarkanlah kalung ini di saat kalian menghadapi setan, maka setan jahat sekalipun akan terpental ketika melihat wajahnya dari pantulan cermin ini."
"Mana foto temanmu tadi ayah akan mencoba membukakan mata ketiga temanmu dari sini. Saran Ayah mulai sekarang kalian harus menggunakan istilah mata ketiga. Dasar pengertian mata ketiga adalah untuk menanamkan sugesti dalam pikiran kalian berdua, bahwa mata kalian adalah milik kalian. Jadi apapun yang ingin kalian lihat maka lihatlah. Jika kalian tidak ingin melihat cukup pejamkan saja mata kalian!!"
Haikal mengangguk, Sebenarnya dia masih bingung tapi pelan-pelan dia akan mencoba mengingat-ingat semua yang dikatakan ayahnya padanya.
"Dengan mata ketiga, kalian akan memandang dunia dengan lebih bijak. Terutama untuk temanmu itu, dengan membuka mata ketiga, dia akan memiliki kendali yang lebih besar terhadap pikiran dan emosinya."
Ketika Pak Agung memandang wajah Ivy Lee di layar handphone Haikal. Tiba-tiba dia merasakan energi yang besar sedang mengganggu gadis itu. Pak Agung yang tadinya hendak membukakan mata ketiga untuk Ivy Lee pun diturunkannya.
Pak Agung tersentak hal itu mencuri perhatian Haikal.
"Apa yang terjadi ayah? Nampaknya Ayah sangat terkejut setelah memandang wajah temanku!!" tanya Haikal penasaran.
"Cepat, Pergilah ke rumah temanmu, dia dalam bahaya. Malam ini hantu Sekar akan mendatanginya karena ketakutannya yang membuatnya lemah. Jangan sampai terlambat, sebelum arwah temanmu di bawah pergi oleh hantu Sekar!!"
__ADS_1
Haikal pun terkejut. Dia segera pergi, tak lupa dia mencium punggung tangan ayahnya dan pamitan sebelum pergi.
"Kalau begitu Haikal pergi sekarang yah, Assalamualaikum!!" pamit Haikal.
"Tunggu Haikal, kau lupa membawa ini. Jangan lupa pesan-pesan Ayah tadi!!"
Pak Agung menyerahkan dua destar dan dua kalung yang diberikannya untuk Haikal dan temannya. Saking paniknya, Haikal hampir lupa membawanya.
Dia bergegas menyalakan motornya menuju ke rumah Ivy Lee yang jaraknya cukup jauh dari padepokan ayahnya. Kurang lebih jarak tempuh dari Padepokan ayahnya ke rumah Ivy Lee adalah satu jam.
Haikal sangat panik dia berharap dia tidak akan terlambat. Di dalam perjalanan dia seringkali melirik arloji di pergelangan tangannya.
Haikal semakin panik, karena sore itu suasana jalanan cukup ramai. Saking ramainya terjadilah kemacetan total, sehingga Haikal bingung harus bagaimana. Tidak ada jalan pintas menuju rumah.
Haikal merasakan ada yang tidak beres. Sepertinya ada sesuatu hal yang sengaja menghambat perjalanannya menuju ke rumah Ivy Lee.
Sedangkan di tempat Ivy Lee, waktu sudah menjelang magrib. Gadis itu masih tidur dan belum juga bangun dari tadi. Ibunya berkali-kali membangunkannya tapi Ivy Lee enggan bangun.
Saat itu rumah mereka nampak sepi karena Ayah Ivy Lee belum pulang kerja. Di luar juga mulai turun hujan dan semakin deras.
Terdengar suara azan magrib, tapi Ivy Lee tetap saja enggan bangun. Hingga suara adzan selesai, Ivy Lee tetap saja enggan bangun.
Tiba-tiba terdengar suara guntur mengejutkan Ivy Lee. Gadis itu langsung terbangun dari tidurnya, saking terkejutnya.
Jendela ruangan kamarnya tiba-tiba terbuka dan hembusan angin yang cukup besar masuk ke dalam ruangannya. Dedaunan kering pun masuk ke dalam kamarnya dan mengotori kamar Ivy Lee.
Ivy Lee bangkit dari ranjangnya, dan mencoba menutup kembali jendela kamarnya. Meskipun angin hebat dan hujan yang sangat lebat masuk ke dalam celah-celah jendela kamarnya.
__ADS_1
"Wuzz...wuzz!!" hembusan angin yang cukup kencang seolah mampu mendorong tubuh Ivy Lee hingga terjengkang di lantai.
"Www! Ibu tolong aku, badanku sakit semua!!" teriak Ivy Lee memanggil ibunya. Pada saat itu ibunya masih menjalankan sholat magrib.
Tak lama suara tawa yang sangat menyeramkan terdengar di telinga Ivy Lee. Nampaknya suara itu tidak asing di telinga Ivy Lee dan Gadis itu sepertinya mengenali suara itu.
Ivy Lee terkejut, lalu mengucek matanya. Dia melihat ada bayangan putih di balik jendela kamarnya. Disertai suara tawanya yang sangat menyeramkan.
Malam itu adalah malam Jumat Kliwon. Malam yang dianggap malam Paling horor bagi semua orang.
"Ivy Lee. Aku datang untuk menagih janjimu. Ikutlah denganku malam ini. Karena malam ini adalah malam keramat yang tepat untuk kau membantuku. Ayo bangkitlah Ivy Lee, kemarilah. Kau sudah berjanji padaku, jangan mengingkari janjimu padaku!!" ucap hantu itu yang tak lain adalah hantu Sekar yang menagih janji Ivy Lee kepadanya.
"Hah, kenapa kalau selalu menggangguku? pergi dari sini, aku tidak pernah berjanji apapun kepadamu. Cepat pergi dari sini, aku tidak ingin melihatmu!!" teriak Ivy Lee sekencang-kencangnya, mengusir hantu Sekar, berharap hantu itu pergi dari rumahnya.
"Hiiii...hi...hi...hi...hi...hiii!!"
"Jadi kau mengusirku rupanya? kau ingin mengingkari janjimu padaku atau kau pura-pura lupa?"
"Tidak, aku tidak merasa memiliki janji apapun kepadamu, cepat Pergilah dari sini!!" teriak Ivy Lee terus mengusir hantu Sekar.
Bukannya pergi, hantu Sekar semakin mendekati Ivy Lee. Bahkan dia sudah masuk ke dalam kamar Ivy Lee. Dia memelototkan matanya, marah terhadap ucapan Ivy Lee yang dianggapnya ingkar pada janjinya.
"Jadi rupanya kau ingin mengingkari janjimu padaku? tidak bisa, kau terlanjur berjanji padaku dan kau harus menepati janjimu padaku!!" ucap hantu Sekar. Wajahnya telah dekat dengan wajah Ivy Lee. Bahkan hanya berjarak 1 cm saja.
"Hiiii...hi...hi...hi...hi...hiii!!"
Ivy Lee semakin ketakutan dan menjerit kencang-kencangnya. Berharap ada seseorang yang menolongnya. Bahkan dia mencoba mendorong tubuh hantu Sekar, menjauh dari tubuhnya. Namun kekuatannya melemah karena rasa takutnya lebih besar.
__ADS_1
Hantu Sekar semakin tertawa kencang menertawai Ivy Lee. Dia sangat menyukai gadis penakut seperti Ivy Lee.
Sedangkan Haikal tubuhnya sudah basah kuyup karena hujan. Tapi dia tetap bertekad ingin segera tiba di rumah Ivy Lee sebelum terlambat.