Ivy Lee

Ivy Lee
Chapter 17


__ADS_3

Tangan sosok makhluk yang mengikuti haikal, menarik kerah baju bagian belakang yang dipakai oleh Haikal. Kuku-kukunya yang tajam hampir menggores kulit lehernya.


Makhluk itu adalah sosok wanita yang memintanya untuk pergi meninggalkan tempat itu. Namun Haikal tidak menanggapi ucapan sosok hantu itu.


Haikal faham, niat hantu itu sebenarnya baik. Tapi Haikal sendiri yang tidak mau berinteraksi dengannya atau bahkan menerima bantuannya.


"Berhenti kataku!!" murka sosok hantu wanita itu.


"Jika kau hanya ingin menghadang ku, maka kuperintahkan kau segera menyingkir. Apapun ucapanmu tidak akan membuatku mengurungkan tekadku sampai menemukan temanku!!" hardik Haikal tidak kuat lagi menahan kesabarannya.


Bentakan Haikal dianggap sebuah penghinaan bagi hantu itu. Hingga membuat hantu wanita itu murka dan mencekik leher Haikal. Bahkan kuku-kuku panjangnya hampir saja menembus kulit lehernya.


"Robbi a'uudzubika min hamazaatisy-syayaathiin wa a'udzubika robbi ayyahdhuruun."


Haikal membacakan doa pengusir setan dan jin yang mengganggunya. Seketika hantu itu melepaskan cekikan tangannya di leher Haikal.


Haikal bisa melihat munculnya asap dari tangan hantu itu. Sepertinya doa-doa yang diucapkan Haikal membuat hantu itu kepanasan.


"Anak manusia! Aku peringatkan tinggalkan tempat ini. Kehadiranmu hanya mengusik kami, pergilah!!"


Seperti tak ada takutnya, hantu wanita itu tetap saja memaksa Haikal untuk pergi meninggalkan alam mereka.


"Sudah aku katakan, aku tidak akan kembali membawa tangan kosong. Aku akan kembali setelah menemukan temanku. Beritahu Sekar putrimu, aku akan melenyapkannya jika dia tidak mengembalikan Ivy Lee!!" pekik Haikal.


"Cukup! hentikan Sekar!!" jerit Ivy Lee, lagi-lagi Haikal mampu mendengarnya.


Haikal menajamkan pendengarannya, suara Ivy Lee sangat dekat dengannya. Tapi kenapa dia belum juga melihat keberadaan gadis itu.


Seolah ada sesuatu yang menutupi tubuh Ivy Lee. Sehingga Haikal tidak mampu melihat wujudnya.

__ADS_1


"Ivy, kamu bisa dengar suaraku, tidak? Kamu di mana? Ini aku Haikal!!" teriaknya.


Bukannya menemukan keberadaan Ivy Lee, teriakan Haikal malah mengusik beberapa makhluk yang berada di sana.


Tiba-tiba ada tangan putih pucat memeluknya dari arah belakang. Aromanya sangat harum, tapi bau harumnya sangat menyengat di hidung Haikal.


Tubuh Haikal menegang, tatkala jemari tangan yang pucat dan memiliki kuku yang panjang itu mulai meraba-rapa wajah serta tubuhnya.


"Cah bagus. Sedang apa kamu di sini? Ayo ikut aku!!"


Tidak hanya meraba, sosok itu kini telah menatap wajah Haikal. Wujudnya seperti seorang penari jaipong. Tapi wajahnya sangat hancur, membuat Haikal ingin muntah.


Sedangkan sosok lain yang mengaku sebagai ibunya Sekar sedang tertawa menertawai Haikal. Itu karena Haikal yang tidak percaya dengan ucapan hantu itu.


Haikal tidak bergerak sedikitpun dan membiarkan saja hantu penari jaipong itu meraba-raba tubuhnya. Dalam hitungan menghitung satu sampai tiga. Tiba-tiba liontin kalung yang Haikal pakai di lehernya memancarkan sinar. Membuat hantu penari jaipongan itu terpental jauh.


"Sialan! Benda apa itu?" pekik hantu penari jaipong.


"Semuanya, tangkap bocah itu, persembahkan kepadaku nanti malam!!" perintah hantu penari jaipong kepada hantu-hantu lainnya.


Haikal langsung memperhatikan kanan kiri. Kini hantu-hantu yang lain bermunculan menuju ke arah Haikal.


Wujud mereka bermacam-macam, tapi yang paling banyak adalah arwah-arwah yang mati karena bunuh diri, tabrak lari. Ada yang memegang lehernya dan merintih kesakitan. Haikal yakin, hantu itu adalah cerminan dari orang-orang yang mati karena gantung diri.


Sedangkan hantu-hantu  yang mati karena tabrak lari, ciri-cirinya adalah memiliki anggota tubuh yang cacat. Tangan dan kakinya terpisah dari anggota tubuh yang lain. Ada yang wajahnya hancur tak berbentuk. Bukan hanya wajahnya saja, bahkan bagian tubuhnya yang lain hancur tak berbentuk.


Mereka semakin mendekat dan sedikitpun tidak membuat Haikal panik. Lagi-lagi liontin kalung milik Haikal bersinar. Haikal teringat nasehat ayahnya kemarin.


"Ayah telah membukakan mata ketika mu, hal itu bisa sedikit membantumu saat menghadapi hantu yang mengganggu temanmu itu. Dan ini ada dua Destar, satu untukmu dan satunya untuk temanmu itu. Ada lagi, ini adalah kalung cermin, kalian harus memakainya dimanapun kalian berada. Apalagi di saat kalian menghadapi sesuatu yang berbahaya. Keluarkanlah kalung ini di saat kalian menghadapi setan, maka setan jahat sekalipun akan terpental ketika melihat wajahnya dari pantulan cermin ini."

__ADS_1


Haikal langsung mengeluarkan liontin kalungnya. Dan lagi-lagi seluruh setan yang mendekatinya terpental karena pancaran sinar dari liontin itu.


"Menyingkirlah, aku tidak ingin berhadapan dengan kalian. Tujuanku hanya satu, yakni mencari keberadaan temanku. Jika kalian terus menghadangku, jangan salahkan aku menyakiti kalian semua!!" ancam Haikal yang mulai geram.


Anak itu tidak bisa diragukan lagi keberaniannya. Haikal memang sangat mirip dengan ayahnya. Mungkin kelak dialah yang pantas sebagai penerus ayahnya.


Seperti tidak ada takut-takutnya. Arwah-arwah lain bermunculan hendak menyerang haikal. Hantu penari jaipongan yang mengendalikan arwah-arwah itu. Sedangkan hantu ibunya Sekar hanya menjadi penonton sedari tadi.


"Ternyata kalian semua masih ingin menghadangku. Baiklah jika memang ini yang menjadi pilihan kalian!!"


Tiba-tiba Haikal duduk bersila sambil memejamkan matanya. Dia melafalkan doa pengusir setan dan jin, untuk memberi pelajaran kepada semua hantu-hantu itu.


"Allahumma faathiras samaawaati wal ardhi, 'aalimal ghaibi wasy syahaadah, robba kulli syai'in wa maliikah, asyhadu an laa ilaaha illaa anta. A'uudzu bika min syarri nafsii wa syarri syaithaani wa syirki!!"


Semua hantu-hantu itu bagaikan dilempar satu persatu ke neraka. Hawa panas yang mampu menyiksa tubuh mereka, membuat mereka semua berteriak kesakitan.


Haikal terus membaca doa itu berulang kali, hingga hantu-hantu itu menyerah. Ternyata tidak cukup dengan itu. Hantu penari jaipong menggerai rambutnya yang panjang. 


Rambut itu semakin memanjang dan menutup mulut Haikal yang terus melafalkan doa. Tak mampu diucapkan lewat lisan, bukan berarti tak mampu dilafalkan dalam hati.


Haikal tidak menyerah sampai di situ, meskipun mulutnya telah tertutup rambut panjang milik hantu penari jaipongan itu.


"Aaaaaaaaark!!"


Hantu penari jaipongan itu pun menjerit ketika melihat rambutnya terbakar. Tiba-tiba ada kilatan cahaya mirip petir menyambar rambutnya.


"Sudah ku katakan jangan menghadang ku. Tapi kalian tidak mendengarkan ucapanku, apakah kalian ingin dilenyapkan?" bentak Haikal murka.


"Sudahlah, percuma kalian menghadang anak muda ini. Dia bukan sembarang manusia biasa, dia mampu menghancurkan kita semua. Biarkan dia pergi, kedepannya biar dia sendiri yang menanggung. Hei kau anak muda, jika baru saja kau mengalahkan ratusan arwah, belum tentu di depan sana kau mampu melawan suamiku. Dia adalah hantu paling kejam di antara kami. Aku telah memberimu saran untuk kembali ke alammu. Tapi ternyata kau sangatlah keras kepala!!" ujar hantu yang mengaku ibunya Sekar tadi.

__ADS_1


__ADS_2