Ivy Lee

Ivy Lee
Chapter 9


__ADS_3

Ivy Lee menjerit kaget, tatkala tangan seseorang memegang pundaknya. Dia menoleh dan akan menjerit lagi, tapi tiba-tiba tangan seseorang membekap mulutnya.


Dia melebarkan matanya setelah melihat siapa yang membekap mulutnya. Jantungnya hampir saja terlepas dari tubuhnya. Nafasnya pun tak beraturan saking terkejut bercampur rasa takut.


"Kak Haikal. Bagaimana kau bisa di sini? Kau mengikuti aku?"


"Sedang apa kau di sini?" Haikal pura-pura tidak tahu, padahal dia melihat semuanya.


Ivy Lee mengontrol nafasnya kemudian dia menjawab pertanyaan Haikal. Padahal pertanyaan itu dia dulu yang bertanya, tapi dia sendiri yang harus menjawabnya.


"Kak, Apakah kamu mengikuti aku dari tadi? Apakah kau melihat sesuatu, maksudku Apakah kau melihatku dengan seorang anak kecil?"


Haikal berpura-pura mencari sesuatu seakan dia sedang mencari anak kecil yang dibicarakan Ivy Lee. Bahkan dia memutari tubuh Ivy Lee, membuat Ivy Lee semakin kesal.


"Cukup jangan berpura-pura. Aku tahu kau dari tadi  mengikuti aku. Kau pasti melihatku bersama anak kecil tadi hingga anak kecil itu telah pergi bersama ibunya. Kak, kau tahu ternyata mereka adalah arwah dan...


"Ivy, lihat di sana, kenapa begitu banyak tim SAR di sana. Ayo kita lihat, aku penasaran, ada dua ekor anjing pelacak dan petugas kepolisian. Sepertinya terjadi sesuatu di tempat ini!!"


Haikal menarik tangan Ivy Lee dan diajak menuju tempat kejadian.


"Permisi Pak, kalau boleh tahu apa yang terjadi di sini? Kok banyak orang di sini?" tanya Haikal penasaran.


"Kenapa kalian di sini?" orang yang ditanya malah bertanya balik pada Haikal.


"Kami baru saja pulang sekolah dan tidak sengaja melihat banyak orang di sini. Karena kami penasaran makanya kami kemari. Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa ramai sekali?" Haikal masih melontarkan pertanyaan sampai orang yang ditanya itu menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


"Kemarin ada insiden kecelakaan mobil di sini dan memakan 2 orang korban ibu dan anaknya. Ibunya sudah ditemukan kemarin, anaknya baru saja ditemukan hari ini!!" ucap salah satu petugas SAR menjelaskan.


Mendadak Ivy Lee diserang rasa penasaran dan ingin melihat wajah mayat anak tersebut. Sebenarnya tidak boleh melihat wajah korban karena Ivy Lee terus memohon, akhirnya petugas mengizinkan Ivy Lee untuk melihat wajah korban dengan syarat tidak boleh memfotonya.


Betapa terkejutnya Ivy Lee setelah melihat wajah korban tersebut yang tak lain adalah seorang anak kecil yang ditemuinya tadi. Wajahnya belum membusuk, tapi terlihat pucat meskipun bibirnya terlihat tersenyum. Bahkan pakaian yang dipakainya sama persis dengan pakaian yang dipakai anak kecil tadi.


Ivy Lee mundur 2 langkah, hingga punggungnya membentur dada Haikal. Gadis itu menggeleng masih tak percaya dengan penglihatannya.


"Tidak! tidak mungkin. Ini sungguh mengerikan. Kau lihat kak? mayat itu adalah mayat anak kecil tadi. Anak kecil tadi yang membawaku kesini. Anak kecil yang pergi bersama ibunya."


"Ya, kau benar! kau sudah membantunya untuk bertemu kembali dengan ibunya. Sekarang mereka sudah bersama kembali menuju ke alam kedua," ucap Haikal.


"Apakah kau merasa takut? Kejadian ini memberimu pelajaran berharga. Tidak semua makhluk halus ingin mengganggu atau bahkan mencelakai kita. Bisa saja mereka hanya ingin minta tolong atau bahkan menolong kita. Apa kau masih takut? kalau tidak perlu takut. Pada dasarnya semua manusia akan sama, akan mengalami kematian. Mereka, Aku, bahkan kamu pun akan mengalami kematian. Hanya caranya saja yang berbeda-beda. Ada yang mati karena kecelakaan, ada yang mati karena sakit, dan lain sebagainya. Pada intinya semua akan mati."


"Kita tidak bisa protes dengan takdir Tuhan. Ini adalah takdir kita, kita tidak bisa menghilangkan kelebihan yang sudah Tuhan berikan. Di dunia ini ada dua hal  yang tidak bisa diubah dan bisa diubah. Kamu sendiri sudah membuktikannya sendiri, bukan? dengan berpuasa 25 hari dan sia-sia saja, bukan? Tuhan menciptakan berbagai makhluk berupa setan, jin, manusia, hewan dan kita sebagai manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna."


"kita tidak bisa merubah hewan menjadi manusia yang jadi ingin menjadi manusia setan menjadi manusia ada yang bilang manusia bisa menjadi jin takkan hewan itu semua adalah bohong. Manusia yang mati akan kembali ke sisi Tuhan. Jika pun ada hantu gentayangan itu adalah Jin Qorin. Jin dan setan mampu menyerupai manusia hanya untuk menjerumuskan manusia yang lain.


Ivy Lee masih ketakutan. Haikal bisa melihatnya dari gerakan tubuhnya yang seakan bergetar hebat. Hal itu dikarenakan karena dia sejatinya adalah gadis yang penakut.


"Ayo kita pergi dari sini, aku antar kamu pulang!!"


Haikal menggenggam tangan Ivy Lee. Membawanya menuju tempat di mana motornya tadi diparkirkan.


Gadis itu masih belum bisa move on dari anak kecil tadi. Lain halnya dengan Haikal, bukan memikirkan kejadian yang baru saja dia lihat. Haikal malah memikirkan nasib Ivy Lee kedepannya. 

__ADS_1


Ivy Lee telah melakukan perjanjian dengan bantu Sekar. Haikal tidak bisa diam karena perjanjian itu sangat membahayakan Ivy Lee. 


"Aku yakin kedepannya situasi akan sangat membahayakan bagi gadis itu. Aku akan meminta bantuan kepada ayahku. Ayahku pasti bisa menangani semua masalah ini," gumam Haikal.


Matanya tetap fokus pada jalan di depannya tetapi pikirannya kemana-mana. Andai saja Ivy Lee bukanlah gadis penakut, Haikal tidak mungkin se cemas ini.  


Setelah dia sudah memastikan Ivy lee telah sampai di rumahnya dengan selamat, dia langsung menuju ke tempat dimana ayahnya berada saat ini.


Di sebuah Padepokan, namanya Padepokan Agung. Di situlah ayahnya Haikal berada saat ini. 


"Assalamualaikum, ayah!!" Sapa Haikal sopan, lalu mencium tangan ayahnya.


"Waalaikumsalam. Haikal, tumben kamu ke sini, nak!!" 


"Haikal ingin bicara empat mata dengan ayah, tapi nanti saja setelah ayah selesai melatih mereka!!"


Saat itu Ayahnya masih melatih murid-muridnya. Haikal duduk di teras, menunggu ayahnya selesai melatih murid-muridnya.


Setengah jam menunggu akhirnya ayahnya selesai juga melatih murid-muridnya. Ayah Haikal yang bernama Pak Agung itu, berjalan menemui anak bungsunya.


Selama ini Haikal jarang datang ke Padepokan ayahnya. Oleh karena itu kedatangannya sangat mencuri perhatian ayahnya.


"Sekarang katakan, ada perlu apa kau mencari ayah? Kenapa tidak menunggu ayah pulang saja? Apa ada hal yang sangat penting dan mendesak yang ingin kau bicarakan dengan ayah?"


Pak Agung menatap putranya, menunggu jawaban dari Haikal. Haikal membalas tatapan ayahnya. Dia akan langsung pada intinya yaitu membahas tentang Ivy Lee.

__ADS_1


__ADS_2