
Setelah memikirkan matang-matang akhirnya Ivy Lee memutuskan untuk menjalani tirakatnya. Seperti pagi ini sebelum subuh sebelum adzan subuh dia melakukan sahur seperti yang dia lakukan di saat bulan Ramadhan.
Puasa pertama yang dia akan jalani adalah puasa bedug yang merupakan pondasi untuk melanjutkan tahap berikutnya. Hari pertama sangat berat dijalani karena hanya dia sendiri yang menjalani puasa. Sedangkan yang lain tidak puasa. Berbeda di bulan Ramadhan semuanya puasa jadi tidak akan terasa beratnya baginya.
"Sayang, sini nak, kita sarapan bareng!!" ajak Bundanya.
Ivy Lee menolak dan penolakannya membuat kedua orang tuanya merasa heran. Tidak biasanya Ivy Lee menolak ajakan Bundanya untuk sarapan bersama. Hari ini mereka berdua melihat ada yang berbeda pada diri putrinya.
"Ivy Lee, apa kamu sakit, Nak? kamu baik-baik saja kan? tidak biasanya kamu menolak ajakan bunda untuk sarapan bersama. Padahal kami sudah menunggu kamu dari tadi loh!!" tanya Bundanya menghampirinya.
"Gak bun, Ivy Lee baik-baik saja. Hari ini Ivy Lee puasa, jadi tadi pagi sebelum adzan subuh Ivy Lee sudah sahur."
"Hari Selasa kamu puasa apa Ivy? tumben kamu puasa? biasanya kamu puasa di bulan Ramadhan saja kamu sering bolong!!" tanya ayahnya.
"Ivy Lee puasa bedug yah, Ivy menjalankan puasa meleduk selama 30 hari dan puasa-puasa yang lain. Katanya puasa ini akan buat Ivy sembuh dari kelebihan yang Ivy miliki. Dalam arti lain puasa ini atau tirakat ini mampu menghapus semua kelebihan yang Ivy miliki."
"Apa? Jangan aneh-aneh kamu, Ivy!!" bentak ayahnya yang tiba-tiba menggebrak meja makan. Membuat Ivy dan bundanya terkejut.
"Kau jangan main-main dengan tirakat itu. Tirakat itu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang kuat mental."
Ivy Lee sebenarnya merasa ketakutan melihat ayahnya semarah itu padanya. Tapi dia tetap pada keinginannya untuk menghilangkan kelebihannya dari dirinya.
"Ayah, Ivy ingin hidup normal. Pokoknya Ivy akan tetap berusaha. Tolong jangan larang keinginan Ivy Lee, ayah!!"
Ivy Lee termasuk gadis yang keras kepala, bahkan nasehat dari ayahnya pun tidak didengar. Di dalam pikirannya hanya ingin terlihat normal.
Dia tidak ingin seluruh hidupnya terus melihat bayangan-bayangan makhluk halus yang selalu mengganggunya. Dia butuh ketenangan dia ingin berkonsentrasi dalam pelajarannya.
Di pagi hari dia masih terlihat fresh dan kuat menjalani puasa bedugnya. Di siang hari tubuhnya terasa mulai lemah. Puasa pertama terasa berat baginya karena hanya dia saja yang berkuasa di hari itu.
Godaan selalu melintas di depan matanya. Melihat temannya memakan sesuatu dia tidak terpengaruh hanya saja ketika dia melihat temannya meminum sesuatu, kadang dia ingin menyerah. Ditambah lagi cuaca yang panas membuatnya ingin menyerah. Namun ketika dirinya teringat bayang-bayang hantu yang mengganggunya membuat dia tidak ingin menyerah.
__ADS_1
Ivy Lee terlihat sangat lemas, bahkan Haikal yang melihatnya pun tak tega. Puasa pertama sepertinya tidak ada perubahan. Matanya masih bisa melihat makhluk-makhluk halus yang melintas di depan matanya. Hanya saja mereka terlihat menjauhi Ivy Lee, termasuk hantu Sekar yang hanya memandangnya dari kejauhan.
"Kau harus? mau minum?" ucap Haikal menyodorkan sebotol air mineral dingin.
Kelihatannya sangat menggiurkan, sehingga Ivy Lee tak kuasa menelan air liurnya sendiri.
"Pergilah Kak, Aku tidak membutuhkan minuman itu. Kau hanya ingin membatalkan puasaku saja, bukan?"
"Jadi kau serius berpuasa? kau yakin akan berhasil? menurutku percuma saja kau berpuasa jika di dalam dirimu masih ada ketakutan!!"
"Lihatlah di sebelah sana, hantu Sekar sedang memandangmu dari kejauhan!!"
"Aku tidak mau melihatnya. Biarkan saja dia memandangku dari kejauhan. Aku rasa puasa ku kali ini akan berhasil. Sehingga hantu Sekar tidak berani mendekatiku."
Ivy Lee bisa melihat tatapan hantu Sekar saat melihatnya seperti ada kemarahan dan rasa tidak sukanya pada Ivy Lee.
"Apakah kau yakin? Bahkan aku lihat tubuhmu sudah semakin lemas. Sudah kukatakan, Lebih baik kau berdamai dengan keadaan. Puasa itu tidak akan menolongmu.
"Baiklah, yang penting aku sudah memberitahumu!!" ucap Haikal singkat lalu pergi meninggalkan Ivy Lee. Ivy Lee menatap kepergian Haikal.
Ternyata Ivy Lee membuktikan semua ucapannya. Selama 30 Hari penuh dia menjalankan puasa bedug. Dia telah berhasil melalui 30 hari puasanya dengan sangat lancar.
Setelah puasa bedug telah dia lewati, Tahap selanjutnya adalah puasa ngrowot. Puasa ini dia jalani seperti puasa bedug hanya saja bedanya saat sahur dan berbuka dia hanya memakan umbi-umbian seperti ubi jalar kentang singkong.
Setiap harinya dia bangun sebelum adzan subuh pukul 03.30 untuk menjalani sahur dan berbuka saat Maghrib tiba.
Bagi Ivy Lee yang merasakan puasa ngrowot, puasa ini lebih berat daripada puasa bedug. Dia harus menahan semua keinginannya untuk memakan semua makanan yang dia suka. Ubi jalar singkong kentang dan semua itu hanya direbus. Sebenarnya dia sangat bosan dan pernah sekali dia ingin muntah karena tidak terbiasa.
Ivy Lee hanya berhasil menjalani puasa ngrowot selama 15 hari. Padahal waktu yang dibutuhkan adalah 30 hari. Di hari ke-15 seharusnya hantu-hantu yang dia lihat menjauhinya. Tetapi malah sebaliknya, hantu-hantu itu malah semakin mendekatinya.
Bahkan kali ini semakin parah dari sebelumnya. Jika sebelum puasa Ivy Lee hanya bisa melihat wujud mereka. Berbeda dengan sekarang, bahkan kilasan-kilasan bayangkan menakutkan terlintas di pikirannya.
__ADS_1
Bayangan seperti kilasan kejadian pembunuhan di masa lalu yang mengakibatkan banyaknya kematian. Dan seolah bayangan-bayangan orang yang terbunuh itu berteriak meminta tolong padanya.
Ivy Lee merasa tidak kuat, dan kepalanya terasa ingin pecah. Bahkan dia berteriak di saat pelajaran sedang berlangsung. Membuat teman-temannya bahkan gurunya yang sedang mengajar menjadi ketakutan. Mereka takut Ivy Lee kerasukan setan lagi dan mengamuk seperti sebelumnya.
Kelas itu mendadak heboh dan membuat murid-murid di kelas lain berbondong-bondong keluar mencari sumber teriakan dan jeritan dari kelas sebelahnya.
"Ivy Lee sedang kerasukan setan!!" begitulah bunyi teriakan mereka.
Padahal Ivy Lee tidak kerasukan. Dia hanya ingin melawan bayangan-bayangan yang mengganggu pikirannya. Ivy Lee semakin berteriak saat arwah-arwah itu melingkari tubuhnya.
Haikal yang sedang rapat di ruang OSIS pun langsung meninggalkan rapat dan berlari menuju kelas Ivy Lee.
"Pergi kalian semua, Jangan menggangguku!!" teriak Ivy Lee, sedangkan teman-temannya hanya menontonnya saja tanpa bisa menolongnya.
Tidak hanya arwah-arwah gentayangan yang melingkari tubuhnya. Ketua dari mereka atau yang mengendalikan semua arwah itu adalah hantu Sekar. Hantu Sekar sangat senang, dia tertawa menertawai usaha Ivy Lee untuk puasa telah gagal.
"Hiii...hi...hi...hi...hi...hi...hi!!"
"Ivy Lee, kau harus menolongku. Percuma saja kau menghindariku, aku adalah kamu dan kamu adalah aku. Jika kau tidak menolongku, maka hidupmu akan terus ku hantui!!" ucap hantu Sekar memberitahu Ivy Lee.
Ivy Lee sudah putus asa. Jika dia terus seperti ini bisa jadi dia tidak akan lulus sekolah tahun ini. Konsentrasinya buyar sehingga mengganggu pelajarannya.
"Katakan apa yang harus aku lakukan agar kau tidak menggangguku lagi?" tanya Ivy Lee, sambil berteriak-teriak kepada hantu Sekar.
"Hiii...hi...hi...hi...hi...hi...hi!!"
Hantu Sekar tertawa, dan tawanya sangat mengerikan. Dan yang lebih parahnya lagi, hanya Ivy Lee yang mampu mendengarnya bahkan melihatnya. Sehingga teman-temannya dan gurunya yang melihatnya mengira Ivy Lee sedang kerasukan.
"Apakah kau mau menolongku?" tanya hantu Sekar pada Ivy Lee. Wajahnya sangat dekat dengan wajah Ivy Lee dan sangat mengerikan serta menjijikkan. Tapi kali ini Ivy Lee mencoba untuk memberanikan diri menatap wajah hantu Sekar yang mirip dengan wajahnya.
"Cukup Ivy Lee, jangan menanggapinya!!" teriak Haikal yang baru saja tiba.
__ADS_1