Ivy Lee

Ivy Lee
Chapter 12


__ADS_3

"Aaaaaaaaaaaaaaa!!"


Mendengar teriakan yang dikenalnya seperti suara Ivy Lee. Haikal yang baru saja tiba di pekarangan rumah Ivy Lee, langsung meletakkan begitu saja motornya di sembarang tempat.


Dia langsung berlari menggedor-gedor pintu rumah Ivy Lee. Bukan berniat tidak sopan bertamu di rumah orang, apalagi malam-malam serta hujan yang begitu lebat. Tetapi waktu yang sangat mendesak, Haikal harus segera menyelamatkan Ivy Lee sebelum dia terlambat.


Bu Siwi, ibundanya Ivy Lee yang baru saja selesai mengaji pun mengintip di balik kaca jendela, siapa yang bertamu malam itu. Setelah mengetahui siapa yang datang, Bu Siwi langsung membukakan pintu untuk Haikal.


"Assalamualaikum Tante, maaf kalau Haikal kurang sopan, Ivy Lee ada, Tan?" tanya Haikal nampak panik.


"Waalaikumsalam Haikal, dia ada di dalam kamarnya. Dari tadi dia tidak bangun, padahal Tante sudah membangunkannya berkali-kali. Bahkan dia belum sempat mandi, sudah jam segini!!" jawab Bu Siwi apa adanya.


"Bolehkah Haikal masuk ke dalam kamar Ivy Lee, Tante? maaf sebelumnya Kalau Haikal kurang sopan, tapi situasinya sangat mendesak!!"


Bu Siwi nampak bingung, Apalagi melihat wajah Haikal yang terlihat sangat cemas. Beliau sempat bertanya kepada Haikal, namun situasi yang sangat mendesak membuat Haikal tidak bisa berbahasa-basi. Dia harus secepatnya bertindak sebelum sukma temannya itu dibawa pergi hantu Sekar.


Bu Siwi akhirnya mengantar Haikal menuju kamar Ivy Lee. Awalnya Bu Siti mengetuk pintu kamar Ivy Lee, takutnya di dalam Ivy Lee sedang ganti baju atau belum berpakaian sama sekali. Ketika tidak ada sahutan sama sekali dari dalam, akhirnya Bu Siwi langsung membuka kamar putrinya.


"loh nak, kamu kok tidur di lantai sih? Bukannya kamu tadi tidur ranjang? Ivy Lee ayo bangun ini sudah malam loh?" Panggil Bu Siwi. Beliau sampai menggoyang-goyangkan lengan putrinya, tapi Ivy Lee tidak bangun-bangun juga.


Haikal semakin panik, ketakutannya benar-benar terjadi. Lalu dia mengambil alih mencoba membangunkan Ivy Lee. Namun Ivy Lee tidak mau bangun juga. Lalu dia mengecek denyut nadi Ivy Lee, nadinya masih berdenyut, bahkan dia masih bernafas tapi seolah dia sedang pingsan.


"Bahaya tante, situasinya sangat bahaya. Ivy Lee harus segera ditolong. Maafkan Haikal terlambat menolong Ivy Lee, tante. Sukma Ivy Lee sekarang sudah dibawa oleh hantu Sekar, hantu penunggu sekolah kami."

__ADS_1


"Apa maksudmu Haikal? jangan mengada-ngada, jangan membuat tante takut!!"


Haikal kebingungan, dia langsung merogoh ponselnya dan menghubungi ayahnya. Untung saja panggilan pertama langsung diangkat oleh ayahnya yang baru saja selesai menjadi imam shalat maghrib di padepokannya.


" Assalamualaikum Ayah, tolong Haikal, Ayah. Haikal terlambat menyelamatkan Ivy Lee. Haikal harus bagaimana Ayah? sukma Ivy Lee telah dibawa pergi oleh hantu Sekar!!"


"Bawa temanmu ke sekolahmu nak, hantu itu membawa sukma temanmu menuju ke sekolahmu. Tapi sepertinya sukma temanmu saat ini telah dibawanya ke alam lain. Sekarang bawa temanmu itu ke sekolahmu, ayah akan segera menuju ke sekolahmu bersama rombongan lainnya!!" perintah Pak Agung kepada putranya.


Setelah mematikan teleponnya, pandangan Haikal terarahkan kepada bu Siwi yang saat ini sedang menangisi putrinya.


"Tante, tante jangan menangis. Tante tenang dulu ya, di mana Om Adam? kita harus segera membawa Ivy Lee ke sekolah. Saat ini hantu Sekar membawa pergi sukma Ivy Lee menuju ke sekolah kami!!" 


"Om Adam masih belum pulang dari kerjaannya, nak. Tapi Tante akan segera menghubunginya!!" Bu Siwi menghapus air matanya lalu berlari mengambil handphonenya dan menelpon suaminya.


Haikal masih menemani Ivy Lee di dalam kamar gadis itu. Bu Siwi yang mendengar suara mobil masuk di pekarangan rumahnya langsung berlari dan membukakan pintu, karena beliau sudah yakin suara mobil itu adalah suara mobil suaminya.


"Assalamualaikum Bu, ada apa apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa Ibu menangis dan terlihat sangat panik serta ketakutan?" Tanya pak Adam mengkhawatirkan istrinya.


"Ayah cepat lihat putri kita di kamarnya, yah. Putri kita dalam bahaya yah. Tadi Haikal ke mari dan mengatakan bahwa sukma Putri kita telah dibawa pergi oleh hantu Sekar penunggu sekolah Putri kita yang baru, yah!!"    ucap Bu Siwi menjelaskan kepada suaminya walaupun tidak sedetail yang dia ketahui.  


Mendengar ucapan istrinya, pak Adam segera bergegas menuju kamar putrinya. Dia melihat Haikal nampak ketakutan sambil memangku tubuh di Ivy Lee.


"Om Adam, kita harus segera membawa Ivy Lee ke sekolah, Om!!" ucap Haikal masih terlihat panik bahkan semakin panik dan ketakutan.

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang terjadi Haikal? Jelaskan kepada Om?"


"Nanti saja, om. Biar tante Siwi yang akan menjelaskannya kepada Om. Kita sudah tidak punya waktu lagi. Kita harus secepatnya membawa Ivy Lee ke sekolah, Ivy Lee harus segera diselamatkan, Om. Hantu itu sangat berbahaya, karena Ivy Lee telah berjanji kepada hantu Sekar akan menolong hantu itu. Padahal Om sendiri tahu bahwa Ivy Lee adalah seorang gadis penakut. Ayo Om, kita harus segera membawa Ivy Lee ke sekolah, Om. Saat ini ayah Haikal sedang menuju ke sekolah kami, beliau akan menolong Ivy Lee, Om."


Setelah mendengarkan ucapan Haikal Pak Adam segera menggendong tubuh putrinya membawanya masuk ke dalam mobil. 


"Bu...Haikal, kalian masuk dulu di kursi penumpang. Kalian berdua pangku tubuh Ivy Lee, biar Ayah yang menyetir!!" perintah pak Adam.


Bu Siwi dan Haikal segera masuk ke dalam mobil Pak Adam dan mereka berdua langsung duduk di kursi penumpang. Haikal meninggalkan motornya begitu saja di pekarangan rumah Ivy Lee. 


Dia sudah tidak memikirkan motornya apalagi yang lainnya. Di pikirannya saat ini hanyalah bagaimana mereka secepatnya bisa sampai di sekolah dan menyelamatkan Ivy Lee.


Setelah semuanya masuk ke dalam mobil, Pak Adam segera menjalankan mobilnya menuju sekolah putrinya. Begitupun Pak Agung dan rombongan murid-muridnya juga sedang menuju ke sekolah Haikal.


"Ya Allah, selamatkanlah putri kami. Hanya dia Putri kami satu-satunya!!" 


Bu Siwi terus menangis memandang putrinya seraya memanjatkan doa demi keselamatan Putri semata wayangnya. Haikal dan Pak Adam yang melihat beliau pun tak tega.


Haikal bisa merasakan betapa sakit dan hancurnya hati ibu Siwi saat ini, melihat putrinya dalam bahaya. Dia mencoba menenangkan Bu Siwi, padahal dia sendiri juga ketakutan.


"Tante yang sabar, ya! Tante jangan menangis. Kita doakan semoga kita semua bisa menyelamatkan Ivy Lee. Haikal berjanji akan menyelamatkan Ivy Lee, tante. Tante jangan takut lagi, ya!!"


Bu Siwi memandang Haikal, beliau tersenyum di sela-sela tangisnya. Beliau mengangguk seolah ingin kasih tahu Haikal, bahwa dirinya baik-baik saja. Bu Siwi sangat bersyukur, Putri semata wayangnya memiliki teman seperti Haikal.     

__ADS_1


    


__ADS_2