Ivy Lee

Ivy Lee
Chapter 13


__ADS_3

Pak Adam mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, menembus derasnya hujan malam itu. Bu Siwi terus berteriak meminta suaminya mempercepat laju mobilnya.


"Ayo yah, lebih cepat yah, kasihan Putri kita!!"


"Sabar Bu, ini sudah paling cepat!!"


Bu Siwi menangis tak henti-hentinya memandang wajah pucat putrinya. Di luar sana hujan semakin deras, ditambah lagi suara guntur yang sangat mencekram.


"Ccciiiiittt!!"


Pak Adam mengerem mendadak, seperti ada masalah pada mobil yang dia kendarai.


"Ada apa yah, kenapa berhenti mendadak?" tanya Bu Siwi Haikal pun penasaran.


"Sepertinya ban mobil kempes, Bu. Coba ayah cek sebentar, kalian di dalam mobil saja, tidak usah keluar!!"


Pak Adam keluar dari mobilnya, tidak peduli pakaiannya basah terguyur hujan yang semakin deras. Suara petir menggelegar membuat Bu Siwi berteriak. Beliau sangat mengkhawatirkan suaminya yang berada di luar mengecek ban mobilnya.


Bu Siwi membuka sedikit jendela mobilnya. "Yah, bagaimana? apakah ada masalah dengan mobil ini?" teriak Bu Siwi sengaja supaya suaminya mendengar. Karena suara guyuran hujan lebih keras daripada suaranya.


"Ban mobil kita akan beneran bocor, bu. Sebentar ayah akan menghentikan taxi, kalian tetap di dalam mobil saja!!"


Malam itu sepertinya ada ketidakwajaran.  Bahkan suasana jalanan yang biasanya ramai terlihat sangat sepi.


Haikal melirik arloji di pergelangan tangannya. Waktu telah menunjukkan pukul 07.30 malam. Sementara dia semakin mengkhawatirkan kondisi Ivy Lee. Dia bingung, dia tidak bisa hanya diam saja di dalam mobil, menunggu Pak Adam sampai mendapatkan taxi.


Sampai Dia pun akhirnya merogoh handphonenya di dalam saku celananya. Haikal berharap rombongan ayahnya sudah sampai di sekolahnya. Dia bisa meminta bantuan kepada salah satu diantara mereka untuk menjemputnya.


Dia menelpon ayahnya, panggilan pertama tidak ada jawaban, hingga dia berkali-kali menghubungi ayahnya dan panggilan ke 4 akhirnya dijawab juga oleh ayahnya.

__ADS_1


"Assalamualaikum ayah, syukurlah Ayah menjawab telepon Haikal. Apakah kalian sudah tiba di sekolah Haikal?" tanya Haikal. Bisa didengar dari nada suaranya Haikal terdengar sangat gugup.


"Kami baru saja tiba 5 menit yang lalu nak. Ada apa? Kamu belum tiba juga di sekolahmu? apa terjadi sesuatu di jalan?" tanya Pak Agung nampak khawatir.


"Ban mobil yang kami tumpangi bocor, yah. sekarang posisi Haikal berada di Jalan Cemara, sekitaran setengah kilo dari lokasi sekolah. Apakah ayah ataupun yang lain bisa menjemput Haikal? di sini tidak ada satupun kendaraan yang lewat, yah. Kami bingung bagaimana cara kami bisa segera sampai di sekolah!!"


"Tenang Haikal, kamu share location aja, ya. Biar ayah menyuruh Pak Hadi dan yang lain menjemput kalian!!"


Haikal langsung bernafas lega. Setelah mendapat jawaban dari ayahnya Haikal langsung menutup teleponnya.


Haikal membuka sedikit jendela mobil Pak Adam. Lalu dia berteriak memanggil Pak Adam agar kembali ke dalam mobilnya.


"Om Adam, kemarilah, masuklah ke dalam mobil jangan hujan-hujanan di luar nanti Om Adam bisa sakit. Sebentar lagi akan ada orang yang akan menjemput kita!!" teriak Haikal. Pak Adam pun langsung kembali menuju mobilnya.


Tidak peduli kondisinya basah kuyup, pak Adam langsung masuk ke dalam mobilnya.


"Sebentar lagi, pak Hadi, orang yang diperintah Ayah Haikal untuk menjemput kita akan segera kemari menjemput kita, Om. Baru saja Haikal menelpon ayah Haikal. Beliau baru saja tiba di sekolah Haikal. Jadi tante Siwi dan Om Adam tunggu sebentar, ya!!"


"Alhamdulillah terimakasih, nak. Kami tidak tahu harus bagaimana caranya berterima kasih kepada kamu. Jika tidak ada kamu, bagaimana nasib kami dan Putri kami!!" 


Pak Adam berterima kasih kepada Haikal, Haikal menggeleng lalu dia berkata, "Tidak perlu berterima kasih, Om Adam. Sudah sewajibnya kita sebagai sesama manusia harus saling membantu. Yang terpenting saat ini adalah keselamatan Ivy Lee.


Setelah menunggu selama 5 menit, terdengar suara klakson mobil dari arah depan, yang diyakini Haikal adalah mobil milik Padepokan ayahnya.


Haikal langsung membuka jendela mobilnya lalu melambaikan tangan memanggil Pak Hadi yang kebetulan sedang menyetir mobil itu.


Pak Hadi langsung mendekatkan Mobilnya di dekat mobil Pak Adam. Sedangkan yang lainnya membantu membukakan pintu mobil dan sebagian keluar membawakan payung untuk Haikal dan yang lain.


Tanpa bantuan siapapun Haikal langsung menggendong tubuh Ivy Lee lalu di bawanya masuk ke dalam mobil yang di kendarai pak Hadi.

__ADS_1


Semuanya berpindah masuk ke dalam mobil Pak Hadi sedangkan mobil Pak Adam ditinggal begitu saja di sana. Pak Adam tidak memikirkan mobilnya, karena keselamatan putrinya jauh lebih penting dari apapun.


Setelah mematikan semuanya telah masuk ke dalam mobil. Pak Hadi langsung menjalankan mobilnya. Baru sekitar 100 meter mobil itu melaju. Tiba-tiba ada bayangan hitam Menghadang mobil mereka.


"Astaghfirullahaladzim, makhluk apa yang sedang menghadang kita!!" ucap Pak Hadi terkejut. Setelahnya yang lain pun terkejut setelah melihat bayangan hitam sedang menghadang mobil mereka.


Pak Adam tidak bisa diam saja, beliau meminta yang lain tetap melanjutkan perjalanan mereka. Sedangkan Pak Adam akan menghadapi makhluk hitam yang sedang Menghadang mobil mereka.


"Kalian semua lanjutkan perjalanan kalian, biar saya yang menghadapi makhluk itu!!" perintah pak Adam.


"Om, jangan menghadapi makhluk itu sendiri. Sebaiknya ada yang menemani, om Adam. Tapi maaf, saya tidak bisa menemani, om. Saya harus segera tiba di sekolah untuk menyelamatkan Ivy Lee. Bagaimana yang lain bisa menemani Om Adam? siapa yang bisa menemani Om Adam?" tanya Haikal kepada yang lainnya.  


"Tidak usah Haikal, Om bisa menghadapinya sendiri. Kalian lanjutkan saja perjalanan Kalian, tidak usah memikirkan Om!!" tolak Pak Adam.


"Udah yah, Jangan ngeyel. Bagaimanapun juga, ibu sangat mengkhawatirkan ayah. Biar salah satu diantara mereka menemani ayah di sini!!" saran Bu Siwi.


Pak Hadi yang sedari tadi hanya menyimak, akhirnya angkat bicara. "Biar pak Adam saya yang temani. Haikal, kamu bisa menyetir mobil, nak? kamu gantikan saya menyetir mobil, ya?" tanya pak Hadi.


Haikal langsung menyetujui permintaan Pak Hadi. Kini hanya bu Siwi yang memangku tubuh Ivy Lee, dibantu dua murid yang datang bersama Pak Hadi tadi. Sedangkan Haikal berpindah ke depan untuk mengambil alih kemudi.


Haikal langsung melanjutkan mobilnya sedangkan Pak Hadi dan pak Adam langsung menghadapi makhluk hitam yang Menghadang mobil mereka tadi.


Namun tidak berhenti disitu saja ternyata di depan sana masih ada yang Menghadang mobil yang dikemudikan Haikal. Kali ini yang Menghadang mobil mereka adalah makhluk yang bertubuh besar menyerupai orang hutan atau bisa disebut seperti genderuwo. Matanya menyala berwarna merah dan memiliki dua taring yang sangat menyeramkan.


"Astaghfirullahaladzim Ya Allah, kenapa ada lagi dan ada lagi makhluk yang Menghadang kami?" teriak bu Siwi ketakutan.   


"Tante tenang ya, nggak perlu takut, biar Haikal yang menangani mereka. Kalian berdua temani tante Siwi dan Ivy Lee di dalam mobil!!" pinta Haikal kepada dua orang yang datang bersama Pak Hadi tadi.


Sebenarnya Haikal malas meladeni makhluk-makhluk seperti mereka. Jika dia mau, sudah pasti dia lebih memilih menerjang mereka. Tapi Haikal tidak bodoh, dia tidak akan tertipu dengan tipu muslihat makhluk-makhluk itu. Dia tahu apa yang terjadi, semua halangan yang terjadi tak lain adalah ulah dari hantu Sekar. Dia yang sengaja menyuruh hantu-hantu yang lainnya untuk menghadang perjalanan mereka.

__ADS_1


__ADS_2