
Kilatan halilintar diikuti dengan dentuman suara yang keras dan bergema, Membuat tempat itu bertambah menyeramkan. Haikal langsung membuka matanya.
Rombongan arwah yang hendak menyerangnya tadi mulai menghilang. Matanya memandang ke atas, langit hitam putih seolah akan terbelah karena kilatan halilintar yang dia saksikan.
Sedangkan di tempat Ivy Lee berada saat ini. Gadis itu masih menyaksikan beberapa potong reka adegan penyiksaan Sekar sewaktu hidup.
Pria paruh baya itu melemparkan makanan sisanya kepada Sekar. Sekar segera mengambilnya dan memakannya meskipun makanan itu telah bercampur dengan pasir. Ibunya hanya bisa menangisi putrinya tanpa bisa menolongnya.
"Cepat habiskan makananmu! Lalu isi gentong air dan kau harus mengambil air di sumur seratus meter dari rumah ini!!" perintah pria paruh baya kepada Sekar.
Dengan kondisi kakinya yang pincang dan tangannya juga terluka akibat siksaan dari pria paruh baya itu, Sekar tetap menuruti perintah ayah tirinya. Dia membawa dua ember sekaligus agar gentong itu segera terisi penuh.
Apa yang bisa gadis kecil itu lakukan selain menuruti perintah ayah tirinya. Menolak Pun dia akan mendapatkan siksaan.
Dengan langkah tertatih serta menahan perih luka-luka di sekujur tubuhnya. Gadis itu tetap menguatkan diri supaya ayahnya tidak menambah luka baru di tubuhnya.
Ivy Lee terus menyaksikan penderitaan Sekar selama ini. Dia tak henti-hentinya menangis karena kasihan.
"Benar kata hantu itu! Hidupku lebih beruntung dibanding dia," gumam Ivy Lee.
Langkahnya tertatih, seakan Sehar tidak kuat lagi. Air di dalam dua ember itu terlalu berat, apa lagi dia harus mengangkatnya sejauh 100 meter. Belum lagi jika tetesan darah karena lukanya yang belum mengering pun, membuat Sekar harus mengulangi mengambil air yang lebih bersih.
Ivy Lee bisa melihat kebencian dari sorot mata Sekar kepada ayah tirinya. Tubuhnya sangat lemah dan lelah, tetapi dia harus tetap mengisi air hingga penuh. Sedangkan ayah tirinya duduk manis sambil menikmati pisang gorengnya.
Tiba-tiba tubuh Sekar melemah, dan dia pun terjatuh. Ayah tirinya menyuruh Sekar bangun dan jangan menjadi anak manja. Karena ayah tirinya tidak akan membantunya.
"Heh, bangun kau! Siapa yang menyuruhmu istirahat!!" pekik ayahnya dengan nada membentak.
__ADS_1
"Ayah aku lelah dan haus! Bolehkan aku meminum sedikit air?" pinta Sekar mengiba.
"Minum? Minum saja air di ember yang kau bawa!!" perintah Ayahnya.
Pandangan sekar terarah pada dua ember yang berisi air penuh. Meskipun air itu mentah dan belum direbus, karena dia sangat haus, akhirnya Sekar nekat meminumnya.
Terdengar tawa yang tak lain adalah ayah tirinya yang sedang menertawainya ketika pandangan pria paruh baya itu terarahkan pada Sekar yang masih meneguk air di dalam ember.
Sorot kebencian di mata Sekar semakin bertambah. Disiksa, di rendahkan oleh ayah tirinya membuat Sekar menaruh dendam pada pria paruh baya itu.
"Apa kau lihat-lihat? Lanjutkan pekerjaanmu dan cuci bersih ember bekas air minum mu itu!!" perintah si ayah tiri.
Sekar bangkit dari duduknya dan melanjutkan perintah dari ayah tirinya. Dia harus secepatnya mengisi penuh gentong air sebelum ayah tirinya semakin menambah hukuman untuknya.
Tak lama setelah gentong berisi air itu telah penuh. Tiba-tiba keadaan berubah kembali dan dua ember serta gentong yang tadinya ada telah menghilang. Gadis polos yang tadi dia liat telah berubah kembali menjadi sosok Sekar yang menyeramkan
Ivy Lee hendak melontarkan protes, tapi mulutnya dibungkam oleh rambut panjang Sekar.
Sekar membawa Ivy Lee ke sebuah rumah kayu di tengah hutan dan pastinya jauh dari warga ataupun keramaian.
Ivy Lee dapat melihat dua sosok lelaki dan perempuan, setelah mengikuti arah jari telunjuk Sekar. Dua orang itu yang tak lain ayah kandung dan ibu kandung Sekar,sedang beradu tatap.
"Tolong rawat anak kita! Dia sangat menderita hidup denganku. Setiap hari dia disiksa oleh suamiku!!" ucap seorang wanita yang tak lain adalah ibu dari Sekar.
Ivy Lee kini berada di sebuah rumah kuno dan melihat ibu dari Sekar sedang berbicara empat mata dengan pria keturunan cina.
Melihat dari wajahnya sepertinya sosok pria itu memiliki wajah yang hampir mirip dengan Sekar.
__ADS_1
"Astaga, apakah dia adalah ayah kandung Sekar!!" gumam Ivy Lee seraya membungkam mulutnya sendiri.
Ivy Lee mempertajam pendengarannya. Dia ingin tahu apa saja yang diobrolkan dua orang itu.
"Aku tidak mau mengurus anak itu! Di perjanjian kita tidak ada. Kita melakukannya suka sama suka. Kau punya suami dan aku punya istri. Lebih baik kau pergi dari sini dan bawa anak itu menjauh dariku. Awas saja kalau istriku sampai tahu. Kau dan anakmu akan tahu akibatnya!!" ancam pria cina itu kepada ibunya Sekar.
Dari ucapan ayah kandung Sekar, Ivy Lee mendadak menimbang-nimbang siapakah orang yang membunuh Sekar. Ada dua kandidat yaitu ayah tiri Sekar dan ayah kandung Sekar. Tapi di sini yang paling kuat adalah ayah tiri Sekar yang jelas-jelas hampir setiap hari menyiksa Sekar.
Setelah mendengar ancaman dari selingkuhannya, ibunda Sekar pun pergi meninggalkan rumah itu dengan raut wajah sedih bercampur takut. Sepertinya ancaman dari pria tadi tidaklah main-main.
"Kau lihat Ivy Lee? Bahkan di dunia sewaktu aku masih hidup, tidak satupun orang yang menginginkanku. Termasuk ayah kandungku sendiri tidak menginginkanku. Sedangkan ibuku tidak mampu menolongku ketika ayah tiriku menyiksaku!!" ucap Sekar.
"Kau bisa mencari tahu sendiri, siapa yang membunuhmu. Sudah pasti di antara kedua ayahmulah yang membunuhmu, Sekar!!" timpal Ivy Lee.
Sekar memiringkan kepalanya, lalu dia mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Ivy Lee.
"Jauhkan wajahmu dari hadapanku, Sekar!!" pekik Ivy Lee yang tidak menyukai tindakan Sekar yang mendekatkan wajahnya di wajah Ivy Lee.
Sekar tidak merespon permintaan Ivy Lee. Kuku-kuku panjangnya menelusuri wajah cantik dan mulus Ivy Lee.
Ivy Lee mendadak berkeringat dingin disertai tubuhnya yang semakin bergetar. Dia takut Sekar akan merusak wajahnya sama seperti wajah Sekar.
"Kau tahu Ivy Lee? Wajah ini dulu adalah milikku. Kecantikan yang kumiliki telah berpindah di wajahmu!!"
Mata tajam Sekar menelusuri setiap pahatan wajah cantik Ivy Lee. Seperti sebuah reinkarnasinya, tapi Ivy Lee bukanlah reinkarnasinya. Lagi pula kematian Sekar belum disempurnakan. Apakah bisa sosok yang matinya tidak sempurna bisa reinkarnasi kembali menjadi seorang manusia.
Sekar memperhatikan kedua kaki Ivy Lee yang bergetar hebat. Dia semakin senang dan tertawa lepas menikmati ketakutan di wajah Ivy Lee. Ketika melihat wajah Ivy Lee yang ketakutan, Sekar merasa eksistensinya diakui.
__ADS_1