Ivy Lee

Ivy Lee
Chapter 8


__ADS_3

Hantu Sekar menatap tajam ke arah Haikal yang hendak menggagalkan kemauannya. Dia menggunakan kekuatannya untuk menyingkirkan Haikal. Haikal yang sedang berlari menghampiri Ivy Lee pun terpental sehingga tubuhnya membentur ke dinding.


"Aaaach!!" teriaknya kesakitan.


Murid-murid lain dan para guru yang sedang melihatnya pun berteriak-teriak. Salah satu di antara mereka langsung berlari menolong Haikal.


"Cukup Sekar, Jangan sakiti dia. Katakan apa yang kau inginkan dariku?" ucap Ivy Lee kemudian.


"Hahaha!!" Hantu Sekar Pun tertawa memandang ke arah Ivy Lee.


"Jangan Ivy Lee, kau jangan bertindak bodoh dengan menuruti keinginannya. Kau akan tersesat, dia akan membuatmu sesat!!" teriak Haikal.


"Diam kau, jangan mencampuri urusanku. Jika kau tidak mampu menolongku, maka jangan campuri urusanku dengan gadis ini!!"


Hantu Sekar terlihat marah karena Haikal mencampuri urusannya dengan. Hantu Sekar lalu tertawa menatap Ivy Lee dan mengatakan keinginannya.


"Tolong aku, ikutlah aku. Aku akan membawamu di mana kau bisa menolongku!!"


"Baiklah, tapi dengan dua syarat setelah aku menolongmu maka kau harus pergi. Jangan mengganggu kehidupanku lagi dan juga teman-temanku!!"


Hantu sekarang menyetujui syarat dari Ivy Lee. Hai Kak terus berteriak untuk menggagalkan mereka berdua. Tapi Ivy Lee mengabaikan teriakan Haikal.


Haikal langsung berlari menghampiri Ivy Lee. Dia tak peduli gadis itu marah atau benci padanya nantinya.


Hantu Sekar terus mendorong Haikal melalui tatapan tajamnya. Haikal membacakan bacaan yang mampu membuat tubuh hantu Sekar kepanasan.


"Sialan kenapa kau terus mencampuri urusanku. Aku akan tetap menagih janjimu Ivy Lee!!" ucap hantu Sekar sebelum dia pergi.


Haikal tetap menghampiri Ivy Lee, lalu dia memarahi gadis itu. Tindakan Ivy Lee terlalu gegabah sehingga membuatnya marah.


"Apa kau sudah gila? Kau selalu bertindak  gabah. Kenapa kau membuat perjanjian dengan hantu itu!!" ucap Haikal memarahi Ivy Lee.


"Apa yang salah Kak? Aku sudah lelah, aku tidak ingin dia terus-terusan menggangguku. Aku tidak bisa konsentrasi dengan pelajaran ku. Jika dengan menolongnya dia akan pergi, maka aku akan menolongnya."


"Memangnya kau mampu? Ilmu kamu sudah dalam kah? Alamnya dengan alam kita berbeda. Kalau kau tidak memiliki ilmu yang besar maka kau tidak akan bisa kembali ke dunia ini. Kau akan tersesat di dunia nya dan menjadi sepertinya."

__ADS_1


"lalu aku harus apa? Bahkan aku sudah menjalankan puasa seperti yang kau katakan tapi gagal!!"


"Memangnya siapa yang menyuruhmu puasa? dari awal aku sudah mengatakan, Lebih baik kau berdamai dengan keadaan daripada menjalankan ritual-ritual yang kau sendiri belum tahu. Percuma kamu menjalankan puasa puasa itu jika dirimu masih menjadi gadis penakut. Semua itu tergantung dari pikiranmu. Jadi yang pertama ubah pola pikirmu. Kau merasa terganggu dengan kehadiran mereka padahal yang mengganggumu hanyalah hantu Sekar. Lihatlah hantu-hantu di luar sana Apakah mereka pernah mengganggumu? Dunia Kita Dan Dunia mereka berbeda tapi dunia kita sangat berdekatan dengan dunia mereka. mereka menjalankan aktivitas mereka begitupun dengan kita juga menjalankan aktivitas kita."


"Selama mereka tidak mengganggumu maka semua akan baik-baik saja. Tapi semua terlanjur, kau terlanjur berjanji dengan hantu Sekar."


Ivy Lee terlalu bodoh, dia tidak memikirkan dampaknya. Tapi janji tetap berjanji apalagi perjanjian dengan setan. Dia tetap harus menepati janji itu, jika dia tidak ingin celaka.


Haikal meninggalkan ruang kelas Ivy Lee dengan keadaan marah. Dia marah dengan keputusan yang telah dipilih Ivy Lee. Bahkan biasanya sepulang sekolah dia selalu mengantar Ivy Lee pulang. Siang hari ini Ivy Lee harus pulang sendirian.


Ketika dia sedang duduk di halte menunggu bus, salah satu teman kelasnya mengolok-olok dia.


"Hei anak baru, kau jangan sok jadi orang.Kau berani membuat kak Haikal marah. Kita saja yang sudah lama sekolah di sini tidak pernah membuat kak Haikal marah. Kau baru sekolah beberapa hari di sini tapi kau sudah membuat kak Haikal marah."


"Kau tahu, dia adalah orang yang paling disegani di sekolah ini. Dia sudah menolong banyak orang yang pernah kesurupan. Sebelum kau datang, sekolah ini aman-aman saja. Tapi setelah kehadiranmu, setan-setan itu muncul kembali. Semua ini gara-gara kau, kau adalah pengacau!!"


Mereka pergi setelah mengolok-olok Ivy Lee. Membuat Ivy Lee mendadak menjadi merasa bersalah.


"Ini bukan mauku. Aku juga tidak ingin seperti ini. Aku juga ingin menjadi manusia normal seperti kalian!!" ucap Ivy Lee lirih.


Bus yang dia tunggu telah tiba ia langsung naik dan duduk di kursi penumpang. Dari tadi dari kejauhan Haikal memperhatikannya. Sebenarnya dia tidak tega melihat Ivy Lee, tapi dia masih marah dengan gadis itu.


Di dalam bis tiba-tiba ada seorang anak kecil yang duduk di samping isi. Anak itu terlihat sangat pucat dan dia memandangi wajah Ivy Lee terus menerus.


Ivy Lee yang merasa diperhatikan pun menoleh. Wajah keduanya saling pandang, tiba-tiba anak kecil itu menangis membuat Ivy Lee kebingungan.


"Adik, kenapa kamu menangis? kamu sendirian? di mana ibumu?" tanya Ivy Lee, mencari-cari di mana ibu dari anak itu.


"Ibuku menghilang, kak. Tolong bantu aku menemukan ibuku!!"


Melihat anak kecil itu terus-terusan menangis membuat Ivy Lee tidak tega. Dia mencoba menenangkan anak kecil itu dengan menggenggam kedua tangannya.


"Astaga, kenapa tanganmu sangat dingin? Apakah kamu kedinginan?"


Ivy Lee terkejut setelah memegang kedua tangan anak kecil itu yang sangat dingin sedingin es. Ditambah lagi wajah anak kecil itu sangat pucat. Ivy Lee takut anak kecil itu sakit parah.

__ADS_1


"Apakah kamu sakit? Kenapa Wajahmu sangat pucat?"


Anak kecil itu menggeleng. Bus itu mendadak berhenti di sebuah tempat yang sangat jauh dari penduduk. Tempat itu Mirip hutan tapi bukanlah hutan. Hanya saja tidak ada bangunan rumah di sana.


"Ayo turun Kak, bantu aku mencari ibuku!!"


Tangan anak kecil itu menggenggam erat tangan Ivy Lee, lalu mengajaknya turun dari bis. Merasa tidak tega dan khawatir, Ivy Lee pun mengikuti kemauan anak kecil itu.


"Kau yakin ibumu ada disini? tempat ini sangat sepi jauh dari warga."


Belum selesai Ivy Lee berbicara, tiba-tiba anak kecil itu melambaikan tangan kepada seseorang. Pandangan Ivy Lee langsung berpindah dan melihat ada seorang ibu-ibu yang juga melambaikan tangan ke arah anak kecil itu.


"Ibuuuuu!!" anak kecil itu berteriak memanggil ibunya. Ibu-ibu itu  langsung berlari menghampiri anaknya. Mereka berpelukan, sepertinya mereka telah berpisah cukup lama.


"Ibu aku sangat merindukanmu!!"


"Ibu juga sangat merindukanmu, nak. Selama ini ibu mencarimu, akhirnya kita bisa bertemu kembali!!"


"Ini semua berkat Kakak cantik itu, Bu. Dia menemaniku mencarimu. Terima kasih Kakak, aku sudah bertemu dengan ibuku kembali."


Ivy Lee tersenyum sekaligus terharu melihat pemandangan di depan matanya. Tapi dia merasa ada yang mengganjal. Kenapa wajah kedua orang di depannya itu sama-sama pucat.


"Kenapa wajah kalian berdua pucat? Apakah kalian berdua sakit?" tanyain Ivy Lee.


"Tidak, kami tidak sakit. Terima kasih telah mempertemukan kami kembali. Semoga Tuhan membalas kebaikanmu!!" ucap ibu-ibu itu tersenyum. Dipilih juga ikut tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Ibu-ibu itu berjongkok menatap anaknya, lalu berkata. "Ayo kita pergi, nak. Sudah saatnya kita pergi. Ibu akan mengajakmu ke tempat yang sangat indah lebih indah dari dunia ini.


Mendengar ucapan ibu-ibu itu sontak membuat Ivy Lee terkejut. Tiba-tiba ada cahaya putih yang sangat bersinar menyinari ibu dan anak itu.


Pakaian yang mereka kenakan berubah menjadi putih. Wajah mereka bersinar dan sangat harum.


Mereka tersenyum, melambaikan tangannya dan mengucapkan selamat tinggal kepada Ivy Lee.


"Astaga ternyata, ternyata mereka berdua adalah arwah!!"

__ADS_1


Setelah kepergian 2 arwah itu, Ivy Lee kebingungan, apalagi dia tidak mengenal daerah mana tempat dia berada saat ini. Dari arah belakang tiba-tiba ada seseorang yang mengejutkan Ivy Lee.


"Ivy Lee!!"


__ADS_2