
Sebenarnya apa yang diinginkan Sekar pada diri Ivy Lee. Dari sini sudah terlihat bahwa di antara ayah tiri dan ayah kandungnya lah yang sudah pasti sebagai tersangka pembunuhnya. Tapi seakan hantu itu tidak puas. Dia terus menarik Ivy Lee ke reka adegan masalalunya.
Padahal Ivy Lee yakin, bahwa tersangka ada pada ayah tiri dan ayah kandungnya. Jika memang bukan di antara keduanya, berarti Sekar telah mengetahui siapa yang membunuhnya. Lalu untuk apa dia terus menahan Ivy Lee di alamnya.
Siang malam hari demi hari telah mereka lalui. Alam manusia dengan alam mahluk halus sangatlah berbeda. Terutama soal waktu, bahwa alam kita dan alam gaib itu memiliki perbedaan waktu yang cukup besar.
Satu hari di alam manusia, ibarat kata 1 tahun di alam gaib. Haikal harus segera menemukan keberadaan Ivy Lee. Mereka tidak punya waktu banyak di alam itu.
Saat ini Haikal sedang duduk di atas bebatuan besar sambil memejamkan matanya. Tak peduli banyaknya makhluk halus yang membelai tubuhnya. Haikal tetap berkonsentrasi mencari petunjuk keberadaan Ivy lee melalui mata ketiganya.
Haikal baru ingat bahwa ayahnya telah membukakan mata ketiganya. Bocah laki-laki itu memfokuskan pemikirannya berharap segera mendapatkan petunjuk.
"Haikal, waktumu tidak banyak lagi, nak! Segera temukan temanmu dan kalian harus kembali secepatnya!!"
Kata kata itulah yang di dengarnya ketika haikal memfokuskan pikirannya. Suara itu adalah suara ayahnya, yang meminta Haikal untuk lebih cepat bertindak.
Tak lama setelah itu Haikal seolah melihat sepercik cahaya diarahkan pada air terjun. Haikal bisa melihat dengan jelas, di balik air terjun itu sepertinya ada pintu. Mungkin saja pintu itu merupakan petunjuk jalan dirinya menemukan keberadaan Ivy Lee.
Dia langsung bangkit berdiri, mencoba mendekat ke arah air terjun itu. Di bawah sana nampak jurang yang sangat mengerikan kedalamannya. Haikal ragu antara terus melangkah atau berhenti cukup di situ saja.
"Gunakan mata ketiga mu, Haikal. Bisa saja semua ini hanyalah jebakan!!" seperti ada suara yang membisikinya, Haikalpun memejamkan matanya guna memfokuskan pikirannya.
"Tunjukan sebuah kebenaran di hadapanku ketika aku mulai membuka kembali mataku. Hanya sesuatu hal yang benar yang ingin aku lihat dan singkirkan segala macam jebakan yang akan mencelakaiku!!"
__ADS_1
Setelah mengucapkan itu, perlahan Haikal membuka matanya dan jurang yang tadinya dia lihat telah berubah menjadi liang lahat. Liang lahat yang haikal lihat bukan hanya satu, melainkan ada puluhan liang lahat dan Haikal berada di tengah-tengahnya.
Setiap liang lahat terdapat mayat-mayat yang terbaring pucat dengan kondisi tubuh yang berbeda-beda. Kepulan asap putih tiba-tiba muncul di tempat itu dan menutupi setiap jalan sehingga mata Haikal tak mampu melihat jelas.
Sedikit saja dia salah melangkah, maka bisa jadi dia akan terperosok kedalam lubang liang lahat itu.
Haikal mengucek matanya di saat pandangannya mulai kabur. Tapi pikirannya tetap fokus dan mencoba mengendalikan dirinya agar tidak takut.
Dia tahu, selama dia masih berada di tempat itu, semua hal yang dia hadapi akan semakin membahayakan dirinya. Semua telah dikatakan oleh sosok hantu yang sebelumnya dia temui.
Semua rintangan di depannya akan dia hadapi. Tetap pada tekadnya, tidak akan kembali dengan membawa tangan kosong. Dia akan kembali jika sudah menemukan temannya Ivy Lee.
Tangannya mulai meraba-raba sesuatu yang bisa digunakan untuk pegangan. Nyatanya tidak ada satupun benda yang bisa dipegang.
Haikal berjongkok, berjalan merangkak sambil meraba-raba sisi tanah yang dapat ia lewati. Tiba-tiba mayat yang tadinya terbaring di dalam liang lahat bangkit semuanya mendekati Haikal.
"Aaaarrr! Dia terus mengerang kesakitan. Hampir saja dia putus asa, tapi dia tak akan mati di tempat yang bukan alamnya. Jikapun dia mati, dia ingin mati secara Khusnul Khotimah. Bukan mati di tangan setan-setan yang dihadapinya saat ini.
Tak hanya itu, bahkan mereka mencoba menarik kaki Haikal, agar Haikal terperosok dan jatuh ke dalam liang lahat bersama mereka. Jumlah mereka terlalu banyak, sehingga Haikal hampir saja terperosok kedalam liang lahat.
Mayat-mayat itu terus menarik kaki Haikal. Haikal merasa kewalahan dan hampir putus asa. Bayangkan saja, dia melawan puluhan mayat hidup seorang diri.
Untung saja tangannya masih mampu melawan mereka. Dia mencoba melawan dengan tenaganya yang tersisa di sertai bacaan doa yang mampu melemahkan mayat-mayat hidup itu.
__ADS_1
Haikal hampir terperosok kembali ke dalam liang lahat. Dia berhasil naik ke permukaan meskipun tangan-tangan mayat hidup itu terus menarik kakinya.
Mayat-mayat hidup itu seolah seperti sedang kelaparan dan Haikal adalah santapan terlezat bagi mereka. Kaki Haikal serasa akan terlepas dari tubuhnya. Mayat-mayat itu sangatlah kuat menarik kakinya.
"Aaaah!!"
Haikal terus mengerang di sertai nafasnya yang terengah-engah. Demi Ivy Lee dan demi bisa kembali ke alamnya, Haikal terus melawan semua mayat-mayat hidup itu.
Haikal melafalkan doa, karena hanya Tuhan yang bisa menyelamatkannya saat ini. Dia mulai memejamkan matanya meskipun kakinya terasa sangat sakit. Haikal mulai fokus membacakan doa doa yang mampu menyelamatkannya.
"Bismillahirrahmanirrahim!!"
Terdengar jerit kesakitan yang Haikal yakini adalah suara dari semua mayat-mayat hidup itu. Mereka kesakitan, tersiksa dan kepanasan karena doa doa yang Haikal lafalkan.
Haikal mengeluarkan liontin kalung pemberian ayahnya yang memancarkan sinarnya. Sehingga membuat suasana yang tadinya berkabut menjadi seperti semula.
Entah kemana perginya kabut-kabut tebal yang menutupi penglihatannya tadi. Bahkan Haikal melihat mayat-mayat yang tadinya menyerangnya telah terbaring kembali ke dalam liang lahat.
Dia sempat tak habis pikir dengan kejadian membingungkan yang baru saja dialami. Tapi setelah melihat luka di kedua tangan dan kedua kakinya, Haikal pun semakin yakin, bahkan kejadian barusan yang dia alami memang benar terjadi.
"Arrrk!!" Lagi-lagi dia mengerang, merasakan rasa sakit pada kedua kakinya. Kakinya terluka parah, cakaran kuku-kuku mayat hidup tadi, membuat kulit kakinya sebagian terkelupas dan mengeluarkan darah.
"Ya Allah, di mana aku harus menemukan Ivy Lee? Bahkan sampai sejauh ini aku belum mampu menemukan tanda-tanda keberadaannya. Hanya suaranya yang mampu ku dengar, tapi di mana dia berada?"
__ADS_1
"Ivy Lee. Apa kau bisa mendengarku? Jika kau bisa mendengarku maka jawablah panggilanku. Beritahu aku dimana keberadaanmu sekarang ini?" Teriak Haikal sekencang-kencangnya. Berharap suaranya yang keras mampu menembus di telinganya Ivy Lee.
Setelah berteriak dan terengah-engah, Haikal mencoba berdiri. Meskipun rasa sakit teramat dalam dirasakannya pada kedua kakinya saat itu. Tapi dia tetap ingin secepatnya meninggalkan tempat itu dan melanjutkan perjalanannya mencari Ivy Lee.