
Ivy Lee POV
"Hi hi hi hi hi hi!!"
"Hi hi hi hi hi hi!!"
Aku baru saja tiba di depan kelasku, tawa menyeramkan yang ku yakini suara hantu Sekar membuat tubuhku bergetar. Bagaimana caraku melawan rasa takut ini, jika mendengar tawanya saja aku langsung ketakutan.
Aku langsung berlari menjauh dari kelasku, aku akui aku belum berani. Aku terus berlari hingga menemukan sebuah kantin yang saat ini sangat ramai. Banyak teman-teman satu kelasku sedang menikmati sarapan di sana.
"Astaga, aku terkejut!!"
Sekolah ini seperti istana hantu, bahkan di kantin pun begitu banyak mahluk halus. Tapi anehnya, makhluk berjongkok di atas meja dan meludahi makanan yang sedang di makan teman-temanku. Ada juga yang matanya melotot menatap salah satu temanku yang sedang memesan makanan.
Makhluk itu seperti anak kecil berkepala botak dan yang melotot tadi adalah kuntilanak. Sepertinya penjual di kantin itu melakukan pesugihan. Tiba-tiba perutku mendadak mual, terbayang saat teman-temanku memakan air liur dari hantu-hantu tadi.
Aku tak tahu harus berlari kemana lagi. Aku sendiri tak tahu kemana kakiku membawaku pergi. Aku terus berlari, bahkan aku seperti memutari seluruh ruangan sekolah. Seolah aku di tunjukan ruangan-ruangan angker yang banyak dihuni para hantu di sekolah itu.
Sepertinya keputusanku berangkat sekolah hari ini salah. Aku terus berlari dan aku tak mampu menghentikan kakiku. Kakiku terus berlari dan sesekali berhenti hanya untuk melihat wujud-wujud hantu di setiap ruangan.
"Tidak, hentikan. Aku tidak ingin melihat kalian, hentikan, jangan menggangguku. Aku hanya ingin belajar di sekolah ini, aku tidak berniat mengganggu kalian. Tapi kenapa kalian semua menggangguku?"
Aku berteriak sekencang-kencangnya, berharap ada seseorang yang mendengarku dan menolongku.
"Tolong aku. Siapapun tolong aku, please!!"
Aku terus berteriak, namun teriakanku seolah di tirukan oleh mereka semua.
"Tolong aku...tolong aku!!"
"Tolong aku...tolong aku!!"
Mereka semua kompak menirukan teriakanku. Telingaku terasa sakit mendengar jeritan mereka semua yang meminta tolong padaku.
Mereka berjumlah sangat banyak, hingga aku tak mampu menghitungnya. Aku saat ini berada di sebuah ruangan kosong dan tiba-tiba pintunya tertutup dengan suara yang cukup keras.
"Hi hi hi hi hi hi!!"
"Hi hi hi hi hi hi!!"
Suara itu, aku langsung melihat ke sumber suara. Astaga, ternyata hantu-hantu yang berjumlah banyak tadi adalah hantu Sekar. Dia merubah dirinya menjadi banyak dan berpencar mengelilingiku.
__ADS_1
"Ivy Lee. Tolong aku!!"
Keringat dingin bercucuran membasahi dahiku. Jantungku seakan ingin terlepas dari tubuhku. Ya Tuhan, aku sangat ketakutan, aku gagal melawan ketakutan ku. Hantu ini sangat menyeramkan, aku takut.
"Hi hi hi hi hi hi!!"
"Hi hi hi hi hi hi!!"
Dia terus tertawa, seolah ketakutan ku adalah hiburan baginya. Dia terus mendekat, bahkan wajahnya tepat di depan wajahku. matanya melotot, sumpah wajahnya sangat menyeramkan di penuhi darah dan belatung. Apa lagi di bagian dahinya yang berlubang, sungguh sangat menyeramkan.
Jika di film-film horor biasanya punggung yang berlubang di juluki sundel bolong. Lantas apa julukan hantu di depanku ini, yang memiliki lubang di dahinya dan mengeluarkan darah segar yang terus mengalir.
"Tidak, menjauh lah dariku!!"
Aku terus berteriak dan memejamkan mataku. Aku tak sanggup melihat wajahnya yang sangat menakutkan. Benar kata kak Haikal, bagian wajahnya yang tidak hancur sangat mirip dengan wajahku. Apakah dia aku? Tidak mungkin, jelas-jelas namanya Sekar. Tapi kenapa wajahnya sangat mirip denganku.
Setelah aku berteriak dengan sangat keras, tiba-tiba aku seperti masuk ke dunia lain. Aku merasa tubuhku dikuasai oleh hantu Sekar. Bahkan aku tidak mampu mengontrol tubuhku sendiri. Apakah aku kesurupan? Aku sadar tapi tubuhku dikuasai hantu Sekar.
Dia membawaku keluar dari gudang itu. Pintu terbuka sendiri dan hantu Sekar membawa tubuhku berjalan keluar, melewati teman-temanku yang menatap aneh padaku.
Aku berteriak minta tolong, tapi tidak ada yang mendengar ku. Tubuhku benar-benar dikuasai hantu Sekar. beginilah rasanya kesurupan? Baru kali ini aku mengalaminya.
"Lihat deh, murid baru itu kelihatannya aneh banget!!"
Aku mampu mendengar setiap ucapan murid-murid yang sedang membicarakan ku. Tapi apa yang ku bisa lakukan, tubuhku saja dikuasai hantu Sekar.
"Tolong aku!!"
"Tolong aku!!"
"Tolong cari siapa yang telah membunuhku!!"
Aku berteriak meminta tolong, lebih tepatnya hantu Sekar lah yang berteriak melalui tubuhku. Semua teman-temanku terkejut setelah mendengar teriakanku. Bahkan mataku telah berubah memutih dan sangat menakutkan.
Aku mampu mendengar suara teman-temanku berteriak ketakutan.
"Tolong, ada yang kesurupan!!"
"Murid baru itu kesurupan!!"
Semua berlari melihatku, bahkan aku bisa merasakan kedua tangan dan kakiku seperti ada yang memegang. Hantu Sekar memberontak melalui tubuhku, minta di lepaskan.
__ADS_1
Tak lama para guru datang melihatku, dan ada juga yang membantuku membacakan doa. Saking ketakutannya, mereka sampai salah membacakan ku doa dan membuat hantu Sekar tertawa menertawai mereka.
"Ha..ha...ha...ha!!
"Ha..ha...ha...ha!!
Susana semakin menakutkan, bahkan mereka semua tidak ada yang bisa menolongku. Aku semakin takut, aku takut akan dibawa ke dunia para hantu. Aku tidak mau, aku tidak ingin mati sia-sia di usia muda.
"Panggil Haikal, di mana Haikal?" teriak salah satu guruku.
Pada saat itu kak Haikal tidak berada di sekolah, padahal tadi dia berangkat bersamaku. Wakil ketua OSIS mengatakan, Haikal sedang keluar sebentar membeli sesuatu. Bahkan dia telah mencoba menelponnya tapi tidak juga di angkatnya.
Hantu Sekar semakin menguasai tubuhku, bahkan bicaranya sudah ngawur. Semua ketakutan melihatku, wajahku pucat dan mataku hanya terlihat bagian warna putihnya saja. Sungguh sangat menakutkan, aku sendiri ketakutan melihat wajahku.
"Kak Haikal, ku mohon cepatlah kembali dan tolong aku!!"
Hantu Sekar ngamuk minta di lepaskan tangan dan kakiku. Orang-orang yang memegang tangan dan kakiku sampai kewalahan, namun mereka tidak mau melepaskan.
"Lepaskan, atau kalian ingin ku bunuh, hah?"
Saking takutnya, genggaman tangan di tanganku dan kakiku pun terlepas. Membuat hantu Sekar tertawa terbahak-bahak melihat ketakutan pada wajah orang-orang setelah mendengar ancamannya.
Dia mengamuk melalui tubuhku, membanting sebagian meja dan kursi sampai rusak.
"Aku minta sesajen. Kenapa kalian tidak lagi memberikan sesajen untukku? Aku ingin darah hitam, berikan aku darah hitam!!"
Semua teman-temanku menjerit ketika hantu Sekar meminta darah hitam. Darah hitam yang di maksud adalah darah manusia.
"Tidak, kami tidak akan memberi sesajen apapun untukmu. Keluarlah dari tubuh Ivy Lee, atau aku akan menghukum mu, Sekar!!"
"Kak Haikal, akhirnya kau datang juga!!" gumamku merasa senang.
Semua orang-orang di sana di minta membantunya memegang tangan dan kakiku kembali. Hantu Sekar semakin marah dan memberontak.
"Dasar bocah sialan, kenapa kau selalu menolak keinginanku. Aku tidak mau keluar dari tubuh gadis ini, aku sangat menyukainya, dia sangat penakut!!"
"Ha...ha...ha...ha!!"
Bahkan orang-orang yang sedang memegangi tangan dan kakiku gemetaran semuanya menahan takut. Aku melihat kak Haikal mendekat dan memegang kepalaku sambil memejamkan mata. Bibirnya melantunkan doa yang membuat hantu Sekar semakin kepanasan di dalam tubuhku.
"Hentikan bocah sialan, kau menyiksaku!!" teriaknya.
__ADS_1
Tapi kak Haikal tidak mempedulikan ucapan hantu Sekar. Dia terus membaca entah mantra ataupun doa. Setelah itu aku tidak mampu lagi mengingat semuanya. Tubuhku semakin melemah dan akhirnya aku tidak sadarkan diri.