Ivy Lee

Ivy Lee
Chapter 16


__ADS_3

Haikal terus berjalan menelusuri setiap jalan yang masih terlihat berkabut. Dia yakin suara jeritan yang sering kali dia dengar adalah suara Ivy Lee.


Haikal bingung, bahkan jalan itu tidak menunjukkan sama sekali kehidupan. Tidak ada Perumahan, tidak ada pepohonan, tidak ada pintu dan jalan keluar apapun hanya sebatas jalan yang dipenuhi oleh kabut putih dan hitam.


Iya tak mampu menemukan keberadaan Ivy Lee. Tapi telinganya selalu mendengar jeritan Ivy Lee minta tolong. Saking fokusnya mendengar jeritan Ivy Lee dan mencari keberadaannya, Haikal melupakan satu hal, kemampuan yang telah dibekali oleh ayahnya.


Mata ketiga, pak Agung telah membukakan mata ketiganya, tapi seakan Haikal lupa dengan itu semua. Dia benar-benar tidak bisa fokus di tempat itu.  Yang dia pikirkan, dia harus waspada melindungi dirinya sampai dia bisa menemukan keberadaan Ivy Lee dan menyelamatkannya.


"Tolong...tolong, Siapapun tolong aku!!"  Lagi-lagi terdengar jeritan Ivy Lee minta tolong.


"Ivy Lee! Kau dimana? Katakanlah kau dimana? Apa kau mendengar ku?" teriak Haikal memanggil-manggil nama Ivy Lee. Berharap Gadis itu bisa mendengar suaranya.


Haikal terus berjalan lurus tanpa memperhatikan kanan kiri atau belakangnya. Hingga dia sampai di sebuah tempat yang mirip seperti hutan. Matanya memandang samar-samar, banyak pepohonan di sana, tapi tempat itu seperti lukisan yang sangat menyeramkan. Tidak ada sinar matahari, tidak ada langit yang cerah. Tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana. Tempat itu seperti lukisan hitam dan putih di matanya.


"Ivy, katakan kau ada di mana? Apa kau bisa mendengar suaraku?" Lagi-lagi Haikal berteriak, berharap Ivy Lee mampu mendengar suaranya.


"Siapa kau anak muda? Kenapa kau bisa sampai di tempat ini? ini bukan alammu. Lebih baik kau kembali ke alammu, tempat ini sangat berbahaya!!"


Terdengar bisikan suara seorang wanita. Suara itu mirip seperti suara bisikan, tapi suaranya cukup keras di telinga Haikal.


Haikal pura-pura tidak mendengarnya. Bahkan  matanya tidak melirik sama sekali, mencari sosok si pemilik suara. pandangannya tetap fokus berjalan maju ke depan. Tanpa dia mencari tahu, Haikal sudah bisa menebak suara itu bukanlah suara manusia.

__ADS_1


Apakah Haikal terkejut ataupun takut? jawabannya tidak sama sekali. Haikal bukanlah sosok anak yang penakut Dia adalah anak pemberani. Rugi baginya jika dia sampai menjadi anak yang penakut. Karena dia adalah putra kedua dari Satria Agung, pemilik Padepokan Agung yang ditakuti para makhluk halus.


"Anak muda, Apakah kau tidak mendengarku? jangan pura-pura tuli, Karena aku tahu kau mampu mendengar suaraku!!"


Lagi-lagi sosok misterius itu memperingatkan Haikal. Namun, Haikal tetap pada pendiriannya tidak ingin meresponnya.


Haikal mampu merasakan begitu banyak Aura mistis di tempat itu. Bahkan semakin lama semakin kuat. Mungkin jika orang awam yang melihatnya, tempat itu adalah lokasi sekolahannya. Tapi berbeda di mata para indigo tempat itu menyatu dengan alam dunia, meski di sisi yang berbeda.


Tapi anehnya Haikal bisa melihat ayahnya, orang tua Ivy Lee dan lainnya. Tapi dia belum bisa menemukan keberadaan Ivy Lee.


Tiba-tiba ranting kayu melayang mengenai kaki Haikal. Dia memekik kaget dan hampir saja terjatuh. Tapi semua itu tidak mampu menggoyahkan pendiriannya untuk tetap berpura-pura tidak mendengar ucapan sosok misterius itu dan terus melangkah menuju ke depan.


Di depan sana, Haikal juga mendengar suara yang terdengar sengau dan berat. Suara itu seperti suara lelaki tua. Didengar dari suaranya, sepertinya dia sosok yang jahat.


"Dengarkan aku anak muda, cepat pergi dari tempat ini. Kalau tidak, kau tidak akan bisa kembali lagi ke alammu!!" lagi-lagi suara misterius seorang wanita itu memperingatkan kepada Haikal. Tapi Haikal tetap saja bergeming dan bahkan tetap tidak mau meresponnya.


Karena sosok misterius tadi terus mengikutinya dan mengganggunya, terpaksa Haikal mengeluarkan kalung pemberian ayahnya. Dia langsung memegang liontin cermin itu  dan mengarahkan tepat di arah belakangnya, tanpa harus ikut menoleh ke belakang. Tapi makhluk itu mampu menghindarinya.


"Kenapa kau begitu keras kepala? Apa kau ingin cari mati? di depan sana ada makhluk yang sangat membahayakan. Bukannya kau setelah mendengar sendiri suaranya? dia adalah makhluk yang sangat kejam yang tidak akan berpikir panjang untuk menghabisi siapapun yang tidak dia suka!!"


"Aku tidak akan mencelakaimu anak muda. Justru aku mengingatkanmu di depan sana sangatlah bahaya. Entah kau mau melihatku atau tidak, tapi aku tidak ingin manusia sepertimu memiliki nasib sama seperti putriku, Sekar!!" imbuhnya.

__ADS_1


Mendengar nama Sekar disebut, langkah Haikal pun terhenti. Dia hanya menghentikan langkah bukan berarti dia akan berbalik ke arah belakang. Karena hal itu mustahil dia lakukan.


"Kenapa kau terus mengikutiku? dan apa hubunganmu dengan Sekar?" tanya Haikal.


Makhluk itu pun tertawa mendengar respon Haikal. "Ternyata kau benar-benar tuli anak muda. Bukankah aku sudah mengatakan bahwa Sekar adalah putriku. Jadi untuk apa kau bertanya lagi siapa dia kepadaku?"


Seolah Haikal mendapat satu jalan menuju tempat di mana Sekar berada. Tapi dia tidak akan gegabah, tempat itu bukanlah alamnya, dia harus tetap waspada dan berhati-hati.


"Katakan dimana putrimu berada saat ini? Pasti kau tahu keberadaan putrimu itu!!" tanya Haikal tanpa menoleh, pandangannya tetap fokus ke depan.


"Ada urusan apa kau mencari putriku? Untuk apa kau mencari keberadaan putriku? sebenarnya siapa kau?"


"Sekar telah membawa temanku masuk ke dalam alamnya. Aku datang kesini untuk menjemput temanku, mengajaknya kembali ke alam kami!!" jawab Haikal.


Tanpa harus melihat ekspresi sosok misterius wanita itu Haikal bisa menebak ada keterkejutan di wajah sosok misterius itu. Sepertinya wanita misterius itu belum mengetahui bahwa putrinya telah membawa manusia masuk ke dalam alam mereka.


Tak hanya terkejut, sepertinya sosok misterius itu mendadak gelisah. Bahkan di depannya saat ini bukanlah sosok anak manusia biasa. Anak lelaki itu memiliki kelebihan yang mampu menghancurkan atau bahkan melenyapkan makhluk sepertinya.


"Aku benar-benar tidak tahu bahwa putriku membawa anak manusia masuk ke sini. Jika memang benar, aku bersedia membantumu mencari keberadaan mereka!!" ucap sosok wanita misterius itu berharap tawarannya mampu membuat Haikal tergiur. 


Tidak semudah itu Haikal tergiur dengan tawarannya.Apalagi sosok makhluk seperti mereka. Pasti ada timbal balik di belakangnya. Mana ada sesuatu yang gratis, di dunia saja sesuatu serba harus dibayar. Begitupun di alam lain parti mereka meminta imbalan dari semua bantuannya.

__ADS_1


"Kurasa tidak perlu! aku bisa mencari keberadaan temanku sendiri!!" tolak Haikal, melanjutkan langkahnya ke depan sana, tanpa menghiraukan apapun yang terjadi kedepannya.     


__ADS_2