Ivy Lee

Ivy Lee
Chapter 6


__ADS_3

"Kenapa? Kau tidak sanggup melakukan semua tirakat itu? Sebenarnya kau akan baik-baik saja tanpa harus melepas semua kemampuanmu. Sudah kukatakan berulang kali, berdamailah dengan takdir dan berusahalah memberanikan diri.


Terdengar mudah jika hanya diucapkan. Vey sudah berusaha, namun apa boleh buat, rasa takutnya sudah bawaan sejak lahir.


"Entahlah kak, aku bingung. Apa aku harus hidup selamanya dengan kelebihan ini atau berusaha menutupnya. Bagaimana caranya aku bisa berkonsentrasi dengan pelajaran di sekolah ini. Jika di sekeliling ku, aku dikelilingi mereka semua termasuk hantu Sekar.


"Sudahlah, lebih baik kita pulang. Kau tidak sadarkan diri sudah terlalu lama hingga waktu pulang sekolah tiba. Aku akan mengantarmu pulang, ikutlah denganku!!" ajak Haikal.


Vey turun dari ranjang Uks, lalu memakai kembali sepatunya. Dia melihat tas sekolahnya sudah di tangan Haikal. Kurang baik apa ketua osis itu padanya. Hingga Ivy lee lama kelamaan merasa malu dan sungkan sendiri.


Ketika mereka keluar dari ruangan Uks, suasana sudah sepi. Hanya ada pak kebun yang sedang menutup setiap pintu kelas dan beberapa motor guru yang masih terparkir di tempatnya.


Mata Ivy lee berfokus pada Haikal, ketika mata pak kebun melirik ke arahnya. Pak kebun itulah pemilih kantin yang dilihatnya tadi. Kantin yang dipenuhi banyak mahluk halus yang sedang meludahi setiap makanan yang dimakan pelanggannya. Ivy lee tahu, pemilik kantin itu melakukan pesugihan yang berjenis penglarisan.


Seolah bisa mendengar isi pikiran Ivy Lee, Haikal tiba-tiba menggandeng tangan Ivy lee dan memintanya naik ke motornya.


"Apa kau takut dengan pak bun?" tanya Haikal tiba-tiba.


"Kenapa harus takut, kak? Dia manusia bukan setan!!" jawabnya. Meskipun tidak bisa di pungkiri, Ivy lee merasa takut melihat lirikan mata pak bun.


"Aku tahu yang ada di dalam pikiranmu, Ivy lee. Saranku jangan kau hiraukan dia, sepertinya dia tahu kau bisa melihat makhluk-makhluk peliharaannya!!" ujar Haikal membuat Ivy lee terkejut.


Bahkan tanggan Ivy lee menggenggam erat lengan Haikal. Kepalanya bergerak ingin menoleh melihat pak bun. Tapi bentakan Haikal membuatnya mengurungkan niatnya.


"Jangan melihatnya. Pakai helmnya, kita makan di suatu tempat dulu. Aku tahu, kau belum makan sejak tadi pagi. Tenanglah, tempat makan yang kita tuju halal!!" ucap Haikal meyakinkan Ivy lee yang masih terlihat takut.


Haikal benar-benar membawanya ke sebuah lesehan di pinggir jalan. Tempat lesehan itu adalah tempat makan langganannya. Selain tempatnya bersih, makanannya enak dan pastinya tidak menggunakan pesugihan penglarisan seperti yang lain.

__ADS_1


"Tidak masalah, kan? Aku mengajakmu makan di pinggir jalan seperti ini?" tanya Haikal di saat menghentikan motornya dan melepas helmnya.


"Tenang saja, kak. Asal makanannya halal, tempatnya tidak jadi masalah!!" jawab Ivy lee.


Dan benar saja, tempat itu sangat aman dan nyaman untuk Ivy Lee. Tempat itu bersih, tidak ada makhluk halus satupun yang berada di lesehan itu.


Penjualnya sepertinya agamanya juga sangat kuat. Dua orang pasangan suami istri, yang satu berhijab dan satunya memakai peci di kepalanya.


"Assalamualaikum, buk...pak. Makanan seperti biasanya dua porsi, ya!!" ucap Haikal. Lalu menyuruh Ivy lee duduk di seberang duduknya, sehingga mereka saling berhadapan.


"Waalaikumsalam den Haikal. Baru pulang sekolah den? Ini cantik sekali, temannya den Haikal, ya?" tanya Bu Dina pemilik lesehan.


Haikal tersenyum sangat ramah lalu memperkenalkan Ivy lee pada bu Dina dan pak Doni.


"Perkenalkan nama saya Ivy Lee, bu...pak. Saya baru pindah ke Jakarta beberapa hari yang lalu," ucap Ivy Lee, memperkenalkan dirinya.


"Hanya leluhur saya yang keturunan china, bu.  Tapi saya orang Indonesia asli, walau orang-orang mengira saya cindo ( Cina Indonesia)


Bu Dina tersenyum dan mempersilahkan Haikal dan Ivy lee menikmati makanannya. Tanpa Ivy lee sadari, Haikal memperhatikan wajah Ivy lee ketika berbincang-bincang dengan bu Dina.


Haikal tidak bisa memungkiri, wajah hantu Sekar dengan Ivy lee bagai pinang dibelah dua. Dia semakin penasaran, apa karena Ivy lee memiliki wajah yang serupa dengannya, sehingga hantu Sekar terus mengejar Ivy Lee.


Apa mungkin Ivy lee ada kaitannya dengan kematian Sekar. Atau Ivy lee adalah wujud reinkarnasi dari Sekar.


"Sumpah, makanan disini sangat enak rasanya. Sering-sering ajakin aku mampir ke sini, kak!!" Pinta Ivy Lee, dalam kondisi mulutnya penuh makanan.


Haikal sampai menggeleng-gelengkan kepalanya. Gadis secantik Ivy lee ternyata tidak memerlukan jaga image. Dia mengalir apa adanya tanpa dibuat-buat.

__ADS_1


"Kak, soal tirakat tadi, aku akan mencobanya. Meskipun aku ragu, aku sanggup atau tidak melakukan itu semua. Aku sebenarnya ragu dengan diriku sendiri. Tetapi tidak ada salahnya mencoba, bukan?"


Haikal hanya mengangguk sambil memakan makanannya. Dia tidak menjawab, hanya berupa anggukan saja. Lagi pula dia tidak ada hak melarang kemauan Ivy Lee. Karena bukan dia yang akan menjalani nya. Dengan membiarkan Ivy lee, maka gadis itu akan merasakan sendiri pilihannya.


"Lakukan saja jika itu menjadi pilihanmu. Aku hanya bisa mendukung, toh kamu sendiri yang menjalaninya!!" ujar Haikal.


Puasa yang hendak dia jalani sangatlah berat. bedug yang artinya sama seperti puasa ramadhan. Ivy lee akan berpuasa dari sebelum subuh hingga matahari terbenam.


Tak hanya itu, selesai puasa bedug maka tahap selanjutnya adalah puasa ngrowot. Jenis puasa ini hanya diperbolehkan makan umbi-umbian selain itu dilarang. Dan masih ada puasa lagi setelah itu adalah puasa ngalong yang hanya diperbolehkan makan buah-buahan yang menggantung, selain itu dilarang. Sedangkan puasa mutih hanya diperbolehkan makan nasi putih saja dan minum air tawar yang artinya benar-benar air murni tanpa campuran perasa jenis apapun.


Setelah dihitung-hitung, Ivy Lee harus melakukan itu semua yang berjumlah 100 hari. 30 hari pertama adalah puasa bedug, 30 hari berikutnya puasa ngrowot, 30 hari berikutnya puasa ngalong, 9 hari berikutnya puasa mutih dan 1 hari terakhir adalah pati geni.


"Kalau saranku lebih baik jika kau tidak kuat jangan melakukannya. Karena tirakat itu harus dalam keadaan hati yang ikhlas, konsentrasi. Sekali konsentrasimu murak, maka puasanya akan gagal."


"Lagi pula, kau sanggup melakukan semua itu? Apalagi pati geni, kau tahu yang dimaksud pati geni?" tanya Haikal.


Ivy lee menggeleng, karena sejujurnya dia belum pernah mencoba semua tirakat yang didengarnya dari Haikal. Yang di pikirannya hanyalah, dia ingin terbebas dari kelebihannya yang mampu melihat mahluk halus dan memiliki hidup yang normal.


"Pati geni bisa dibilang seperti bertapa menyendiri di ruangan sepi dan gelap. Itu dilakukan sehari penuh tanpa makan dan minum. Aku tidak yakin kau akan melakukannya, karena kau penakut. Bagaimana jika tiba-tiba ada hantu yang berdatangan ketika kau sendirian di ruangan yang gelap tanpa seorangpun yang akan menemanimu!!"


Bukannya mensuport, haikal malah menakut-nakuti Ivy Lee, hingga gadis itu menggebrak meja makannya. Membuat pak Doni dan bu Dina terkejut.


"Hehehe, maaf pak...buk!!" ucapnya meminta maaf pada pak Doni dan bu Dina.


"Ini semua gara-gara kak Haikal!!" 


Haikal hanya mengulum senyum sambil melanjutkan makannya. Menurutnya selain penakut, ternyata Ivy Lee sangat lucu.

__ADS_1


"Habiskan makananmu, aku akan mengantarmu pulang. Sebentar lagi aku ada acara!!" ucap Haikal.


__ADS_2