
Satu jam kemudian Ivy Lee tersadar dari pingsannya. Pelan-pelan dia mulai membuka matanya dan mendapati dirinya berada di dalam UKS.
Dia melihat Haikal yang sedang sibuk mengerjakan sesuatu. Haikal sampai rela mengerjakan tugasnya di Uks demi menemani Ivy lee.
Siapa lagi kalau bukan dia yang mampu menemani Ivy lee. Murid lain tidak ada yang bisa menangani orang kesurupan selain dia. Haikal terlalu kuat mental, dia sama sekali tidak merasa takut pada setan bagaimanapun bentuknya. Oleh karena itu tidak ada satupun hantu yang bisa menembus tubuhnya.
Ivy Lee terlalu penakut, orang penakut biasanya lemah dan mudah bagi para arwah gentayangan mempengaruhi pikirannya.
Hantu sangat menyukai manusia-manusia penakut. Karena manusia penakut, maka eksistensi mereka akan diakui. Selain itu, karena orang-orang penakut, maka semakin besar kekuatan para Hantu untuk menguasainya.
"Kak!!" Ivy Lee memanggil Haikal.
Mendengar suara seseorang, membuat Haikal menoleh dan melihat Ivy sudah duduk memandang ke arahnya. Haikal segera menutup bukunya lalu menghampiri Ivy Lee.
"Ivy Lee, kau sudah bagun. Apa kau sudah merasa baik-baik saja?" tanyanya khawatir.
Ivy Lee sampai tertegun, Haikal adalah seseorang yang baru saja dia kenal. Tapi baginya, Haikal terlalu baik dan mudah akrab dengan orang baru maupun orang lama. Apa karena dia ketua Osis? atau memang dasarnya orangnya memang baik.
Ivy lee mengangguk. "Aku baik-baik saja, kak. Tapi aku takut, badanku sakit semua terlebih ketika arwah Sekar menguasai seluruh tubuhku. Aku tidak kuat lagi, aku merasa sangat terganggu. Jika dulu aku ingin mencongkel kedua bola mataku agar hidupku bisa lebih tenang karena tidak lagi bisa melihat mereka. Kini sepertinya aku ingin mati saja. Karena hantu itu telah menguasai tubuhku. Semua ini membuatku stres dan membuat mentalku lemah dan terjatuh, kak!!"
Ivy Lee nampak sangat frustasi, sampai dia tidak menginginkan hidup. Dari semua sekolah yang pernah di datangi, sekolah ini ternyata lebih parah.
__ADS_1
Dulu dia hanya terganggu karena selalu melihat penampakan. Lain halnya di sekolah ini, dia sampai kesurupan. Ivy Lee semakin stres.
"Itu karena kau penakut, Ivy Lee. Sebelumnya telah ku katakan padamu, buang semua ketakutan ini. Jika kau takut, maka mereka akan merasa senang. Tubuhmu akan lemah dan dikuasai mereka. Eksistensi mereka diakui dan semakin besarlah kekuatan mereka!!" ujar Haikal.
Haikal sebenarnya merasa capek menjelaskan berulang-ulang pada Ivy lee. Namun percuma, Ivy lee tetap saja penakut.
"Kau tahu Ivy lee. Aku tidak pernah merasa takut sama sekali pada arwah-arwah gentayangan. Pada dasarnya semua makhluk hidup akan mati dan rohnya akan kembali. Sedangkan para roh gentayangan adalah jin yang menyerupai orang yang telah mati. Yang ku takuti hanyalah Allah swt. Tiada kekuatan yang mampu menandingi kekuatan Allah swt, setan dedemit pun tak akan mampu menandingi kekuatan Allah swt. Maka jangan takut, berusahalah menjadi orang yang pemberani dan berlindunglah pada Allah swt!!" ujar Haikal panjang lebar.
Ivy Lee hanya diam sesekali mengangguk tapi tetap mendengarkan ucapan Haikal. Bahkan Haikal yang sama-sama memiliki kelebihan sepertinya masih bisa bersikap normal ketika berpapasan dengan roh-roh halus yang berada di kanan kirinya. Seolah-olah matanya tidak melihat dan bersikap senormal mungkin.
Kadang Ivy lee ingin menjadi seperti Haikal, tapi rasa takutnya lebih mendominasi. Mereka berdua sama-sama indigo, tapi Haikal seperti indigo yang anti mainstream.
Haikal hanya tersenyum singkat di saat mendengarkan ucapan Ivy Lee. Lalu Haikal berhenti tersenyum dan menceritakan sesuatu.
"Sebenarnya aku tidak ingin siapapun mengetahui kemampuanku. Aku ingin terlihat normal, meskipun aku bisa melihat hantu-hantu di sekitarku. Aku ingin terlihat tidak melihatnya. Namun ternyata aku salah, ketika ada murid-murid lain yang kesurupan seperti kamu tadi, dan tidak ada yang bisa menangani. Disitulah keahlianku diketahui seluruh orang di sekolah ini. Pernah dulu tanpa sadar aku berinteraksi dengan arwah yang merasuki adik kelas kita, disitulah pak Danang, mantan guru agama di sekolah ini menegurku!!"
"Apa yang beliau katakan pada kak Haikal?" tanya Ivy lee yang masih penasaran menunggu kelanjutan cerita Haikal.
"Ya beliau akhirnya mengetahui kemampuanku yang ku sembunyikan. Bahkan ternyata beliau juga memiliki kemampuan yang sama denganku. Bahkan beliau berpesan padaku untuk tirakat dan ritual."
"Lalu beliau sekarang kemana? Apa di pindah tugaskan?" tanya Ivy lee selanjutnya dan di angguki Haikal.
__ADS_1
"Sayang sekali, padahal kita bisa meminta bantuan beliau!!" ujar Ivy lee, membuat Haikal mengernyitkan sebelah alisnya.
"Memangnya kenapa kau ingin meminta bantuannya? Sedangkankan yang bisa menolongmu hanyalah dirimu sendiri. Kau saja penakut, tapi kau berharap bantuan seseorang. Ingat Ivy Lee, kita terlahir sendirian dan mati pun sendirian. Maka belajarlah menghadapi sesuatu sendirian. Akupun tidak bisa setiap saat membantumu bahkan mengawasimu. Aku punya kegiatan yang sangat banyak. Belum lagi aku adalah ketua Osis yang mengurusi banyaknya kegiatan di sekolah ini. Aku belum bisa menyerahkan jabatan kepada ketua osis yang baru sebelum aku menuntaskan semua hal yang menumpuk yang belum aku selesaikan."
"Jadi kak Haikal keberatan membantuku?"
Haikal tidak habis pikir dengan perkataan Ivy lee barusan. Dia gadis yang pintar dalam hal pelajaran, tapi begitu sulit memahami ucapan seseorang dalam hal di luar pelajaran.
"Aku tidak pernah keberatan, aku hanya ingin kau berusaha memberanikan diri. Anggap saja hantu-hantu itu tidak ada dan berusahalah memberanikan diri ketika berhadapan dengannya. Ingat, ketakutanmu akan membuat kekuatan dari hantu-hantu itu semakin besar dan mengendalikan mu serta melumpuhkan seluruh organ-organ tubuhmu."
"Tapi aku tidak ingin melihat mereka, kak. Aku ingin kelebihanku ini hilang dari diriku. Aku ingin menjadi manusia normal 100%."
Haikal menarik nafas dalam dalam sebelum memegang kedua bahu Ivy lee. Kemudian dia kembali mengatakan sesuatu pada Ivy Lee.
"Jadi kau ingin menutup mata batinmu? Kau ingin membuang kelebihanmu? Memangnya kau sanggup melakukan syarat-syaratnya yang cukup berat? Kalau aku sendiri mengaku tidak sanggup dan memilih berdamai dengan keadaan."
"Memangnya bisa menutup kelebihan ini?" tanyanya penasaran.
"Bisa saja, asal kau harus bisa "Tirakat". Tirakat di sini yaitu, puasa bedug, puasa ngrowot, 30 hari, puasa ngalong, yang masing-masing harus 30 hari. Jadi puasa bedug 30 hari, puasa ngrowot 30 hari, puasa ngalong 30 hari dan pati geni. Sebelum melakukan pati geni, kau harus puasa mutih selama 9 hari!!" ujar Haikal menjelaskan merinci.
Mulut Ivy Lee menganga setelah mendengar ucapan Haikal. Dalam hati Ivy Lee berkata, bagaimana mungkin dia bisa melakukan itu semua, sedangkan puasa di bulan ramadhan saja dia sering bolong.
__ADS_1