
"Kakek botak itu kukira tak lama lagi umurnya.
Akibat benturan pukulan dengan si Dewa Pengembara telah membuat luka-luka dalam yang parah." gumam dalam hati Jaka Kelana.
Rupanya Siluman Kura-kura itu tak ingin ilmunya hilang sia-sia. Itulah sebabnya dia menginginkan Jaka Kelana untuk mewarisi segenap ilmu yang dimiiikinya.
Jaka Kelana semakin mempercepat larinya, karena ingin lebih cepat lagi dia keluar dari pulau itu. Tentu saja dengan bekal ilmu-ilmu kedigjayaan yang cukup untuk bekal dalam pengembaraannya kelak di dunia persilatan.
...****...
Panas matahari seperti membakar bumi dan ada sebuah pulau tampak lengang seperti tiada penghuni. Akan tetapi sebenarnya tidak demikian. Karena tampak diatas bukit tertinggi di pulau itu dua orang laki-laki. Yang seorang adalah seorang kakek berjubah sisik yang gemerlapan dan bertubuh besar berkepala botak.
Dia m3mpunyai tameng dari tempurung kura-kura, siapa lagi kakek itu kalau bukan si Raja Siluman kura-kura
Sedangkan yang seorang lagi adalah seorang laki-laki yang masih muda. Bertampang gagah dengan rambutnya yang gondrong terjuntai kebawah. Sementara tubuhnya dalam keadaan terbalik dengan posisi kaki
diatas dan kepala dibawah.
Sedangkan si kakek itu enak-enakan duduk bersila sambil memejamkan kedua matanya
dibawah pohon yang rindang dan membiarkan pemuda itu dalam keadaan berjemur di bawah sinar panas matahari yang
menyengat kulit.
Pemuda itu tak lain adalah Jaka Kelana yang kini mempunyai panggilan Jaka Gemblung.
Pemuda itu pada saat ini sedang menerima
gemblengan ilmu-ilmu kedigjayaan dari si Raja Siluman Kura-kura, dan pada saat ini tengah melakukan latihan pernapasan teKura-kura dalam terbalik.
Hal seperti itu telah dilakukan selama enam hari berturut-turut. Hari ini adalah hari ketujuh atau hari terakhir dia melakukan latihan. Tentu saja dia hampir tak kuat menjalaninya, karena selama berturut-turut tujuh hari dia
melakukan demikian dari matahari terbit hingga terbenam.
__ADS_1
Keringat yang mengucur dari sekujur lubang pori-pori dari tubuhnya membuat batu tempat dia berjungkir itu basah. Sementara hawa panas yang menyengat kulit harus dirasakan selama melakukan latihan itu.
Hal ini sungguh suatu pekerjaan yang amat berat. Namun hal itu dilakukan Jaka Kelana dengan tiada mengeluh. Bahkan secara diam- diam Jaka Kelana memancarkan hawa murni dari pusarnya ke sekujur tubuh.
Untuk menahan hawa panas yang luar biasa itu. Hawa yang dikeluarkan itu adalah hawa teKura-kura dalam yang bernama hawa inti Es. Hingga dia tak merasakan panasnya matahari yang menyengat kulit.
Kalau saja Jaka Kelana tahu apa yang berada dalam benak si Raja Siluman Kura-kura, tentu dia siang-siang sudah meninggalkan pulau itu atau mungkin membunuh mati kakek itu.
"He...he....he ...! bocah ingusan yang tolol! selesai kau menguasai ilmu teKura-kura dalam sungsang (terbalik) ini, bila kau telah kena kukibuli dan seluruh teKura-kura dalammu berpindah masuk ke dalam tubuhku, maka aku sudah tidak memerlukan kau lagi!" kata Raja Siluman Kura-kura dalam hati yang mana kedua matanya meram-melek seperti tengah merasakan kenikmatan.
Mulutnya sebentar-sebentar menggayam panggang daging Ayam hutan yang baru saja matang, dimana daging Ayam hutan itu hasil buruan Jaka Kelana, yang selama ini telah
menyediakan puluhan Ayam hutan yang ditangkapnya untuk santapan si kakek itu.
Raja Siluman Kura-kura ternyata mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya, akibat pertarungan dan benturan tenaga dalam dengan si Raja Siluman Musang.
Itulah sebabnya dia menahan Jaka Kelana agar tetap tinggal di pulau itu, dengan menjanjikan akan menurunkan ilmu-ilmu kedigjayaannya pada pemuda itu.
Jaka Gemblung meneguk air liurnya mengendus wanginya bau panggang daging Ayam hutan, perutnya saat ini mendadak berbunyi keruyukan. Dengan sudut matanya dia melirik si kakek yang asik menggayam
"Kakek sialan! kenapa dia makan di depanku seenaknya saja! Tunggulah,;kalau aku telah menyerap ilmu-ilmu kepandaianmu akan aku balas perlakuanmu itu!" gumam dalam hati Jaka Gemblung dengan nada sedikit mengancam.
Sementara dia segera kembali konsentrasikan lagi latihannya. Diam-diam Jaka Gemblung kerahkan kekuatan tenaga dalam inti Es-nya dengan menambah sepertiga lagi. Maka segera saja hawa dingin menebar kesekitarnya.
Begitu hebatnya tenaga dalam inti Es yang dikeluarkan Jaka Gemblung itu, sampai-sampai si kakek raja siluman Kura-kura itu terkejut dan terlonjak kaget karena dia merasakan hawa dingin merembes kesekujur tubuhnya.
"Bocah! apa yang telah kau lakukan?" teriak Raja Siluman Kura-kura dengan kedua matanya yang melotot menatap pada pemuda yang tengah berjungkir balik itu. Akan tetapi mulutnya jadi ternganga karena tubuh pemuda itu sendiri seperti terlapis oleh es, yang menimbulkan hawa dingin luar biasa.
"Hei! bocah gemblung! kau gunakan ilmu tenaga dalam Inti Es secara berlebihan! kau tahu kalau kau bisa mampus!" teriak si raja Siluman Kura-kura itu dengan terkejut.
Serta-merta dia gerakkan lengannya menghantam ketubuh pemuda itu.
''Bugh.....!"
__ADS_1
"Aaaargh....!'
Akan tetapi menjerit si kakek ini. Tubuhnya terlempar ke belakang beberapa torhbak dan terkapar tak berkutik.
Yang yernyata tubuh si Raja Siluman Kura-kura itu, seketika menjadi beku dan tampak sekujur tubuhnya dilapisi oleh es.
Adapun Jaka Gemblung yang telah
menggunakan ilmu teKura-kura dalam Inti Es hampir tiga perempat bagian itu juga terkesiap, karena seketika dia merasa tubuhnya menjadi beku. Dalam keadaan kaget
itu tahu-tahu dia rasakan hantaman pukulan si kakek yang menjadi gurunya itu.
Namun yang didengarnya adalah suara jeritan si kakek Raja Siluman Kura-kura itu,yang kemudian dia tak mendengar apa-apa lagi. Karena ketika dia melakukan penambahan tenaga dalam adalah dengan memejamkan mata, hingga Jaka Gemblung tak mengetahui kalau si kakek telah terjengkang ketika tenaga pukulannya beradu dengan tubuhnya.
Tanpa dia sadari kalau itu adalah akibat ilmu Tenaga dalam Sungsang yang telah dimilikinya dan dalam keadaan dipergunakan. Akibatnya adalah fatal bagi si Raja Siluman Kura-kura, karena dia harusbmenerima resiko terhadap dirinya sendiri.
Jaka Gemblung sendiri dalam keadaan tersengal-sengal tak bisa bernapas, karena lapisan es yang berada disekujur tubuhnya. Untunglah dalam saat demikian otaknya yang encer masih bisa bekerja. Seketika dia cepat merobah
teKura-kura dalam Inti Es menjadi TeKura-kura dalam Inti Api. Sekejap saja lapisan es itu mencair lagi. Dan dalam keadaan bisa bernapas lagi itu, Jaka Gemblung dengan cepat melompat untuk jejakkan kedua kakinya ke tanah.
"Huaaah! hampir saja aku celaka!" pekik Jaka Gemblung yang terengah-engah.
Akan tetapi baru saja dia hendak memulihkan kekuatan dan mengendurkan urat-urat tubuhnya, kedua matanya membelalak menjadi besar ketika melihat sosok tubuh si Raja Siluman Kura-kura dalam keadaan terkapar tak berkutik.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima...
...kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jaka Gemblung ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...