Jaka GEMBLUNG

Jaka GEMBLUNG
Jaka Kelana melawan a


__ADS_3

"Bocah muda dihadapanku ini adalah seorang bocah yang kesasar ke pulauku. Menurut katanya dia bernama Jaka Kelana. Dia murid si Pendekar Bayangan Ki Wirya dari lereng gunung Lawu!" jelas Raja Siluman Musang, yang disimak ke empat kakak tua dihadapannya itu.


"Hei, anak muda! Apakah kau belum mengenal mereka ini para tamuku yang terhormat?" tanya Raja Siluman Musang yang menatap Jaka Kelana.


Pemuda itu menggelengkan kepalanya secara pelan-pelan.


"Mereka adalah si Raja Siluman Kera, Raja Siluman Buaya, Raja Siluman Harimau dan yang barusan bicara adalah si Raja Siluman Ular!" jelas Raja Siluman Musang seraya menunjuk pada orang-orang yang disebutkannya.


"Apa yang kau mau lakukan pada bocah kesasar ini?" bertanya Raja Siluman Kera yang penasaran seraya melompat ke depan mata


Jaka Kelana yang sketika itu ji membulat memandang pemuda itu mengitarinya seperti tengah menaksir barang.


"Ha...ha...ha...! tampaknya seorang pemuda bertulang baik. Nguk!... nguk!.. nguk! Dan pantas kalau dia murid si Wirya!" seru Raja Siluman Kera dengan tingkah si Raja Siluman Kera ini memang benar-benar mirip kera.


Hingga hati Jaka Kelana semakin kebat-kebit


tanpa bisa bicara apa-apa.


"Ya! ya grrrr...! dia bocah yang bertulang baik sempurna! Bagaimana sampai dia bisa ke


sasar ke pulaumu, Raja Siluman Musang?" tanya Raja Siluman Harimau seraya melompat.


Kakek ini lebih aneh lagi, karena dia sedang mengendus-endus di sekujur tubuh Jaka Kelana dengan menggereng bagaikan seekor harimau.


Keringat dingin semakin mengembun ditengkuk Jaka Kelana, sementara si Raja Siluman buaya cuma memilin-milin kumisnya tak dan tak beranjak dari tempat dia berdiri. Tapi dia ikut buka suara.


"Benar, Sobat Raja Siluman Musang Ceritakanlah bagaimana sampai bocah ini datang ke pulaumu. Dan yang ingin kutahu adalah akan kau apakan bocah ini setelah berada ditempatmu?" tanya Raja Siluman Musang, prihal pemuda itu secara singkat.


"He...he...he....! seperti tadi telah kukatakan


pada pemuda ini, penentuan mati hidupnya


adalah pada hari ini. Kalau dia mampu


menghadapi seranganku selama 100 jurus, maka dia boleh menetap di pulauku, dan terhindar dari kematian. Tapi bila dia ternyata tak mampu, maka kematianlah yang akan dihadapinya!" kata Raja Siluman dengan tegas.


Keempat kakek itu menjadi manggut-manggut menatap Jaka Kelana, m3ncoba memperkirakan apakah bocah muda itu mampu menghadapi si Raja Siluman Musang sampai 100 jurus.


"Lalu apakah kau akan undurkan puncak


acara kita?" tanya Raja Siluman Kera dengan garuk-garuk kepala.

__ADS_1


"He...he....he...! tentu saja, karena setelah selesai urusanku dengan pemuda ini, kita akan memulai adu kesaktian untuk mendapatkan gelar sebagai ketua dari Raja-Raja gila diantara kita!"seru Raja Siluman Musang.


"Baik! aku si Raja Siluman Kera menerima usul-mu! Tapi bagaimana akan syah gelar Ketua, kalau si Raja Siluman Naga tidak muncul?" tanya si raja siluman kera yang mengrenyitkan kedua alisnya.


"Orang terakhir yang menang akan berhadapan dengan Raja Siluman Naga! Dan hal itu dapat dilakukan kapan saja!" seru Raja Siluman Musang, dan semua kakek itu menjadi manggut-manggut.


"Nah! kalian harap menyingkir dulu. Aku akan selesaikan urusanku dengan anak muda ini!" lanjut seru siluman Raja Musang.


"Baik! baik!" seraya menyahut, Raja Siluman Kera telah melompat mendahului untuk


menyingkir ke sisi. Segera saja yang lain


mengikuti.


"He ..he...he...! kita akan menonton pertarungan seru yang jarang terjadi!" seru Raja Siluman Harimau sambil mengaum, lalu melompat ke atas batang kayu.


Disana itu siluman Raha Harimau duduk mendekam dengan mulut menyeringai.


"Baik! aku akan hadapi kau Raja Siluman Musang.


"Tak usah sampai 100 jurus, sampai 1000 juruspun tetap akan aku layani!" tiba-tiba Jaka Kelana yang berteriak dengan lantang, hingga suaranya berkumandang di tempat yang lengang itu.


Tentu saja kelima orang kosen yang aneh itu jadi melengak. Terlebih-lebih si Raja Siluman Musang. Sepasang matanya jadi mendelik menatap pemuda itu.


otakmu telah miring menantangku demikian


rupa!" bentak si Raja Siluman Musang.


Rupanya kata-kata Jaka Kelana itu justru mendapat sambutan hangat dari keempat "Raja" itu.


"He....he...he.... ho...ho....! nguk...nguk...!"


"Bagus sekali. Aku mendukungmu, bocah lereng Lawu...! Aku yakin kau pasti menang!" teriak si Raja Siluman Kera dengan melompat-lompat.


"Walah! Ini pertandingan seru! aku pegang si bocah gemblung ini!" teriak pula si Raja Siluman Harimau dengan menggeram.


"Kek ... kek .... kek...aku tak akan bertaruh sama denganmu!" seru siluman Buaya.


"Bocah ini berani sesumbar tentu punya ilmu tinggi. Bukankah dia murid di Pendekar


Bayangan yang namanya harum diseantero Pulau Jawa?" lanjut tanya si Raja Siluman buaya yang menatap Jaka Kelana.

__ADS_1


Tapi walaupun demikian ternyata masing-masing keempat kakek itu punya jalan pikiran sendiri-sendiri. Mereka berempat diam-diam amat menyenangi pada pemuda bernama Jaka Kelana itu.


Langit cerah tak berawan. Semilir angin laut menerpa jubah si Raja Siluman musang, yang


menatap dengan tajam anak muda dihadapannya: Tiba-tiba kakek ini perdengarkan suara aneh mirip suara musang.


Tubuhnya melesat ke udara setinggi 10 tombak. Hebat gerakan kakek ini, karenaselanjutnya tubuhnya seperti bisa melompat secara jauh serta berlari dengan cepat.


Dan kali ini dia mengitari Jaka kelana yang berdiri dengan gagah dengan kuda-kuda yang kokoh. Siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi.


Apakah yang membuat Jaka Kelana itu nekat sesumbar, ternyata semua itu adalah berdasarkan dukungan keempat kakek itu.


Jaka kelana sendiri berpendapat tak akan mampu menghadapi Raja Siluman musang, . tapi entah mengapa dia merasa yakin kalau ke empat kakek pendukungnya itu pasti akan menolongnya bila dia dalam keadaan terdesak.


Hal itulah yang membuat dia menjadi nekat,


disamping diam-diam dia amat terkejut karena telah berjumpa dengan orang-orang pendekar yang baru didengar namanya di pulau itu. Raja Siluman musamg menerjang dengan hebat.


Sepasang lengannya saja telah meluncur deras mematuk. Patukan itu menimbulkan hawa panas yang menerjang terlebih dulu. Nanjar tersentak kaget, Barusan dia terperangah melihat tubuh si Raja Siluman musang yang dapat 'terbang" memutarinya.


Tahu-tahu kini diserang secara mendadak. Namun detik itu dia telah melompat


menghindar. Tak disangka gerakan si Raja Siluman yang gue tidak sampai disitu saja. Kakinya menotol tanah. Dan tubuhnya kakek itu kembali melambung dan terbang mengejarnya.


Patukan patukandapat bertahan atau menghindar serangan, Kembali dia berkelebatan melompat menghindar dari terjangan ganas itu. Hal demikian berlanjut terus sampai sepuluh jurus.


Jaka Kelana selalu dapat menghindari serangan. Keempat kakek itu mempunyai tingkah macam-macam.


Ada yang berteriak "Bagus ... !" sambil berjingkrak. Ada yang bertepuk tangan sambil


berteriak-teriak. "Lompat ke kiri, buang tubuh ke belakang!" seru mereka yang menyemangati kedua orang yang sedang beradu jurus itu.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jaka Gemblung ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2