Jaka GEMBLUNG

Jaka GEMBLUNG
Tewasnya Si Raja Siluman Kera


__ADS_3

Gerakan itu telah menimbulkan munculnya uap putih dan merah yang semakin lama semakin banyak. Setelah melakukan tiga kali putaran itu, sepasang tangan si kakek bergerak mencekal kedua betis kakinya.


Uap-uap itu kini berpindah dan keluar dari pembuluh-pembuluh darah dikedua kaki Raja


Siluman Kura-kura. Selang tak lama kira-kira


sepeminum teh si Raja Siluman Kura-kura melepaskan cekalan pada kedua betis kakinya.


Sementara uap putih merah itu dengan pelan-pelan mulai kembali lenyap. Tiba-tiba orang tua itu perdengarkan suara melengking keras disertai melambungnya tubuhnya ke udara. Dan terdengarlah sebuah suara yang begitu kerasnya.


"Jleg....!"


Ternyata si Raja Siluman Kura-kura telah jejakkan sepasang kakinya di tanah. Begitu kekarnya kedua kaki itu hingga tanahnya yang dipijak amblas sebatas mata kaki.


Hebat, dan aneh saja, dalam waktu sekejapan saja kedua kaki si kakek itu telah sembuh dari kelumpuhannya.


"Ha...ha...ha....he...he...he...! kini Raja Siluman Kura-kura telah kembali menjadi seekor kura-kura yang utuh. Bahkan bertambah tenaga dalamnya!" seru kakek itu dengan tawa khasnya.


Akan tetapi pada saat itu terdengar suara bentakan.


"Kura-kura pengkor! pengecut busuk! kedua kakimu akan tetap pengkor!"


Dua sinar berkelebat. Dan...


"Krraaak....! Krraakk....!"


"Aaarghh....!"


Raja Siluman Kura-kura menjerit parau


seperti suaranya mau menembus langit.


Tubuh tinggi besar itu tiba-tiba ambruk ketanah. Dan tampak dua potong kaki yang hancur berserpihan membaur dengan menyemburatnya darah ke setiap penjuru.


Berguling-guling dan meraung-raung si Raja Siluman Kura-kura memegangi kedua kakinya yang putus dan dalam keadaan hancur bersimbah darah.


Ketika dia menatap kehadapannya yang tampak hanya punggung seorang kakek kurus tua renta yang memondong tubuh Jaka Kelana dan berkelebat dari tempat itu.

__ADS_1


 Dengan mendelik lebar mata si Raja Siluman Kura-kura, serta merta dia menggembor keras. Lengannya bergerak menghantam punggung kakek kurus itu.


"Raja kunyuk! mampuslah kau!" seru Raja siluman Kura-kura yang bersamaan dengan bentakan keras itu serangkum angin dahsyat menyambar dari lengan kakek Raja Siluman Kura-kura.


"Bllarrr....!"


Pohon besar itu tumbang dengan batang hancur. Nyaris saja dua korban melayang jiwanya kalau pada detik itu si kakek kurus tidak bertindak cepat mengelak dengan melompat dengan hebat gerakan melompat si kakek kurus itu.


Walaupun dengan membawa beban di pundak, namun masih bisa lakukan salto yang baik sekali. Lengannya yang panjangnya melebihi panjang lengan manusia biasa menjangkau ujung ranting pohon, lalu berayun melesat kepohon lainnya.


Dalam beberapa kejap saja bayangan si kakek kurus itu sudah lenyap di balik kerimbunan hutan.


Si Raja Siluman kura-kura menggeram dengan gusar, rasa sakit yang luar biasa pada kedua kakinya yang hancur tak dirasakan lagi. Dalam sekilas saja dia telah mengetahui kalau orang itu adalah si Raja Siluman Kera.


Dia melepaskan manusia yang telah membuat hancur kedua kakinya begitu saja, detik itu juga dia gerakkan lengannya menotok kedua lututnya untuk menghentikan darah.


Kejap berikut tubuhnya telah mencelat ke udara mengejar ke arah berkelebatnya tubuh Raja Siluman Kera.


Sementara itu Jaka Kelan yang dalam keadaan tak sadarkan diri tak mengetahui lagi apa yang terjadi pada dirinya.


Ternyata dia tak meneruskan langkahnya.


"Aku harus memeriksanya dulu, tubuh bocah ini dingin sekali. Aku khawatir jiwanya tak dapat tertolong lagi!" gumam raja siluman kera dengan rasa penasaran..


Dia tampak amat khawatir sekali dengan keselamatan si pemuda. Akan tetapi baru


saja dia mau memeriksa tubuh pemuda itu yang digeletakkan dirumput, pada saat itu juga terdengar suara berkerosokan disusul berkelebatnya sosok tubuh tubuh yang hinggap ditanah dengan kedua lengannya terlebih dulu.


Siapa adanya sosok tubuh itu tak lain dari si Raja Siluman Kura-kura.


"Dasar monyet gila! jangan harap kau bisa lolos dari tanganku!" menggembor si Raja Siluman Kura-kura dengan bentakan menggeledek.


Pucat seketika wajah kakek kurus ini. Akan tetapi dia tampak tenang dalam situasi yang demikian itu. Diam-Diam-diam dia telah pasang kuda-kuda dan bersikap waspada untuk segera menghadapi pertarungan.


"Monyet tua licik! dasar pengecut yang curang! mengapa kau membokongku!" seru si Raja siluman Kura-kura itu dengan geram.


"Menyerang orang yang dalam keadaan lengah itu adalah suatu perbuatan pengecut!"

__ADS_1


lanjut bentak pula si Raja Siluman Kura-kura yang telah duduk bersila diatas rumput.


"He...he....he....nguk! nguk! nguk! Perbuatan licik memang harus dibalas licik! perbuatan curang pun harus dibalas curang! Bukankah itu namanya adil? Kau telah mengelabui bocah ini yang sudah jelas kau tipu mentah-mentah! Apakah perbuatanmu itu tidak keterlaluan?" jawab si Raja Siluman Kera dengan mulut cengar-cengir. Akan tetapi sepasang matanya memancarkan cahaya kebencian pada si Raja Siluman Kura-kura.


"Tutup mulut kamu! mengapa kau ikut campur urusan orang...! Hm, bersiaplah kau untuk mampus hai Raja siluman mi! Akan tetapi sebelum kau pulang ke Akhirat aku


mau bertanya, apakah kau datang bersama ketiga orang kawanmu?" tanya Si Raja siluman Kura-kura dengan menatap tajam.


"Heh, aku cuma seorang diri! Hm, aku tahu tentunya kau takut untuk berhadapan dengan Empat Raja Gila sekaligus!" ejek si Raja siluman kera dengan mengulas senyumnya.


"Grrrrh....! jangan kata empat, seratus orang macam kau aku masih sanggup mengirim nyawanya ke Akhirat!" teriak Raja Siluman Kura-kura.


Bersamaan dengan itu dia telah menerjang dahsyat dengan cengkeraman ganas. Hawa dingin yang luar biasa menerpa ke arah si Raja Siluman Kera.


Raja Siluman Kera yang memang sudah waspada tak berayal lagi untuk segera berkelit. Akan tetapi karena khawatir si Raja Siluman Kura-kura lakukan serangan yang bisa mencelakai pemuda bernama Jaka Kelana itu, Dia telah memapakinya dengan hantaman pula.


Menderu angin dahsyat dari sepasang lengan Raja Siluman Kera. Namun ternyata Raja Siluman Kura-kura tak mau mengadakan benturan. Justru dia miringkan tubuh untuk segera berguling ke sisi. Dilain kejap dia sudah dalam keadaan jungkir balik berdiri dengan kepala menempel di tanah. Dan dengan gerak cepat yang telah disiapkan itu, Raja Siluman Kura-kura telah gunakan pukulan Tenaga Dalam Sungsang.


Terkesiap Raja Siluman Kera. Sungguh dia tak menduga akan tipuan yang digunakan lawan dalam waktu cuma satu jurus saja.


"Celaka....!" kata dalam hati Si Raja Siluman Kera yang cemas


Benar saja sungguh sukar diduga kalau Raja Siluman kura; tiba-tiba mencabut lagi serangannya. Sepertinya dia sudah menduga kalau si Raja Siluman Kera akan melompat ke arah kiri.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima...


...kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jaka Gemblung ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2