Jaka GEMBLUNG

Jaka GEMBLUNG
Dewa Pengelana dan Roro Wening


__ADS_3

Ternyata si kakek telah menyambar gadis itu untuk dibawa melesat menuruni bukit batu dengan perdengarkan suara tertawa terkekeh.


"He...he....he....!' kembali kakek itu terkekeh.


Ternyata si kakek itu bergelar Dewa Pengembara. Dia seorang tokoh dunia persilatan yang mempunyai yang beradat aneh dan tak mempunyai tempat yang tinggal tetap.


Sementara itu gadis yang bersamanya bernama Roro Wening. Seorang gadis periang berusia sekitar tujuh belas tahun dan sudah lebih dari tiga tahun dia berguru dengan Si Dewa Pengembara.


Selama itu Roro Wening selalu bersama gurunya dalam mengembara. Roro Wening adalah seorang gadis yatim piatu, yang pernah menetap di wilayah Kota Raja. Ayahnya bernama Banyu Biru yang merupakan seorang pedagang obat-obatan yang mempunyai toko besar dan terkenal sebagai tabib ahli obat diwilayah Kota Raja sebelum dipindahkannya Kerajaan Medang ke Jawa Timur yang berganti nama menjadi Kerajaan Mataram.


Ibunya telah meninggal sejak dia masih berusia 10 tahun. Ternyata disaat pindahnya


Kerajaan Medang baru berjalan satu bulan. Telah terjadi suatu peristiwa pada keluarga Banyu Biru.


Yaitu kemunculan segerombolan perampok yang menyamar sebagai orang dari perusahaan pengangkut barang. Enam orang itu menawarkan jasa untuk mengangkut barang-barang Ki Banyu Biru.


Pada masa itu memang, disetiap tempat di


bekas wilayah Kerajaan Medang, orang-orang


banyak yang menyewa gerobak-gerobak untuk mengangkut barang-barangnya. Karena tidak sediklt rakyat jelata yang juga ikut pindah ke wilayah Kerajaan yang baru.


Akan tetapi tidak demikian halnya dengan Ki Banyu Biru. Usianya yang sudah semakin


menua tak memungkinkan dia meninggalkan


tempat kediamannya. Dia akan tetap tinggal


disitu.


Yang membuat bersedih orang tua itu adalah tak pernah lagi muncul Jaka Kelana ke tempatnya, sejak beberapa tahun ini.


Dulu memang Jaka K3lana dan Rara Wening itu tinggal menetap di tempat kediaman Ki Banyu Biru atas perintah Ki Bayu Sheta atau si Pendekar Bayangan. Ki Bayu Sheta adalah seorang sahabatnya yang pernah dikagumi dalam membantu para pejuang mengusir penjajah dan membasmi perberontak di wilayah Kerajaan Medang pada lebih dua puluh tahun yang lalu.


Akan tetapi Jaka Kelana menghilang entah kemana, sejak dia menyuruhnya mencari bahan obat-obatan. Di tempat kediamannya ada pula menetap seorang gadis bernama Rosmini. Gadis suruhan yang setia membantunya selama ini. Namun Rosmini sendiri ternyata telah dibawa pergi oleh seorang tokoh wanita bernama Nini Kantil Wangi.


Nini Kanthil Wangi adalah seorang tokoh persilatan golongan putih yang masih kakak kandung Banyu Biru. Nini Kanthil Wangi datang menyambangi tempat tinggalnya jauh-jauh dari wilayah pantai utara.


Dia adalah istri dari seorang saudagar kaya di wilayah selat Madura. Dan ternyata kehidupan kakak perempuannya juga tidak bisa dibilang bahagia. Karena sang suami seorang yang gemar main perempuan. Yang pada akhirnya Nini Kanthil Wangi telah berpisah dengan suaminya lantaran tidak betah dengan kehidupan yang selalu dalam tekanan bathin itu.

__ADS_1


Ternyata begitu muncul dia telah menjadi seorang nenek-nenek yang berilmu tinggi.


Pada awalnya wanita itu terfokus dengan anak gadisnya. Tapi Banyu Biru merasa sangat kehilangan kalau anak gadis satu-satunya itu dibawa pergi.


Akhirnya dia menyatakan akan membawa Rosmini, pembantunya yang setia. Rosmini memang seorang gadis yang lincah. Juga


bertulang baik untuk dapat mempelajari ilmu-ilmu kedigjayaan.


Akhirnya terpaksa Banyu Biru tak dapat menolak keinginan sang kakak perempuan.


Kini Ki Banyu Biru cuma tinggal berdua


dengan anak gadisnya. Itulah sebabnya dia tak akan pindah saat itu Roro Wening masih gadis tanggung.


Di samping dia masih mengharapkan kedatangan Jaka Kelana, si pemuda asal lereng gunung Lawuh itu kembali. Tentu saja tawaran itu ditolak oleh Ki Banyu Biru dengan kata-kata yang ramah.


Tak disangka kalau mereka adalah para perampok yang bernama Enam Setan Gila dari pesisir Selatan.


Melihat kecantikan Roro Wening yang masih gadis tanggung itu membuat mata mereka menjadi berbinar-binar pada saat menatap gadis itu.


"He...he...he...! Rupanya ada gadis cantik disini!" seru salah satu dari enam setan gila itu dengan terkekeh memandang Roro Wening.


Tentu saja sikap mereka yang kurang ajar telah membuat Ki Banyu Biru jadi naik pitam. Enam Setan Gila tertawa dan serentak turun


"Mau apa kalian!" seru Ki Banyu Biru.


"Mau apa?" balas seorang dari enam setan gila dari pesisir selatan itu dengan senyum sinisnya.


"Tentu saja kami mau gadis cantik itu untuk ikut bersama kami! Ha....ha...ha...!" seru salah seorang lainnya dari enam setan gila itu yang tertawa lebar.


"Kurang ajar! langkahi dulu mayatku!" seru Ki Bayu Biru dengan geram.


"Oh, baik! lawan kami satu persatu!" seru salah seorang dari enam Setan gila itu yang sudah maju terlebih dulu diantara teman-temannya.


Pertarungan tak seimbang segera terjadi.


Namun percuma saja perlawanan Ki Banyu Biru yang lebih banyak menekuni perihal obat-obatan daripada ilmu kedigjayaan.


Laki-laki tua itu tewas dengan keadaan mengenaskan. Roro Wening menjerit melihat kematian ayahnya. Namun dengan cepat gadis itu ditotok oleh salah satu dari enam setan gila itu.

__ADS_1


 Tak lama kemudian Enam Setan Gila dari pesisir Selatan itu telah membedal kuda meninggalkan tempat itu dengan membawa harta rampokan dan menggondol pergi Roro Wening.


Di tengah perjalanan mereka berpapasan


dengan seorang kakek aneh yang memakai pakaian lusuh dan penuh tambalan. Dialah si Dewa pengembara.


Pendekar tua itu berhasil menewaskan lima orang dari Enam Setan Gila dari pesisir Selatan, dan berhasil merebut Roro Wning dari tangan mereka.


Yang seorang lagi dapat meloloskan diri,


dengan mengancam akan membuat perhitungan pada si Dewa Pengembara itu kelak di kemudian hari.


Demlkianlah, hingga sampai lebih dari tiga


tahun Roro Wening ikut bersama kakek aneh bergelar Dewa Pengembara itu yang tak pernah mempunyai tempat tinggal tetap.


Hingga kemudian mereka menetap dilereng tebing yang sunyi dan jauh dari keramaian manusia.


Seperginya kedua guru dan murid itu muncul sesosok pemuda dari balik bebatuan, dan ternyata dia adalah Kakak Kelana.


Pemuda ini secara kebetulan saja merayap naik ke atas tebing, dia selama dua hari melakukan perjalanan yang tak tentu arah yang dituju telah mengantarkan dirinya tiba di tempat ini.


Justru tempat inilah yang akan merubah kehidupannya kelak.


Tentu saja Jaka Kelana tak melihat adanya si


kakek Dewa Kelana di situ karena orangnya telah angkat kaki meninggalkan puncak tebing barusan.


"Uh, letih sekali tubuhku. Lebih baik aku beristirahat. Tapi kulihat disini tak ada tempat meneduh yang baik.!" gumam Jaka Kelana seraya menebarkan pandangannya ke sekitar tempat itu.


Tiba-tiba saja kedua matanya terbelalak melihat sebutir telur besarnya hampir sebesar nyiru (tampah). Benda aneh itu berada di sela-sela batu karang yang penuh dengan tumpukan ranting dan rumput kering.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jaka Gemblung ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2