
Tetap saja Jaka Kelana tak mengetahui rencana busuk si Raja Siluman kura-kura. Hingga pada suatu hari Raja Siluman Kura-kura memanggilnya.
"Muridku! Aku kira cukuplah sudah kau mewarisi ilmu-ilmu kedigjayaanku. Selama ini kau telah bertambah pengetahuan dengan beberapa macam ilmu. Akan tetapi janganlah kau mengira kalau kau sudah tak dapat terkalahkan. Karena sesungguhnya tenaga dalammu masih teramat rendah!" kata Raja siluman kura-kura dan Jaka Kelana cuma menganggukkan kepalanya saja.
Dalam hati memang dia mengakui akan kata-kata gurunya dengan berpedoman dari guru-guru lainnya yang dia pernah berguru padanya. Karena di atas langit masih ada lagi langit.
""Seperti kau telah ketahui, sepasang kakiku telah mengalami kelumpuhan akibat pertarungan dengan si Raja Siluman musang. Rasanya aku sudah bosan untuk berpetualang di Rimba Persilatan. Biarlah, aku menetap dipulau ini..." ujar si Raja Siluman kura-kura yang menatap Jaka Kelana.
"Jadi aku sudah boleh angkat kaki dari pulau ini, guru?" tanya Jaka Kelana dengan wajah berubah girang.
"Nanti dulu, bocah! jangan kau potong penuturanku!" bentak si kakek itu.
Jaka Kelana yang semula sudah mau berjingkrak jadi menyurut lagi duduk dengan menundukkan kepala.
"Bukankah kau menginginkan anak burung Rajawali itu?" bertanya Raja Siluman kura-kura yang mengingatkan Jaka kelana pada anak burung rajawali yang selama ini bersama mereka.
"Benar, guru....! Akan tetapi tak mungkin aku membawanya. Dia belum begitu pandai terbang. Aku khawatir akan menyusahkan saja, bila akumembawanya!" sahut Jaka kelana dan Raja Siluman kura-kura itu manggut-manggut.
"Kau memang aku perbolehkan meninggalkan pulau ini. Akan tetapi tidak sekarang! Dan anak burung Rajawali itu biarlah aku yang akan merawatnya!" seru Raja siluman kura-kura yang menatap Jaka Kelana dengan tajam.
"Bagaimana kau akan merawatnya, guru" sedangkan kau sendiri..." tukas Jaka Gemblung yang mengrenyitkan kedua alisnya.
"He...he....he....! apakah kau kira aku tak mampu berbuat apa-apa dengan kelumpuhan kedua kakiku ini!" seru Raja Siluman Kura-kura dengan terkekeh.
"Apakah kau mengira tanpa kau merawatku aku akan mati? Ha...ha...ha...! tidak sama sekali bocah! Aku memang sengaja menahanmu karena sudah aku katakaan yaitu aku akan mewariskan Ilmu-ilmu kedigjayaanku padamu! Kau amat berkenan di hatiku, karena selama hidupku baru aku menemui seorang bocah yang semacam kau!" lanjut kata Raja siluman Kura-kura dengan berseru.
Jaka kelana cuma membisu tak berkata-kata, sementara wajahnya semakin memerah karena malu. Dia pernah bergurau pada si Raja Siluman Kura-kura dan menduga kakek itu menahannya di pulau itu karena berharap dapat memperpanjang umurnya dengan ada dirinya ditempat itu.
"Atas kebaikan hati guru, tentu saja aku amat berterima kasih" kata Jaka Kelana
"Lalu apakah yang selanjutnya harus kulakukan, guru?" tanya Jaka Kelana setelah
sekian lama si Raja Siluman Kura-kura termangu-mangu sambil mengelus kumisnya yang panjang dan menjuntai itu, kemudian Kakek itu menghela napas.
__ADS_1
"Mendekatlah kemari, bocah!" seru Raja siluman Kura-kura. Jaka Kelana menuruti perintah itu dengan menggeser duduknya mendekati si kakek.
"Apakah yang akan dilakukannya padaku?" pikir Jaka Kelana dalam hati.
"Jaka Kelana muridku! aku merasa terlalu banyak kelebihan tenaga dalamku. Dan kukira bagiku kini tak begitu memerlukannya lagi. Oleh sebab itu aku akan memberikan separuh tenaga dalamku padamu!" kata si Raja Siluman kura-kura.
Jaka Kelana terhenyak menatap kakek tua itu dengan mata mendelong.
"Kau akan mewariskannya padaku?" tanya Jaka Kelana seperti tak percaya.
"Ya, aku kira kau tak usah menolaknya. Aku ingin kau membawa bekal didunia persilatan.
Karena musuh-musuhmu bukanlah sedikit yang berilmu tinggi!" sahut si kakek. Jaka Kelana termangu sejenak.
"Yah, terserahlah. Kalau kau memaksa mana aku bisa menolak?" kata Jaka Kelana seraya menganggukkan kepalanya.
Akan tetapi diam-diam Jaka Kelana merasa dengan senang hati atas kebaikan si kakek gurunya ini.
Kemudian Jaka Kelana mengikuti perintah gurunya untuk duduk bersila dengan menghimpun tenaga dalamnya dipusar. Sementara telapak tangannya beradu menempel dengan telapak tangan si Raja Siluman Kura-kura.
menyalurkan tenaga dalamku ke sekujur tubuhmu. Bila kau merasakan hawa hangat mengalir melalui telapak tanganmu, itu tandanya tenaga dalamku tengah menyalur
ke tubuhmu. Kau harus sebarkan tenaga dalammu yang berada di pusar untuk menyambutnya agar tenaga dalamku segera menyatu dengan tenaga dalammu. Tapi
Ingatlah! Kau harus pergunakan ilmu Tenaga Dalam Sungsang!" ujar Raja Siluman Kura-kura yang memberi penjelasan dan juga termasuk perintah.
Jaka Kelana mengerutkan kedua alisnya karena penasaran pada apa yang disampaikan oleh gurunya.
"Kenapa aku harus pergunakan ilmu Tenaga Dalam Sungsang, guru?" tanya Jaka Kelana yang menatap wajah si Raja siluman Kura-kura itu dengan terheran.
"Bukankah kalau aku akan mempergunakan tenaga dalam itu harus dalam keadaan jungkir balik?" lanjut tanya Jaka Kelana.
"He...he...he....! kau turuti sajalah perintahku!" kata si kakek. Walaupun dalam keadaan terheran dan tidak mengerti, namun Jaka Kelana tak berani melanggar perintah. Diapun turutkan apa yang diperintahkan oleh gurunya.
__ADS_1
Ketika dia merasakan hawa hangat memasuki telapak tangannya dan mengalir kesekujur urat-urat darahnya, Jaka Kelana segera mengeluarkan tenaga dalam dari pusar untuk menyambutnya.
Tentu saja dia menggunakan ilmu Tenaga Dalam Sungsang seperti yang diperintahkan si Raja Siluman kura-kura itu. Akan tetapi mendadak dia merasakan darahnya tersedot tenaga aliran hangat itu. Dalam keadaan
demikian di tersentak kaget dan seketika itu juga otak warasnya bekerja.
"Hei....! jangan-jangan dia bermaksud mencelakakan aku!" gumam dalam hati Jaka Kelana.
Akan tetapi terlambat, disaat dia berusaha menghentikan aliran tenaga dalam dari pusat, mendadak tubuhnya seperti terkena aliran
listrik dan seketika itu pula pemuda ini menjerit parau.
Dan tubuhnya terkulai, lalu jatuh terjengkang tak berkutik lagi. Jaka Kelana merasakan tubuhnya seperti dilolosi tulang-belulangnya. Pandangan matanya menjadi gelap dengan mendadak lalu dia terkapar tak sadarkan diri.
Disaat sebelum dia pingsan lapat-lapat dia mendengar suara tertawa si Raja Siluman Kura-kura.
"Ha...ha...ha.... he...he...he....ha..ha...ha....! bocah tolol...! habislah sudah tenaga dalammu. Sia-sialah semua ilmu kepandaian yang kau miliki...! Ha....ha...ha..! kini tenaga dalamku telah bertambah berlipat ganda. Kelumpuhanku akan segera sembuh tak berapa lama lagi. Ha...ha...ha....! kau memang bocah sial yang membawa keberuntungan padaku!" seru si Raja Siluman Kura-kura dengan riangnya.
Jaka Kelana terkesiap mendengar kata-kata itu. Akan tetapi dia sudah tak berdaya. Karena detik selanjutnya dia sudah tak tahu apa-apa lagi. Tampak si Raja Siluman Kura-kura setelah puas tertawa dengan kemenangannya yang telah berhasil mengelabui pemuda itu, segera gerakkan kedua lengannya seperti membentuk lingkaran diudara.
Gerakan itu telah menimbulkan munculnya uap putih dan merah yang semakin lama semakin banyak. Setelah melakukan tiga kali putaran itu, sepasang tangan si kakek bergerak mencekal kedua betis kakinya.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima...
...kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jaka Gemblung ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...