
Ada yang berteriak "Bagus ... !" sambil berjingkrak. Ada yang bertepuk tangan sambil
berteriak-teriak. "Lompat ke kiri, buang tubuh ke belakang!" seru mereka yang menyemangati kedua orang yang sedang beradu jurus itu.
Dari beberapa jurus tadi sebenarnya Jaka Kelana telah terdesak, tapi karena mendengar "aba-aba" si Raja Siluman Kera, tanpa disadari dia menurutinya.
Selain heran juga girang hati Jaka Kelana, karena dia berhasil menghindari serangan patukan-patukan ganas barusan. Tentu saja
teriakan-teriakan si Raja Siluman Kera membuat si Raja Siluman Bangau jadi mendelikan mata.
"Keparat, kunyuk tua itu. Mengapa kau
mengajari si bocah muda ini?" Desis Raja siluman Mueang yang kesal.
"He...he...he...!" raja siluman kera hanya tertawa terkekeh.
"Jaga serangan!" tiba-tiba si Raja Siluman Bangau membentak,dan kali ini dia merubah serangan yang lain dari serangan sepuluh jurus tadi. Lengannya tidak saja memukul tapi juga mengibas. Kibasan lengan jubahnya menimbulkanbangin santar yang menerjang Jaka Kelana.
Tapi bukan angin biasa. Melainkan angin yang berhawa panas. Angin panas menderu menerjang pemuda itu. Gerakan si Raja Siluman Musang kali ini membuat Jaka Kelana kembali terpukau. Karena belum
lagi serangan tiba, tubuh kakek itu telah lenyap entah kemana.
Tiba-tiba datang lagi angin panas dari arah lain yang saling susul menerjang kearah sebelah kiri dan kanan wajah belakang seperti telah dibentengi oleh terpaan angin panas yang menghalangi jalan untuk melompat.
Dalam keadaan terdesak itu, Jaka Kelana
cuma bisa pejamkan mata. Tapi tiba-tiba
terdengar suara bentakan mendesing ditelinganya.
"Lompat keatas, bocah gemblung! apa kau mau mampus...!"
Bersamaan dengan hal itu, Jaka kelana membuka kelopak matanya. Jaka Kelana telah turuti bentakan bernada perintah itu. Terasa angin panas bersiutan dibawah kakinya.
Pada saat itu terdengar pula suara bentakan si Raja Siluman Musang.
"Bagus!"
Tiba-tiba saja manusianya telah berada diudara tepat dihadapannya.
"Terimalah kematianmu, bocah muda!" seru Raja siluman Musang yang dibarengi bentakan dengan pukulan yang ganas dan menyambar leher pemuda itu.
Dengan cepat empat butir batu kerikil meluncur pesat ke arah si Raja Siluman Musang, hal itu membuat raja siluman Musang itu terkejut bukan main. Kalau dia teruskan serangan untuk merenggut jiwa bocah muda itu, mungkin dia sendiri akan mengalami hal yang sama dengan nasib pemuda itu. Karena empat butir batu kerikil itu justru tengah mengancam jiwanya.
Raja Siluman Musang dengan cepat mengambll keputusan. Dia batalkan serangan dengan segera. Kedua lengannya digunakan untuk menyampok mental empat batu kerikil itu dengan kibasan lengan.
Tubuhnya sendiri berjumpalitan diudara dengan gerakan cepat. Dilain saat dia sudah dapat menyelamatkan diri dari serangan empat batu kerikil yang mengandung maut, dan dikejap lain dia sudah jejakkan kaki kembali ke tanah.
__ADS_1
"Setan bangkotan! mengapa kalian merecoki urusanku?" bentak si Raja Siluman Musang dengan mata melotot.
Tapi bentakannya disambut dengan suara tertawabterkekeh-kekeh.
"He...he....he...! kami terpaksa merecokimu, tua bangka Raja Siluman Musang. Karena kami tak ingin kau membunuh bocah muda itu." berkata Raja Siluman Ular dengan mendesis.
"Benar apa yang dikatakan sobat kami itu.
Akupun menyayangi kalau dia terbunuh!" timpal si Raja Siluman Buaya..
"Nguk! ...Nguk! ... betul, sobat Raja Siluman Bangau. Kukira sebaiknya dia diambil murid. Dan orang pertama yang akan mengambil
murid adalah aku sendiri!" seru Raja Siluman Kera yang ikut bicara yang melompat-lompat dan garuk-garuk kepala dengan cengar cengir.
"Aku setuju! aku setuju! Grrr...haummmmm!" sahut si Raja Siluman Harimau sambil menggeram menyerlngai.
Mendengar kata-kata semua teman-temannya "Raja" itu, Raja Siluman Musang jadi plototkan matanya kian melebar.
"Baik! baik!' berkata kakek ini dengan kesal.
. "Kalau begitu terserah dengan keputusan
kalian. Tetapi dengan persyaratan, bocah itu kelak menjadi wakil kalian untuk menghadapiku pada pertarungan perebutan gelar ketua raja gila yang akan diundur lagi. Masa pengunduran itu cuma sebatas dua tahun. Bagaimana kalau bulan satu dua tahun dimuka kalian tak berhak apa-apa lagi atau ikut campur urusan pertarungan?" ujar Raja Siluman musang dengan suara lantang.
Sejenak tampak ke empat kakek saling pandang dengan kawannya. Lalu bisik-bisik
keputusan Raja Siluman kera yang buka
suara.
"Kami semua telah sepakat untuk
menyetujui usulmu, sobat Raja Siluman musang. Akan tetapi juga dengan persyaratan, kau tak akan mengganggu kami selama satu tahun ini kami akan berdiam dipulaumu!" seru raja siluman kera.
"Jangan khawatir! Selama kalian bersifat
ksatria dan tak merusak pulau, silahkan kalian
berdiam di tempatku!" kata Raja Siluman musang yang melompat setinggi sepuluh
tombak. Dan tubuhnya berjumpalitan di udara. Kejap berikutnya bagaikan burung musang Raja Siluman Musang telah melayang ke atas bukit.
Selanjutnya lenyap tak kelihatan lagi. Pulau itu memang luas, dan di daratan pulau ada terdapat tiga buah bukit yang penuh dengan semak belukar.
Adapun Jaka Kelana yang sejak tadi berdiam diri mendengarkan pembicaraan, jadi tersentak girang bukan alang kepaiang. Nasibnya ternyata amat beruntung dapat berjumpa dengan keempat kakek aneh itu.
Tak ayal dia telah melompat kehadapan
__ADS_1
mereka seraya menekuk lutut.
"Guru...! murid menghaturkan sembah, dan mengucapkan terima kasih atas kerelaan hati
kalian mengangkatku menjadi muridmu!" berkata Jaka Kelana dengan suara tergetar
lantang, karena luapan kegembiraannya.
Keempat kakek itu saling pandang sesama
kawan. Tiba-tiba sama-sama perdengarkan suara tertawa gelak-geflak. Hingga ramailah kesenyapan di pulau itu oleh suara tertawa
terkekeh-kekeh yang ditimpali dengan suara-suara aneh yang mirip suara ular, kera, harimau dan buaya yang mendesis-desis.
"Bangunlah, muridku! Mulai hari ini kau adalah murid si Empat Raja Gila. Dan hari ini pula kau telah resmi menjadi murid kami!" berkata Raja Siluman Kera dengan menyeringai danbmelompat-lompat.
"Hohoho ... grrrr! betul, bocah! Nasibmu
beruntung. Memang aku telah berniat mengangkatbseorang murid. Grrr.....haummmmmmmm! Nah! sebagai seorang murid kau harus mentaati setiap
perintah gurunya. Untuk resminya kau menjadibmuridku, kau harus mencium dan menjilatbpantatku! Hayo segera kau Iakukan!" berkata Raja Siluman Harimau denganbmenyeringai.
"HAH ...!mencium dan menjilat pantat guru?" terperangah Jaka Kelana dengan mata
membelalak.
"Betul. Hayo cepat Iakukan!" teriak Raja Siluman Harimau dengan serta merta
membuka celananya. Lalu membelakangi pemuda itu sambil menunggingkan pantatnya.
Seumur hidupnya Jaka Kelana baru mengalami hal itu. Tentu saja membuat wajah pemuda ini menjadi merah jengah memandang ke arah pantat bugil si kakek Raja Siluman Harimau yang menungging di hadapannya.
Jaka Kelana rupanya sudah kepalang untuk
mau melakukan apa saja, asal dia bisa belajar
ilmu pada keempat kakek gila itu.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jaka Gemblung ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...