
Kebetulan ini hari minggu. Lana beranjak dari tempat tidurnya ,kemudian melangkah keluar menuju halaman rumah dengan celana pendek yang ia kenakan. Seketika pandangan mata Lana mengarah Dara yang sedang memotong ranting bunga kesayangannya.
" Mas mau kemana ?" tanya Dara.
" Mau ngopi di warung depan ." jawab Lana.
" Kan ada bibi toh mas, bisa minta tolong di buatkan. " ucapnya.
" Gapapa, aku ngopi di warung depan aja " jawab Lana sembari melangkah menuju gerbang.
Saat akan membuka pintu gerbang, tiba-tiba Dara mengikutiku dari belakang.
" Kamu mau kemana ?" tanya Lana.
" Ngopi di warung depan " jawab Dara.
Lana hanya tertawa kecil kemudian mereka melangkah keluar bersama-sama. Di warung Lana duduk berhadapan dengan Dara menunggu pesanan yang akan di antarkan.
" Boleh aku tanya sesuatu? " ucap Dara.
" Boleh " jawab Lana.
" Waktu kamu ngasih baju ke aku, kamu sebut nama Dinda. Dinda siapa mas? " tanya Dara.
Ucapan Dara berhasil membuat Lana terdiam. kemudian Lana menghela nafas panjang kemudian bercerita.
" Dia adalah pacar ku yang hilang di Gunung Kembang. Ketika aku menemukanmu fikiran seakan kembali ke masa lalu saat aku sedang mencari Dinda " bisik Lana.
" Maaf aku tidak tau " ucap Dara lirih.
" Gak papa kok mbak itu sudah masa lalu " jawab Lana sembari tersenyum.
" Jangan panggil mbak, Dara aja " ucap Dara memalingkan topik.
" Yaudah panggil aku Lana juga. " jawab Lana sembari tersenyum.
Saat tengah asik mengobrol, Seketika panggilan masuk dari ponsel Dara berbunyi. Tidak lama, Lana dan Dara pun beranjak dari tempat duduknya kemudian berjalan pulang menuju rumah.
Setibanya di rumah, Lana di sibukkan menulis artikel hingga membuatnya mengantuk kemudian tertidur.
Lana pun terbangun ketika sebuah ketukan pintu kamarnya berbunyi. Bergegas ia membuka pintu kamarnya dan telah ada Dara di depan pintunya.
" Eh Dara ada apa ya? " ucap Lana sembari mengucek matanya.
" Jalan-jalan yuk " jawab Dara.
__ADS_1
" Hmm boleh, sebentar yak" ucap Lana.
Bergegas Lana mengganti pakaiannya dan keluar, berboncengan mengendarai sepeda motor.
" Kita mau kemana ?" tanya Lana.
" Hmmmm terserah " jawab Dinda.
" Ke Gunung Kidul yuk? liat senja. " tanya Lana.
" Boleh na " jawab Dinda.
Lana melaju dengan sepeda motor menyusuri jalanan perkotaan yang cukup ramai. Cukup lama mereka berada di atas motor hingga akhirnya Lana dan Dara tiba di tempat tujuan. Hamparan samudera dengan langit jingga di atasnya membuat Lana ingin menikmati suasana dengan tidak banyak berbicara begitu juga dengan Dara. Sesekali Lana mencuri pandangan ke arah Dara. tampak jelas raut wajah Dinda di pikirannya.
" Jangan ngeliatin aku na hahah " ucap Dinda.
" Geer amat kamu " jawab Lana.
Senja pun perlahan menghilang, kini langit menjadi petang. Lana mengajak Dara untuk kembali pulang ke rumahnya. Di atas sepeda motor Dara mengajak mengobrol.
" Sepertinya kamu menyukai senja " ucap Dara.
" Iya, Karna Senja mengajarkan ku tentang keikhlasan " jawab Lana.
" Apakah ada hubungannya dengan Dinda? " tanya Dara.
Setibanya mereka di rumah, saat Lana membuka pintu ternyata Lana dan Dara telah di tunggu Pak Amir di ruang tamu. Dara langsung menuju kamarnya sedangkan Lana duduk menemani Pak Amir di ruang tamu.
" Maaf om pulang nya agak malam " ucap Lana lirih.
" Oh iyaa gapapa, sudah lama saya gak liat Dara tersenyum lagi setelah kepergian mamanya " ucap Pak Amir sembari tersenyum ke arah Lana.
" Ngomong-ngomong boleh saya liat hasil tulisan mu na? " tanya Pak Amir.
Bergegas Lana masuk ke dalam kamar untuk mengambil laptopnya, Kemudian menunjukan beberapa tulisan hasil karyanya kepada Pak Amir.
" Om tertarik dengan tulisan mu, karya tulisan mu sudah cukup bagus na. Om akan biayai kamu untuk perjalanan mu menghasilkan karya tulisan ini lagi, gimana? " ucap Pak Amir.
" Boleh om, Terima kasih banyak om " jawab Lana.
" Kemana tujuan perjalanan mu selanjutnya na? " tanya Pak Amir.
" Gunung kembang om " jawab Lana.
Pak Amir hanya menganggukan kepala, Tak lama Dara datang dengan nampan di tangannya.
__ADS_1
" Ini ada kue bolu buatan Dara, cobain deh " ucap Dara.
Lana mencoba kue bolu buatan Dara, rasanya enak seperti buatan bunda.
" Enak ra, seperti buatan bundaku " ucap Lana.
Mereka mengobrol serta tertawa bersama. Senyum Dara mengingatkan Lana dengan Dinda, dan kue bolu buatan Dara mengingatkan Lana dengan Bunda. Rasanya telah lama sekali tidak bertemu Dinda dan Bunda. tapi Lana bersyukur bisa bertemu dengan Dara dan Pak Amir sebagai pelepas rindu dengan Dinda dan Bunda.
Ketika malam mulai larut Lana, Dara dan Pak Amir masuk ke kamar masing-masing. Saat di kamar Lana membuka laptopnya mencoba melanjutkan menulis novelnya. Saat padangannya terfokus pada laptop di depannya, seketika ponselnya berdering, sebuah pesan dari Dara muncul di layar ponselnya.
Makasih buat hari ini na:') . Isi pesan Dara.
Iya sama-sama, esok aku akan pergi melanjutkan perjalanan ra. Jawab Lana.
Kenapa secepat itu na? . balas pesannya.
Lana dan Dara saling beradu pesan, Dara mencoba mencegah ku untuk tidak pergi terlalu cepar akan tetapi usahanya sia-sia.
Suatu hari kita akan bertemu lagi. Isi pesan Lana menutup pembicaraan.
Setelahnya Lana merebahkan badannya di kasur dan mencoba untuk tidur.
Besok paginya Lana terbangun dan berjalan keluar kamar menuju kamar mandi. Setelahnya, Lana mengemas pakaiannya dan duduk di ruang tamu menunggu Pak Amir keluar dari kamarnya. Tak lama Pak Amir pun keluar kemudian mengajaknya untuk makan bersama Dara. Dara hanya diam saja ketika di meja makan. Setelah selesai makan Lana berpamitan dan mengucap terima kasih kepada Pak Amir dan Dara. Setelahnya Dara mengantarku sampai depan gerbang rumahnya.
" Hati-hati di jalan na" ucap Dara lirih.
" Iya, Ini buat kamu " jawab Lana sembari melepas gelang di tangannya.
" Kita akan bertemu lagi ra setelah perjalananku " imbuh ucapan Lana sembari tersenyum.
" Janji ? " ucap Dara memandangiku.
" Janji " jawab Lana tersenyum.
Kemudian Lana membawa sepeda motornya dan pergi meninggalkan Dara. Di atas sepeda motor, rasanya berat sekali untuk meninggalkan Dara akan tetapi Lana harus menyelesaikan perjalanannya.
" Apakah aku jatuh cinta kepada Dara, atau hanya menganggumi saja? " bisik batin Lana.
Lana terus memacu sepeda motornya, sesekali ia berhenti di warung untuk beristirahat. Saat membakar rokok, tiba-tiba ponselnya berdering menampilkan pesan dari Dara.
Aku tau kamu orangnya cuek, tapi ingat aku selalu menunggu kabarmu. Isi pesan dari Dara.
Lana hanya tertawa kecil kemudian ia membalas pesan darinya.
Akan ku usahakan untuk selalu berkabar :') . Balasan isi pesan Lana.
__ADS_1
Setelah nya Lana melanjutkan perjalanan menuju basecamp gunung kembang.