Jaket Tua

Jaket Tua
Bab 39. Pendakian Terakhir.


__ADS_3

Kringggg....Kringg.....


Suara alarm berbunyi, seketika menjadi nada kamar dalam sunyi. Kali ini telah terbangun lebih dahulu, sebab penyakit yang di deritanya memaksa Lana untuk sulit beristirahat. Lana duduk di kursi meja belajarnya sembari memandang laptop yang terbuka untuk mengirim karya novelnya kepada penerbit.


" Syukurlah moga aja novel gua bisa secepatnya di cetak penerbit. " bisik batin Lana.


Seminggu ke depan, kakak akan menginap di rumah untuk bergantian menjaga bunda. Ketika kakak beserta suaminya telah tiba di rumah, Lana langsung berpamitan kepada bunda untuk ke rumah bambu. Sejak kepulangannya dari pendakian Gunung Cikuray, Lana tidak pernah menghampiri rumah bambu. Bergegas Lana membawa sepeda motornya menuju rumah bambu, untuk melepas rindu.


Setibanya Lana di rumah bambu, ia langsung di sambut oleh Bara, Apoy dan kawan lainnya.


" Gimana kabar bunda lo na? " tanya Bara.


" Alhamdulillah baik bar. " jawab Lana sembari tersenyum.


Lana yang tidak ingin membuat Bara khawatir, terpaksa harus berbohong tentang keadaan bunda.


" Novel gua udah jadi nih bar heheh. " ucap Lana.


" Wihhh akhirnya yang gua tunggu udah selesai haha , kapan nih terbit? " tanya Lana.


" Udah gua kirim sih tulisan gua, tinggal nunggu kabar dari penerbit. " jawab Lana.


" Semogaaa lah cepet terbit. " ucap Bara.


" Uhukkkk..uhukkkk.." batuk Lana.


" Lo batuk pengen rokok an atau gimana nih hahah? " tanya Bara sembari tertawa kecil.


" Sialan lo, gua batuk beneran. " jawab Lana.


" makanya gua perhatiin lo kagak langsung bakar rokok hahah. " ucap Bara.


" Hmmm, ehh bar lusa lo free gak? gua mau ngajak lo nih ke gunung kembang, gimana? " tanya Lana.


" Hmmm kebetulan sih gua free, ayok dah na udah lama juga kagak naik gunung hahah. " jawab Bara.


" Bang, nitip ya rumah bambunya haha. " tanya Bara kepada Apoy.


" Aaman deh bar, lo puas- puasin liburan lo haha. " jawab Apoy.

__ADS_1


" Eh iyaa na, kapan hari pas lo berkelana si Dara kesini katanya mau nyariin lo. " ucap Bara.


" Hah, trus lo ngomong apa? " tanya Lana terkejut.


" Ya gua ngomong aja, Lana belum pulang dari jalan-jalannya. " jawab Bara.


" Emang kenapa sih na, kok sampe Dara nyamperin lo kesini. Emang lo gak ngabarin dia? " imbuh Bara.


" Gua udah gak ada hubungan lagi sama Dara bar, kayanya dia udah ada pengganti hehe. Bener juga keputusannya dia nyari pengganti. " jawab Lana.


" Maksut lo? " tanya Bara penasaran.


"Ribet dah klo gua cerita, ntar lo tau sendiri hahah. " jawab Lana sembari tersenyum


Tidak berselang lama, tiba-tiba Naya datang ke rumah bambu untuk menemui Bara.


" Kekasih pujaan datang hahah. " ucap Lana menggoda.


" Tiap hari dateng na, gua juga heran padahal klo dari mata gua si bara kagak ganteng hahah. " ucap Apoy tertawa kecil.


" Klo lo bilang gua ganteng berarti kagak waras bang haha. " jawab Bara.


Setibanya di rumah, terlihat kakak yang sedang asik dengan ponselnya di ruang tamu. Lana yang membuka pintu kamar bundanya melihat bunda yang terbaring lemas di atas ranjangnya. Lana memperhatikan setiap inci wajah bundanya kemudian ia menutup pintu kamarnya.


Di dalam kamarnya yang sunyi, Lana duduk termenung dengan batuk yang sesekali mengeluarkan darah.


" Apa gua bisa bertahan lebih lama untuk menjaga bunda? " bisik batin Lana.


Sesekali Lana juga melihat ke arah jaket pemberian Dinda yang tergantung di dinding untuk mengenang perjalanannya. Tidak berselang lama akhirnya Lana keluar dari kamarnya menghampiri kakaknya di ruang tamu.


" Kak, lusa gua mau mendaki gunung, buat penutupan penutupan aja. " ucap Lana.


" Hmm aslinya gua gak setuju lo pergi lagi, tapi bunda pernah bilang ke gua jangan pernah menghalangi buat lo mencapai mimpi lo. Bunda udah percaya banget sama yang lo lakuin, jadi gua harap jangan pernah kecewain bunda. " ucap Kakak menjelaskan.


" Iyaa kak, gua gak bakalan ngecewain bunda kok. Tapi pendakian ini jangan sampe bunda tau ya kak. " ucap Lana.


" Iyaa, tenang aja. " jawab kakak sembari tersenyum.


Setelah pembicaraan singkat tersebut, akhirnya Lana kembali masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.

__ADS_1


Dua hari telah berlalu, Lana telah bersiap untuk berangkat menuju terminal sebelum matahari terbit. Perlahan ia keluar dengan hati-hati agar tidak membangunkan bunda yang sedang beristirahat.


Setibanya di terminal, ternyata Bara telah tiba lebih dahulu.


" udah lama bar? " tanya Lana.


" Barusan kok na. " jawab Bara.


Sembari menunggu bus yang akan mereka naiki tiba, Lana dan Bara menunggu di sebuah warung untuk minum kopi. Tidak berselang lama ketika sedang menikmati kopi, bus yang mereka tunggu akhirnya tiba di stasiun. Bergegas mereka membayar pesanan kopi tersebut dan berlari menuju bus.


Karna perjalanan akan memaka waktu cukup lama, Lana dan Bara memutuskan untuk tidur di dalam bus. Cukup lama perjalanan mereka, sesekali mereka terbangun dan tertidur lagi. Hari telah siang, akhirnya mereka tiba di terminal kota tujuan mereka. Tidak ingin berlama-lama berada di terminal, mereka mencari ojek untuk mengantarkannya menuju basecamp Gunung Kembang.


Cukup jauh perjalanan untuk tiba di basecamp, mereka harus melewati beberapa desa untuk tiba di sana. Setelah menunggu akhirnya mereka di basecamp gunung Kembang. Hari yang telah menjelang sore, memaksa mereka untuk memulai pendakian besok pagi.


Saat hari menjelang malam, serta udara yang semakin dingin membuat batuk Lana semakin terasa sakit.


" Batuk lo kok gak kaya batuk biasanya ya na. " tanya Bara.


" Yaa soalnya udaranya dingin, jadi ya gini deh bar. " jawab Lana singkat.


" Oh ya makasih ya, udah mau nemenin gua ke sini lagi hehe. " ucap Lana.


" Santai aja lagian gua juga pengen muncak na. " jawab Bara.


" Gua juga paham na, lo pasti kangen sama Dinda kan? " tanya Bara.


" Begitulah bar, gua pengen ngabarin Dinda kalau novel gua udah selesai. " jawab Lana.


" Dinda pasti seneng, novel lo sudah selesai. " jawab Bara.


Lana hanya mengangguk sembari tersenyum medengar ucapan Bara.


Saat hari yang mulai larut, setelah mengisi perut tiba-tiba petugas penjaga basecamp datang menghampiri kami.


" Ehh ada nak Lana, udah dari tadi ? " jawab penjaga tersebut.


" Iyaa pak. " jawab Lana singkat.


Petugas penjaga basecamp hanya menyapa dengan kehadirian Lana dan Bara, kemudian penjaga tersebut pergi meninggalkan mereka dan berjalan ke rumahnya yang tidak jauh dari basecamp.

__ADS_1


Karna hari semakin larut serta rasa kantuk dan lelah karna perjalanan seharian, akhirnya Lana dan Bara memutuskan untuk tidur dengan balutan sleeping bag di tubuh mereka.


__ADS_2